Kamis, 24 Oktober 2013

Memberi ala Guru TK

Jam istirahat tiba. Anak-anak berhambur keluar kelas untuk membeli jajan di kantin. Aku membereskan buku, majalah, stempel bintang, dan menghapus papan tulis yang masih penuh dengan corat-coret anak-anak. Setelahnya, aku duduk sejenak mengistirahatkan diri sebelum nanti melanjutkan pembelajaran lagi. Lelahnya, keluhku.

Dari arah pintu, ku lihat ada dua anak didikku yang sedang berjalan menuju mejanya. Panggil saja mereka Ninda dan Mitha.
"Kamu gigit yang sebelah sini, aku sini." kata Mitha pada Ninda. Ku lihat Ninda mengikuti perintah Mitha.
"Ini..." kata Mitha lagi menyodorkan es yang ada digenggamannya.

Berulang kali kegiatan itu dilakukan sambil bergantian. Aku yang penasaran segera menghampiri mereka.
"Ninda ndak bawa uang saku?" tanyaku.
"Bawa bu guru, tapi sudah habis buat beli pensil." jawab Ninda polos.
"Bu, Ninda tak kasih jambu sama es kok bu. Nggak papa ya? Kata bu guru kita nggak boleh pelit sama teman. Kan Ninda temanku, boleh kan, Bu?." Mitha menyahut dengan kepolosannya sebagai anak TK.
Aku manggut-manggut dan tersenyum semanis mungkin.

Mendengar kata Mitha ada rasa sejuk di hatiku.
"Ya Allah, bimbinglah anak-anakku ini agar menjadi pemberi yang tulus."

Secuil kebahagiaan bersama anak-anakku yang polos :)

***

Kisahku di atas adalah wujud nyata dari arti memberi bagiku. Memberi tak akan ada batasannya. Memberi itu polos, sepolos anak-anakku di TK Kartini 1. Kalau anak TK bisa memberi dengan penuh kepolosan dan ketulusannya, kenapa kita tidak?


Postingan ini aku ikutkan GA dari Mbak Mahadewi.


IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog