Tampilkan postingan dengan label Tulisan Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Ringan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Motivasi Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 15

Motivasi Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 15


Tulisan Ringan motivasi mengikuti diklat online guru melek IT (DOGMIT) angkatan 15 – Pamong Didik. Menjadi seorang pendidik yang kreatif dan profesional dibidangnya merupakan sebuah tantangan tersendiri untuk saya pribadi, terlebih karena saat ini memiliki motivasi mengikuti diklat online guru melek IT (DOGMIT) angkatan 15 yang diadakan langsung oleh training guru melek IT yaitu pak sukani melalui e-traninggurumelekit.edu20.org.

Mengenal Diklat Online Guru Melek IT

Diklat Online Guru Melek IT atau akrab di kenal dengan DOGMIT ini diprakarsai oleh pak Sukani sebagai trainer guru melek IT; Pak Sukani merupakan guru matematika di SMK Bakti Idhata, Jakarta Selatan. Beliau merupakan seorang trainer, motivator dan pembicara dalam diklat maupun seminar-seminar di Indonesia. Passionnya adalah menulis dan mengembangkan IT untuk pembelajaran. Pak Sukani aktif mendorong guru-guru Indonesia agar melek IT dan memanfaatkannya untuk pendidikan. Beliau Aktif dalam Gerakan Sosial bersama KSGN untuk memberikan Pelatihan Ngeblog Gratis bagi Guru di Seluruh Indonesia.
DOGMIT ini pun memiliki berbagai kompetensi untuk terus memajukan semangat para pendidik maupun praktisi pendidikan untuk mampu menguasai Informasi Teknologi (IT) yang terus berkembang pesat saat ini, berbagai kompetensi tersebut bisa langsung dilihat pada laman resmi materi kompetensi guru melek IT.

Proses Diklat Online Guru Melek IT

Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana caranya mengikuti diklat online tersebut, terlebih karena saya pun baru pertama kali mengikutinya pada angkatan 15 ini dengan materi “Membuat Animasi Pembelajaran Dengan Cepat”. DOGMIT ini diadakan selama 12 hari dengan pelaksanaan waktu jam pelajaran setara dengan 60 Jam Pelajaran (JP) setiap JP sudah dibagi oleh masing-masing individu peserta diklat agar mampu disesuaikan pada waktu kosongnya masing-masing.
Berikut adalah tampilan rencana diklat online angkatan ke-15 yang saya buat;


Pada diklat angkatan 15 ini, terdapat 3 buah materi bahasan yang sangat menarik untuk saya ikuti, diantaranya adalah:
  1.     Membuat Gambar Animasi dengan Wajah Sendiri (GIF);
  2.     Membuat Animasi Profil dengan Wajah Sendiri;
  3.     Membuat Bahan Ajar Berbentuk Animasi dengan Wajah Sendiri;
Ketiga materi tersebut merupakan sebuah bidang yang ingin saya perdalam lagi, karena ketika saya melihat berbagai contoh hasil karya peserta diklat sebelumnya yang saya ketahui menggunakan aplikasi Crazytalk Animator Pro dari Reallusion, maka seketika itu juga saya memantapkan diri untuk harus mengikuti diklat online ini.

Motivasi Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 15

Diklat Online, Guru Melek IT

Brosur DOGMIT
Menjadi seorang pendidik di era kemajuan informasi teknologi yang berkembang pesat saat ini jangan sampai kalah kemampuannya dibandingkan anak didik, saya merasakan sendiri berada di daerah Kalimantan Selatan yang tepatnya didaerah Margasari, Kabupaten Tapin ini jauh dari fasilitas mumpuni untuk koneksi internet. Dimana saat kendala tersebut awalnya saya ragu untuk mengikuti DOGMIT ini, namun ketika ada kemauan pasti ada jalan. Materi yang telah diberikan oleh fasilitator disesuaikan dengan rencana diklat yang telah saya buat, maka saya terus bertekad untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Uang pendaftaran diklat sejumlah Rp.390.000,- memang bukan jumlah yang sedikit untuk seorang guru honorer seperti saya ini, namun melihat akan manfaat yang saya harapkan pastinya itu merupakan pengorbanan yang berarti.

Menjadi seorang pendidik yang pernah juga merasakan hatrick juara pada gelaran gebyar TIK 2014 yang diadakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun yang lalu, tidak serta merta menjadikan saya besar kepala. Ternyatah masih banyak ilmu yang harus saya dapatkan dan kembangkan, menurut saya tidak ada batasan terlalu muda untuk mengajar dan tidak pun dianggap terlalu tua untuk belajar. Untuk membaca cerita saya mengikuti gebyar TIK tersebut bisa langsung ke postingan : GEBYAR TIK 2014 – Sepenggal cerita juara lomba website sekolah; Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014; dan Guru pun Harus Menjadi Presenter Profesional.

Maka, ketika ditanya apakah Motivasi Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 15 maka saya akan lantang menjawabnya dengan penuh semangat bahwasanya diri seseorang itu harus berkembang, baik itu mengembangkan bakat dan kreatifitas hingga mampu kearah profesionalitas dibidang yang dikuasai untuk memajukan pendidikan saat ini.

Terima kasih saya ucapkan kepada pak Sukani, sebagai founder guru melek IT. Niscaya niat baik anda dalam penyelenggaraan DOGMIT ini sangat bermanfaat untuk memajukan kualitas para pendidik saat ini.

Dan untuk teman-teman semuanya, silahkan ikutan diklat online guru melek IT pada angkatan-angkatan berikutnya. Pastilah ilmu yang kita dapatkan akan bermanfaat, minimal untuk mengembangkan kemampuan potensi diri pribadi. Apalagi kalau sampai diajarkan kepada yang lain, pastilah ilmu tidak akan berkurang atau hilang.

Salam Pendidik,

PamongDidik.com

Selasa, 30 Desember 2014

Publikasi Informasi dan Berita Madrasah Dengan Blog & Website

Publikasi informasi berita madrasah pamong didik
Publikasi Informasi dan Berita Madrasah Dengan Blog & Website

Materi Presentasi - Pamong Didik. Untuk pertama kalinya menjadi seorang presenter dalam kegiatan Bimbingan Teknis (BimTek) 2014 - Sistem Informasi Madrasah (SIM) yang diadakan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Tapin pada tanggal 29 Desember 2014 kemaren di Gedung Hammy, Rantau yang dihadiri oleh seluruh operator madrasah dari tingkat RA, MIN, MTs hingga MA sekabupaten tapin yang seluruhnya sekitar 40 orang peserta.

Wow..itu yang saya rasakan ketika berdiri menyampaikan materi dihadapan seluruh peserta yang berhadir. Akhirnya bisa juga berbagi ilmu dan pengalaman yang telah saya dapatkan pada penyampaian materi pembuatan blog sebagai media informasi bagi madrasah. 

Publikasi Informasi dan Berita Madrasah Dengan Blog & Website pamong didik
Madrasah harus punya website / blog resmi
Presentasi saya mengambil tema Publikasi Informasi dan Berita Madrasah melalui Website dan Blog, dimana saya memaparkan lebih lanjut tentang pentingnya madrasah untuk memiliki sebuah website ataupun blog resmi. Hal tersebut dikarenakan ketika kita sebagai bagian dari insan madrasah yang ingin mewujudkan Madrasah itu Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah maka diharuskan untuk membuat sebuah wadah publikasi resmi dari segala hal yang kita lakukan. Sebagai portal resmi yang bisa digunakan, website ataupun blog mampu menampung dan menyajikan segala informasi dari madrasah tersebut. Dimana saat ini sebuah akses yang sangat luas sudah berada dalam genggaman maka tidak menutup kemungkinan ketika khalayak ramai ingin mendapatkan informasi yang sangat terkini dan bermutu dari website atau pun blog tersebut. Bahkan juga penggunaan website ataupun blog ini nantinya mampu juga mewadahi pertukaran informasi dengan berbagai madrasah lainnya dan ini pun menjadi wujud profesionalitas dari pengelolaan manajemen informasi yang menjadi salah satu program kehumasan di madrasah.

Tidak berhenti sampai disitu, pada materi tersebut pun saya memaparkan hal-hal yang harus diperhatikan tentang pembuatan blog ataupun website resmi untuk madrasah diantaranya adalah :
Publikasi Informasi dan Berita Madrasah Dengan Blog & Website pamong didik
5 poin penting dalam publikasi informasi madrasah dengan blog / website

Pemilihan platform yang populer dan user friendly.

Dalam pembuatan blog atau pun website misalnya, kita bisa menggunakan sebuah platform yang paling mudah seperti blogspot atau biasa dikenal juga dengan blogger. Bahkan untuk kalangan profesional pun penggunaan wordpress sebagai platform penyajian konten untuk madrasah bisa menjadi salah satu pilihannya. Maka pilihlah penyedia yang memang benar-benar sangat mudah untuk digunakan, karena ketika baru mau mulai saja sudah mau yang ribet gimana mau nerusin selanjutnya.

Layout sebagai penentu kendali navigasi.

Sudah terlalu mainstream ketika blog atau pun website madrasah dengan tampilan layout standar 3 bagian, dimana sebelah kiri dan kanan adalah bagian sidebar dan bagian tengahnya dari postingan recent post. Maka kalau waktu itu saya ikut-ikutan mendesain seperti itu mungkin saya tidak akan mendapatkan peringkat pertama di juara website sekolah yang diadakan oleh BTIKP Dinas Pendidikan Prov. Kalsel pada gelaran TIK 2014 kemaren.
Pemilihan layout yang bisa diganti dengan tampilan post by label/kategori dan juga pemanfaatan responsive web design sepertinya harus menjadi pilihan saat ini untuk membuat website ataupun blog resmi untuk madrasah.

Hosting sebagai gudang data informasi madrasah

Setelah kita menentukan tujuan dari pembuatan website atau pun blog resmi tersebut, mau dibuat seperti apa nantinya. Hendaklah juga memikirkan dimana nanti data-data tersebut akan disimpan. Menggunakan website / blog yang gratisan mungkin akan memudahkan namun jangan sampai nanti semua postingan atau bahkan data-data penting yang telah kita upload akan hilang dengan percuma. maka dari itu sebaiknya dipikirkan juga untuk pemilihan hosting yang mumpuni.

Hosting berkualitas unlimited gigmanity pamong didik
Hosting berkualitas dari gigmanity
Namun jangan takut akan biaya yang mahal, saya yang setahun terakhir ini menggunakan hosting dari gigmanity.com merasakan berbagai kemudahan dari pelayanan yang ditawarkannya. Diantaranya adalah support yang sangat respon akan setiap masalah yang kita hadapi hingga penawaran harga yang sangat murah dibandingkan jasa hosting lainnya. Dan tentu saja, untuk uptime yang 100% ini sangat menjanjikan ketika kita benar-benar memiliki website / blog yang dihosting disana. Silahkan gunakan kode penawaran dari saya dan dapatkan harga spesial dari gigmanity untuk anda.

Konten yang bermutu dan up to date.

Ada berbagai kategori postingan yang bisa disampaikan pada website atau pun blog resmi untuk madrasah. Seperti Profile madrasah yang meliputi profil sekolah tersebut, visi misi dan tujuannya, serta berbagai informasi lainnya yang berkaitan tentang madrasah bisa disajikan, hal ini akan sangat memudahkan para pengunjung ataupun semua orang yang ingin menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut. Penyajian informasi seperti berita madrasah, tulisan guru hingga media pembelajaran yang dibuat oleh para pengajar di madrasah tersebut pun bisa menjadi nilai tambah dari hadirnya portal yang telah dibuat ini.

dan yang terakhir adalah

Pemilihan domain yang mudah diingat.

Walau konteksnya sebagai bagian dari madrasah, pemilihan domain untuk madrasah ini bisa menyesuaikan dengan nama madrasah tersebut. Jangan lah menggunakan domain yang terlalu panjang atau bahkan yang sangat tidak familiar untuk kalangan madrasah tersebut. Seperti halnya saya yang memilih menggunakan domain www.mtsn1clu.sch.id untuk website madrasah saya yang sebenarnya memiliki nama MTsN 1 Candi Laras Utara. Bayangkan ketika harus menuliskannya sepanjang nama tersebut, akan sangat menyulitkan pastinya.

subdomain madrasah id pamong didik
kesempatan emas untuk mendapatkan subdomain madrasah.id
Dan merupakan kabar gembira untuk kita semua, ada teman kita yang ingin berbagi sub domain madrasah.id sebagai bagian perwujudan madrasah lebih baik maka kita bisa mengajukan nama madrasah kita yang telah memiliki platform blogspot untuk memiliki sub domain seperti "namamadrasah.madrasah.id" sehingga mampu menunjukkan website / blog tersebut nantinya benar-benar bagian dari madrasah. Silahkan hubungi saya juga untuk melakukan pengajuan dari subdomain tersebut.


Lalu setelah sepenggal materi presentasi yang telah saya paparkan tersebut, bersiaplah seluruh para peserta untuk memulai blog nya dalam rangka penyajian publikasi informasi dan berita madrasah guna tercapainya tujuan sistem informasi madrasah yang lebih baik.

Untuk yang ingin melihat ataupun mendownload materi presentasi saya silahkan klik pada file yang telah saya upload pada slideshare dibawah ini.


Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh panitia yang telah mempercayakan penyampaian materi pada bimtek tersebut. Mohon maaf ketika ada salah ataupun masih belum sempurnanya materi yang saya sampaikan, untuk selanjutnya bisa berhubungan dengan saya via facebook, telpon ataupun bbm ya.

Terima Kasih.


Kamis, 27 November 2014

Guru Melek IT - Upload Konten Pembelajaran Berbasis ICT

Guru Melek IT  - Upload Konten Pembelajaran Berbasis ICT

Kisah Guru – Pamong Didik. Kembali mengisahkan tentang kegiatan saya yang kali ini di undang untuk mengikuti kegiatan Upload Konten Pembelajaran Berbasis ICT yang diadakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Bertempat di hotel Rodhita, Banjarmasin dengan waktu pelaksanaan dari tanggal 26 s.d 27 November 2014.

Kegiatan upload konten ini sepertinya merupakan lanjutan dari Gebyar TIK 2014 dimana para peserta yang sudah melakukan proses pembuatan media presentasi pembelajarannya diharuskan untuk melakukan upload ke portal pendidikan yang disediakan oleh BTIKP. Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh masing-masing peserta, seperti melakukan tahap akhir untuk melakukan publishing materi pelajaran yang awalnya dibuat menggunakan Microsoft PowerPoint menjadi file berekstensi .swf dengan menggunakan aplikasi tambahan iSpring Sollution.

Banyak hal yang menarik yang bisa saya amati dalam kegiatan tersebut, awalnya pun saya masih bingung untuk menentukan seperti apa hasil akhir yang nantinya bisa ditampilkan pada portal tadi dan dengan terus mencoba akhirnya dapatlah setingan yang ternyata sangat mudah dan terlewatkan untuk dilakukan.

Bahkan ketika proses uploading konten berlangsung, para peserta seperti rebutan koneksi internet yang disediakan oleh pihak hotel. Dan untuk koneksi saya pun dengan tiba-tiba menghilang entah karena terlalu over kouta yang hasilnya saya harus menggunakan koneksi sendiri, untung pake internet unlimited..hehehe…


Portal PPMBTIK - BTIKP
Dan karena proses upload yang bersamaan diantara ke-50 peserta yang mengikuti kegiatan, alhasil ada yang berhasil namun ada juga yang tidak bisa masuk sama sekali. PPMBTIK (Portal Pusat Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis TIK) yang beralamatkan www.ppmbtik.org adalah sebuah portal untuk menampung media presentasi pembelajaran yang disediakan oleh para guru, ada berbagai tingkatan pusat sumber belajar (PSB) yang disediakan mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Untuk portal ini hampir serupa dengan PSB-PSMA yang dulu sering saya ikuti namun sekarang hilang entah kemana, padahal portal tersebut sangat bermanfaat untuk para pendidik. Dan harapan saya pun untuk PPMBTIK ini jangan terjadi hal yang serupa serta terus menjadi acuan bagi para pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT.

Selain melakukan kegiatan upload konten media pembelajaran, kita pun diperkenalkan dengan berbagai materi dalam meningkatkan kualitas presentasi yang telah dibuat. Berbagai acuan untuk tempat download file swf serta pengenalan aplikasi Autoplay dari indigorose pun menjadi materi yang mampu menginspirasi. Saya pun berkeinginan dalam beberapa postingan kedepan akan melakukan update tutorial aplikasi autoplay ini sebagai tambahan dari materi-materi panduan yang telah saya buat mengenai elearning tool seperti iSpring dan Articulate.

Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan acara ini, semoga kedepannya kegiatan ini mampu menjadikan para pendidik yang berkualitas serta tidak gagap teknologi. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya ketika ada kesalahan dari sikap dan ucapan saya kepada seluruh peserta bahkan panitia.

Untuk melihat slide show foto kegiatan silahkan ke sini

Dan semoga lagi… kita mampu menjadi guru yang melek IT sehingga mampu menginspirasi para anak didik kita untuk menjadi lebih baik lagi.


Kamis, 13 November 2014

Guruku Kreatif..Guruku Inspiratif…


Kisah Guru - PamongDidik. Menjadi seorang guru disaat era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat saat ini adalah suatu tantangan yang tidak akan pernah berakhir. Bagaimana tidak? Ketika para anak didik sudah mulai terbiasa dengan perkembangan jaman yang menjadikan mereka lebih berpikir kritis dan enggan untuk berdiam diri maka sudah sepantasnyalah para guru mengambil bagian untuk ikut bersama membawa mereka mengarungi luasnya ilmu pengetahuan dan wawasan yang ada.

Menjadi seorang guru yang kreatif pun harus dilakoni oleh para pendidik, terlebih ketika ingin menjadi guru yang inspiratif untuk para anak didiknya. Karena guru yang kreatif dan juga inspiratif pastilah menjadi dambaan banyak anak didik. Saat ini para anak didik tersebut bukan lagi kertas kosong yang bisa kita tulisi dengan sekehendak hati ini, mereka bahkan bisa lebih menjadi pribadi yang memiliki sikap keingintahuan yang lebih tinggi. Dan ketika bukan kita sebagai para pendidik yang tidak mampu memberikan arahan untuk mampu mengapresiasi yang mereka lakukan, maka siapa lagi?

Untuk menjadi seorang guru yang kreatif tidak hanya dari pemikiran-pemikirannya saya, melainkan juga tindakan yang nyata dan dapat ditiru oleh para anak didik nantinya. Karena dijaman yang sangat kompetitif ini pastilah kreativitas menjadi kunci sukses yang harus diraih. Seorang guru tidak harus kembali memberikan pengajaran yang konvensional, duduk didepan kelas sambil membacakan materi yang akan diberikan atau bahkan hanya memberikan catatan yang harus ditulis siswa berlembar-lembar banyaknya. Namun sang guru tersebut seharusnya bisa untuk memberikan penyegaran akan materi yang diberikan, salah satunya adalah dengan pemanfaatan media presentasi pembelajaran sebagai wujud dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Media Presentasi Pembelajaran sebagai ujung tombak penyampaian materi pelajaran

Pembuatan media presentasi pembelajaran tidaklah sulit, namun bisa pula dikatakan tidak mudah juga. Para guru harus mampu menguasai salah satu aplikasi seperti Microsoft Office Power Point sebagai bagian dari pembuat presentasi. Di kurikulum 2013 ini para siswa pun dibiasakan untuk bisa mempresentasikan materi yang sedang dipelajari, nah bagaimana dengan para gurunya yang ketika memberikan contoh presentasi saja tidak bisa, pastilah nanti hasil akhir dari kegiatan belajar menjadi sangat buruk.
 
Suasana pembelajaran yang saya lakukan
Sebagai seorang praktisi pendidikan, saya merasakan betul arti dari pemanfaatan TIK ini. Menjadi seorang guru disalah satu sekolah madrasah tingkat tsanawiyah (MTs) dengan mata pelajaran Bahasa Inggris menjadikan saya harus memiliki suatu teknik pengajaran yang kreatif dan tidak membebankan siswa. Sebagai contohnya adalah dengan pembuatan media presentasi pembelajaran yang menarik namun tidak terlepas dari tujuan proses mengajar yaitu tercapainya kepahaman siswa akan materi yang diberikan.

Pembuatan media presentasi pembelajaran pun menjadikan saya terus belajar akan perkembangan TIK saat ini, terutama dalam hal penggunaan authoring tool dalam hal merancang media tersebut. Dengan berbagai media presentasi yang telah saya buat akhirnya saya mampu memahami kriteria bagaimana sebuah pemanfaatan TIK dalam hal penggunaan slide presentasi pembelajaran mampu mengakomodir pencapaian hasil yang maksimal. Siswa yang tadinya direpotkan dengan banyaknya buku pelajaran yang harus dipelajari akhirnya menjadi lebih mudah dengan penjelasan yang lebih singkat dan jelas.

Sebagai seorang guru yang harus terus menjadi pribadi yang kreatif dalam mencerdaskan anak bangsa, saya pun terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran yang saya berikan. Berbagai pelaksanaan proses mengajar memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pun saya lakukan, diantaranya adalah pemanfaatan berbagai aplikasi authoring tool seperti media presentasi pembelajaran powerpoint yang digabungkan dengan aplikasi lainnya seperti articulate studio, ispring sollution bahkan microsoft mouse mischief. Diantara berbagai penggunaan aplikasi tersebut, proses pembelajaran menggunakan mouse mischief-lah yang menurut saya lebih disukai oleh para siswa.

Dalam  proses pembelajaran menggunakan mouse mischief tersebut para siswa menjadi lebih tertantang untuk menyelesaikan uji kompetensi yang diberikan. Microsoft Mouse Mischief adalah salah satu aplikasi yang dirancang untuk mampu menggunakan banyak perangkat mouse pada satu tampilan presentasi yang ditampilkan. Prosesnya pun sangat sederhana untuk dipahami, para siswa akan berlomba-lomba menjawab dengan melakukan proses klik pada jawaban yang tersedia untuk memilih jawaban yang tepat.

Proses pembelajaran pun tidak berhenti di kelas sampai bel berakhir berbunyi, melalui blog pamongdidik ini saya ingin terus memfasilitasi para siswa agar dapat terus mempelajari materi pelajarannya. Dunia blogging bukan sesuatu hal yang baru untuk saya, dengan menunjukkan eksistensi saya sebagai peraih runner up pada gelaran TIK 2014 yang diadakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, saya juga ingin menginspirasi para siswa untuk dapat memanfaatkan perkembangan TIK saat ini; bisa juga dibaca postingan saya di Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014.

Manfaatkan Blog sebagai Tempat Berbagi
 
Blog sebagai tempat berbagi
Blog adalah salah satu media TIK yang dapat dimanfaatkan oleh guru kreatif dalam berbagi ilmu pengetahuan, kita bisa menuliskan materi yang akan diajarkan sehingga siswa dapat pula dengan mudahnya mengakses untuk mempelajarinya kembali. Bahkan tidak itu saja, pemanfaatan blog dengan memberikan kuis atau modul tambahan dari materi yang kita buat pun bisa menjadi alternatif pilihan lainnnya. Dan pastinya juga ketika kita memanfaatkan blog sebagai tempat berbagi, tidak hanya para murid yang akan merasakan manfaatnya, para guru yang juga membutuhkan materi pelajaran pun akan sangat terbantukan.

Menjadi seorang guru yang kreatif dan inspiratif haruslah mampu membawa anak didik kearah yang lebih baik. Ibarat seorang pengemudi yang akan membawa penumpangnya kemana tujuan yang hendak dicapainya, tentulah kita harus memberikan alternatif pilihan yang terbaik. Salah satunya adalah memberikan contoh teladan kepada para anak didik pastinya. Jangan terlalu memaksakan mereka untuk menghormati kita ketika kita sendiri pun tidak memberikan contoh apresiasi terhadap apa yang mereka lakukan.

Dan juga menjadi guru yang inspiratif tentunya harus memiliki mental juara.

Kita bisa memberikan teladan kebiasaan kepada para siswa untuk selalu menjadi yang terdepan baik dari segi prestasi akademik maupun non akademik. Dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pun bisa kita lakukan, penggunaan akses internet saat ini yang sudah bukan hal yang susah untuk didapatkan, bisa kita pergunakan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan wawasan yang baru. Siswa diajak berlomba-lomba mengetahui sesuatu yang baru dengan kita sebagai pendidik yang juga harus mampu mengimbanginya sambil membawa mereka bergerak perlahan di arus informasi yang tak terbendung lagi nantinya.

Dalam hal ini pun saya terus berusaha untuk selangkah lebih maju dihadapan mereka, dengan menjadi good listener (pendengar yang baik) akan keluh kesah yang mereka lontarkan secara langsung ataupun melewati media sosial. Akhirnya saya juga bisa memahami permasalahan yang mereka hadapi sehingga bisa juga memberikan alternatif solusi supaya mereka yang saat ini sebagai calon generasi penerus bangsa ini tidak tenggelam dalam suramnya masa depan nantinya.
 
Raih 3 Juara Sekaligus di Gebyar TIK 2014
 
Dan berikut berbagai kegiatan saya dalam proses mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih baik:

  • Pemanfaatan blog sebagai wadah berbagi materi pembelajaran; seperti halnya Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) dalam hal mengajak guru guna memanfaatkan TIK dalam membantu proses mengajar disekolah yang telah diinisiasi oleh Djalaludin Pane Foundation ini sangat menginspirasi saya untuk terus bersemangat dalam memanfaatkan blog ini untuk berbagi materi pembelajaran seperti bahan ajar yang akan diajarkan dalam proses mengajar.

  • Pembuatan berbagai Media Presentasi Pembelajaran; selain terpilih sebagai juara pertama di Lomba Media Presentasi Pembelajaran pada Gebyar TIK 2014 (silahkan baca; Guru pun Harus Menjadi Presenter Profesional) sebagai salah satu tindakan nyata saya dalam pemanfaatan TIK dalam proses mengajar adalah membuat media presentasi pembelajaran ini dan tentunya saya pun membaginya melalui blog supaya dapat dipelajari para anak didik nantinya.
 
  • Pembuatan Modul/Panduan Pembelajaran dan Video Tutorial; ini pun menjadi alternatif saya sebagai guru guna menjadikan proses belajar lebih mudah, sehingga siswa tidak lagi dibebani berbagai tugas untuk melakukan resume pada materi yang akan diajarkan.
 
  • Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Yang Memanfaatkan Berbagai Perangkat TIK; sudah menjadi kebiasaan saya untuk mengajar menggunakan perangkat projector dan media presentasi pembelajaran. Namun ketika perangkat tersebut tidak saya gunakan saya pun mencari berbagai alternatif lain sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan dalam kegiatan yang berlangsung. Sebagai contohnya adalah pada galeri mengajar menggunakan mouse mischef, para siswa sangat antusias dan aktif dalam kegiatan yang berlangsung. (Silahkan juga melihat galeri mengajar saya lainnya).

Dan, ketika saya benar-benar ditanya apakah bermanfaat untuk melakukan proses pengajaran menggunakan kemajuan dari teknologi informasi dan komunikasii (TIK)? Akan saya jawab dengan lantang bahwasanya kegiatan belajar akan menjadi sangat mudah ketika kita mau dan mampu untuk menjadikannya lebih nyaman untuk dipelajari.
 
Salah satunya adalah dengan pemanfaatan berbagai perkembangan TIK baik dari segi perangkat keras  yang tersedia, perangkat lunak yang menunjang dan bahkan pengguna perangkat tersebut untuk menjadikan TIK sebuah senjata ampuh untuk terus meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas yang tanpa batas.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba "Guru Blogger Inspiratif 2014" yang diadakan oleh Gerakan IndiTIK. Tulisan ini adalah karya sendiri dan tidak pernah diikutkan dalam lomba sejenis. Untuk dokumentasi foto adalah hasil karya pribadi. Terima Kasih. #bloggerindiTIK

http://indonesiaterdidiktik.org/



Selasa, 11 November 2014

Guru pun Harus Menjadi Presenter Profesional

 
Kembali Juara Lomba Media Presentasi Pembelajaran - Gebyar TIK 2014

Tulisan Ringan – PamongDidik. Akhirnya sampai juga di bagian akhir trilogi cerita pengalaman mengikuti Gebyar TIK 2014 yang diadakan oleh BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, untuk yang belum membaca postingan saya sebelumnya silahkan baca Sepenggal Cerita Juara Lomba Website Sekolah dan Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014; ya..pada bagian akhir cerita ini saya akan membagikan pengalaman saya mengikuti cabang Lomba Media Presentasi Pembelajaran, pada lomba ini dibagi menjadi beberapa jenjang tingkatan dan saya mengikuti jenjang tingkat SMP/MTs. 

Beruntungnya saya waktu itu karena dengan pembagian jenjang seperti ini akhirnya tidak ikut bersaing dengan tingkatan yang menurut saya sudah lebih profesional dibidangnya. Maklum, untuk mengikuti lomba presentasi ini saya baru pertama kali dan tidak mengetahui bagaimana cara berlangsungnya perlombaan media presentasi pembelajaran.

Saya di Gebyar TIK 2014 - Lomba Media Presentasi Pembelajaran
Foto Bersama Dewan Juri dan Teman Peserta Lomba
Sebelum bercerita tentang jalannya lomba tersebut saya ingin berbagi persiapan saya sebelum mengikuti Gebyar TIK 2014 ini walau pada postingan sebelumnya sudah ada sebagian yang saya ceritakan dan akan saya perluas lagi di postingan ini. Pada persiapan lomba ini saya benar-benar harus membagi waktu untuk melakukan persiapannya, bagaimana tidak? Ketika harus mengikuti ketiga cabang lomba tersebut saya harus benar-benar bisa untuk membuat yang terbaik pada karya yang saya ikutkan.

Seperti ketika saya yang benar-benar tidak mengetahui dimana letak LPMP selaku tempat berlangsungnya proses akhir dari penjurian maka saya yang waktu itu berada di lokasi yang 160 km jauhnya dari kota banjarmasin harus bergegas sehari sebelumnya untuk mencari tahu dimana lokasi tersebut, dan berangkatlah saya sehari sebelum acara berlangsung. Menginap di rumah orang tua yang kebetulan berada di banjarmasin, saya memutuskan pada sore harinya untuk pergi ke lokasi LPMP di Banjarbaru. Namun tidak berhenti sampai disitu, karena lokasi penjurian di LPMP hanya untuk lomba desain website sekolah dan lomba blog guru sedangkan untuk lomba media presentasi pembelajaran dilaksanakan pada tempat BP-PAUDNI (yah, sebetulnya saya sempat begabung di sini sebagai desainer perangkat PAUD sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus saja mengajar di madrasah saya sekarang. Jadi saya tau persis dimana tempatnya tersebut). 

Saat tinjau lokasi LPMP
Karena ada dua lokasi yang berbeda maka saya kembali memikirkan apakah saya bisa untuk mengikuti proses akhir dari penjurian ini. Saya terus berpikir apakah saya harus fokus di satu cabang lomba saja? Apakah saya harus melepaskan dua cabang lomba lainnya? Ataukah saya bisa untuk mencoba mengikuti ketiganya? Dalam perjalanan ke lokasi pertama didalam kepala saya terus berkecamuk pertanyaan-pertanyaan tadi. Namun pada akhirnya setelah sempat nyasar juga mencari tempat LPMP, maka saya putuskan untuk mencoba mengikuti ketiga cabang lomba tersebut. Kalau tidak mencoba bagaimana bisa tau, dan bagaimana bisa saya melepaskan kesempatan ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya. Dan setelah sesampainya di lokasi pertama saya pun mencoba menghitung jarak tempuh dari lokasi LPMP ke BP-PAUDNI, mencari jalan alternatif tercepat bahkan mencoba meminta kepada salah satu panitia disana agar memberikan saya waktu karena harus  menyelesaikan tahapan di lomba lainnya.

Dan hari pertama perlombaan pun datang, setelah mengikuti pembukaan dari Gebyar TIK 2014 ini dimulailah seleksi lomba untuk tahap penjurian akhir. Alhamdulillah ketika itu saya lihat nama saya masuk sebagai nominasi 10 besar di lomba website sekolah, namun tidak berhenti sampai disitu.. saya kemudian mencari di bagian lomba blog guru dan alhamdulillah saya pun masuk diperingkat 10 pada 14 besar peserta yang mengikuti seleksi final. Dan beruntungnya lagi, saya pun dihubungi dibagian lomba media presentasi pembelajaran masuk sebagai 6 besar peserta yang harus mengikuti final di BP-PAUDNI.

10 Besar Lomba Website Sekolah
Kegembiraan itu ada, walau ternyata saya harus mencurahkan perhatian yang lebih pada ketiga cabang lomba tersebut. Dan berlangsunglah proses seleksi final untuk lomba website sekolah, untuk cerita lengkapnya silahkan baca di postingan sepenggal cerita juara lomba website. Dan setelah akhirnya sebagai peserta kedua di presentasi final lomba website sekolah akhirnya saya beranjak ke lomba blog guru yang tempat berlangsungnya hanya disamping lomba website sekolah.

14 Besar Lomba Blog Guru
Beruntungnya diwaktu itu adalah ternyata tidak hanya saya yang harus mengikuti seleksi di lomba media presentasi pembelajaran dan juri pun memberikan kelonggaran kepada para peserta untuk menentukan sendiri urutan untuk mempresentasikan blognya, dan teman-teman lainnya pun sangat bersuka hati memberikan dukungan untuk yang ingin berangkat ke lokasi lainnya. Untuk cerita pada lomba blog guru silahkan baca di postingan Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014.

Akhirnya, sampailah saya di tahapan seleksi final lomba media presentasi pembelajaran.  
Pada lomba ini kita diharusnya menampilkan salah satu bahan ajar kita dalam bentu presentasi berbasis multimedia yang bisa dibuat menggunakan PowerPoint atau dengan aplikasi flash lainnya. Untuk presentasi yang saya buat hanyalah menggunakan aplikasi PowerPoint dengan tambahan authoring tool dari iSpring Sollution

Saya di Gebyar TIK 2014 - Lomba Media Presentasi Pembelajaran
Saya di Gebyar TIK 2014 - Lomba Media Presentasi Pembelajaran

Sebelum akhirnya maju untuk membawakan presentasi, saya sendiri sempat ngerasa down… tidak percaya diri dengan apa yang akan saya tampilkan. Karena energi sudah terkuras di dua tahapan seleksi sebelumnya, terlebih ketika harus melihat tampilan presentasi peserta lainnya yang memang layak untuk diacungi jempol. Dan beruntungnya saya kembali… setelah akhirnya akan giliran saya mempresentasikan karya saya, waktu yang diberikan pun dimulai pada sesi malam sesudah shalat Isya. 

Saat saya mempresentasikan karya
Dan tentunya ketika waktu tersebut beberapa perkiraan saya adalah… Saya bisa menyempatkan untuk istirahat sebentar karena waktu dari magrib ini menuju isya bisa dimanfaatkan untuk menyegarkan pikiran, dan tentunya saya bisa juga memanfaatkannya dengan mengisi perut dulu supaya menambah energi, dan tidak hanya saya… pastinya para dewan juri pun akan melakukan hal yang serupa setelah seharian melakukan penjurian. Jadi intinya adalah keberuntungan sebagai peserta pertama di sesi kedua ini selain bisa mempelajari teknik para peserta sebelumnya, saya pun bisa memaksimalkan penampilan saya dengan perhatian para dewan juri yang masih fresh untuk menilai.

Dan berikut beberapa hal yang menjadi perhatian saya ketika mengikuti lomba media presentasi pembelajaran ini;

    Buatlah Presentasi Pembelajaran Yang Sederhana

      Ya, sederhana dari segi tampilan dan dari segi isinya pula. Karena ini bukan dokumen yang harus dibaca dengan rinci namun ini juga bukan media untuk menampilkan semua bakat kita dalam membuat presentasi.

        Tidak Usah Terlalu Banyak Efek Animasi atau Transisi

          Ya, kadang kita ingin menampilkan seluruh pengetahuan kita dalam menggunakan efek animasi dalam presentasi, namun hal tersebut tidaklah terlalu penting untuk dilakukan. Kembali ke poin pertama; buatlah presentasi yang sederhana sehingga tidak menjadikan siswa kehilangan fokus untuk belajar.

            Hindari penggunaan animasi flash atau clipart yang berlebihan

              Masih ke poin pertama yang mengharuskan presentasi sederhana, maka sebaiknya tidak perlu menggunakan animasi flash atau clipart yang terlalu banyak.

                Pahami Alur Navigasi Pada Presentasi

                  Nah, kadang kita membuat tombol navigasi sebagai tombol cepat mengakses slide yang kita buat. Tapi terkadang kurangnya pengetahuan ini akan menyebabkan kita bingung sendiri dalam penyampaian presentasi media pembelajaran tersebut.

                  Juri pun fokus menilai
                  Yah, setidaknya begitulah yang saya dapat ketika proses penilaian akhir dari lomba presentasi media pembelajaran. Saya membuat media pembelajaran yang sederhana namun tujuan dari tercapainya fokus siswa dalam memperhatikan presentasi yang kita buat itulah yang harus diperhatikan. Saya pun hanya menggunakan iSpring Quizmaker sebagai tambahan untuk pembuatan uji kompetensi siswa yang digabungkan dengan powerpoint tersebut, tidak seperti teman-teman lain yang menguasai VBA sebagai proses penilaiannya dan bahkan ketika pertama kali saya mempersiapkan untuk presentasi dihadapan para juri ada yang nyeletuk dengan mengucapkan “ah..pada tahun kemaren ku juga menggunakan trigger untuk pembuatan presentasi pembelajaran ini, tapi ternyata tidak terpilih sebagai juara”. Nah dari celetukan tersebut saya yang ternyata hanya menggunakan fungsi trigger mampu menjadi juara pertama di Lomba Media Presentasi Pembelajaran

                  Yaa..walau dengan efek trigger, yang terpenting adalah penyajian yang kita berikan. Ingat ini presentasi untuk pembelajaran, kita harus bisa menyesuaikan keinginan para siswa sebagai penerima presentasi ini, bukan untuk menjadi sebuah wadah sajian dari keinginan pribadi dalam menyajikan pengetahuan dalam menguasai aplikasi pembuat presentasi.

                  Sesama Juara Lomba
                  Wah..banyak juga ternyata cerita saya. Semoga di trilogi pengalaman yang saya bagikan ketika mengikuti gelaran Gebyar TIK 2014 ini mampu menginspirasi teman-teman semua. Sesungguhnya ketika kita benar-benar ingin menjadi yang terbaik pasti ada jalan untuk mencapainya. Saya pun bersyukur akhirnya mampu mewujudkan impian saya untuk menjadi guru yang berprestasi dan mampu menginspirasi anak didik saya nantinya.



                  Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan gelaran tersebut dan terima kasih kepada seluruh teman-teman yang ikut memeriahkannya dan mohon maaf ketika ada ucapan bahkan perbuatan saya yang menyinggung perasaan kalian.

                  Terima kasih…

                  Minggu, 09 November 2014

                  Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014

                  Blogger Guru Inspiratif di Gebyar TIK 2014
                  Tulisan Ringan – PamongDidik. Masih melanjutkan sepenggal cerita juara lomba dari pengalaman mengikuti gelayaran Gebyar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 2014 yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk cerita pada postingan ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman pertama saya mengikuti lomba blog guru pada salah satu cabang lomba yang diadakan di Gebyar TIK tersebut.

                  Sebuah ucapan yang terucap dari mulut salah seorang sahabat yang waktu itu melihat ambisi saya dalam mengikuti gebyar TIK tersebut adalah “Sudah di unjuni, di lunta’i nah ini di tangguk ha pulang”, ucapan dari bahasa banjar yang maksudnya adalah ketika saya yang waktu itu dengan semangatnya mengikuti ketiga cabang lomba yang diadakan, lomba website sekolah yang saya wakili akhirnya mendapatkan juara pertama; baca postingan sebelumnya, sepenggal cerita juara lomba website sekolah, lomba blog guru yang walau hanya mendapatkan posisi runner up tetap menjadi kebanggaan saya tersendiri, dan di lomba media pembelajaran yang juga mendapatkan peringkat pertama; maka ketiga cabang lomba tersebut dengan sangat antusias saya raih sebagai juara umumnya.

                  Ya, serakah memang kalau dilihat dari ketiga cabang lomba yang saya ikuti akhirnya mampu meraih kesemua juara; dengan netbook dan uang tunai yang saya raih akhirnya impian saya terwujud sebagai guru inspiratif walaupun hanya berada di tempat yang jauh dari perkotaan, dengan keadaan yang seadanya akhirnya mampu memotivasi saya sebagai insan yang kreatif memanfaatkan bakat dan pengetahuan yang ada.

                  Kembali ke cerita bagaimana pengalaman saya mengikuti lomba blog guru ya…

                  Dunia blogging untuk saya pribadi bukanlah hal yang baru, karena saya sudah mengenal blogging pada tahun 2007an melalui blog saya yang sampai saat ini terbengkalai tak terurus dengan domain zonamerah.blogspot.com sempat juga blog tersebut menang kontes dengan hadiah domain zonamerah[dot]com namun akhirnya pun kembali tak dapat dihidupkan lagi. Sedih memang, namun dengan blog yang baru ini saya terus membulatkan tekad untuk terus terjun dalam dunia blogging.

                  Blog pamongdidik ini dibuat pada awal januari 2014, sehingga ketika mengikuti lomba blog guru pada gebyar TIK pada tanggal 13-14 Agustus 2014; blog ini masih sangat muda sekali umurnya. Dengan mengambil nama Pamong Didik dan tagline “Inspirasi Pendidik Masa Kini”, saya ingin menjadikan blog ini sebagai acuan dari para pendidik dalam menggembangkan bakatnya demi kemajuan pendidikan dimasa yang akan datang.
                  Berbagai tampilan blog pamongdidik pada perangkat teknologi
                  Pada lomba blog guru ini kriteria penilaian sangat beragam, mulai dari layout, konten serta penyajian presentasi kita pada saat penjurian pun harus sudah kita persiapkan sebelumnya. Dan alhamdulillah ketika penjurian untuk blog ini saya mampu menampilkan yang terbaik, walau hasilnya hanya berada di posisi runner up alias juara kedua. Satu hal yang menjadi kesan berarti saya adalah masalah layout dari blog tersebut, karena keceplosan bahwa saya memiliki kemampuan dalam bidang desain grafis namun dari layout blog ini masih tidak memenuhi unsur tata halaman yang baik dari segi warna, penggunaan font bahkan beberapa tampilan halaman sangat engga banget deh kata para juri. Namun nilai lebihnya kata mereka ada pada bagian konten yang memang orisinil saya berikan.

                  Blog guru yang seharusnya bisa berbagi media pembelajaran, mampu memfasilitasi para siswa untuk kembali belajar walau tidak berada dilingkungan sekolah akhirnya bisa saya terapkan pada blog ini. Beberapa bahan ajar yang saya upload menjadi nilai tambah setelah kesalahan pada pengaturan layout halaman blog. Yah, setidaknya saya sudah memberikan yang terbaik untuk ikut dalam gelaran tersebut. Tapi tidak sampai disitu kepasrahan saya, arahan dan masukan para juri saya terima dengan terbuka, meminta masukan untuk menjadikan blog ini lebih baik tidak saya sia-siakan, mendengarkan apa yang mereka inginkan akhirnya mampu menjadikan saya bertambah wawasan dan ilmu pengetahuan lainnya.

                  Menurut saya, seluruh peserta sangat bagus dalam pembuatan blog mereka masing-masing. Bahkan untuk peringkat pertama saja itu sudah dapat saya pastikan sebelum penjurian berlangsung pun pasti akan didapatnya. Kualitas konten dan layout yang diberikannya menjadi hal yang berkualitas, apalagi ketika presentasinya (walau saya tidak bisa melihat seperti apa, yang jelas sangat disayangkan para peserta tidak diperbolehkan untuk melihat presentasi peserta lainnya)

                  Proses dalam pembuatan blog ini menjadi hal yang tidak sederhana ketika saya harus memberikan waktu luang yang lebih untuk mengikuti ketiga cabang lomba pada gebyar TIK 2014 tersebut, bagaimana tidak? Ketika saya harus mencurahkan untuk melakukan maintenance pada website madrasah yang saya ikutkan, saya pun harus mempersiapkan materi media pembelajaran yang saya ikutkan pula pada cabang lomba media pembelajaran dan juga pada akhirnya saya harus mencurahkan perhatian besar pula pada blog ini.

                  Dan… alhamdulillah perhatian besar tersebut dengan motivasi yang kuat akhirnya saya mampu mewujudkannya, pulang dari kegiatan gebyar TIK dengan tidak tangan hampa pun dapat saya lakukan.

                  Semoga di gelaran Gebyar TIK berikutnya saya bisa berkontribusi lagi dalam cabang lomba yang diadakan, dan untuk seluruh teman-teman semuanya.. semoga kita bertemu lagi ya… semangat terus bloggingnya euy…

                  Sabtu, 08 November 2014

                  GEBYAR TIK 2014 - Sepenggal cerita juara lomba website sekolah


                  Gebyar TIK 2014 - Juara Lomba Website Sekolah
                  Berawal dari kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2014, akhirnya saya mampu menunjukkan eksistensi saya dalam dunia informasi dan komunikasi. Mengikuti lomba yang diadakan pada Gebyar TIK 2014 ini, pada cabang lomba website sekolah akhirnya saya mampu meraih nominasi juara diantara website-website sekolah lainnya. Dan menariknya lagi, sekolah saya adalah satu-satunya madrasah tingkat tsanawiyah yang ikut pada gelaran lomba tersebut.

                  Sudah lama berselang dari kegiatan lomba tersebut, namun baru sempat sekarang ini saya menuliskan cerita pengalaman mengikuti gelaran gebyar TIK 2014 itu. Berikut ini akan saya ceritakan pengalaman saya yang pertama kali mengikutinya namun akhirnya hasil yang didapat sangat-sangat memuaskan.

                  Tulisan ini akan saya bagi menjadi 3 bagian, hal ini dikarenakan saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti ketiga cabang lomba yang diadakan. Diantaranya adalah lomba website sekolah, lomba blog guru dan lomba presentasi media pembelajaran. Dan yang menjadi kebanggaan saya pribadi adalah ketika saya yang baru pertama kali mengikuti lomba tersebut akhirnya mampu melakukan hatrick juara.Silahkan juga baca Hatrick Juara di Gelaran Gebyar TIK 2014 - Portal Kalsel.Kemenag.go.id

                  Baiklah untuk cerita yang pertama adalah ketika saya mengikuti salah satu lomba website sekolah. Untuk kali pertamanya saya menjadi operator website di madrasah yang saya tempati, dan mengikuti jejak salah satu teman di madrasah lain yang sudah lebih dulu menjadi juara pada gelaran serupa pada tahun sebelumnya, saya sangat terpacu semangat untuk menjadikan madrasah saya juga lebih baik lagi.

                  Dimulai dari mengajukan nama domain kepada kepala madrasah dengan menunjukkan bahwa setiap sekolah setidaknya harus memiliki website guna menyampaikan informasi dan komunikasi kepada khalayak luas dan juga membantu sebagai salah satu program kehumasan akhirnya disetujui juga untuk diproses keinginan saya dalam membuat website madrasah. Bermodalkan setiap postingan yang kami selalu tampilkan pada website Kemenag; (Saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan untuk menulis berita dan semuanya ditampilkan untuk menunjukkan bahwa madrasah juga lebih baik, dan tentunya pengalaman jurnalistik saya kembali terasah ketika harus menjadi ujung tombak penyampaian informasi dan komunikasi dari madrasah) akhirnya dimulailah dibuatkan blog untuk sekolah, tidak berhenti sampai disitu perjuangan saya. Gonta-ganti template bahkan beberapa pindah dan backup platform blog pun dilakukan untuk menjadikan website madrasah ini lebih mudah dan lebih enak untuk ditampilkan dan akhirnya tampilan akhir yang bisa saya berikan adalah yang sekarang ini bisa diakses pada domain www.mtsn1clu.sch.id. 

                  Kembali ke cerita saya dalam mengikuti lomba website sekolah.

                  Setelah merasa siap akhirnya saya memberanikan diri untuk mendaftarkan website tersebut kedalam gelaran lomba. Dan tidak disangka-sangka kabar gembira itupun datang, melalui sebuah telepon yang mengabarkan saya masuk nominasi peserta yang nantinya bersiap untuk presentasi sebagai penjurian akhir.
                  Daftar peserta lomba desain website sekolah
                  Sedikit yang bisa saya bagikan kepada kalian semua bahwa tulisan ini selanjutnya bukan untuk mengatakan bahwa peserta lainnya tidak bagus atau apalah, namun hanya ingin mengoreksi keseragaman yang terus kita lakukan secara bersama-sama entah itu disengaja atau tidak. Tentunya saya pun berharap kedepannya bisa terus belajar dan belajar untuk pencapaian yang lebih baik lagi.

                  Berikut hal-hal yang saya kira saya bisa berbeda dengan peserta lainnya, anti mainstream  yang saya lakukan sehingga saya mampu menunjukkan karya saya tidak sama dengan mereka.

                  Template yang serupa namun tak sama.

                  Ya, saya katakan serupa karena menurut pengamatan saya diawal ketika ingin mengikuti lomba website sekolah ini, saya melihat-lihat para pemenang sebelumnya dan saya bandingkan dengan berbagai perkiraan pada sekolah-sekolah yang kemungkinan akan ikut lomba.

                  Template mereka hampir sama yaitu terbagi menjadi dua atau tiga kolom, dimana pada bagian kiri atau kanan terisi dengan beberapa widget-widget dan pada bagian tengah merupakan kolom utamanya yang berisi informasi dan berita sekolah.

                  Penggunaan elemen / widget yang tidak perlu.

                  Tentunya kita merasa sangat bangga ketika mampu meletakkan beberapa bagian elemen tambahan pada blog atau website kita. Namun tidak tahukah bahwa hal tersebut nantinya akan memperlambat proses penampilan halaman tersebut, salah satu contohnya adalah penggunaan tampilan alamat IP pengunjung. Hal menarik apakah yang bisa kita berikan ketika kita menampilkan elemen tersebut, setidaknya itu menurut saya adalah hal yang bagus namun bisa dihindari dalam penggunaan elemen tambahan. Bahkan untuk statistik pengguna, audio player atau video yang otomatis berjalan ketika halaman dibuka pun sangat mengganggu terlebih ketika harus menunggu beberapa waktu untuk menghindari melakukan klik pada halaman fanpage di facebook.

                  Konten yang tidak update

                  Salah satu hal yang menarik lagi adalah adanya website lama yang didaftarkan, dan saya lihat pun sudah tidak update lagi untuk kontennya, padahal website sekolah setidaknya mampu menyajikan hal-hal yang terjadi saat ini sehingga ketika ada seseorang atau kelompok tertentu mencari beberapa informasi mengenai sekolah tersebut sudah bisa diketahui mengenai website sekolahnya.

                  Tentunya masih banyak lagi yang ingin saya bagi mengenai pengamatan saya dalam mempertimbangkan dan mempersiapkan diri dalam lomba website sekolah di gelaran gebyar TIK 2014 kemaren. Dan berikut ini pun saya berikan sedikit tampilan panduan yang saya kirimkan sebagai persyaratan pendaftaran pada gelaran tersebut.


                  Walaupun panduan ini tidak seluruhnya dipersiapkan sebagai bagian dari kesiapan peserta lomba, saya pribadi pun menganggap hal ini sangat vital. Bagaimana tidak? Ketika kita ingin menampilkan apa yang akan kita presentasikan, pastilah kita sudah mempersiapkannya dengan lebih baik. Dan presentasi yang saya tampilkan pun sebagai pembuka dihadapan para juri sudah saya persiapkan dengan baik walaupun tidak begitu banyak. Yang jelas saya ingin menunjukkan bahwa kesiapan saya sebagai poin pertama yang harus saya maksimalkan untuk memenangkan lomba tersebut.

                  Sedikit saran saya untuk para peserta di gelaran gebyar TIK yang akan datang dalam mempersiapkan presentasi website sekolah kita dihadapan para juri.

                  Siapkan panduan untuk pengguna

                  Panduan ini penting menurut saya, latar belakang yang kita tulis beserta beberapa bagian yang bisa kita tunjukkan akan mempermudah mereka para dewan juri untuk mengetahui lebih awal daripada nanti mendengarkan celotehan kita yang terkadang malah gugup dihadapan mereka, sehingga akhirnya presentasi kita menjadi kacau dan hal-hal yang seharusnya bisa kita sampaikan menjadi tidak dapat terucapkan. Dan tentunya tidak lupa untuk persiapkan beberapa hasil printout tersebut lalu bagikanlah kepada para dewan juri sebelum penilaian berlangsung, pastinya akan menjadi nilai tambah kita.

                  Siapkan pengantar presentasi

                  Presentasi pembuka ini juga penting, kita tidak perlu langsung menampilkan website secara keseluruhan. Latar belakang pada panduan yang sebelumnya kita tulis tadi bisa kita tampilkan untuk membuat para juri tertarik mendengarkan presentasi kita selanjutnya.

                  Siapkan halaman website yang akan ditampilkan

                  Hal ini yang menurut saya juga sangat penting untuk dilakukan. Ketika website dibuka secara online, kemungkinan terjadinya beberapa gangguan akan menimbulkan beberapa poin kekurangan pada presentasi kita. Dalam hal ini saya melakukan suatu cara yaitu membuka seluruh halaman yang akan saya tampilkan dan menyimpannya secara offline, guna menghindari kegagalan proses loading pada halaman website tersebut. Beberapa bagian tab pada web browser sudah saya persiapkan sehingga langkah selanjutnya ketika ingin menampilkan halaman yang diminta sudah dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa hambatan.

                  Wah, ternyata banyak juga hal yang bisa saya bagikan ketika saya mengikuti kegiatan lomba website tersebut. Dan hasilnya pun saya rasa sangat memuaskan. Bagaimana tidak? Ketika saya yang baru pertama kali mengikuti lomba ini mampu menjadi juara pertama mengalahkan beberapa sekolah unggulan lainnya. 
                  Setidaknya dalam hal ini saya hanya ingin menunjukkan bahwa kami yang berada di daerah jauh dari perkotaan pun mampu bersaing dengan yang lain. Dan ini tidak menjadikan saya besar kepala sehingga malas untuk belajar, bahkan sampai saya menulis postingan ini saya terus merasakan kerinduan akan kebersamaan dengan para peserta lainnya yang berbagi cerita, ilmu bahkan rasa kekeluargaan saat gelaran gebyar TIK 2014 kemaren.

                  Semoga kita bisa bertemu lagi pada gelaran Gebyar TIK 2015 yang akan datang... dan terima kasih kepada pihak Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Provinsi Kalimantan Selatan atas gelaran yang telah diselenggarakan ini.

                  Minggu, 26 Oktober 2014

                  Maaf Pak, Saya Belum Cukup Umur

                  Mari Berinternet Sehat dan Aman

                  Tulisan Ringan – Pamong Didik. Ada sebuah cerita menarik yang menggugah perhatian saya saat ini, suatu ketika disalah satu kelas yang saya ajarkan saat itu saya bertanya kepada mereka apakah mereka menggunakan jejaring sosial? Sebagian besar diantara mereka mengacungkan tangan pertanda bahwa mereka telah menggunakannya, diantara mereka pun selain menggunakan facebook sudah mengenal dengan twitter, path bahkan instagram. Namun yang menarik perhatian saya adalah seorang siswi yang merupakan pelajar aktif dikelas tersebut tidak mengangkat tangannya, padahal pernah sekali waktu saya bertemu dengan orang tuanya yang menceritakan bahwa anak mereka tersebut sudah mempunyai perangkat komputer sendiri. Lalu saya pun bertanya kepadanya apakah benar kalau dia tidak memiliki atau bahkan tidak menggunakan jejaring sosial. Dan jawaban yang diberikannya benar-benar menghentakkan hati saya ketika dia berkata, “Maaf pak, saya belum cukup umur”.

                  Di era teknologi yang telah berkembang pesat saat ini akan sulit untuk membendung keinginan untuk tidak berkecimpung didalamnya. Apalagi ketika kita harus mengikuti perkembangan dari sosial media. Jejaring sosial yang beragam memudahkan kita untuk saling terhubung dengan sesama, baik itu teman lama diwaktu kecil, waktu masih masa-masa sekolah ataupun disaat sekarang.
                  Terlebih ketika media sosial pun mampu mendekatkan para pendidik dengan anak didiknya seperti yang sekarang ini saya lakukan. Di saat sekarang ini kemudahan menggunakan internet merupakan salah satu tindakan yang tidak bisa kita hindari, hanya saja sebenarnya kita mampu menjadi seseorang yang pandai atau tidak dalam menggunakannya.

                  Pernyataan yang menyatakan bahwa dia belum cukup umur tersebut sangat menyentuh perhatian saya, diantara para siswa dan siswi yang baru memasuki ke tingkat 7 di sekolah menengah pertama ini menunjukkan bahwa diantara mereka masih belum berumur 17. Padahal diantara jejaring sosial tersebut ada peraturan yang mengharuskan penggunanya berumur 17tahunan, dan untuk saat ini kalau saya lihat batasan pengguna facebook adalah 13 tahun. Umur merupakan salah satu dari bagian petunjuk tingkat kedewasaan seseorang, dan menurut saya ketika dia berkata tersebut mampu untuk menghindari hal-hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Hal seperti inilah yang akhirnya menjadi celah masuknya hal yang positif atau bahkan negatif. Tidak jarang banyak para anak-anak memalsukan umurnya ataupun yang lebih parah lagi hal tersebut dibantu orang tua mereka.

                  Penggunaan teknologi yang tepat setidaknya sudah harus diajarkan sejak dini kepada anak, para orang tua, guru bahkan masyarakat pun jangan sampai gaptek terhadap perkembangan teknologi saat ini. Untuk mewaspadai hal-hal yang tidak di inginkan dikemudian hari menimpa anak didik ataupun anak kita pribadi tentunya.

                  Kedewasaan tentunya mampu menimbang mana yang sepatutnya dilakukan atau tidak, siswi tadi setidaknya mampu menegur saya ketika saya dengan semangatnya menjelaskan arti pentingnya internet. Namun ketika penjelasan saya tersebut tidak diiringi dengan kontrol penggunanya akan menjadi hal yang sangat tidak berarti saat mereka menyalahgunakan kemajuan teknologi yang sudah dalam genggaman.

                  Dan dari teguran itupulalah saat ini, saya selalu menyerukan kepada mereka agar terus berinternet dengan sehat dan aman. Saya berbagi kisah ini semoga  internet terus membawa kebaikan untuk kita semua.

                  Tulisan ini diikutkan dalam  Giveaway Edukasi | Dari Mereka Aku Belajar “

                  “Dari Mereka Aku Belajar”

                  Arsip Blog