Tampilkan postingan dengan label ITLBS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ITLBS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2014

Miniature Circuit Breaker (MCB)

MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat.
MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa. Keuntungan menggunakan MCB, yaitu:
1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.
2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat.
Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengamanan secara thermis memiliki kelambatan, ini bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan, sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.


Gambar MCB 1 Fasa dan 3 Fasa
Simbol MCB 1 Fasa

Simbol MCB 3 Fasa





Time Delay Relay (TDR) / Relai Tunda Waktu

Untuk memenuhi diskripsi kerja dari suatu rangkaian terprogram (misal untuk mengendalikan beberapa motor dengan waktu kerja yang berbeda / berurutan), maka diperlukan alat penunda waktu kerja kontak
(timer) yang bekerja sama dengan kontaktor magnit, Pendunda waktu inilah yang di sebut dengan Relai Tunda Waktu / Time Delay Relay (TDR).

Foto TDR produksi Autonic




Konstruksi TDR Produksi Autonic



Mengenal Push Button / Tombol Tekan (Pengantar Praktek Instalasi Motor Listrik-IML)

Push Button / Tombol Tekan
Push Button adalah saklar yang beroperasi dengan cara ditekan, dan mempunyai dua fungsi yang berbeda, Yang pertama Normally Close (NC), kondisi Normal Tertutup, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan tertutup, tapi ketika ditekan kontak menjadi terbuka.  yang kedua Normally Open (NO), kondisi Normal Terbuka, dimana saklar ini jika belum ditekan maka kontak akan terbuka, tapi ketika ditekan kontak menjadi tertutup





Simbol Push Button





Mengenal Kontaktor Magnetik (Pengantar Praktek Instalasi Motor Listrik - IML)

Kontaktor
Kontaktor merupakan saklar daya yang bekerja berdasarkan kemagnitan. Bila koil (kumparan magnit) dialiri arus listrik, maka inti magnit menjadi jangkar, sekaligus menarik kontakkontak yang bergerak, sehingga kontak NO (normally open) menjadi sambung, dan kontak NC (normally close) menjadi lepas.

Kontaktor Jenis SN-21





Kontaktor / Relay Jenis OMRON LY-4  memiliki 14 Pin







Kontaktor / Relay 8 PIN-OMRON NK2P-I













Selasa, 05 Agustus 2014

Pengontrolan Motor (Pengantar Praktek ITLBS-2)


Pengontrolan Motor
Adalah pengaturan dan pengendalian motor dari start sampai motor itu berhenti, agar operasi atau kerja motor tersebut sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

Fungsi pengontrolan ada tiga :
1. Pengontrolan pada waktu start
2. Pengontrolan pada waktu motor keadaan jalan, misal : pengaturan kecepatan, pembalikan arah putaran.
3. Pengontrolan pada waktu menghentikan motor (pengereman).

Cara pengontrolan dibagi tiga :
1. Pengontrolan dengan tangan (manual control)
2. Pengontrolan semi otomatik (semi automatik control).
3. Pengontrolan otomatis (automatik control).

1. Pengontrolan dengan tangan (manual control)
Artinya motor dikontrol secara langsung dengan tangan, yaitu untuk menghidupkan dan mematikan motor dengan menggunakan saklar start dan stop dan peralatan kontrolnya ditempatkan pada peralatan mesin tersebut.
Penggunaan kontrol manual banyak dipakai pada motor-motor dengan daya kecil, misalnya: mesin kerja plat, pompa air, mesin bubut, motor bor listrik, kipas angin, motor gerinda, dll.


2. Pengontrolan semi otomatis (semi automaticControl).
Artinya pengontrolan ini menggunakan kontaktor magnet dan tombol tekan dan dilengkapi dengan protection. Dalam penyalaannya menggunakan tangan dengan menekan tombol start/stop dan penyuplaian tenaga ke motor dilayani oleh kontaktor magnet, sehingga operator dapat berada dari tempat yang aman dan terpisaqh dari mesinnya.



3. Pengontrolan Otomatis (Automatic Control)
Artinya dalam system ini motor dikontrol oleh satu atau lebih alat pengontrol otomatis start-stop dengan alat Bantu kontrol, misal saklar batas, penunda waktu, saklar thermis, saklar cahaya, dll.




Arsip Blog