Tampilkan postingan dengan label Tahun Depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahun Depan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Tahun Depan, 60 Persen Calon Mahasiswa Diseleksi Lewat Jalur Undangan


Jakarta --- Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2013 direncanakan akan menggunakan pola yang berbeda dari tahun ini. 60 persen calon mahasiswa akan diseleksi melalui jalur undangan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Djoko Santoso, saat memberikan keterangan pers pengumuman hasil ujian tertulis SNMPTN jalur tertulis 2012, di kantor Kemdikbud, Jumat (06/07).
"Kita menginginkan semua lulusan bisa disaring lewat jalur undangan," katanya. Djoko menambahkan, pemerintah akan menyediakan pembiayaan untuk proses penyaringan.

Saat ini, biaya pendaftaran untuk SNMPTN terpisah dari biaya pendaftaran ujian mandiri di masing-masing universitas. Ke depan, kata Djoko, baik pendaftaran SNMPTN maupun jalur mandiri, calon mahasiswa hanya perlu membayar satu kali. "Masuk lewat mana saja bayarnya tetap segitu," katanya.
Adanya perbedaan biaya pendaftaran jalur SNMPTN dan jalur mandiri, kata Rochmat Wahab, Sekretaris Jenderal Panitia SNMPTN 2012, dikarenakan selama ini perguruan tinggi masih mencari sumber biaya operasional dari masyarakat. Keinginan perguruan tinggi untuk meningkatkan APK dengan menambah satu kelas lagi diluar kelas reguler, terbentur biaya operasional.
"Kalau nanti BOPTN bisa mencukupi, baik jalur subsidi maupun mandiri biayanya akan sama. Dan bisa diterima dua kelas atau lebih setiap tahunnya," ujar Rochmat. (AR)

Selasa, 03 Juli 2012

Tahun Depan, Pancasila Jadi Pelajaran Sekolah

Tahun Depan, Pancasila Jadi Pelajaran Sekolah – Berita Terbaru, Pancasila yang selama ini menjadi landasan dasar negara Indonesia kini semakin terlupakan. Maka dari itu, untuk mewujudkan kembali ideologi Pancasila yang dapat diikuti oleh semua bangsa Indonesia, Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh menyatakan bahwa Pancasila akan kembali masuk kurikulum pendidikan mulai tahun depan. Jadi, Pancasila akan menjadi pelajaran sekolah dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Meski begitu, Nuh mengatakan bahwa nama untuk mata pelajarannya itu belum dapat ditentukan. Namun, yang pasti secara eksplisit akan ada Pancasila. “Saya sudah buat tim untuk melakukan kajian terhadap hal itu,” ujar Nuh.
Sejak dirinya masuk Kabinet Indonesia Bersatu II, sebenarnya Nuh sudah diminta oleh Presiden SBY untuk memikirkan pola pendidikan Indonesia yang tak melulu kognitif, namun juga termaduk di dalamnya pendidikan kepribadian dan peradaban. “Oleh karena itu, kami sudah meninjau kurikulum dan sudah menyiapkan pendidikan yang menekankan pada pendidikan karakter,” tambah Nuh.
Pendidikan karakter tersebut dilakukan dengan tujuan mencegah disintregasi bangsa, aksi kekerasan atas nama kelompok tertentu dan agama. Semua itu dapat terwujud jika pendidikan karakter sukses menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia. Nuh melanjutkan, hilangnya pemahaman ideologi bangsa, Pancasila, pada anak didik negeri ini akibat dari konsekuensi logis perubahan kurikulum dan sistem pendidikan nasional yang berlangsung sejak 2003. Kala itu, inklusivitas ideologi Pancasila dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan.

Sejak saat itu, kata dia, praktis Pancasila mulai tak lagi dihayati oleh anak didik, karena tak diajarkan secara langsung di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. “Untuk itu, perlu reaktulasisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Pancasila untuk masyarakat juga akan kami galakkan lagi. Hanya saja, formatnya bukan seperti P4 yang sangat dogmatis dan doktrinasi, tetapi lebih kepada dialektis. Karena biar bagaimana pun, harus ada adaptasi dalam menerjemahkan nasionalisme dalam kehidupan globalisme,” tegasnya.

Arsip Blog