Tampilkan postingan dengan label Hari Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Ini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

Hari Ini, DPR Ketuk Palu RUU Pendidikan Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah sempat mengalami penundaan, DPR akhirnya mengagendakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) pada sidang paripurna hari ini, Jumat (13/7/2012). Pengesahan hari ini masih diwarnai pro dan kontra seputar substansi RUU tersebut. Seperti diberitakan, ancaman masuknya perguruan tinggi asing menjadi isu besar yang akhirnya melahirkan penolakan keras pada lahirnya UU PT.

Ini kan menjadi dilema. Tertutup tidak bisa, kita buka juga tak diperbolehkan. Maka, kita atur dalam UU PT.
-- Mohammad Nuh
Saat ini, RUU PT masuk dalam masa sidang akhir antara pemerintah dan DPR. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, Kamis (12/7/2012) kemarin, mengatakan bahwa perguruan tinggi asing akan diizinkan menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Hal tersebut penting dilakukan dengan catatan semua perguruan tinggi asing tersebut bersedia memenuhi aturan main dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT).
"Ini kan menjadi dilema. Tertutup tidak bisa, kita buka juga tak diperbolehkan. Maka, kita atur dalam UU PT," kata Nuh di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.
Dalam UU PT, kata Nuh, pemerintah membuat
beberapa aturan yang wajib dipenuhi untuk perguruan tinggi asing yang ingin masuk ke Indonesia. Hal paling utama yang diperhatikan khususnya adalah status akreditasinya. Pasalnya, hanya perguruan tinggi asing dengan mutu baik yang diizinkan masuk ke Indonesia.
Selanjutnya, UU PT juga mewajibkan setiap perguruan tinggi asing yang masuk ke Indonesia harus berbasis nirlaba dan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia.
"Pasti ada filternya. Mereka masuk harus dalam rangka partnership dan rekrutmen tenaganya harus mengutamakan warga negara Indonesia," ujarnya.
Selanjutnya, kata Nuh, dalam waktu dekat dirinya akan mengeluarkan Peraturan Mendikbud yang mengatur perguruan tinggi asing. Dalam Permendikbud itu juga diatur mengenai lokasi perguruan tinggi asing yang dapat beroperasi dan program studi yang dapat diselenggarakan di perguruan tinggi itu.
"Tidak bisa seenaknya membuka di mana pun, ada wilayah dan jurusan tertentu. Misalnya, program studi yang belum bisa kita buka karena membutuhkan investasi besar," kata Nuh.

Menurut Nuh, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengesahkan RUU PT. Menurutnya, pengunduran waktu pengesahan akan menimbulkan implikasi negatif. Rencananya, RUU PT akan disahkan dalam sidang paripurna DPR, Jumat (13/7/2012).

"Ini waktu yang tepat untuk mengesahkan RUU PT. Setelah telat sejak April karena kita kembangkan dan menampung segala aspirasi," kata Nuh saat ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi X DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (12/7/2012) malam.

Nuh menjelaskan, pengesahan RUU PT akan memberi kepastian hukum pada semua perguruan tinggi yang berstatus badan hukum milik negara (BHMN).

Kamis, 14 Juni 2012

Hari Ini, Menkes Baru Diumumkan



Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan nama yang akan menjabat Menteri Kesehatan baru di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/6). Selain Menkes, Presiden juga akan mengumumkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional.

"Posisi menkes, wakil menteri, serta para kepala badan akan diumumkan Presiden besok (hari ini)," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/6).

Terkait dengan nama-nama yang beredar untuk mengisi posisi-posisi itu, Julian meminta agar tidak ada spekulasi. "Sebelum keputusan diambil dan diumumkan langsung oleh Bapak Presiden, mohon tidak disebarkan pemberitaan dengan menyebutkan nama, karena hal itu baru pasti bilamana telah ditetapkan secara definitif oleh Bapak Presiden, dengan mengumumkannya kepada publik," kata Julian.

Nama yang muncul untuk mengisi posisi menkes ialah Nafsiah Mboi, Ketua Komisi Penanggulan AIDS Indonesia. Namun, muncul lagi nama lain untuk posisi tersebut, yakni Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Kedokteran UI.

Untuk posisi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) muncul nama Chatib Bisri, untuk kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supanji, serta untuk posisi wakil menteri energi dan sumber daya mineral ada nama Rudi Rubiandini.

Kendati diisukan menjadi calon kuat menkes, Nafsiah Mboi memilih tetap tutup mulut.
Sumber Media Indonesia di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat membenarkan nama Nafsiah masuk bursa calon menkes. Selain Nafsiah, ada tiga nama lain, yakni Dekan FK UI Ratna Sitompul, Dekan FK UGM Titi Savitri Prihatiningsih, dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Tri Martiana.

Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini mengaku telah mendengar kabar soal pengangkatan dirinya sebagai wamen ESDM menggantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Meski demikian, ia enggan berspekulasi dan mengaku masih menunggu kepastian kabar dari Presiden. (MI/RRN)

Arsip Blog