Rabu, 18 Mei 2011

Tips Mempercepat Internet

Penggunaan internet sekarang ini telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, manfaat internet benar-benar dirasakan sebagai sarana mencari informasi dan berkomunikasi, maka internet yang cepat, tentu saja menjadi idaman setiap orang. Pada saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet ataupun dari rumah, mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah dan sederhana untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal.Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita dan menggunakan openDNS.Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Berikut Langkah-langkahnya :

Cara Pertama Yaitu Menyetting Browser.

Bagi Pengguna Internet Explorer:

   1. Pilih menu [Tools]
   2. Pilih [Internet Option]
   3. Klik tab [General]
   4. Pada opsi “Temporary Internet Files” klik [Setting] lalu geser slider-nya

Bagi pengguna Mozilla Firefox :

1. Di address bar mozzila ketik about:config, akan muncul peringatan, klik "I will be carefull"  kemudian akan muncul box filter dan  tulisan yang banyak sekali

2. Copy kata yang dicari (Yang dicetak tebal) kemudian paste pada box filter, kemudian setting sesuai keterangan disampingnya.

* Network.http.pipelining; False <– klik 2 x ubah “False” menjadi “True“

* Network.http.pipelining.maxrequests;4 <-- klik 2 x ubah “4” menjadi “30“

* Network.http.proxy.pipelining; False <– klik 2 x ubah “False” menjadi “True“

* Network.http.pipelining.ssl;False <– klik 2 x ubah “False” menjadi “True“

* Network.http.max-connections; 30 <-- klik 2 x ubah “30 ” menjadi “96“

* Network.http.max-connections-per-server; 15 <-- klik 2 x ubah “15” menjadi “32“

* Network.http.max-persistent-connections-per-server;6  <-- klik 2 x ubah “6” jadi “8“

* Network.prefetch-next; True <– klik 2 x ubah “True“ menjadi “False”

3. Kemudian klik kanan di bagian yang kosong/putih terus pilih new terus integer lalu kolom pertama isikan nglayout.initialpaint.delay lalu tekan enter satu kali dan masukan angka 0 dan tekan enter kembali.Selesai.

4. Restart ulang mozzila firefoxnya

Cara Kedua Dengan Menggunakan openDNS

DNS kepanjangan Domain Name Server. Fungsi DNS menerjemahkan nama Domain menjadi deretan angka IP. Contohnya bila kita akan membuka atau merequest url Domain tertentu, biasanya kita menggunakan deretan nama atau huruf karena lebih mudah dihafal seperti  google.com , yahoo.com , Facebook.com dan sebagainya.
Nah disinilah DNS ini bekerja. DNS ini melakukan encode atau menerjemahkan dari domain google.com ke dalam bentuk deretan angka unik yaitu berupa IP misal google.com Ip nya adalah 208.67.219.231. Jadi bila kita masukan 208.67.219.231 pada browser maka juga akan membuka domain google.com tersebut. Deretan angka IP seperti 174.36.138.32. IP inilah yang digunakan mesin internet untuk saling berkomunikasi seperti Server Domain, Server Hosting, Server Proxy dan sebagainya.
Terus apa hubungan DNS dengan kecepatan akses internet  kita ?
Pada dasarnya semua ISP (Internet  Service Provider) atau penyedia layanan sambungan internet seperti indosat, Telkomsel, Telkom, dan sebagainya menggunakan atau mempunyai DNS Server tersendiri.Server DNS suatu ISP atau penyedia internet tentunya juga mempunyai kemampuan, kecepatan, speseifikasi, dan lama cache tersediri.
Adakalanya Server DNS ini Drop karena padatnya Trafik DNS server suatu ISP. Sehingga menyebabkan lambannya query atau proses request. Jadi bila terjadi gangguan pada Server DNS suatu ISP, maka pada saat kita akan membuka website menggunakan browser seperti mozila , Firefox, Opera, Flock, safari dan sebagainya, maka akan terasa lebih lambat bahkan terjadi konfirmasi error atau not Found pada browser kita. Pada saat itulah OpenDNS   ini  mempercepat akses internet  kita.

Langkah-langkah yang kita lakukan :

1. Klik Start

2. Klik Control Panel

3. Pilih Network Connection

4. Klik kanan account sambungan internet yang sedang aktif /connected

5. Klik Properties

6. Klik Networking






7. Klik Internet Protocol 

8. Klik Properties


9. Beri Tanda [Klik] Use Following DNS Server

10. Isi Preferred DNS Server dengan angka : 208.67.222.222

11. Isi Alternate DNS Server dengan angka : 208.67.220.220

12. Kemudian Klik OK

Restart Ulang Koneksi Internet anda , Perubahan akan terjadi setelah anda restart ulang koneksi internet anda.

Bagi yang menggunakan modem, juga harus mennyeting DNS di atas, maka aktifkan modem anda, pilih setting, klik kotak use this DNS kemudian masukkan kedua DNS di atas.

Disamping hal di atas, kecepatan koneksi juga dipengaruhi Lokasi dan posisi anda. Pilihlah provider yang mempunyai sinyal kuat di kota anda, dan pilihlah ruangan di rumah yang mampu menangkap sinyal dengan baik.Seluruh tips di atas sudah saya praktekkan sendiri. Saya menggunakan modem prolink dengan kartu flexy unlimited. Hasilnya ada pengaruh yang signifikan dengan sebelumnya. Demikian saja semoga membantu.

***
Padang, 12 Mai 2011

 


 

Senin, 16 Mei 2011

Seputar Harta Waris (Fara'idh)

Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam

Fara’idh jama dari faridhah, yang berarti mafrudhah, sesuatu yang diwajibkan. Yang diwajibkan ini adalah sesuatu yang sudah ditetapkan, karena makna fardhu ialah ketetapan. Seakan-akan kata ini sama dengan firman Allah : “….Nashiban Mafrudhan” [QS. An-Nisa : 7]. Artinya bagian yang sudah ditetapkan.

Definisinya menurut syariat ialah pengetahuan tentang bagian-bagian harta waris yang diberikan di antara orang-orang yang berhak menerimnya.

Dasar tentang faraidh ini ialah Kitab Allah, yang disebutkan dalam firmanNya :
“Allah mensyariatkan bagi kalian tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anak kalian…” dan seterusnya dalam dua ayat dari An-Nisa : 11-12.
Dasarnya dalam As-Sunnah ialah hadits Ibnu Abbas yang disebutkan dalam bab ini. Para ulama juga sudah menyepakati hal ini. Mengingat harta dan pembagiannya merupakan obyek yang diminati, dan biasanya harta warisan diperuntukkan bagi orang-orang yang lemah dan tidak memiliki kekuatan, maka Allah perlu mengatur sendiri pembagiannya di dalam KitabNya, dengan penjelasan yang detail dan terinci, agar tidak menjadi ajang perdebatan dan rebutan berdasarkan hawa nafsu, membaginya diantara para ahli waris sesuai dengan tuntutan keadilan, kemaslahatan dan manfaat yang diketahuiNya. Allah mengisyaratkan hal ini di dalam firmanNya.
“Kalian tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya”. [QS. An-Nisa : 11]

Ini merupakan pembagian yang adil dan sekaligus memberikan kejelasan sesuai dengan tuntutan kemaslahatan yang bersifat umum dan memberikan isyarat kepada sesuatu yang dapat dipahami sebagai keadilan. Semantara qiyas bisa mengeluarkan kita dari topik buku ini dan pembahasannya juga bisa menjadi panjang lebar.

Memperhatikan Kitab Allah tentang berbagai topik kehidupan manusia, dengan petunjuk dan cahanya, bisa menjelaskan sebagian dari rahasia-rahasia Allah yang bijaksana. Setelah ada pembagian dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui ini, datang para penyeru pembaruan dari para westernis, yang tujuannya hendak mengubah hukum Allah dan mengganti pembagian yang sudah ditetapkanNya. Setelah kalimat-kalimatNya menjadi sempurna, membawa kebenaran dan keadilan, merekapun beranggapan bahwa perubahan hukum yang mereka lakukan itu lebih baik dan lebih adil dari hukum-hukum Allah.

“Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”. [QS. Al-Maidah : 50]

Yang pasti, orang-orang yang kurang waras akalnya itu tahu undang-undang langit dan hukum-hukum kehidupan bumi, sehingga mereka menutup telinga terhadap hal-hal yang justru belum pernah mereka dengar. Mereka berada di antara para wanita yang merasakan kekurangannya, sehingga mereka ingin keluar dari syari’at Allah, di antara pesolek yang ingin berhias dengan perhiasan atheisme dan zindiq, di antara orang yang menyerukan sesuatu yang tidak didengarnya. Maka apa yang dia sampaikan hanya sekedar seruan dan panggilan, sedang mereka tidak berpikir.

Ilmu Fara’idh ini merupakan ilmu yang mulia dan penting. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mempelajarinya dalam berbagai hadits dan juga mengajarkannya. Di antaranya ialah hadits Ibnu Mas’ud secara marfu, “Pelajarilah ilmu fara’idh dan ajarkanlah ia kepada manusia”. Adakalanya yang dimaksud fara’id disini ialah hukum-hukum secara umum. Para ulama mengupasnya secara tersendiri dalam beberapa jilid buku dan mereka mengupasnya secara panjang lebar.

Untuk mempelajari hukum-hukumnya, cukup dengan memahami tiga ayat dalam surat An-Nisa, begitu pula hadits Ibnu Abbas yang disampaikan berikut, yang mencakup induk berbagai permasalahannya, shingga tidak ada yang keluar dari induk ini kecuali satu dua masalah.

Warisan memiliki tiga sebab :
[1]. Nasab, yaitu hubungan darah sebagaimana firman Allah.
“ Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak …”.[QS. Al-Ahzab : 6]
[2]. Pernikahan yang benar, yang didasarkan kepada firman Allah, “Dan bagi kalian (para suami) seperdua dari harta yang diringgalkan oleh isteri-isteri kalian…” [QS. An-Nisa : 12]
[3]. Kepemilikan budak yang dimerdekakan, yang didasarkan kepada hadits Ibnu Umar secara marfu, “Budak yang dimerdekakan adalah kerabat seperti kerabat nasab”

Selain tiga hal ini tidak bisa menjadi sebab warisan. Begitulah menurut pendapat yang masyhur di kalangan ulama.Jika ada sebagian dari tiga hal ini, maka dapat dilakukan waris mewarisi di antara kedua belah pihak, termasuk pula pada kepemilikan budak yang benar.

Warisan juga mempunyai beberapa hambatan, yang jika didapati sebagian di antaranya, maka warisan tidak berlaku, begitu pula jika didapatkan sebab-sebabnya. Sebab segala sesuatu tidak menjadi sempurna kecuali dengan behimpunnya syarat-syaratnya dan ketiadaan hambatan-hambatannya. Adapun beberapa hambatan warisan ialah.

[1]. Tindak Pembunuhan.
Barangsiapa membunuh orang yang mewariskan harta kepadanya atau menjadi sebab terbunuhnya tanpa alasan yang benar, maka dia tidak bisa mewarisi darinya. Jika dilakukan secara tidak sengaja, maka itu termasuk bab mendahului sesuatu sebelum tiba waktunya, sehingga dia layak diberi hukuman karena pelanggarannya terhadap hak orang yang sengaja, dan termasuk bab menghindarkan sarana terhadap yang lainnya. Hal ini didasarkan kepada hadits Umar, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang pembunuh tidak mendapatkan apa pun”. [Diriwayatkan malik dalam Al-Muwaththa]

[2]. Budak.
Seorang budak tidak mewariskan bagi kerabat dekatnya yang mempunyai hubungan darah dengannya. Sebab kalaupun budak dapat mewariskan, maka warisan itu menjadi milik tuannya, karena hartanya menjadi milik tuannya.

[3]. Perbedaan Agama
Masalah ini akan dijelaskan dalam hadits Usamah di bagian mendatang, isnya Allah.

“Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berikanlah warisan kepada orang yang berhak menerimanya, dan sisanya untuk orang-orang laki-laki yang paling berhak”

“Dalam satu riwayat disebutkan, “Bagilah harta warisan di antara para ahli waris yang berhak berdasarkan Kitab Allah. Adapun sisanya dari harta warisan, maka untuk orang laki-laki yang paling berhak”.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang berhak membagi harta warisn agar membaginya kepada orang-orang yang berhak menerima harta warisan itu secara adil dan sesuai dengan ketentuan syariat, seperti yang dikehendaki Allah Ta’ala.

Para ahli waris yang sudah ditetapkan bagiannya di dalam Kitab Allah adalah dua petiga, sepertiga, seperenam, separoh, seperempat dan seperdelapan. Jika masih ada sisa setelah pembagian itu, maka diberikan kepada orang laki-laki yang paling dekat hubungan darahnya dengan mayit, karena mereka merupakan pangkal dalam ta’shib, sehingga mereka didahulukan menurut urut-urutan kedudukan dan kekerabatan mereka dengan mayit.

***
[Disalin dari kitabTaisirul Allam Syarh Umdatul Ahkam, Edisi Indonesia Syarah Hadits Pilihan Bukhari Muslim, Pengarang Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam, Penerjemah Kathur Suhardi, Penerbit Darul Fallah]
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/2019/slash/0

Sabtu, 14 Mei 2011

Adab-Adab Terhadap AlQuran

Setiap muslim harus meyakini kesucian kalamulloh, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh kalam (ucapan). Al-Quranul karim itu kalamulloh yang di dalamnya tidak ada kebatilan. Al-Quran memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat hidup di dunia dan akherat. Dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang mendapat rahmat dari Allah ta’ala.
Untuk  itulah, tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari al-quran. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya : “Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”[Hr.Bukhori]
Dalam riwat Imam Muslim dijelaskan:”Bacalah Al-quran, sesungguhnya Al-Quran itu akan menjadi syafaat di hari qiyamat bagi yang membacanya”
Maka hendaklah kita berakhlak terhadap Al-Quran dan beradab dalam membacanya, agar mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Quran, untuk itu seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini :

1.      Membacanya dalam keadaan sempurna,  menutup aurat, suci dari hadats dan duduk dengan sopan dan tenang.
2.      Memulai membaca Al-Quran dengan isti’adzah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Dan bila kamu akan membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah “ (Qs.An-Nahl:98). Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surat, maka setelah beristi’adzah bacalah basmalah, jika tidak, cukup isti’adzah saja.
3.      Membaca dengan pelan(Tartil) agar dapat menghayati ayat-ayat yang dibaca. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja yang membaca Al-Quran (khatam) kurang dari 3 hari, berarti dia tidak memahami”[Hr.Ahmad]
4.      Membaguskan suara di dalam membacanya, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda “Hiasilah Al-Quran dengan suaramu”[Hr.Ahmad,Ibnu Majah dan Al-Hakim]
Maksud hadis di atas, membaca Al-Quran dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya, tidak sampai keluar dari kaidah tajwid.
5.      Memabaca Al-Quran dengan berusaha mengetahui artinya dan memahami inti dari ilmu yang terkandung di dalamnya.
6.      Membaca Al-Quran dengan tidak mengganggu orang yang sedang sholat dan tidak perlu mengeraskan bacaan di tempat orang yang sedang beraktivitas, karna khawatir orang-orang akan menyepelekan bacaan Al-Quran tersebut, padahal Allah berfirman “ Apabila Al-Quran dibacakan, maka simak dan diamlah, semoga kamu mendapat rahmat”(Qs.Al-A’raf:204) maka cukuplah membacanya secara lirih dan pelan saja.
7.      Apabila selesai membaca Al-Quran maka jangan mengucapkan “shadaqallahul ‘adzim”, karna sesungguhnya membiasakan membaca lafdz tersebut setiap selesai membaca Al-quran, butuh kepada dalil, sebagaimana dalil membaca isti’adzah(poin ke 2) setiap memulai. Apalagi bacaan tersebut tidak pernah dikenal di masa Nabi dan Sahabat, padahal mereka sebaik-baik teladan bagi kita.

Semoga dengan memperhatikan adab-adab di atas Allah melimpahkan pahala dan karuniaNya yang besar bagi kita, dan semoga Al-Quran yang kita baca menjadi syafa’at bagi kita di akherat kelak.Amin.



***
Diringkas dari Buletin Mitra Ummat edisi 431 th XI dengan beberapa tambahan

Kamis, 12 Mei 2011

Install Libre Office di Linux

By Pemula Linux on 12/01/2011 (disalin dari http://andy.web.id/install-libre-office-di-linux.php)Kira-kira semester pertama tahun lalu, saat muncul Ubuntu 10.04, pengguna OpenOfficemungkin tidak terkejut ketika mengetahui bahwa pembuka aplikasi itu tidak lagi berwarna biru khas Sun Microsystem melainkan jingga warna khas Oracle. Itu karena aplikasi perkantoran itu sudah diakuisisi oleh

SD PANCASILA 45

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 
SD PANCASILA 45 merupakan sebuah Sekolah Dasar Swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pancasila 1945 di daerah Tembok Dukuh VI no 10 Kecamatan Bubutan Kota Surabaya. Yayasan ini saat ini dikomandoi oleh Bapak Erick R. Tahalele, S.Sos.

Minggu, 08 Mei 2011

Siapa Temanmu Itulah Kamu !

Setiap manusia pastilah membutuhkan teman dalam kehidupannya. Karna manusia adalah makhluk sosial,  yang tidak bisa bergantung pada dirinya sendiri. Terlebih lagi ketika dia berada di negeri asing,  jauh dari sanak saudara dan kampung halaman. Maka keberadaan seorang teman sangat bermakna dalam kehidupannya.

Pernahkah anda membayangkan kehidupan tanpa seorang teman??

Namun meskipun demikian saudaraku yang dirahmati Allah. Hendaklah kita berhati-hati memilih teman pergaulan, baik bagi diri kita, maupun bagi anak-anak kita. Karena teman pergaulan  sesungguhnya banyak mempengaruhi perilaku seseorang.  Bahkan dapat kita katakan baik buruknya perilaku seseorang, banyak ditentukan oleh teman-teman pergaulannya.




Hal ini bukan teori baru, sejak dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menasihatkan kita, untuk berhati-hati memilih teman pergaulan. Beliau mengumpamakan teman yang baik seperti penjual minyak wangi, yang kalau kita bermain dengannya, paling tidak kita mendapatkan wangi baunya, walaupun tidak membelinya. Sedang teman yang buruk, ibarat pandai besi, yang jika kita berteman kepadanya, kalau tidak terbakar, setidaknya kita bisa terkena percikan api(Muttafaqun ‘alihi)

Bahkan, semakin dewasa seseorang, semakin besar pengaruh teman membekas dalam dirinya, lebih dari pengaruh orang tua, guru atau sanak saudaranya. Sehingga banyak kita dapatkan dalam kenyataan seseorang menjadi baik atau buruk karena pada awalnya terpengaruh oleh temannya.

Ada sebuah kisah yang disampaikan oleh seorang ustad pada suatu khotbah jumat; “ Suatu hari saya pergi ke rumah teman di jakarta, dan saya merasa kaget sekali, melihat kondisi rumah teman  tersebut, sangat kecil dan sederhana,  tidak ada ruang tamu, sehingga kami terpaksa duduk di luar untuk berbincang. Padahal saya tahu, dia bukanlah orang yang miskin, dia termasuk orang yang sukses, hal ini tentu saja menggelitik hati saya untuk bertanya kepadanya ‘ kok kamu tinggal di sini?’ teman tersebut menjawab ‘ saya tinggal di sini sesungguhnya bukan menyewa rumah ini, tapi saya "menyewa" lingkungannya’ jawaban tersebut sangat mengagetkan saya, sekaligus memahamkan saya betapa pedulinya dia dengan lingkungan bagi pergaulan anak-anaknya. Dan memang daerah tersebut saya perhatikan, lingkungannya sangat baik dan beradab.”

Maka tepatlah kata seorang penyair :

Tentang seseorang, jangan kamu tanya siapa dia

Tanyalah siapa temannya. Karena seseorang akan mengikuti tingkah polah temannya.


Saudaraku yang dirahmati Allah. Sekali lagi, berhati-hatilah memilih teman,  dan berhati-hati jugalah dalam memilihkan teman bagi anak-anak kita. Jangan sampai kita menyesal ketika segala sesuatunya telah terjadi. Sebab di akherat nanti, banyak orang-orang yang menyesal karna salah memilih teman, sehingga saat itu mereka berangan-angan seandainya di dunia dahulu dia tidak memilihnya sebagai teman dekatnya:

“Kecelakaan besarlah bagiku, seandainya saja(dahulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman karibku”[Qs. Al-Furqon:28].

Maka prinsip kita bukan lagi sekedar “Satu musuh sudah banyak, seribu teman masih sedikit” tapi lebih dari itu “Satu teman buruk sudah banyak,  seribu teman baik masih sedikit”.

Karena itu carilah teman yang mendorong kita untuk kebaikan, mengajak kita kepada ketaatan dan  akhlak mulia. Dan teman seperti ini, tentu tidak mudah kita dapatkan di jalan-jalan, di pasar-pasar apalagi di tempat maksiat. Maka datangilah taman-taman sorga yakni majelis ilmu, selain untuk menuntut ilmu, maka di sana ada teman-teman yang InsyaAllah bisa membawa kita kepada kebaikan.

***
Nasehat dari Hati ke Hati,hal.32,Abdullah Haidir

Jumat, 06 Mei 2011

Sebab-Sebab Lemahnya IMAN

Sesungguhnya nikmat terbesar yang Allah ta’ala anugerahkan kepada hambaNya adalah sikap teguh dan komitmen dalam menjalankan ajaran Allah ta’ala. Karena nikmat-nikmat ini akan membawa kebahagiaan hidup di dunia dan akherat. Namun adakalanya manusia mengalami kelesuan setelah sebelumnya penuh semangat, mengalami kelemahan setelah sebelumnya memiliki kekuatan, akan tetapi hal ini merupakan sunnatullah bagi orang-orang yang konsisten dalam agamanya dan juga ujian yang harus dihadapi serta dicarikan solusi dan penyembuhannya. Oleh karena itu, melalui tulisan singkat ini, kita akan mengenal apa sesungguhnya hal-hal yang menyebabkan manusia tidak komitmen dengan agamanya dan lemah imannya.
1.      Kurangnya keikhlasan
Nilai suatu perbuatan amat tergantung pada niat, barang siapa yang baik niatnya, maka perbuatannya akan menjadi baik dan menjadikannya teguh dan terhindar dari fitnah dalam menjalankan agama. Sebagaimana firman Allah ta’ala :”Iblis berkata:’Ya Tuhanku, karena Engkau telah memvonis aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik(perbuatan maksiat) dimuka bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Mu yang ikhlas diantara mereka’” (QS. Alhijr:39).

2.      Kecendrungan jiwa pada kepada hal-hal buruk yang telah berlalu
Masa lalu seseorang yang kelam dan penuh maksiat, adakalanya mengguncang jiwanya, tatkala ia teringat pada masa lalu dan sahabat-sahabatnya yang penuh maksiat, lalu setan membisikkan kepadanya keinginan untuk melakukannya kembali.

3.      Minimnya pensucian jiwa (Tazkiatun Nufs)
Pensucian jiwa adalah mendidik jiwa kita ke arah yang benar sesuai tuntunan syar’i, sebagaimana firman Alla:
”Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya, dan merugilah orang yang mengotorinya” (QS.S As-Syam:9-10).

Mensucikan jiwa adalah dengan melaksanakan keta’atan kepada Allah, dan mengotori  jiwa adalah dengan perbuatan maksiat. Adapun langkah-langkah  mensucikan jiwa  adalah dengan taubat, muraqabah(merasa diawasi), mujahadah(bersungguh-sungguh) dan muhasabah(introspeksi diri).

4.      Dangkalnya pemahaman tentang arti ibadah
Jika seseorang melaksanakan ibadah sekedar ritual harian, maka inilah yang lama kelamaan  menimbulkan rasa malas dan jenuh yang membuat kaum muslimin menjadi lemah dan tidak konsisten.

5.      Lalai dalam melaksanakan ibadah sehari-hari
Lalainya seseorang dalam menjalankan ibadah, membuat imannya lemah dan akhirnya bisa terjerumus kepada maksiat. Contohnya lalai dalam shalat berjamaah, meninggalkan baca quran dan cuek dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya.

6.      Sedikit menuntut ilmu
Semakin jauh kaum muslimin dari menuntut ilmu, maka semakin jauhlah dia dari agamanya, dengan ilmu seseorang akan takut kepada Allah, yang membawanya menjauhi larangan Allah. Dengan ilmu juga seseorang bisa terjaga amalnya, sehingga dia terhindar dari kesesatan. Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu syar’i.

7.      Futur yang terus menerus

Futur memiliki dua arti :

1.      Terhenti setelah beramal terus menerus
2.      Malas/Jenuh atau menunda-nunda, lambat setelah semangat.

Sikap futur ini akan memberikan bahaya besar bagi seorang muslim apabila berkepanjangan menghinggapinya, apalagi bila sampai meninggalkan amal-amal wajib dan sunnah, oleh karena itu, obatilah dengan sering hadir ke majelis ilmu, membaca dan mentadabburi alquran, berteman dan berkomunikasi dengan orang-orang yang mempunyai girah(semangat) dalam beramal.

8.      Kurang introspeksi diri(muhasabah)
Ketika seseorang tidak lagi bermuhasabah, maka bisa jadi dia hanyut dalam kelalaian dan kekeliruannya yang menyebabkan lemahnya iman. Oleh karena itu seorang muslim, harus senantiasa mengintrospeksi diri dalam rangka mengoreksi, sejauh mana amal-amalnya.

Demikianlah sedikit pembahasan dari sebagian sebab yang membuat lemahnya iman dan membawa kita terombang-ambing dalam maksiat. Semoga Allah menjaga kita dari perkara demikian.

 ***
Buletin dar el iman vol 02/Th ke 3/1430H

Arsip Blog