Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X Semester Genap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X Semester Genap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Langsung dan Tidak Langsung


Materi
Menyimpulkan Isi Informasi dari Tuturan Langsung dan Tidak Langsung

Indikator:
1.      Mencatat pokok-pokok informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung dan tidak langsung;
2.      Menyimpulkan isi informasi dengan runtut dan mudah dipahami orang lain.

Sumber Informasi ada 2 macam;
1.      Tuturan langsung (lisan)
      Adalah tuturan berisi informasi yang didapatkan melalui hasil pendengaran.
  • Perbincangan - menyimak - pokok-pokok informasi - kesimpulan
  • Forum diskusi - menyimak - pokok-pokok informasi - kesimpulan

2.      Tuturan tidak langsung (bacaan)
      Adalah tuturan berisi informasi yang didapatkan melalui alat ucap dan atau indra pendengaran.
  • Rekaman - mendengarkan - pokok-pokok informasi - kesimpulan
  • Membaca - memahami - pokok-pokok informasi - kesimpulan

Melalui apa saja kita menyampaikan informasi?  Informasi dapat disampaikan melalui berbagai media. Misalnya media cetak, media elektronik ataupun penutur secara langsung. Dengan kemampuan mendengarkan informasi dari tuturan langsung dan tidak langsung, kalian akan terbiasa mengambil manfaat dari informasi yang kalian dapat.
Informasi dari tuturan tidak langsung berarti informasi yang diperoleh dengan cara mendengarkan rekaman tuturan langsung, misalnya media elektronik. Untuk dapat menemukan informasi-informasi yang penting dari tuturan langsung maupun tidak langsung adalah dengan cara menentukan pokok-pokok informasi tersebut. Salah satu kunci untuk menentukan pokok-pokok informasi, kalian dapat menggunakan rumus 5W+1H.

Bagaimana cara membuat kesimpulan dari informasi langsung?

Dengarkan dengan teliti, cari kata-kata yang penting/ pokok-pokok informasi, kemudian rangkailah kata-kata penting tersebut dengan kalimat sendiri secara ringkas agar menjadi sebuah paragraf.

Langkah-langkah menulis kesimpulan:
  1.  Mendengarkan dengan teliti isi informasi yang disampaikan secara langsung
  2. Menginterpretasi atau menafsirkan pokok informasi yang disampaikan
  3. Menulis kembali pokok-pokok informasi tsb dengan kalimat sendiri secara ringkas


Apa kesimpulan merangkaikan pokok-pokok informasi? Kesimpulan tersebut dapat anda susun dengan merangkaikan pokok-pokok informasi tersebut secara logis dan sistematis.
  

Contoh:
Jakarta Operasikan Waterway

Impian warga ibu kota untuk mendapatkan layanan transportasi air menjadi kenyataan. Ini setelah dua kapal penumpang (waterway) secara resmi melayani masyarakatdari Dermaga Halimun hingga Dermaga Dukuh Atas sepanjang 1,7 kilometer kemarin.

Angkutan air tersebut dapat dijadikan alternatif transportasi umum di Jakarta. Hanya saja, untuk jangka waktu hingga dua tahun mendatang masih difokuskan untuk keperluan pariwisata. Peresmian ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas keseriusan Pemprov DKI Jakarta membenahi wilayah sungai dan dijadikan sebagai salah satu alternatif angkutan umum.

Pembangunan waterway merupakan bagian dari skenario besar penataan sistem transportasi di wilayah Jakarta yang dikenal dengan Pola Transportasi Makro (PTM). Penataan transportasi ini meliputi pembangunan Bus Rapid Transportation (busway), Light Rapid Transit, Mass Rapid Transportation (monorail) serta armada waterway (angkutan sungai).

Berikut ini pokok-pokok informasi “Jakarta Operasikan Waterway"
Dua kapal penumpang (waterway) secara resmi melayani masyarakat dari Dermaga Halimun hingga Dermaga Dukuh Atas sepanjang 1,7 kilometer kemarin.
(kalimat ini dapat memenuhi unsur what/ apa, where/ di mana, dan when/ kapan).
·         Apa isi informasi tersebut?
·         Di mana tempat terjadinya informasi tersebut?
·         Kapan informasi tersebut terjadi?

Angkutan air tersebut dapat dijadikan alternatif transportasi umum di Jakarta. Hanya saja, untuk jangka waktu hingga dua tahun mendatang masih difokuskan untuk keperluan pariwisata.  Peresmian ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat atas keseriusan Pemprov DKI Jakarta membenahi wilayah sungai dan dijadikan sebagai salah satu alternatif angkutan umum.
(kalimat-kalimat ini dapat memenuhi unsur how/ bagaimana dan who/ siapa).

·         Bagaimana informasi itu terjadi?
·         Siapa yang berperan dalam informasi tersebut?

Pembangunan waterway merupakan bagian dari skenario besar penataan sistem transportasi di wilayahnya yang dikenal dengan Pola Transportasi Makro (PTM).
(kalimat ini dapat memenuhi unsur why/ mengapa).

·         Mengapa peristiwa dalam informasi tersebut terjadi?
Berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah ditentukan tersebut, Anda dapat lebih mudah menyimpulkan informasi yang Anda dengar. Anda dapat membuat simpulan dengan urutan pokok informasinya, sehingga menjadi simpulan yang runtut. Simpulan yang telah dibuat dapat disampaikan kepada orang lain dengan runtut dan jelas. Dengan kata lain, kalimat-kalimat yang digunakan tersusun secara rapi, intonasi dan lafal diungkapkan secara jelas.


Latihan soal
Masyarakat di Garut Grabag, Tawangmangun itu menanam jeruk keprok dengan menggunakan bibit cangkokan. Cabang yang biasa mereka cangkok sudah berukuran sebesar lengan orang dewasa. Mereka menanamnya di halaman rumah, di dekat kandang ternak atau sela-sela kebun sayuran. Tanaman jeruk itu dibiarkan tumbuh secara alami, dua tiga tahun kemudian mereka sudah dapat memanen buah perdananya.
 
Pertanyaan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah ….
a.      Di mana dapat diperoleh bibit jeruk keprok?
b.      Bagaimana proses pencangkokkan jeruk keprok?
c.       Selain di Garut, Grabang, dan Tawangmangun, dimana lagi ada jeruk keprok?
d.      Bagaimana ciri-ciri jeruk keprok yang berkualitas?
e.      Apakah tumbuhan jeruk keprok memerlukan perawatan?


Ø  Seperti biasa, kegiatan belajar mengajar siswa-siswi MA Al-Barokah di mulai hari Senin sampai dengan Sabtu. (unsur When/ kapan)
Ø  Kecelakaan yang menewaskan 2 orang pengendara motor itu terjadi di jalan KM 20 Pelabuhanratu-Cikembar. (unsur where/ di mana)
Ø  Kemacetan yang terjadi kemarin diakibatkan karena jalan-jalan dipenuhi pohon-pohon yang tumbang akibat angin putting beliung. (unsur what/ apa, dan when)


Tugas Mandiri
Monorail Jakarta, Proyek atau Solusi?

Akhir-akhir ini, berita tentang rencana pembangunan proyek monorail muncul kembali terutama tentang persoalan ketidaksiapan pihak konsorsium pelaksananya. Sejak rencana proyek ini mulai digagas dan diungkapkan, sebenarnya sudah banyak pihak yang mempertanyakan kesiapan Pemprov Jakarta dalam pembangunan proyek besar di bidang transportasi ini. Pertanyaan tersebut bukan berkaitan dengan bermanfaat atau tidak monorail, tetapi lebih tentang pihak swasta atau investor yang akan menjadi partner Pemprov Jakarta dalam merealisasikan proyek prestisius tersebut.
Misalnya saja mempertanyakan garansi atau jaminan yang dapat diberikan Pemprov Jakarta bahwa investor yang akan digaet benar-benar memiliki kapasitas dan profesional. Sayangnya semua pertanyaan publik itu tidak pernah mendapat jawaban jelas dan tegas dari pihak Pemprov Jakarta dan pelaksanaan proyek ini semakin memburuk hingga kini.

a.      Carilah pokok-pokok informasi dari tuturan tidak langsung tersebut!
b.      Buatlah sebuah kesimpulan dari tuturan tidak langsung tersebut!

Minggu, 24 Maret 2013

Merangkum Seluruh Isi Informasi Dari Suatu Tabel atau Grafik Ke Dalam Beberapa Kalimat Dengan Membaca Memindai


Merangkum Seluruh Isi Informasi Dari Suatu Tabel atau Grafik
Ke Dalam Beberapa Kalimat Dengan Membaca Memindai

Indikator:
1.   Mengungkapkan (secara lisan atau tertulis) isi tabel/ grafik yang terdapat dalam bacaan ke dalam beberapa kalimat;
2.      Merangkum isi informasi dari suatu tabel/ grafik;
3.      Mendiskusikan hasil rangkuman.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tabel diartikan sebagai daftar berisi ikhtisar sejumlah fakta informasi yang biasanya hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
Sedangkan grafik merupakan lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya hasil, statistik dan sebagainya ). Membaca tabel atau grafik dapat dilakukan dengan membaca cepat (teknik scanning). Teknik scanning adalah teknik membaca cepat untuk menemukan informasi yang telah ditentukan pembaca sebelum kegiatan membaca dilakukan.
Pembaca dapat menentukan informasi atau kata yang akan dicari dalam bacaan sehingga tak perlu membaca bagian lain dari teks bacaan. Informasi atau kata yang ditentukan sebelumnya tersebut dapat berupa nomor telepon, makna kata dalam kamus, tabel/ diagram, entri pada indeks, angka-angka statistik, atau informasi tertentu dalam daftar.

Teknik membaca memindai (scanning) antara lain sebagai berikut:
1.      tentukan informasi yang akan dicari dari tabel atau grafik;
1.      arahkan pandangan mata keseluruh bagian tabel atau grafik dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan;
2.      carilah data pada tabel atau grafik yang ingin dicari;
3.      jika sudah ditemukan, hentikan tatapan mata pada data tersebut;
4.      baca dan pahami data tersebut dengan seksama untuk memperoleh informasinya.

Secara umum, tujuan kegiatan membaca adalah sebagai berikut.
a.      Tujuan rekreatif, yaitu membaca untuk mendapatkan kesenangan
b.      Tujuan intelektual, yaitu membaca untuk memperluas ilmu pengetahuan
c.       Tujuan praktis, yaitu membaca untuk dapat melakukan suatu pekerjaan

Perhatikan contoh tabel berikut!

Tabel Kunjungan Wisata Tahun 2004-2006

No.
Nama Daerah
Jumlah Pengunjung
Tahun 2004
Tahun 2005
Tahun 2006
1.
Jakarta
189.380
198.680
186.714
2.
Bali
186.714
315.716
431.632
3.
Sukabumi
175.652
230.415
225.760
4.
Bandung
101.210
105.715
117.411
5.
Bogor
175.625
230.451
225.670

Perhatikan contoh grafik berikut!
Grafik Jumlah Pengunjung Perpustakaan MA Al-Barokah

Soal.
1.      Pada tahun berapakah kunjungan wisata ke Jakarta menurun?
2.      Daerah manakah yang mendapat kunjungan wisata paling banyak?
3.      Berapa jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia pada tahun 2004?
4.      Daerah manakah yang jumlah pengunjung wisatanya selalu meningkat dari tahun ke tahun?
5.   Lebih banyak manakah jumlah pengunjung daerah Sukabumi dan Bandung selama tiga tahun berturut-turut?
6.      Jumlah wisatawan ke daerah Sukabumi selalu meningkat.
7.  Jumlah wisatawan ke daerah Bandung pada tahun 2005 naik 4.505, sedangkan jumlah wisatawan ke daerah Jakarta pada tahun 2005 naik 9.300, tetapi pada tahun 2006 naik  11.966 pengunjung.
8.     Jumlah wisatawan ke provinsi Jawa Barat selama dua tahun terakhir lebih sedikit dibandingkan jumlah wisatawan ke daerah Bali, hal ini terbukti bahwa selisihnya hanya 68.047 pengunjung.

Grafik atau diagram terbagi dalam beberapa jenis, yaitu
1.      Grafik batang, di mana persegi panjang atau batang digunakan untuk menunjukkan dua variabel
2.      Grafik garis, yaitu grafik atau diagram yang menyatakan suatu peristiwa dalam bentuk kurva
3.    Grafik lingkaran, yaitu diagram yang menyatakan suatu peristiwa dalam bentuk lingkaran (360 derajat) yang dipotong-potong menjadi sigmen
4.   Grafik lambang (piktogram) atau disebut juga diagram lambang yaitu menggunakan lambang atau gambar-gambar untuk menyatakan benda-benda sebagai ganti dari titik-titik, garis-garis, balok-balok. 


Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat Dengan Membaca Memindai


Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat
Dengan Membaca Memindai

Indikator :
1.      Mencatat pokok-pokok isi informasi pada halaman bab tertentu yang dirujuk;
2.      Merangkum seluruh isi informasi (yang diperoleh dari halaman bab tertentu) ke dalam beberapa kalimat.

Kegiatan membaca cepat sangat bermanfaat untuk memperoleh informasi secara cepat. Membaca memindai merupakan cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Teknik ini cocok dilakukan ketika menghadapi teks yang sangat banyak, tetapi dalam waktu yang sangat sempit. Teknik membaca ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman umum dari suatu bacaan.

Langkah-langkah membaca memindai dalam bentuk buku, yaitu:
  1. menyurvei halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks buku;
  2. membaca halaman demi halaman teks dengan cepat untuk menemukan gagasan pokok dari halaman-halaman buku itu;
  3. melirik setiap halam buku hanya untuk  menemukan kata atau keterangan tertentu yang diinginkan.

Apabila teks yang akan dibaca itu berupa buku, hal yang dilakukan adalah sbb:
  1. menelusuri daftar isi, untuk mendapatkan keseluruhan organisasi buku;
  2. membaca pengantar, untuk mengetahui permasalahan utama yang dibahas buku itu;
  3. melihat-lihat tabel, grafik, gambar, dan lain-lain, untuk mendapat kejelasan dan mempercepat pemahaman tentang buku itu;
  4. menelusuri indeks, untuk mendapatkan kata-kata kunci yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.

Membaca memindai/ tatap (scanning)
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Scanning atau membaca memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.
Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara cepat ke seluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan, gerakan mata berhenti, tanpa melihat kata yang lain. Membaca scanning/ memindai misalnya membaca mencari arti kata di kamus, membaca acara siaran di televisi, membaca daftar perjalanan, mencari nomor telepon di buku telepon, membaca daftar menu makan di rumah makan, membaca jadwal pelajaran, mencari pada papan pengumuman, mencari topik pada daftar isi sebuah buku, membaca tabel dll.

A.     Membaca skimming (layap)
Membaca skimming adalah membaca yang bertujuan mencari gagasan pokok atau hal-hal penting dari bacaan secara cepat. Skimming juga dapat diartikan sebagai keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien. Jadi, membaca skimming adalah membaca sekilas atau membaca cepat untuk mendapatkan suatu informasi dari yang kita baca. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya.

Membaca memindai sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Salah satu teknik yang dianggap populer adalah SQ3R. Teknik ini diperkenalkan oleh Francis P. Robinson tahun 1941. teknik SQ3R dillakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
FLangkah 1: S-Survei
Survei atau prabaca dilakukan dengan melihat seluruh organisasi bacaan secara cepat. Tujuannya untuk mendapat kesan umum atau untuk memperoleh  hal-hal menarik dari bacaan itu.
Flangkah 2: Q-Question
Pada saat melakukan survei, ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang bacaan itu. Gunakan 5W + 1H. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu, cara kita pun menjadi lebih aktif dan lebih mudah menangkap yang ada daripada hanya dengan asal membaca.
FLangkah 3: R-Read
Baca tulisan itu bagian demi bagian. Bersama dengan itu, carilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. Konsentrasikan perhatian kita pada bagian bacaan yang dianggap sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Perlambatlah kecepatan membaca pada bagian yang dianggap penting atau sulit. Percepatlah proses membaca pada bagian-bagian yang tidak penting atau yang telah diketahui maksudnya.
F Langkah 4: R-Recite
Setiap selesai membaca suatu bagian, berhentilah sejenak. Kemudian, cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan atau merenungkan hal-hal penting dari setiap bagiannya. Pada kesempatan yang sama, kita dapat juga membuat catatan seperlunya. Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bagian itu sekali lagi.
F Langkah 5: R-Review
Setelah selesai keseluruhan dari apa yang harus dibaca, ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul serta subjudul  atau bagian-bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat kembali. Selain membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman, membaca ulang juga bermanfaat untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita lewati sebelumnya.

Tahap susunan pertanyaan (question) adalah memunculkan berbagai pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam wacana itu sendiri.
Tahap baca (read) adalah membaca yang berfungsi mencari jawaban atas pertanyaan yang sudah dibuat oleh pembaca.
Tahap ceritakan kembali (recite) adalah memahami dan mendalami makna pokok pikiran bahan bacaan tersebut,
Sedangkan tahap kaji ulang (review) adalah mengulangi dan mengingat-ingat isi bacaan secara ringkas untuk memperoleh penguasaan secara bulat

Rangkuman sering pula disebut dengan ikhtisar, yakni penyajian singkat dari suatu karangan. Akan tetapi, rangkuman lebih identik dengan ringkasan untuk karangan yang lebih panjang, misalnya berupa buku. Ide-ide pokok yang tersebar dalam banyak bab atau beberapa buku, disatukan ke dalam satu bentuk karangan ringkas. Adapun ikhtisar merupakan ringkasan untuk karangan-karangan singkat, misalnya untuk satu atau dua bab.
Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya. Merangkum mengandung arti mengambil inti karangan. Jenis ini dilakukan dengan cara mengambil inti/ pokok-pokok informasi dalam karangan, lalu menyusunnya kembali menjadi lebih pendek dengan kata-kata dan kalimat yang dirangkai sendiri oleh penyusunnya. Manfaat merangkum  merupakan sarana untuk mengingat isi buku atau uraian yang sangat panjang. Rangkuman memuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, anda seakan-akan memahami keseluruhan buku tersebut secara utuh.

Namun, untuk melakukan hal itu seseorang perlu mengetahui struktur isi buku, yaitu sebagai berikut:
1.      setiap buku membahas satu topik utama;
2.      topik utama tersebut dipecah-pecah menjadi topik bagian dan setiap topik bagian dibahas dalam satu bab;
3.      setiap bab masih dibagi-bagi lagi menjadi anak bab/ sub-bab;
4.      setiap anak bab dapat dibagi menjadi sub anak bab/ sub-subbab;
5.      sub anak bab disusun oleh paragraf-paragraf;
6.      masing-masing paragraf membahas satu pikiran utama dan didukung oleh beberapa pikiran penjelas.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman dalam bentuk buku, yakni sebagai berikut:
1.      Membaca naskah aslinya
Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya.
2.      Mencatat gagasan utama
Mencari gagasan utama dalam setiap paragraf. Atau, mencari informasi pokok dalam setiap paragraf.
3.      Membuat reproduksi
Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat. Menyusun kembali gagasan utama dengan memperhatikan kata penghubung antarkalimat yang tepat. Selain itu, gagasan utama tersebut disusun secara urut.

Arsip Blog