Kamis, 29 Maret 2012

Lomba Pengayaan Sumber Belajar BPTIKP Jawa Tengah 2012

Kabar baik datang dari Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Di tahun 2012 ini BPTIKP menyelenggarakan Kegiatan Lomba Pengayaan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Blog bagi guru serta Lomba Pengayaan Sumber Belajar pada Website/Blog sekolah di Jawa Tengah untuk kedua kalinya.



BPTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bertekad kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini akan berupaya membenahi segala kekurangan yang ada pada lomba pertama tahun 2011 yang lalu, sehingga diharapkan pelaksanaan lomba ini kan lebih baik dibanding tahun yang lalu.

Lebih jelasnya silahkan download panduan lomba [klik di sini], sedangkan brosur silahkan download [klik di sini]. Selamat berkompetisi, mari berkarya untuk Indonesia !!!

Rabu, 28 Maret 2012

PEMUAIAN

Indikator : Menjelaskan pengaruh suhu terhadap pemuaian zat yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


A. Pengertian Pemuaian
Zat akan memuai bila dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Bila suatu zat dipanaskan (suhunya dinaikkan) maka molekul-molekulnya akan bergetar lebih cepat dan amplitudo getaran akan bertambah besar, akibatnya jarak antara molekul benda menjadi lebih besar dan terjadilah pemuaian. Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu zat tersebut.
Pemuaian dapat terjadi pada zat padat, cair, dan gas. Besarnya pemuaian zat sangat tergantung ukuran benda semula, kenaikan suhu dan jenis zat. Efek pemuaian zat sangat bermanfaat dalam pengembangan berbagai teknologi.

B. Penerapan prinsip pemuaian
Prinsip pemuaian zat banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapannya :
1. Pemasangan Kaca Jendela
Pemasangan kaca jendela memperhatikan juga ruang muai bagi kaca sebab koefisien muai kaca lebih besar daripada koefisien muai kayu tempat kaca tersebut dipasang.
2. Pemasangan Sambungan Rel Kereta Api

Penyambungan rel kereta api harus menyediakan celah antara satu batang rel dengan batang rel lain. Jika suhu meningkat, maka batang rel akan memuai hingga akan bertambah panjang. Dengan diberikannya ruang muai antar rel maka tidak akan terjadi desakan antar rel yang akan mengakibatkan rel menjadi bengkok.

3. Pemasangan Bingkai Besi pada Roda Pedati
Bingkai roda pedati pada keadaan normal dibuat sedikit lebih kecil daripada tempatnya sehingga tidak dimungkinkan untuk dipasang secara langsung pada tempatnya. Untuk memasang bingkai tersebut, terlebih dahulu besi harus dipanaskan hingga memuai dan ukurannya pun akan menjadi lebih besar daripada tempatnya sehingga memudahkan untuk dilakukan pemasangan bingkai tersebut. Ketika suhu mendingin, ukuran bingkai kembali mengecil dan terpasang kuat pada tempatnya.
4. Pemasangan Jaringan Listrik dan Telepon
Kabel jaringan listrik atau telepon dipasang kendur dari tiang satu ke tiang lainnya sehingga saat udara dingin panjang kabel akan sedikit berkurang dan mengencang. Jika kabel tidak dipasang kendur, maka saat terjadi penyusutan kabel akan terputus.
5. Keping Bimetal
Keping bimetal adalah dua buah keping logam yang memiliki koefisien muai panjang berbeda yang dikeling menjadi satu. Keping bimetal sangat peka terhadap perubahan suhu. Pada suhu normal panjang keping bimetal akan sama dan kedua keping pada posisi lurus.
Jika suhu naik kedua keping akan mengalami pemuaian dengan pertambahan panjang yang berbeda. Akibatnya keping bimetal akan membengkok ke arah logam yang mempunyai koefisien muai panjang yang kecil.

(a)                                   (b)                                (c) 

keterangan :
(a) keping bimetal pada suhu kamar
(b) keping bimetal jika dipanaskan
(c) keping bimetal jika didinginkan


Contoh  Soal :

 Perhatikan gambar di bawah ini !


Jika setelah dipanaskan keping bimetal melengkung ke arah B maka logam manakah yang koefisiennya muainya lebih besar ?



Jawab : 


Setelah dipanaskan keping bimetal melengkung ke arah B, sehingga logam A lebih panjang dari logam B. Artinya koefisien muai logam A lebih besar dari dari koefisien muai  logam B.


Selasa, 27 Maret 2012

Lomba Blog Guru dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Insan Cendekia, Mau ?


Kabar baik bagi para guru blogger dan "aktifis" multimedia pembelajaran. Bulan maret 2012 ini kembali dibuka ajang untuk saling berkompetisi di dunia blog guru maupun pembuatan bahan ajar. Kegiatan ini digelar oleh SMA Insan Cendekia Al Mujtaba dalam sebuah pekan ilmiah yang bertajuk “IC Education Fair 2012”. Acara tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 2-4 April 2012 bertempat di kampus SMP-SMA Insan Cendekia Al Mjtaba, Jl. Ovensari, Kadilangu, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

IC Education Fair sendiri terdiri dari bermacam-macam cabang acara seperti Teacher Blog Competition, Lomba Pembuatan Bahan Ajar untuk Guru, seminar, talkshow, dan lain-lain. Acara ini bisa diikuti oleh siswa SD, SMP, SMA, Guru dan masyarakat umum sesuai dengan jenis acaranya. Untuk lebih jelasnya siahkan akses informasi resminya [klik di sini]

Sabtu, 17 Maret 2012

Jalan Keluar Bagi Yang Bertaqwa dan Bersedekah


Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada seorang laki laki dari Madinah Nabawiyah pada tahun yang lalu. Lelaki tersebut telah mendekati umur 48 tahun. Takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan dia terkena gagal ginjal. Saat dia mengetahui kabar tersebut dia menerima dengan jiwa yang sabar dan penuh keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah dokter mengabarkan bahwa dia terkena gagal ginjal, anak-anaknya pun mengkhawatirkan dirinya, dan mereka berkata, “Kami akan mendonorkan sebuah ginjal untukmu,” namun sang ayah menolak siapapun yang akan mendonorkan ginjalnya untuknya.

Salah seorang teman anak-anaknya memberikan usul agar mereka pergi ke Mesir untuk membeli ginjal. Akan tetapi sang ayah benar-benar menolak usul tersebut. Setelah berulang kali dibujuk akhirnya sang ayah menyetujui usul tersebut.

Maka merekapun pergi ke Mesir, di sanalah kemudian dilakukan diagnosa ginjalnya, dan mereka membandingkan hasil diagnosa ginjalnya dengan diagnosa para pendonor, namun sama sekali tidak ada yang sesuai. Setelah pencarian yang panjang, mereka mendapatkan pendonor yang hasil diagnosanya sama dengan diagnosa sang bapak.

Kemudian selesailah tawar-menawar penggantian ginjal antara pendonor dengan anak-anak sang bapak tersebut. Mereka mencapai kesepakatan dana hingga mendekati 15 ribu dollar (sekitar Rp 140 juta). Anak-anak itupun membayarnya tunai kepada pendonor sebelum dilakukannya operasi sesuai dengan kesepakatan.

Di pagi hari dilakukannya operasi, sang bapak meminta untuk menemui sang pendonor. Maka anak-anak mengabarkan kepadanya bahwa tidak perlu mengadakan pertemuan ini. Akan tetapi sang bapak mendesak untuk bertemu dan berterima kasih kepadanya. Setelah debat keras, akhirnya anak-anak itupun menyetujuinya. Maka merekapun mengantarkan sang bapak kepada pendonor.

Di sinilah, yang mengagetkan, ternyata sang pendonor adalah seorang gadis berusiai 17 tahun.

Sang bapak terpukul keras karena kejadian ini. Dia tidak pernah membayangkan bahwa sang pendonor adalah seorang gadis seusia ini. Sementara itu, ia membayangkan kalau pendonornya adalah seorang laki-laki tua. Sang bapak tidak mampu berkata-kata apapun. Namun setelah beberapa saat dia bertanya kepada gadis tersebut: ‘Apa yang memaksamu untuk mendonor?’. Diapun menjawab“Kemiskinan.”

Jelaslah bagi sang ayah itu bahwa gadis ini menanggung dua saudara laki-laki dan satu saudari perempuannya yang kecil setelah kematian kedua orangtuanya.

Setelah sang bapak itu mengetahui keadaan gadis tersebut dia berkata,“Demi Allah, aku tidak melakukan operasi”.

Anak-anaknya dibuat kaget oleh sikap bapaknya. Anak anak itupun mencoba membujuk bapaknya, akan tetapi sang bapak menolak dengan keras.

Mereka mengabarkan bahwa dana telah dibayarkan, dan tidak mungkin memintanya kembali.

Maka sang bapak berkata,”Siapa yang berkata bahwa aku akan memintanya kembali? Demi Allah, aku tidak akan mengambilnya, harta itu halal untuknya”.

Sang bapak pun meminta kepada mereka untuk kembali dengan segera ke Saudi. Mereka pun benar-benar sampai ke Madinah. Selang beberapa waktu mereka kembali ke Rumah Sakit bersama bapaknya untuk melihat perkembangan keadaannya. Terjadilah sebuah keadaan yang sangat mengagetkan!!

Diagnosa menunjukkan bahwa sang bapak telah selamat dari kegagalan ginjal. Sang bapak dan anak-anaknya pun merasa aneh, lalu mereka pergi ke Rumah Sakit lain untuk melakukan diagnosa, dan hasilnya adalah keselamatan sang bapak dari kegagalan ginjal.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyembuhkannya. Karena dia telah melepaskan kesulitan gadis tersebut, maka Allah mengeluarkannya dari kesulitan dan menyembuhkannya karena sebab gadis tersebut. Ini adalah takdir Allah yang Maha Agung.




***
http://enkripsi.wordpress.com sumber : Majalah Qiblati edisi 8 tahun 3

Rabu, 14 Maret 2012

rehat sejenak



Children Are Quick

(copas dari temon)



TEACHER: Maria, go to the map and find
North America .

MARIA: Here it is.

TEACHER: Correct. Now class, who
discovered America ?

CLASS: Maria.



TEACHER: John, why are you doing your math
multiplication on the floor?

JOHN: You told me to do it without using
the tables.



TEACHER: Glenn, how do you spell
'crocodile?'

GLENN: K-R-O-K-O-D-I-A-L'

Selasa, 13 Maret 2012

Tutorial Membuat Media Berhitung untuk Anak dengan VBA pada Powerpoint



Apa kabar sahabat ?, pada kesempatan ini kita akan belajar kembali mengenai pemrograman pada powerpoint menggunakan visual basic for aplication (VBA). Kali ini kita akan membuat program yang sangat sederhana, yaitu media berhitung untuk anak yang memuat penjumlahan dan pengurangan seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini :


 Untuk membuatnya ikuti langah-langkah di bawah ini :

  • Bukalah Program Microsoft Office Powerpoint kemudian pilih layout blank
  • Klik menu developer dan insert delapan buah Text Box, dan tiga buah Command Button, lalu atur properties masing-masing :

Kontrol

Name

Caption

TextBox1

a

 

TextBox2

b

 

TextBox3

c

 

TextBox4

keterangan

 

TextBox5

d

 

TextBox6

e

 

TextBox7

f

 

TextBox8

keterangan2

 

CommandButton1

cek

CEK

CommandButton2

cek2

CEK

CommandButton3

Reset

RESET

  •  Pasang kode VBA di masing-masing CommandButton dengan cara klik dua kali pada masing-masing tombol dan ketikkan kode VBA sebagai berikut :

Nama Kontrol

Caption

Kode VBA

CommandButton1

CEK

Private Sub Cek_Click()

Call Rumus

End Sub

CommandButton2

CEK

Private Sub Cek2_Click()

Call Rumus2

End Sub

CommandButton3

RESET

Private Sub Reset_Click()

a = ""

b = ""

c = ""

d = ""

e = ""

f = ""

keterangan = ""

keterangan2 = ""

End Sub

  • Pasang juga kode VBA di bagian General sebagai berikut :

Sub Rumus()

If c = Val(a) + Val(b) Then keterangan = "benar"

If c <> Val(a) + Val(b) Then keterangan = "salah"

End Sub

 

Sub Rumus2()

If f = Val(d) - Val(e) Then keterangan2 = "benar"

If f <> Val(d) - Val(e) Then keterangan2 = "salah"

End Sub

  • Atur tampilan agar lebih menarik dengan menambahkan background, shape, maupun picture yang kita inginkan.
  • Simpan file dalam format pptm
  • Jalankan program yang telah anda buat.

Mudah bukan. Salam Sang Pengajar !

 

 

Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan


Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata:
Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.
Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta’ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala .

Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”

Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?

Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”
Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.
Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta’ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.
Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta’ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2C. maka kukatakan kepada sang ibu: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6c, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41c lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam yang indah lagi agung:
(طُوْبَى لِلْغُرَبَاِء) “Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.
Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: “Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..

Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.
Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?
Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala ?

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?
Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta’ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.

Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, Apa Yang Membuatku Menangis Bukanlah Ini, Yang Membuatku Menangis Adalah Apa Yang Terjadi Kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “tidak mengenal mereka.”

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.
Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta’ala .”

Tahukah anda apa yang dia katakan?

Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Sang suami berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai.

Kukatakan:
Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta’ala .

Allah berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi  bersabda:

“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta’ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))


Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.
Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta’ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do’a-do’a kalian.

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS. Al-A’raf: 126)






Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Dari Kaset Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)


Sumber : gugundesign.wordpress.com/

Kamis, 08 Maret 2012

ANDAI BISA SEIMBANG

“ Witing tresno jalaran soko kulino “ sepenggal pernyataan dalam bahasa Jawa tersebut pastinya tidak asing lagi bagi kita. Dan dengan mudah kita dapat mengerti arti dari pernyataan tersebut. Tapi bagaimana dengan kata – kata maupun kalimat yang lain? Untung bisa mengerti arti dari bahasa daerah, mengucapkannya saja lidah terasa kaku.
Jarang memang kaum muda saat ini menggunakan bahasa jawa untuk berkomunikasi sehari – hari, apalagi tiap kali ada kegiatan yang bersifat formal, kita sering kali dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu dengan adanya tuntutan perkembangan jaman, banyak ibu – ibu yang telah “ lupa ” mengajarkan bahasa ibu yang “ sesungguhnya ”. Sehingga para penerus bangsa ini hanya mengenal bahasa Indonesia dan bahasa asing tanpa tahu seperti apakah bahasa ibu-nya. Dan akhirnya bahasa daerah pun makin tidak jelas eksistensinya jika dibandingkan dengan bahasa asing.
Kenyataan yang lebih memprihatinkan adalah banyak sekolah – sekolah dasar yang seharusnya menjadi mata tombak pelestarian bahasa daerah, kini lebih mengutamakan keberadaan bahasa asing dalam salah satu mata pelajaran yang wajib di sekolah. Lain halnya dengan kasus jika ada mata pelajaran bahasa daerah tapi justru tenaga pengajarnya kurang professional dalam proses belajar mengajar.
Semua keadaan di atas lebih diperparah lagi dengan kurang partisipasinya pemerintah dalam menindak tegas aturan mengenai mata pelajaran pokok di sekolah. Lengkap sudah segala faktor penghambat perkembangan bahasa daerah. Kalau sudah begini, apa bedanya bangsa Indonesia dengan bangsa lain?
Alangkah baiknya jika pemerintah membuat peraturan yang tanpa mengesampingkan bahasa daerah dengan bahasa asing, agar keduanya bisa berjalan secara beriringan dan penerus bangsa ini juga bisa mengenal bahasa daerahnya masing - masing.



Rabu, 07 Maret 2012

Mengoptimalkan Simpang Tujuh

Tidak dilahirkan di Kudus, bukan berarti saya tidak cinta dengan Kota Kudus. Hampir dua tahun ini saya mulai mengenal Kudus sebagai kota yang miskin ruang terbuka. Namun, sebenarnya banyak ruang terbuka yang ada di Kudus, tapi sayang belum ada upaya untuk mengembangkannya.
Di tengah minimnya ketersediaan ruang terbuka di Kudus, Simpang Tujuh yang merupakan salah satu ruang terbuka yang telah berhasil dikembangkan serta merupakan realisasi dari rencana Bupati Kudus, H. Musthofa, tiga tahun lalu ini perlu diacungi jempol. Karena, dulunya simpang tujuh yang menurut beberapa referensi merupakan kawasan ’’suci’’ yang tidak boleh dijamah oleh sembarang orang. Kawasan yang lebih dikenal warga masyarakat dengan sebutan alun-alun itu hanya boleh digunakan untuk kegiatan eksklusif, seperti upacara peringatan hari bersejarah nasional, upacara pisah sambut pejabat dan sebagainya. Berbagai bentuk kegiatan lain dilarang diadakaan di situ. Pelarangan itu bahkan dikukuhkan secara tertulis dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).
Lain cerita dengan sekarang, Simpang Tujuh kini ibarat milik kita bersama. Karena siapapun, dan kapanpun warga bisa menggunakannya. Misalkan saja, jogging, hanya duduk santai menikmati matahari sore, bermain sepak bola, atau menikmati sajian jajan yang ditawarkan oleh PKL yang ada di sekitar area tersebut , hingga live music.
Layaknya icon – icon dari kota lain yang selalu menjadi sorotan, kebebasan penggunaan Simpang Tujuh bagi semua warga ini justru menimbulkan masalah baru mengenai kelestarian lingkungan hidup di area Simpang Tujuh. Semakin banyak orang beraktivitas di dalamnya, maka semakin besar kemungkinan lingkungan hidup di area tersebut akan rusak, contoh kecilnya adalah rumput.
Menurut pengakuan dari Bupati Kudus H. Musthofa Wardoyo, dalam kapasitas sebagai area terbuka publik nanti, Simpang Tujuh tidak hanya berkemungkinan dijadikan alternatif hiburan keluarga. Akan tetapi juga tidak tertutup kemungkinan dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL) untuk dijadikan tempat buruan oleh – oleh bagi para wisatawan.
Berdasarkan pengakuan di atas, maka apabila semua itu terealisasi maka kemungkinan kerusakan lingkungan hidup terutama tentang rusaknya rumput di area tersebut itu akan benar – benar terjadi. Adapun langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah yang berwenang memberikan ijin penggunaan Simpang Tujuh adalah dengan adanya moratorium atau pemberhentian penggunaan sementara sekaligus adanya program penanaman kembali secara berkala.
Namun akan lebih baik lagi apabila mereka yang berwenang memperhatikan tiga hal berikut:
1. Penyediaan tempat sampah di area Simpang Tujuh diperbanyak jumlahnya. Karena semakin banyak orang yang berada di area tersebut, maka kemungkinan menumpuknya sampah tidak bisa dipungkiri.
2.Adanya pembagian daerah di Simpang Tujuh, misalkan untuk area bermain anak – anak, area olahraga, area istirahat, area PKL, dan lain - lain. Jadi selain jelas penempatannya, Simpang Tujuh juga terlihat rapi.
3.Dan yang terakhir adalah adanya petugas keamanan yang memantau masing – masing area, karena melihat minimnya kesadaran masyarakat kita untuk menjaga apa yang kita miliki.
Semoga apabila rencana ini benar – benar terealisasi bisa berguna bagi semua pihak.

Tulisan ini saya gunakan untuk mengikuti tes seleksi Temu Mitra Lingkungan.


Arsip Blog