Tampilkan postingan dengan label Kontes Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontes Blog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

Pemenang #GiveawayEdukasi: Dari Mereka Aku Belajar


Kontes Blog - Pamong Didik. Alhamdulillah, setelah ikutan berkontribusi dalam event #GiveawayEdukasi yang diadakan oleh Yusron Fauzi melalui http://yusronfauzi.com/, tulisan saya yang berjudul "Maaf Pak, Saya Belum Cukup Umur" mendapatkan peringkat ke-4.

Tulisan yang mengambil tema "Dari Mereka, Aku Belajar" dengan subtema "Murid yang menjadi inspirasi" ini berkisahkan tentang bagaimana saya merasa tercenangkan ketika saya merasa ditegur oleh ucapan seorang siswi karena melalaikan aspek negatif yang tidak terpikirkan sebelumnya. Untuk lebih lengkapnya silahkan saja baca tulisan saya tersebut ya..


JUARA KE-4
Andi Andy Hermawan

Sangat menginspirasi apa yang ditulis oleh pemilik blog www.pamongdidik.tk ini. Silakan juga yang mau membaca kisah selengkapnya ada DI SINI




dan untuk melihat beberapa pemenang lainnya silahkan mengunjungi postingan dari pak Yusron Fauzi di Pemenang #GiveawayEdukasi: Dari Mereka Aku Belajar

Terima kasih atas #GiveawayEdukasi yang telah anda lakukan pak Yusron Fauzi, sangat menginspirasi dan memotivasi saya khususnya untukt terus menjadi pendidik yang lebih baik.

Kamis, 13 November 2014

Guruku Kreatif..Guruku Inspiratif…


Kisah Guru - PamongDidik. Menjadi seorang guru disaat era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat saat ini adalah suatu tantangan yang tidak akan pernah berakhir. Bagaimana tidak? Ketika para anak didik sudah mulai terbiasa dengan perkembangan jaman yang menjadikan mereka lebih berpikir kritis dan enggan untuk berdiam diri maka sudah sepantasnyalah para guru mengambil bagian untuk ikut bersama membawa mereka mengarungi luasnya ilmu pengetahuan dan wawasan yang ada.

Menjadi seorang guru yang kreatif pun harus dilakoni oleh para pendidik, terlebih ketika ingin menjadi guru yang inspiratif untuk para anak didiknya. Karena guru yang kreatif dan juga inspiratif pastilah menjadi dambaan banyak anak didik. Saat ini para anak didik tersebut bukan lagi kertas kosong yang bisa kita tulisi dengan sekehendak hati ini, mereka bahkan bisa lebih menjadi pribadi yang memiliki sikap keingintahuan yang lebih tinggi. Dan ketika bukan kita sebagai para pendidik yang tidak mampu memberikan arahan untuk mampu mengapresiasi yang mereka lakukan, maka siapa lagi?

Untuk menjadi seorang guru yang kreatif tidak hanya dari pemikiran-pemikirannya saya, melainkan juga tindakan yang nyata dan dapat ditiru oleh para anak didik nantinya. Karena dijaman yang sangat kompetitif ini pastilah kreativitas menjadi kunci sukses yang harus diraih. Seorang guru tidak harus kembali memberikan pengajaran yang konvensional, duduk didepan kelas sambil membacakan materi yang akan diberikan atau bahkan hanya memberikan catatan yang harus ditulis siswa berlembar-lembar banyaknya. Namun sang guru tersebut seharusnya bisa untuk memberikan penyegaran akan materi yang diberikan, salah satunya adalah dengan pemanfaatan media presentasi pembelajaran sebagai wujud dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Media Presentasi Pembelajaran sebagai ujung tombak penyampaian materi pelajaran

Pembuatan media presentasi pembelajaran tidaklah sulit, namun bisa pula dikatakan tidak mudah juga. Para guru harus mampu menguasai salah satu aplikasi seperti Microsoft Office Power Point sebagai bagian dari pembuat presentasi. Di kurikulum 2013 ini para siswa pun dibiasakan untuk bisa mempresentasikan materi yang sedang dipelajari, nah bagaimana dengan para gurunya yang ketika memberikan contoh presentasi saja tidak bisa, pastilah nanti hasil akhir dari kegiatan belajar menjadi sangat buruk.
 
Suasana pembelajaran yang saya lakukan
Sebagai seorang praktisi pendidikan, saya merasakan betul arti dari pemanfaatan TIK ini. Menjadi seorang guru disalah satu sekolah madrasah tingkat tsanawiyah (MTs) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris menjadikan saya harus memiliki suatu teknik pengajaran yang kreatif dan tidak membebankan siswa. Sebagai contohnya adalah dengan pembuatan media presentasi pembelajaran yang menarik namun tidak terlepas dari tujuan proses mengajar yaitu tercapainya kepahaman siswa akan materi yang diberikan.

Pembuatan media presentasi pembelajaran pun menjadikan saya terus belajar akan perkembangan TIK saat ini, terutama dalam hal penggunaan authoring tool dalam hal merancang media tersebut. Dengan berbagai media presentasi yang telah saya buat akhirnya saya mampu memahami kriteria bagaimana sebuah pemanfaatan TIK dalam hal penggunaan slide presentasi pembelajaran mampu mengakomodir pencapaian hasil yang maksimal. Siswa yang tadinya direpotkan dengan banyaknya buku pelajaran yang harus dipelajari akhirnya menjadi lebih mudah dengan penjelasan yang lebih singkat dan jelas.

Sebagai seorang guru yang harus terus menjadi pribadi yang kreatif dalam mencerdaskan anak bangsa, saya pun terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran yang saya berikan. Berbagai pelaksanaan proses mengajar memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pun saya lakukan, diantaranya adalah pemanfaatan berbagai aplikasi authoring tool seperti media presentasi pembelajaran powerpoint yang digabungkan dengan aplikasi lainnya seperti articulate studio, ispring sollution bahkan microsoft mouse mischief. Diantara berbagai penggunaan aplikasi tersebut, proses pembelajaran menggunakan mouse mischief-lah yang menurut saya lebih disukai oleh para siswa.

Dalam  proses pembelajaran menggunakan mouse mischief tersebut para siswa menjadi lebih tertantang untuk menyelesaikan uji kompetensi yang diberikan. Microsoft Mouse Mischief adalah salah satu aplikasi yang dirancang untuk mampu menggunakan banyak perangkat mouse pada satu tampilan presentasi yang ditampilkan. Prosesnya pun sangat sederhana untuk dipahami, para siswa akan berlomba-lomba menjawab dengan melakukan proses klik pada jawaban yang tersedia untuk memilih jawaban yang tepat.

Proses pembelajaran pun tidak berhenti di kelas sampai bel berakhir berbunyi, melalui blog pamongdidik ini saya ingin terus memfasilitasi para siswa agar dapat terus mempelajari materi pelajarannya. Dunia blogging bukan sesuatu hal yang baru untuk saya, dengan menunjukkan eksistensi saya sebagai peraih runner up pada gelaran TIK 2014 yang diadakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, saya juga ingin menginspirasi para siswa untuk dapat memanfaatkan perkembangan TIK saat ini; bisa juga dibaca postingan saya di Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014.

Manfaatkan Blog sebagai Tempat Berbagi
 
Blog sebagai tempat berbagi
Blog adalah salah satu media TIK yang dapat dimanfaatkan oleh guru kreatif dalam berbagi ilmu pengetahuan, kita bisa menuliskan materi yang akan diajarkan sehingga siswa dapat pula dengan mudahnya mengakses untuk mempelajarinya kembali. Bahkan tidak itu saja, pemanfaatan blog dengan memberikan kuis atau modul tambahan dari materi yang kita buat pun bisa menjadi alternatif pilihan lainnnya. Dan pastinya juga ketika kita memanfaatkan blog sebagai tempat berbagi, tidak hanya para murid yang akan merasakan manfaatnya, para guru yang juga membutuhkan materi pelajaran pun akan sangat terbantukan.

Menjadi seorang guru yang kreatif dan inspiratif haruslah mampu membawa anak didik kearah yang lebih baik. Ibarat seorang pengemudi yang akan membawa penumpangnya kemana tujuan yang hendak dicapainya, tentulah kita harus memberikan alternatif pilihan yang terbaik. Salah satunya adalah memberikan contoh teladan kepada para anak didik pastinya. Jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghormati kita ketika kita sendiri pun tidak memberikan contoh apresiasi terhadap apa yang mereka lakukan.

Dan juga menjadi guru yang inspiratif tentunya harus memiliki mental juara.

Kita bisa memberikan teladan kebiasaan kepada para siswa untuk selalu menjadi yang terdepan baik dari segi prestasi akademik maupun non akademik. Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pun bisa kita lakukan, penggunaan akses internet saat ini yang sudah bukan hal yang susah untuk didapatkan, bisa kita pergunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan wawasan yang baru. Siswa diajak berlomba-lomba mengetahui sesuatu yang baru dengan kita sebagai pendidik yang juga harus mampu mengimbanginya sambil membawa mereka bergerak perlahan di arus informasi yang tak terbendung lagi nantinya.

Dalam hal ini pun saya terus berusaha untuk selangkah lebih maju dihadapan mereka, dengan menjadi good listener (pendengar yang baik) akan keluh kesah yang mereka lontarkan secara langsung ataupun melewati media sosial. Akhirnya saya juga bisa memahami permasalahan yang mereka hadapi sehingga bisa juga memberikan alternatif solusi supaya mereka yang saat ini sebagai calon generasi penerus bangsa ini tidak tenggelam dalam suramnya masa depan nantinya.
 
Raih 3 Juara Sekaligus di Gebyar TIK 2014
 
Dan berikut berbagai kegiatan saya dalam proses mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih baik:

  • Pemanfaatan blog sebagai wadah berbagi materi pembelajaran; seperti halnya Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) dalam hal mengajak guru guna memanfaatkan TIK dalam membantu proses mengajar disekolah yang telah diinisiasi oleh Djalaludin Pane Foundation ini sangat menginspirasi saya untuk terus bersemangat dalam memanfaatkan blog ini untuk berbagi materi pembelajaran seperti bahan ajar yang akan diajarkan dalam proses mengajar.

  • Pembuatan berbagai Media Presentasi Pembelajaran; selain terpilih sebagai juara pertama di Lomba Media Presentasi Pembelajaran pada Gebyar TIK 2014 (silahkan baca; Guru pun Harus Menjadi Presenter Profesional) sebagai salah satu tindakan nyata saya dalam pemanfaatan TIK dalam proses mengajar adalah membuat media presentasi pembelajaran ini dan tentunya saya pun membaginya melalui blog supaya dapat dipelajari para anak didik nantinya.
 
  • Pembuatan Modul/Panduan Pembelajaran dan Video Tutorial; ini pun menjadi alternatif saya sebagai guru guna menjadikan proses belajar lebih mudah, sehingga siswa tidak lagi dibebani berbagai tugas untuk melakukan resume pada materi yang akan diajarkan.
 
  • Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Yang Memanfaatkan Berbagai Perangkat TIK; sudah menjadi kebiasaan saya untuk mengajar menggunakan perangkat projector dan media presentasi pembelajaran. Namun ketika perangkat tersebut tidak saya gunakan saya pun mencari berbagai alternatif lain sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan dalam kegiatan yang berlangsung. Sebagai contohnya adalah pada galeri mengajar menggunakan mouse mischef, para siswa sangat antusias dan aktif dalam kegiatan yang berlangsung. (Silahkan juga melihat galeri mengajar saya lainnya).

Dan, ketika saya benar-benar ditanya apakah bermanfaat untuk melakukan proses pengajaran menggunakan kemajuan dari teknologi informasi dan komunikasii (TIK)? Akan saya jawab dengan lantang bahwasanya kegiatan belajar akan menjadi sangat mudah ketika kita mau dan mampu untuk menjadikannya lebih nyaman untuk dipelajari.
 
Salah satunya adalah dengan pemanfaatan berbagai perkembangan TIK baik dari segi perangkat keras  yang tersedia, perangkat lunak yang menunjang dan bahkan pengguna perangkat tersebut untuk menjadikan TIK sebuah senjata ampuh untuk terus meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas yang tanpa batas.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba "Guru Blogger Inspiratif 2014" yang diadakan oleh Gerakan IndiTIK. Tulisan ini adalah karya sendiri dan tidak pernah diikutkan dalam lomba sejenis. Untuk dokumentasi foto adalah hasil karya pribadi. Terima Kasih. #bloggerindiTIK

http://indonesiaterdidiktik.org/



Minggu, 09 November 2014

Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014

Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014
Tulisan Ringan – PamongDidik. Masih melanjutkan sepenggal cerita juara lomba dari pengalaman mengikuti gelayaran Gebyar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2014 yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk cerita pada postingan ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman pertama saya mengikuti lomba blog guru pada salah satu cabang lomba yang diadakan di Gebyar TIK tersebut.

Sebuah ucapan yang terucap dari mulut salah seorang sahabat yang waktu itu melihat ambisi saya dalam mengikuti gebyar TIK tersebut adalah “Sudah di unjuni, di lunta’i nah ini di tangguk ha pulang”, ucapan dari bahasa banjar yang maksudnya adalah ketika saya yang waktu itu dengan semangatnya mengikuti ketiga cabang lomba yang diadakan, lomba website sekolah yang saya wakili akhirnya mendapatkan juara pertama; baca postingan sebelumnya, sepenggal cerita juara lomba website sekolah, lomba blog guru yang walau hanya mendapatkan posisi runner up tetap menjadi kebanggaan saya tersendiri, dan di lomba media pembelajaran yang juga mendapatkan peringkat pertama; maka ketiga cabang lomba tersebut dengan sangat antusias saya raih sebagai juara umumnya.

Ya, serakah memang kalau dilihat dari ketiga cabang lomba yang saya ikuti akhirnya mampu meraih kesemua juara; dengan netbook dan uang tunai yang saya raih akhirnya impian saya terwujud sebagai guru inspiratif walaupun hanya berada di tempat yang jauh dari perkotaan, dengan keadaan yang seadanya akhirnya mampu memotivasi saya sebagai insan yang kreatif memanfaatkan bakat dan pengetahuan yang ada.

Kembali ke cerita bagaimana pengalaman saya mengikuti lomba blog guru ya…

Dunia blogging untuk saya pribadi bukanlah hal yang baru, karena saya sudah mengenal blogging pada tahun 2007an melalui blog saya yang sampai saat ini terbengkalai tak terurus dengan domain zonamerah.blogspot.com sempat juga blog tersebut menang kontes dengan hadiah domain zonamerah[dot]com namun akhirnya pun kembali tak dapat dihidupkan lagi. Sedih memang, namun dengan blog yang baru ini saya terus membulatkan tekad untuk terus terjun dalam dunia blogging.

Blog pamongdidik ini dibuat pada awal januari 2014, sehingga ketika mengikuti lomba blog guru pada gebyar TIK pada tanggal 13-14 Agustus 2014; blog ini masih sangat muda sekali umurnya. Dengan mengambil nama Pamong Didik dan tagline “Inspirasi Pendidik Masa Kini”, saya ingin menjadikan blog ini sebagai acuan dari para pendidik dalam menggembangkan bakatnya demi kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang.
Berbagai tampilan blog pamongdidik pada perangkat teknologi
Pada lomba blog guru ini kriteria penilaian sangat beragam, mulai dari layout, konten serta penyajian presentasi kita pada saat penjurian pun harus sudah kita persiapkan sebelumnya. Dan alhamdulillah ketika penjurian untuk blog ini saya mampu menampilkan yang terbaik, walau hasilnya hanya berada di posisi runner up alias juara kedua. Satu hal yang menjadi kesan berarti saya adalah masalah layout dari blog tersebut, karena keceplosan bahwa saya memiliki kemampuan dalam bidang desain grafis namun dari layout blog ini masih tidak memenuhi unsur tata halaman yang baik dari segi warna, penggunaan font bahkan beberapa tampilan halaman sangat engga banget deh kata para juri. Namun nilai lebihnya kata mereka ada pada bagian konten yang memang orisinil saya berikan.

Blog guru yang seharusnya bisa berbagi media pembelajaran, mampu memfasilitasi para siswa untuk kembali belajar walau tidak berada dilingkungan sekolah akhirnya bisa saya terapkan pada blog ini. Beberapa bahan ajar yang saya upload menjadi nilai tambah setelah kesalahan pada pengaturan layout halaman blog. Yah, setidaknya saya sudah memberikan yang terbaik untuk ikut dalam gelaran tersebut. Tapi tidak sampai disitu kepasrahan saya, arahan dan masukan para juri saya terima dengan terbuka, meminta masukan untuk menjadikan blog ini lebih baik tidak saya sia-siakan, mendengarkan apa yang mereka inginkan akhirnya mampu menjadikan saya bertambah wawasan dan ilmu pengetahuan lainnya.

Menurut saya, seluruh peserta sangat bagus dalam pembuatan blog mereka masing-masing. Bahkan untuk peringkat pertama saja itu sudah dapat saya pastikan sebelum penjurian berlangsung pun pasti akan didapatnya. Kualitas konten dan layout yang diberikannya menjadi hal yang berkualitas, apalagi ketika presentasinya (walau saya tidak bisa melihat seperti apa, yang jelas sangat disayangkan para peserta tidak diperbolehkan untuk melihat presentasi peserta lainnya)

Proses dalam pembuatan blog ini menjadi hal yang tidak sederhana ketika saya harus memberikan waktu luang yang lebih untuk mengikuti ketiga cabang lomba pada gebyar TIK 2014 tersebut, bagaimana tidak? Ketika saya harus mencurahkan untuk melakukan maintenance pada website madrasah yang saya ikutkan, saya pun harus mempersiapkan materi media pembelajaran yang saya ikutkan pula pada cabang lomba media pembelajaran dan juga pada akhirnya saya harus mencurahkan perhatian besar pula pada blog ini.

Dan… alhamdulillah perhatian besar tersebut dengan motivasi yang kuat akhirnya saya mampu mewujudkannya, pulang dari kegiatan gebyar TIK dengan tidak tangan hampa pun dapat saya lakukan.

Semoga di gelaran Gebyar TIK berikutnya saya bisa berkontribusi lagi dalam cabang lomba yang diadakan, dan untuk seluruh teman-teman semuanya.. semoga kita bertemu lagi ya… semangat terus bloggingnya euy…

Sabtu, 08 November 2014

GEBYAR TIK 2014 - Sepenggal cerita juara lomba website sekolah


Gebyar TIK 2014 - Juara Lomba Website Sekolah
Berawal dari kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2014, akhirnya saya mampu menunjukkan eksistensi saya dalam dunia informasi dan komunikasi. Mengikuti lomba yang diadakan pada Gebyar TIK 2014 ini, pada cabang lomba website sekolah akhirnya saya mampu meraih nominasi juara diantara website-website sekolah lainnya. Dan menariknya lagi, sekolah saya adalah satu-satunya madrasah tingkat tsanawiyah yang ikut pada gelaran lomba tersebut.

Sudah lama berselang dari kegiatan lomba tersebut, namun baru sempat sekarang ini saya menuliskan cerita pengalaman mengikuti gelaran gebyar TIK 2014 itu. Berikut ini akan saya ceritakan pengalaman saya yang pertama kali mengikutinya namun akhirnya hasil yang didapat sangat-sangat memuaskan.

Tulisan ini akan saya bagi menjadi 3 bagian, hal ini dikarenakan saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti ketiga cabang lomba yang diadakan. Diantaranya adalah lomba website sekolah, lomba blog guru dan lomba presentasi media pembelajaran. Dan yang menjadi kebanggaan saya pribadi adalah ketika saya yang baru pertama kali mengikuti lomba tersebut akhirnya mampu melakukan hatrick juara.Silahkan juga baca Hatrick Juara di Gelaran Gebyar TIK 2014 - Portal Kalsel.Kemenag.go.id

Baiklah untuk cerita yang pertama adalah ketika saya mengikuti salah satu lomba website sekolah. Untuk kali pertamanya saya menjadi operator website di madrasah yang saya tempati, dan mengikuti jejak salah satu teman di madrasah lain yang sudah lebih dulu menjadi juara pada gelaran serupa pada tahun sebelumnya, saya sangat terpacu semangat untuk menjadikan madrasah saya juga lebih baik lagi.

Dimulai dari mengajukan nama domain kepada kepala madrasah dengan menunjukkan bahwa setiap sekolah setidaknya harus memiliki website guna menyampaikan informasi dan komunikasi kepada khalayak luas dan juga membantu sebagai salah satu program kehumasan akhirnya disetujui juga untuk diproses keinginan saya dalam membuat website madrasah. Bermodalkan setiap postingan yang kami selalu tampilkan pada website Kemenag; (Saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan untuk menulis berita dan semuanya ditampilkan untuk menunjukkan bahwa madrasah juga lebih baik, dan tentunya pengalaman jurnalistik saya kembali terasah ketika harus menjadi ujung tombak penyampaian informasi dan komunikasi dari madrasah) akhirnya dimulailah dibuatkan blog untuk sekolah, tidak berhenti sampai disitu perjuangan saya. Gonta-ganti template bahkan beberapa pindah dan backup platform blog pun dilakukan untuk menjadikan website madrasah ini lebih mudah dan lebih enak untuk ditampilkan dan akhirnya tampilan akhir yang bisa saya berikan adalah yang sekarang ini bisa diakses pada domain www.mtsn1clu.sch.id. 

Kembali ke cerita saya dalam mengikuti lomba website sekolah.

Setelah merasa siap akhirnya saya memberanikan diri untuk mendaftarkan website tersebut kedalam gelaran lomba. Dan tidak disangka-sangka kabar gembira itupun datang, melalui sebuah telepon yang mengabarkan saya masuk nominasi peserta yang nantinya bersiap untuk presentasi sebagai penjurian akhir.
Daftar peserta lomba desain website sekolah
Sedikit yang bisa saya bagikan kepada kalian semua bahwa tulisan ini selanjutnya bukan untuk mengatakan bahwa peserta lainnya tidak bagus atau apalah, namun hanya ingin mengoreksi keseragaman yang terus kita lakukan secara bersama-sama entah itu disengaja atau tidak. Tentunya saya pun berharap kedepannya bisa terus belajar dan belajar untuk pencapaian yang lebih baik lagi.

Berikut hal-hal yang saya kira saya bisa berbeda dengan peserta lainnya, anti mainstream  yang saya lakukan sehingga saya mampu menunjukkan karya saya tidak sama dengan mereka.

Template yang serupa namun tak sama.

Ya, saya katakan serupa karena menurut pengamatan saya diawal ketika ingin mengikuti lomba website sekolah ini, saya melihat-lihat para pemenang sebelumnya dan saya bandingkan dengan berbagai perkiraan pada sekolah-sekolah yang kemungkinan akan ikut lomba.

Template mereka hampir sama yaitu terbagi menjadi dua atau tiga kolom, dimana pada bagian kiri atau kanan terisi dengan beberapa widget-widget dan pada bagian tengah merupakan kolom utamanya yang berisi informasi dan berita sekolah.

Penggunaan elemen / widget yang tidak perlu.

Tentunya kita merasa sangat bangga ketika mampu meletakkan beberapa bagian elemen tambahan pada blog atau website kita. Namun tidak tahukah bahwa hal tersebut nantinya akan memperlambat proses penampilan halaman tersebut, salah satu contohnya adalah penggunaan tampilan alamat IP pengunjung. Hal menarik apakah yang bisa kita berikan ketika kita menampilkan elemen tersebut, setidaknya itu menurut saya adalah hal yang bagus namun bisa dihindari dalam penggunaan elemen tambahan. Bahkan untuk statistik pengguna, audio player atau video yang otomatis berjalan ketika halaman dibuka pun sangat mengganggu terlebih ketika harus menunggu beberapa waktu untuk menghindari melakukan klik pada halaman fanpage di facebook.

Konten yang tidak update

Salah satu hal yang menarik lagi adalah adanya website lama yang didaftarkan, dan saya lihat pun sudah tidak update lagi untuk kontennya, padahal website sekolah setidaknya mampu menyajikan hal-hal yang terjadi saat ini sehingga ketika ada seseorang atau kelompok tertentu mencari beberapa informasi mengenai sekolah tersebut sudah bisa diketahui mengenai website sekolahnya.

Tentunya masih banyak lagi yang ingin saya bagi mengenai pengamatan saya dalam mempertimbangkan dan mempersiapkan diri dalam lomba website sekolah di gelaran gebyar TIK 2014 kemaren. Dan berikut ini pun saya berikan sedikit tampilan panduan yang saya kirimkan sebagai persyaratan pendaftaran pada gelaran tersebut.


Walaupun panduan ini tidak seluruhnya dipersiapkan sebagai bagian dari kesiapan peserta lomba, saya pribadi pun menganggap hal ini sangat vital. Bagaimana tidak? Ketika kita ingin menampilkan apa yang akan kita presentasikan, pastilah kita sudah mempersiapkannya dengan lebih baik. Dan presentasi yang saya tampilkan pun sebagai pembuka dihadapan para juri sudah saya persiapkan dengan baik walaupun tidak begitu banyak. Yang jelas saya ingin menunjukkan bahwa kesiapan saya sebagai poin pertama yang harus saya maksimalkan untuk memenangkan lomba tersebut.

Sedikit saran saya untuk para peserta di gelaran gebyar TIK yang akan datang dalam mempersiapkan presentasi website sekolah kita dihadapan para juri.

Siapkan panduan untuk pengguna

Panduan ini penting menurut saya, latar belakang yang kita tulis beserta beberapa bagian yang bisa kita tunjukkan akan mempermudah mereka para dewan juri untuk mengetahui lebih awal daripada nanti mendengarkan celotehan kita yang terkadang malah gugup dihadapan mereka, sehingga akhirnya presentasi kita menjadi kacau dan hal-hal yang seharusnya bisa kita sampaikan menjadi tidak dapat terucapkan. Dan tentunya tidak lupa untuk persiapkan beberapa hasil printout tersebut lalu bagikanlah kepada para dewan juri sebelum penilaian berlangsung, pastinya akan menjadi nilai tambah kita.

Siapkan pengantar presentasi

Presentasi pembuka ini juga penting, kita tidak perlu langsung menampilkan website secara keseluruhan. Latar belakang pada panduan yang sebelumnya kita tulis tadi bisa kita tampilkan untuk membuat para juri tertarik mendengarkan presentasi kita selanjutnya.

Siapkan halaman website yang akan ditampilkan

Hal ini yang menurut saya juga sangat penting untuk dilakukan. Ketika website dibuka secara online, kemungkinan terjadinya beberapa gangguan akan menimbulkan beberapa poin kekurangan pada presentasi kita. Dalam hal ini saya melakukan suatu cara yaitu membuka seluruh halaman yang akan saya tampilkan dan menyimpannya secara offline, guna menghindari kegagalan proses loading pada halaman website tersebut. Beberapa bagian tab pada web browser sudah saya persiapkan sehingga langkah selanjutnya ketika ingin menampilkan halaman yang diminta sudah dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa hambatan.

Wah, ternyata banyak juga hal yang bisa saya bagikan ketika saya mengikuti kegiatan lomba website tersebut. Dan hasilnya pun saya rasa sangat memuaskan. Bagaimana tidak? Ketika saya yang baru pertama kali mengikuti lomba ini mampu menjadi juara pertama mengalahkan beberapa sekolah unggulan lainnya. 
Setidaknya dalam hal ini saya hanya ingin menunjukkan bahwa kami yang berada di daerah jauh dari perkotaan pun mampu bersaing dengan yang lain. Dan ini tidak menjadikan saya besar kepala sehingga malas untuk belajar, bahkan sampai saya menulis postingan ini saya terus merasakan kerinduan akan kebersamaan dengan para peserta lainnya yang berbagi cerita, ilmu bahkan rasa kekeluargaan saat gelaran gebyar TIK 2014 kemaren.

Semoga kita bisa bertemu lagi pada gelaran Gebyar TIK 2015 yang akan datang... dan terima kasih kepada pihak Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalimantan Selatan atas gelaran yang telah diselenggarakan ini.

Minggu, 26 Oktober 2014

Maaf Pak, Saya Belum Cukup Umur

Mari Berinternet Sehat dan Aman

Tulisan Ringan – Pamong Didik. Ada sebuah cerita menarik yang menggugah perhatian saya saat ini, suatu ketika disalah satu kelas yang saya ajarkan saat itu saya bertanya kepada mereka apakah mereka menggunakan jejaring sosial? Sebagian besar diantara mereka mengacungkan tangan pertanda bahwa mereka telah menggunakannya, diantara mereka pun selain menggunakan facebook sudah mengenal dengan twitter, path bahkan instagram. Namun yang menarik perhatian saya adalah seorang siswi yang merupakan pelajar aktif dikelas tersebut tidak mengangkat tangannya, padahal pernah sekali waktu saya bertemu dengan orang tuanya yang menceritakan bahwa anak mereka tersebut sudah mempunyai perangkat komputer sendiri. Lalu saya pun bertanya kepadanya apakah benar kalau dia tidak memiliki atau bahkan tidak menggunakan jejaring sosial. Dan jawaban yang diberikannya benar-benar menghentakkan hati saya ketika dia berkata, “Maaf pak, saya belum cukup umur”.

Di era teknologi yang telah berkembang pesat saat ini akan sulit untuk membendung keinginan untuk tidak berkecimpung didalamnya. Apalagi ketika kita harus mengikuti perkembangan dari sosial media. Jejaring sosial yang beragam memudahkan kita untuk saling terhubung dengan sesama, baik itu teman lama diwaktu kecil, waktu masih masa-masa sekolah ataupun disaat sekarang.
Terlebih ketika media sosial pun mampu mendekatkan para pendidik dengan anak didiknya seperti yang sekarang ini saya lakukan. Di saat sekarang ini kemudahan menggunakan internet merupakan salah satu tindakan yang tidak bisa kita hindari, hanya saja sebenarnya kita mampu menjadi seseorang yang pandai atau tidak dalam menggunakannya.

Pernyataan yang menyatakan bahwa dia belum cukup umur tersebut sangat menyentuh perhatian saya, diantara para siswa dan siswi yang baru memasuki ke tingkat 7 di sekolah menengah pertama ini menunjukkan bahwa diantara mereka masih belum berumur 17. Padahal diantara jejaring sosial tersebut ada peraturan yang mengharuskan penggunanya berumur 17tahunan, dan untuk saat ini kalau saya lihat batasan pengguna facebook adalah 13 tahun. Umur merupakan salah satu dari bagian petunjuk tingkat kedewasaan seseorang, dan menurut saya ketika dia berkata tersebut mampu untuk menghindari hal-hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Hal seperti inilah yang akhirnya menjadi celah masuknya hal yang positif atau bahkan negatif. Tidak jarang banyak para anak-anak memalsukan umurnya ataupun yang lebih parah lagi hal tersebut dibantu orang tua mereka.

Penggunaan teknologi yang tepat setidaknya sudah harus diajarkan sejak dini kepada anak, para orang tua, guru bahkan masyarakat pun jangan sampai gaptek terhadap perkembangan teknologi saat ini. Untuk mewaspadai hal-hal yang tidak di inginkan dikemudian hari menimpa anak didik ataupun anak kita pribadi tentunya.

Kedewasaan tentunya mampu menimbang mana yang sepatutnya dilakukan atau tidak, siswi tadi setidaknya mampu menegur saya ketika saya dengan semangatnya menjelaskan arti pentingnya internet. Namun ketika penjelasan saya tersebut tidak diiringi dengan kontrol penggunanya akan menjadi hal yang sangat tidak berarti saat mereka menyalahgunakan kemajuan teknologi yang sudah dalam genggaman.

Dan dari teguran itupulalah saat ini, saya selalu menyerukan kepada mereka agar terus berinternet dengan sehat dan aman. Saya berbagi kisah ini semoga  internet terus membawa kebaikan untuk kita semua.

Tulisan ini diikutkan dalam  Giveaway Edukasi | Dari Mereka Aku Belajar “

“Dari Mereka Aku Belajar”

Arsip Blog