Jumat, 20 Maret 2015

Uji ANOVA Satu Faktor dengan SPSS (bagian 2)

Tutorial kali ini akan melanjutkan tutoral sebelumnya yaitu cara melakukan Uji ANOVA satu faktor dengan SPSS (untuk bagian 1 : KLIK DI SINI). Contoh yang kita uji dengan ANOVA satu faktor ini adalah untuk mengetahui pengaruh 3 macam metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.

Setelah data dimasukakkan dan di analisis sesuai tutorial bagian 1, maka pada jendela output akan muncul 5 analisis sekaligus, yaitu sebagai berikut:

Output 1

image

Output 1 menyajikan statistik deskriptif mengenai data yang kita analisis, yaitu banyaknya data tiap kelompok (N), nilai rata-rata tiap kelompok (mean), simpangan baku tiap kelompok (Std. Deviation), dan lain-lain.

Output 2

image

Output 2 menunjukkan hasil uji kesamaan varians atau sering disebut uji homogenitas. Sebagai syarat untuk melakukan ANOVA adalah data mempunyai varians yang sama (homogen). Cara membacanya adalah membandingkan taraf signifikansi pada Sig. dengan nilai signifikansi yang digunakan (SPSS secara default menggunakan taraf signifikansi 0,05). Kriteria yang dipakai yaitu apabika Sig. > 0,05 maka data mempunyai varians yang sama, sebaliknya jika Sig. < 0,05 maka data mempunyai varians yang berbeda.

Dari data di atas diperoleh Sig. = 0,878 > 0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa data mempunyai varians yang sama(homogen).

Output 3

image

Output 3 menunjukkan hasil Uji ANOVA.Dari data di atas maka dapat kita tuliskan hipotesis, misalnya, sebagai berikut :

Ho = Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Ha = Ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Untuk menarik kesimpulan kita memerlukan nilai distribusi F (nilai F tabel) dengan ketentuan :

  • taraf signifikansi 0,05
  • df Between Groups = jumlah variabel - 1 = 3 - 1 =2
  • df Within groups = jumlah data - jumlah variabel = 21 - 3 = 18

diperoleh nilai F = 3,554 (cara menentukan nilai F : KLIK DI SINI).

Kriteris keputusan yaitu :

Jika F hitung > Ftabel maka Ho ditolak

Jika F hitung < Ftabel maka Ho diterima

Dari data di atas diperoleh Fhitung sebesar 7,602, karena 7,602 > 3,554 maka Ho ditolak, sehingga dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar dari metode A, metode B, dan metode C.

Kita juga bisa mengambil keputusan berdasarkan nilai probabilitas (p-value) yang tercantum pada kolom Sig. Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, sebaliknya jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Dari data di aatas diperoleh probabilitas 0,004, karena 0,004 < 0,05 maka Ho ditolak.

Output 4

image

Output 4 Post Hoc Test digunakan untuk mengetahui variabel mana yang memiliki perbedaan yang signifikan. Cara menganalisanya adalah dengan melihat ada tidaknya tanda * pada kolom Mean Difference. Tanda * menunjukkan adanya perbedaan mean yang signifikan.

Sebagai contoh mean metode A berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode B berbeda signifikan dengan metode C. Mean metode C berbeda signifikan dengan metode A dan metode B. Baris Turkey HSD dan Bonferroni menunjukkan hasil yang sama dalam perbedaan signifikansi.

Output 5

image

Jika pada output 4 digunakan untuk mencari variabel mana yang mempunyai perbedaan mean, maka output 5 (Homogeneus Subsets) digunakan untuk mengetahui variabel mana yang mempunyai perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Caranya adalah dengan memperhatikan kolom Subset. Pada tabel otuput di atas, kolom subset 1 terdapat 2 nilai dari variabel metode A dan metode B. Hal ini menunjukkan mean metode A dan metode B tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Demikian tutorial mengenai cara melakukan Uji ANOVA satu faktor dengan SPSS. Semoga bermanfaat !

IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog