Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

SINETRON EDUKATIF DAN INSPIRATIF SECERCAH HARAPAN BANGKITNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Yetty D Novia

sumber : Het Nationaal Archief


 Berkaca dari sejarah
            Seratus tujuh tahun yang lalu adalah momen penting bagi bangsa Indonesia. Kenapa saya bilang penting ? Hal ini karena, pada saat itu mulai bangkit rasa persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.  Dulu, perjuangan memperebutkan kemerdekaan hanya dilakukan berdasarkan kedaerahan. Maka tak heran jika seringkali  bangsa Indonesia mengalami kekalahan melawan penjajah. Semangat untuk lepas dari penjajah dan mengejar ketertinggalan menjadi dasar perjuangan para pemuda saat itu untuk bangkit memperjuangkan kemerdekaan. Semangat itu tumbuh dalam bentuk gagasan dan aksi nyata membentuk wadah pergerakan bernama Boedi Oetomo pada tanggal 20 mei 1908.
Semangat kebangkitan nasional itu tumbuh  tidak lain karena pengaruh dari pendidikan yang telah ditempuh oleh para pemuda saat itu. Para pemuda sadar bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri atau hanya bersifat kedaerahan dan dengan cara tradisional. Para pemuda yakin bahwa dengan adanya persatuan dan kesatuan bangsa serta melalui pergerakan nasionalah Indonesia dapat bebas dan terlepas dari penjajah. Berkaca pada sejarah saat itu maka, dapat disimpulkan bahwa salah satu penunjang utama kebangkitan bangsa Indonesia adalah pendidikan.

Pendidikan penting untuk kemajuan bangsa
Pendidikan merupakan salah satu indikator kemajuan bangsa. Suatu negara dikatakan maju apabila pendidikan di Negara tersebut baik dan berkualitas. Menurut UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sungguh sangat mulia fungsi dari pendidikan nasional yang jika disimpulkan adalah sebagai pembentuk karakter bangsa. Dalam hal ini adalah karakter para generasi penerus bangsa yakni para pelajar. Mereka adalah penerus tongkat estafet pembangunan bangsa ini.

 Tantangan pendidikan saat ini
Seiring dengan adanya globalisai jaman, masalah penting pendidikan saat ini adalah degradasi moral dari pelajar Indonesia. Degradasi moral menunjukkan rendahnya karakter bangsa. Padahal karakter bangsa adalah salah satu hal yang ingin diwujudkan dari pendidikan kita.  Degradasi moral para pelajar ditandai oleh hal-hal sebagai berikut :
1.     Semakin maraknya kasus tawuran sesama pelajar yang bahkan sampai menelan korban jiwa.
2.       Ketidakjujuran, ini terlihat saat Ujian Nasional dimana sebagian pelajar lebih percaya pada kunci jawaban yang belum tentu benar daripada kempampuanya sendiri. Hal itu juga membuktikan adanya penurunan rasa percaya diri pada pelajar.
3.      Seks bebas, betapa kita sering mendengar diberita banyak dari pelajar-pelajar di Indonesia hamil diluar nikah. Seks seolah sudah menjamur dan sudah bukan menjadi barang tabu dikalangan pelajar, sungguh miris dan memprihatinkan.
4.      Meningkatnya penggunaan narkoba dan minum-minuman keras.
5.      Rendahnya rasa hormat pelajar kepada guru. Sikap tawadhu’ yang ditunjukkan oleh pelajar-pelajar zaman dulu mungkin telah luntur dan hilang dari remaja saat ini.
Merosotnya moral generasi bangsa dewasa ini, salah satunya diakibatkan  ketidakmampuan generasi penerus bangsa dalam memfilter/menyaring budaya yang datang dari luar. Media massa merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi pembentukan karakter bangsa. Sinetron yang yang kurang mendidik, sangat disayangkan dapat kita  saksikan setiap hari di layar televisi.
Adegan-adegan yang merusak moral seperti acting pacaran, perkelahian, dan hal-hal yang tidak masuk akal seperti manusia bisa menjadi serigala atau harimau seperti yang ditontonkan dalam sinetron GGS dan 7 Manusia Harimau seakan sudah menjadi hal lumrah dalam setiap tayangan sinetron.  Bahkan yang miris lagi, banyak dari tayangan sinetron yang menampilkan guru sebagai sosok yang culun dan tidak berwibawa. Stop ! Ini semua tidak boleh dilanjutkan, Kita harus melindungi asset penting bangsa kita yakni generasi penerus bangsa.
Tampilan-tampilan sinetron yang kurang mendidik diikuti bahkan dijadikan sebuah trend dikalangan pelajar. Mereka tidak memperdulikan apakah yang ditiru atau diikuti tersebut termasuk tindakan baik atau buruk yang jelas mereka tidak mau dikatakan ketinggalan jaman. Pada hakikatnya, usia remaja adalah saat dimana mereka ingin selalu mencoba meski itu bertentangan dengan norma-norma yang ada.

Pendidikan harus bangkit !
Degradasi moral adalah masalah penting yang harus segera ditangani demi bangkitnya pendidikan . Salah satu caranya adalah dengan memberikan tontonan yang edukatif bagi semua generasi penerus bangsa. Peran media sangat penting dalam proses mencerdaskan bangsa dan membangkitkan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.
Sinetron atau film seharusnya mengandung nilai moral, karakter dan nilai edukatif yang dapat menginspirasi para pelajar kepada kehidupan yang lebih baik. Hal ini karena, sinetron setiap hari dapat ditonton oleh siswa. Jika setiap sinetron yang ada di setiap chanel televisi mengandung nilai moral, karakter dan nilai edukatif. Tentunya, para pelajar di Indonesia akan menjadi semakin baik dan berkarakter.
Saya cukup senang dengan munculnya sinetron “ Aku Anak Indonesia” yang menurut saya cukup berbeda dengan sinetron-sinetron remaja lainnya. Sinetron ini cukup idealis, berkarakter dan mampu membentuk sikap nasionalisme dan patriotisme para pelajar. Setelah beberapa kali ikut menonton sinetron ini. Saya dapat mengatakan bahwa sinetron ini layak ditonton oleh pelajar-pelajar saat ini. Banyak permasalahan pendidikan yang ditampilkan dalam sinetron ini. Seperti tawuran, pergaulan bebas, diskriminasi, pelecehan seksual, bakat dan cita-cita.  Tokoh utama dalam sinetron ini digambarkan sebagai seorang pelajar yang sangat mencintai Indonesia mualai dari sejarahnya, budaya, suku, dan agamanya dan berjuang demi kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik.
 Pada saat pertama kali tayang, film ini mengangkat tema tentang tawuran. Bagaimana seorang pelajar berani untuk menghentikan tawuran yang terjadi antara sekolahnya dengan sekolah lain. Tawuran seolah sudah menjadi hal biasa dan pihak sekolahpun tidak mau ikut campur untuk menangani masalah ini. Untungnya muncul sosok Ani seorang pelajar perempuan yang berani menegakkan nilai-nilai kebenaran. Berbagai cara dilakukan untuk dapat menghentikan tawuran dan pendekatan personal kepada para pelajar yang memimpin tawuran adalah langkah yang cukup baik untuk menghentikan tawuran.
            Permasalahan yang lain dibahas dalam film ini adalah bagaimana kita tidak boleh mengejek, mengucilkan seorang pelajar yang kita kira tidak mampu dalam pelajaran. Ini mengandung pesan bagi pelajar lain dan para guru agar tidak seenaknya menghakimi seorang pelajar itu bodoh. Karena setiap orang memiliki karakter dan kemampuan berbeda. Tugas guru adalah menggali dan menemukan potensi ajaib dari setiap peserta didik yang diajarnya.
            Permasalahan tentang guru juga ditampilkan dalam sinetron ini ada seorang guru yang suka berbuat tidak senonoh kepada setiap siswanya. Tokoh Ani dalam sinetron tersebut berani untuk menasehati guru tersebut dan melaporkan tindakan tidak senonoh guru tersebut kepada guru dan kepala sekolah. Saya fikir ini adalah masalah yang kerap kali kita jumpai dalam dunia pendidikan. Betapa kita lihat akhir-akhir ini banyak dari para pelajar menjadi korban tindak asusila dari para pengajar. Tentunya akan semakin banyak permasalahan yang dibahas dalam sinetron ini jika dituliskan disini akan jadi panjang lebar. Sinetron ini cukup menarik dan apik ditambah dengan lagu-lagu yang bertema nasional yang kerap kali didengarkan dan malam ini saya melihat dalam sinetron ditampilkan gambar pahlawan seperti kihajar dewantara dan lainnya yang mungkin sudah dilupakan oleh para pelajar saat ini. Semoga sinetron ini tetap konsisten untuk memberi tontonan yang mendidik.
            Secercah harapan menuju bangkitnya pendidikan di Indonesia sudah mulai tampak dan saya berharap semakin banyak sinetron dan film yang akan dapat menginspirasi para pelajar untuk menjadi generasi emas yang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Bangkitlah wahai para Pelajar, Generasi Emas Pemegang Tongkat Estafet Bangsa
Bangkitlah Pendidikan di Negeriku Tercinta Indonesia !

Artikel ini diikutkan dalam  Lomba Blog KSGN Periode 02 sampai 20 Mei 2015




Sabtu, 29 November 2014

MENJADI GURU DUNIA AKHIRAT YANG INSPIRATIF

Oleh : Yetty Dwi Novia Anggraeni.M, S.Pd

Jika anda mencari profesi
Tiada profesi semulia guru
Tetapi jika anda menjadi guru semata-mata karena uang
Cepat-cepatlah anda meninggalkanya,
Karena dengan demikian anda akan menyelamatkan diri anda
Dan yang lebih penting lagi,
Anda akan menyelamatkan berjuta-juta generasi penerus bangsa

Guru adalah profesi yang sangat mulia. Adakah profesi yang mulia selain guru? apakahitu dokter, insinyur, pilot dll. Tentu kita tahu bahwaprofesi-profesi tersebut lahir dari seorang guru.  Jadi,setinggi apapun jabatan seseorang pastilah dimulai dari peran seorang guru. Profesi guru sangat mulia, kenapa? karena guru  mendidik seorang manusia. Pekerjaan mendidik inilah yang luar biasa, mendidik bukan hanya mentrasfer ilmu tapi mendidik juga menanamkan moral dan perilaku yang baik kepada anak didik. Dan tidak semua pekerjaan bisa seperti ini. Menjadikan seorang anak dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak bisa menjadi bisa. Jika pengetahuan itu terus diamalkan oleh sang murid, bukankah itu akan menjadi ilmu yang bermanfaat yang pahalanya terus mengalir dunia-akhirat.  
Logika sederhananya menjadi guru itu seperti menanam padi dan suatu saat kita pasti akan memanen hasilnya. Olehkarena itu, bersyukur dan berbahagialah anda karena telah memiliki profesi yang amat mulia. Namun, tidak semua guru bisa menyandang predikat guru dunia akhirat. Apalagi di era yang semakin modern ini. Kesejahteraan guru sudah semakin baik. Walaupun masih banyak guru tidak tetap yang masih sangat kurang kesejahteraanya. Tapi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru patut diacungi jempol. Dulu menurut orang tua saya yang berprofesi sebagai guru, gaji guru dulu tidak cukup untuk membeli susu buat anaknya tapi alhamdulillah sekarang gaji guru cukup buat pergi haji. Maka tak heran kalau orang tua sekarang menginginkan anak-anak mereka untuk menjadi guru, ini terbukti dari semakin banyaknya peminat yang mendaftar di universitas yang mencetak calon guru.
Itulah segelintir refleksi mengenai profesi guru, profesi guru memang patut untuk dimulyakan karena negara tanpa guru maka cepat atau lambat negara tersebut akan bobrok. Kembali ke topik bahasan,sebenarnya guru dunia akhirat itu yang seperti apa? apa guru yang selalu ke masjid saat pembelajaran berlangsung, apa guru yang selalu memberi sedekah kepada murid-muridnya yang tidak mampu,, hehe tentunya bukan seperti itu guru dunia akhirat itu.
Ada beberapa indikator yang dapatdikategorikan seorang guru termasuk guru dunia akhirat yang inspiratif, apabila memang indikator-indikator ini ada di diri bapakdan ibu gurumaka patutlahbersyukur karena anda termasuk kategori guru dunia akhirat yang inspiratif. Diantara indikator-indikator guru yang bisa disebut sebagai guru dunia akhirat yang inspiratif adalah sebagai berikut:
1.      Setiap akan berangkat mengajar selalu berniat mengamalkan ilmu karena Allah. Sudahkah bapak ibu melakukan hal ini, jika belum segera lakukan agar apa yang kita kerjakan berbuah kebaikan dan pahala tentunya dari Allah SWT. Karena semua berawal dari niat seperti diriwayatkan dalam sebuah hadis “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya”
2.      Membaca do’a agar diberi kekuatan dan kemampuan dalam mengamalkan ilmunya. Selalu mendo’akan anak didiknya dikala ia sholat. Marilah kita lakukan hal ini agar anak-anak kita yang tadi nya disekolah bandel agar berkurang bandelnya. Yang tidak bisa membaca atas ijin Allah SWT bisa membaca sedikit demi sedikit.
3.     Melaksanakan tanggung jawabnya untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan sebaik mungkin. Perangkat pembelajaran ini sangat membantu kita saat mengajar baik itu RPP, Silabus, Promes, Prota dan masih banyak lagi yang lain.
4.    Selalu tersenyum dan berkata baik kepada siswa. Karena ibaratnya guru kencing berdiri murid kencing berlari. Kalau kita berkata tidak baik kepada murid bisa saja murid kita nanti akan menirunya. Maka kita harus hati-hati dan menjaga lisan kita agar tetap berbicara yang baik.
5.   Membimbing dan mendidik siswa dengan penuh rasa kasih sayang. Ini sangat penting bapak ibu guru, kita dihormati, dihargai serta disegani murid kita jangan karena kita termasuk kategori guru yang menakutkan tapi bangunlah itu karena kewibawaan kita. Kewibawaan bisa dibangun dari rasa kasih sayang kita kepada murid kita.
6.      Selalu ikhlas dalam mengajar. Ikhlas ini sangat penting, dengan ikhlas semua pekerjaan yang kita lakukan terasa ringan dan menyenangkan. Namun, jika kita tidak ikhlas pekerjaan yang kita lakukan akan menjadi seperti beban. Apalagi sekarang guru sangat sejahtera maka sudah seharusnya mengajar bukan menjadi beban. Bagi bapak ibu yang masih sering menggerutu, selalu berkeluh kesah atas pekerjaan anda segeralah instrospeksi diri dan perbaharui keihlasan anda.
7.   Menjadi guru yang selalu inspiratif dan mampu menginspirasi siswa, ya be inspiring teacher. Menjadi guru yang inspiratif memang tidak mudah tetapi jika kita mau berusaha pasti kita bisa. Guru yang inspiratif, mampu membawa siswanya menembus batas-batas yang dirasa sulit. Selalu bisa memotivasi siswa untuk menjadi lebih baik, dan membuat siswa merasa yakin untuk dapat mengejar cita-citanya. Guru yang inspiratif mampu menemukan seribu cara agar anak didiknya memahami pelajaran yang diberikan. Guru yang inspiratif selalu merasa antusias dan sangat kreatif dalam mengajar menerapkan segala jurus agar pelajaran yang disampaikan terasa menyenangkan dengan berbagai media dan metode yang terbaru.
8.      Berilah keteladanan pada siswa jangan bentakan atau tindakan yang kasar.
9.    Cintailah profesi anda, karena dengan cinta semua akan terasa berwarna. Profesi kita ini luar biasa maka bangga dan cintailah.
10.  Belajar dan terus belajar, Guru harus terus belajar karena ilmu terus berkembang. Belajar tidak harus di bangku kuliah. Dengan banyak membaca buku, mengikuti pelatihan, seminar dan berdiskusi dengan guru lain maka pengetahuan kita akan terus bertambah.
Demikianlah beberapa tips menjadi guru dunia akhirat, semoga kita semua bisa mengamalkannya. Dan menjadikan diri kita termasuk kategori guru dunia akhirat. Amin ya rabbalalamin


 Tulisan ini diikutsertakan pada lomba Menulis Untuk Guru yang dilaksanakan KSGN bekerjasama dengan  pendidikinspiratif.wordpress.com




Sabtu, 12 Juli 2014

Andakah Pemenang Forum Kreativitas dan Inovasi PTK IPA (FKI) 2014 ?

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) merupakan lembaga teknis yang salah satu fungsi dan tugasnya adalah meningkatkan kompetensi, kemampuan, keterampilan, wawasan, dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan IPA. Dalam melaksanakan fungsi dan tugas tersebut, salah satu program yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 adalah Forum Kreativitas dan Inovasi PTK IPA SD, SMP, dan SMA. Forum ini merupakan ajang lomba sekaligus publikasi ilmiah bagi guru kreatif yang memiliki berbagai karya inovatif yang telah dia lakukan dalam proses pembelajaran.

image

Tema

“Kreativitas dan Inovasi PTK IPA untuk Pembelajaran yang Berkualitas”

Tujuan

  1. Memotivasi PTK IPA untuk selalu menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan proses pembelajaran
  2. Memberikan kesempatan kepada PTK IPA yang memiliki inovasi dalam pembelajaran untuk mempublikasikan hasil inovasinya
  3. Meningkatkan kompetensi PTK IPA yang profesional melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Peserta

PTK IPA Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK

 

Keterangan lebih kengkap silahkan baca panduannya : [klik di sini]

Arsip Blog