Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Bahasa Indonesia SMA Kelas X. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Menulis Gagasan Untuk Mendukung Suatu Pendapat Dalam Bentuk Paragraf Argumentatif


Menulis Gagasan Untuk Mendukung Suatu Pendapat
Dalam Dalam Bentuk Paragraf Argumentatif


Indikator:
·      Mendaftar topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif;
·      Menyusun kerangka paragraf argumentatif;
·      Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif;
·    Menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dll.) dalam paragraf argumentatif;
·      Menyunting paragraf yang ditulis teman.

A.     Pengertian Paragraf
Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan dalam sebuah karangan. Dalam paragraf terkandung satu gagasan yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut. Setiap paragraf terdiri dari kalimat utama/ kalimat topik dan kalimat penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Sedangkan gagasan penjelas adalah gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.

B.      Syarat-syarat Pembentukan Paragraf
1.       Kesatuan
Setiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Fungsi paragraf adalah mengembangkan gagasan pokok tersebut. Kalimat dalam paragraf tersebut harus mendukung gagasan pokok.
2.       Kepaduan
Syarat kedua pengembangan paragraf adalah kepaduan atau koherensi. Satu paragraf dibangun oleh kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Jadi, antarkalimat dalam paragraf harus saling mendukung kalimat yang lain.
3.       Kelengkapan
Satu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat utama.

C.      Jenis-jenis Paragraf Berdasarkan Tujuan
a.       paragraf argumentatif;
b.      paragraf persuasfif;
c.       paragraf ekspositif;
d.      paragraf naratif; dan
e.      paragraf deskriptif.

Paragraf Argumentatif
Paragraf argumentatif  adalah paragraf yang mengemukakan pendapat/ ide/ gagasan, alasan, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuan paragraf argumentatif adalah untuk meyakinkan pembaca agar pembaca yakin bahwa pendapat/ ide/ gagasan penulis benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentatif
F  Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
F  Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
F  Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
F  Penutup berisi kesimpulan.
Contoh paragraf argumentatif
Akhir-akhir ini tempe sudah tidak lagi menjadi makanan orang-orang pinggiran atau kampung. Betapa tidak, seiring menjamurnya makanan-makanan instan dan modern yang mengandung berbagai bahan pengawet, tempe tetap menjadi makanan tradisional kebanggaan bangsa Indonesia. Terdapat banyak kandungan protein nabati yang tinggi di dalam tempe. Bahkan di Jakarta terdapat rumah makan yang menggunakan menu tempe untuk disajikan dalam berbagai makanan yang lezat. Karena kandungan gizi yang tinggi dan alamiah itulah tempe sudah mulai merambah pasar internasional. Tempe sudah menjadi makanan lokal yang mengglobal di tengah makanan yang hanya nikmat di lidah saja.

Kesimpulan paragraf argumentatif di atas adalah:
Tempe sudah menjadi makanan masyarakat luas yang mampu bersaing dengan makanan lezat lainnya.

Jenis Paragraf Argumentatif
1)      Paragraf argumentatif rincian
Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentasi tentang Jiwa Kepahlawanan.


Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang kehidupan.

1.      Paragraf argumentatif contoh
Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.

Contoh:
Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif. Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung. Jika kita menggunakan etanol dari jagung, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan. Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan?

2.      Paragraf argumentatif sebab-akibat
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Contoh paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen.

Contoh:
Musim kemarau tahun ini sangat panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal. Hal ini diakibatkan karena pohon-pohon dihutan tersebut ditebang secara liar oleh masyarakat setempat.

3.      Paragraf argumentatif akibat sebab
Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.

Contoh:
Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup. Es di Kutub Selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.

Menyusun Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahkan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi. Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat kerangka tulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas. Perbedaannya gaya konvensional membuat kerangka dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan gaya bebas, menulis dulu apa saja yang diketahui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi kerangka.

Perhatikan contoh kerangka karangan tentang Perjuangan Seorang Ibu berikut!
Topik                     : Perjuangan
Subtopik              : Perjuangan seorang ibu

Kerangka karangan
Kerangka karangan
1.       Sejak dalam kandungan
2.       Pemeliharaan sejak bayi sampai besar
3.       Memberikan kasih sayang
4.       Memberikan perhatian dan kasih sayang
1.       Perjuangan tiada henti
2.       Memberikan kehidupan
3.       Perjuangan pemeliharaan
4.       Terus memberikan kasih sayang

Pengembangan kerangka karangan:
Perjuangan ibu tampaknya perjuangan yang tiada henti. Sejak kita di dalam kandungan, ibu telah memberikan kehidupan untuk kita sampai melahirkan. Perjuangan itu disambung dengan pemeliharaannya terhadap kita dengan tulus saat kita bayi, anak-anak, hingga masuk dunia pendidikan. Akankah kasih sayang itu berakhir? Tidak. Ibu terus memberikan kasih sayangnya, perhatiannya, dan segala rasa cintanya dengan membimbing kita dalam hidup ini. 

Kata penghubung (konjungsi)
Konjungsi adalah  kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.

Macam-macam konjungsi antarkalimat
1.       Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya.
Contoh konjungsi    : biarpun demikian/ begitu, sekalipun demikian/ begitu, sesungguhnya demikian, begitu, walaupun demikian/ begitu, meskipun demikian/ begitu.
F  Saya tidak suka dengan cara dia berbicara. Walaupun demikian, saya harus tetap menghormatinya.

2.       Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya
F  Untuk hari ini, yang akan saya pelajari pertama  adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah itu, saya akan belajar Matematika

3.       Konjungsi yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : tambahan pula, lagi pula, dan selain itu
F  Kami menyambut tahun baru dengan kemeriahan kembang api. Selain itu, suara terompet juga ikut menambah semaraknya suasana tahun baru.

4.       Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sebaliknya
F  Janganlah kita membuang sampah di sungai ini! Sebaliknya, kita harus menjaganya agar tetap bersih untuk mencegah terjadinya banjir

5.       Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : malahan dan bahkan
F  Penduduk di Indonesia banyak yang mengalami masalah ekonomi. Bahkan, ada penduduk yang sampai bunuh diri karena masalah ekonomi tersebut.

6.       Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya
Contoh konjungsi    : namun dan akan tetapi
F  Situasi di desa kami sudah cukup aman setelah terjadi gempa tadi pagi. Akan tetapi, pihak yang berwenang  menyuruh warga agar tetap waspada karena ada kemungkinan terjadinya gempa susulan.

7.       Konjungsi yang menyatakan  konsekuensi
Contoh konjungsi    : dengan demikian
F  Kamu telah terpilih menjadi ketua kelas bulan ini. Dengan demikian, kamu harus menjalani tugasmu dengan sebaik-baiknya.

8.       Konjungsi yang menyatakan akibat
Contoh konjungsi    : oleh karena itu dan oleh sebab itu
F  Aku sudah melarangnya untuk melakukan hal itu. Oleh karena itu, biarkan saja dia merasakan akibatnya.

9.       Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.
Contoh konjungsi    : sebelum itu
F  Ahmad telah berhasil memecahkan rekornya sendiri dalam ajang SEA Games tahun ini. Sebelum itu, dia juga pernah memecahkan rekor atas namanya sendiri pada ajang SEA Games tiga tahun yang lalu.

10.   Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya.
Contoh konjungsi    : sesungguhnya dan bahwasanya
F  Temanku mengalami kecelakaan tadi siang. Sesungguhnya, aku sudah mencegahnya untuk tidak mengendarai sepeda motor saat hujan tadi siang.




Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat Dengan Membaca Memindai



Merangkum Seluruh Isi Informasi Teks Buku Ke Dalam Beberapa Kalimat
Dengan Membaca Memindai

Indikator :
1.      Mencatat pokok-pokok isi informasi pada halaman bab tertentu yang dirujuk;
2.      Merangkum seluruh isi informasi (yang diperoleh dari halaman bab tertentu) ke dalam beberapa kalimat.

Membaca memindai merupakan cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Teknik ini cocok dilakukan ketika menghadapi teks yang sangat banyak, tetapi dalam waktu yang sangat sempit. Teknik membaca ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman umum dari suatu bacaan.

Langkah-langkah membaca memindai dalam bentuk buku, yaitu:
  1. menyurvei halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks buku;
  2. membaca halaman demi halaman teks dengan cepat untuk menemukan gagasan pokok dari halaman-halaman buku itu;
  3. melirik setiap halaman buku hanya untuk  menemukan kata atau keterangan tertentu yang diinginkan.
 Membaca memindai/ tatap (scanning)
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Scanning atau membaca memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.
Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara cepat ke seluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan, gerakan mata berhenti, tanpa melihat kata yang lain. Membaca scanning/ memindai misalnya membaca mencari arti kata di kamus, membaca acara siaran di televisi, membaca daftar perjalanan, mencari nomor telepon di buku telepon, membaca daftar menu makan di rumah makan, membaca jadwal pelajaran, mencari pada papan pengumuman, mencari topik pada daftar isi sebuah buku, membaca tabel dll.

Membaca memindai sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Salah satu teknik yang dianggap populer adalah SQ3R. Teknik ini diperkenalkan oleh Francis P. Robinson tahun 1941. teknik SQ3R dillakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
FLangkah 1: S-Survei
Survei atau prabaca dilakukan dengan melihat seluruh organisasi bacaan secara cepat. Tujuannya untuk mendapat kesan umum atau untuk memperoleh  hal-hal menarik dari bacaan itu.
Flangkah 2: Q-Question
Pada saat melakukan survei, ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang bacaan itu. Gunakan 5W + 1H. Dengan adanya berbagai pertanyaan itu, cara kita pun menjadi lebih aktif dan lebih mudah menangkap yang ada daripada hanya dengan asal membaca.

FLangkah 3: R-Read
Baca tulisan itu bagian demi bagian. Bersama dengan itu, carilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan. Konsentrasikan perhatian kita pada bagian bacaan yang dianggap sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Perlambatlah kecepatan membaca pada bagian yang dianggap penting atau sulit. Percepatlah proses membaca pada bagian-bagian yang tidak penting atau yang telah diketahui maksudnya.
F Langkah 4: R-Recite
Setiap selesai membaca suatu bagian, berhentilah sejenak. Kemudian, cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan atau merenungkan hal-hal penting dari setiap bagiannya. Pada kesempatan yang sama, kita dapat juga membuat catatan seperlunya. Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bagian itu sekali lagi.
F Langkah 5: R-Review
Setelah selesai keseluruhan dari apa yang harus dibaca, ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul serta subjudul  atau bagian-bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat kembali. Selain membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman, membaca ulang juga bermanfaat untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita lewati sebelumnya.

Rangkuman sering pula disebut dengan ikhtisar, yakni penyajian singkat dari suatu karangan. Akan tetapi, rangkuman lebih identik dengan ringkasan untuk karangan yang lebih panjang, misalnya berupa buku. Ide-ide pokok yang tersebar dalam banyak bab atau beberapa buku, disatukan ke dalam satu bentuk karangan ringkas. Adapun ikhtisar merupakan ringkasan untuk karangan-karangan singkat, misalnya untuk satu atau dua bab.
Dengan demikian, merangkum merupakan kegiatan menyingkat bacaan dengan tetap mempertahankan urutan isinya. Merangkum mengandung arti mengambil inti karangan. Jenis ini dilakukan dengan cara mengambil inti/ pokok-pokok informasi dalam karangan, lalu menyusunnya kembali menjadi lebih pendek dengan kata-kata dan kalimat yang dirangkai sendiri oleh penyusunnya. Manfaat merangkum merupakan sarana untuk mengingat isi buku atau uraian yang sangat panjang. Rangkuman memuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan membaca rangkuman, Anda seakan-akan memahami keseluruhan buku tersebut secara utuh.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat ringkasan atau rangkuman dalam bentuk buku, yakni sebagai berikut:
1.      Membaca naskah aslinya
Sebelum merangkum, kita harus membaca teks bacaan seluruhnya untuk mengetahui kesan umum, terutama maksud penulis dan sudut pandangannya.
2.      Mencatat gagasan utama
Mencari gagasan utama dalam setiap paragraf. Atau, mencari informasi pokok dalam setiap paragraf.
3.      Membuat reproduksi
Setelah melalui kedua tahap tersebut, barulah kita menyusun kembali bacaan tersebut dalam suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat. Menyusun kembali gagasan utama dengan memperhatikan kata penghubung antarkalimat yang tepat. Selain itu, gagasan utama tersebut disusun secara urut. 


Semoga bermanfaat.

Selasa, 26 Februari 2013

Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau grafik ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai


Merangkum seluruh isi informasi dari suatu tabel dan atau grafik
ke dalam beberapa kalimat dengan membaca memindai




Jika membaca buku-buku atau hasil penelitian, kemungkinan besar kita akan menemukan tabel atau grafik. Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, tabel diartikan sebagai daftar berisi ikhtisar sejumlah fakta informasi yang biasanya hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak.
Sedangkan grafik merupakan lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya hasil, statistik dan sebagainya ). Membaca tabel atau grafik dapat dilakukan dengan membaca cepat, teknik scanning. Teknik scanning adalahteknik membaca cepat untuk menemukan informasi yang telah ditentukan pembaca sebelum kegiatan membaca dilakukan. Pembaca dapat menentukan informasi atau kata yang akan dicari dalam bacaan sehingga tak perlu membaca bagia lain dari teks bacaan. Informasi atau kata yang ditentukan sebelumnya tersebut dapat berupa nomor telepon, makna kata dalam kamus, entri pada indeks, angka-angka statistik, atau informasi tertentu dalam daftar.

A.    Membaca skimming (layap) adalah membaca yang bertujuan mencari gagasan pokok atau hal-hal penting dari bacaan secara cepat.
Skimming juga dapat diartikan sebagai keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien. Jadi, membaca skimming adalah membaca sekilas atau membaca cepat untuk mendapatkan suatu informasi dari yang kita baca. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya.

B.     Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat.
Scanning atau membaca memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan.

Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara cepat ke seluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata. Teknik membaca memindai (scanning) adalah teknik menemukan informasi dari bacaan secara cepat, dengan cara menyapu halaman demi halaman secara merata, kemudian ketika sampai pada bagian yang dibutuhkan, gerakan mata berhenti. Membaca scanning/ memindai misalnya membaca mencari arti kata di kamus, membaca acara siaran di telivisi, membaca daftar pejalanan, mencari nomor telepon di buku telepon, membaca daftar menu makan di rumah makan, membaca jadwal pelajaran, mencari pada papan pengumuman, mencari topik pada daftar isi sebuah buku, membaca tabel dll.

Secara umum, tujuan kegiatan membaca adalah sebagai berikut.
a.       Tujuan rekreatif, yaitu membaca untuk mendapatkan kesenangan
b.      Tujuan intelektual, yaitu membaca untuk memperluas ilmu pengetahuan
c.       Tujuan praktis, yaitu membaca untuk dapat melakukan suatu pekerjaan

Teknik itu dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut:
1.      tentukan informasi yang akan dicari dari tabel atau grafik.
1.      arahkan pandangan mata keseluruh bagian tabel atau grafik dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
2.      carilah data pada tabel atau grafik yang ingin dicari.
3.      jika sudah ditemukan, hentikan tatapan mata pada data tersebut.
4.      baca dan pahami data tersebut dengan seksama untuk memperoleh informasinya.

Banyak cara untuk memahami isi infomasi dari dalam buku, salah satunya adalah dengan teknik skimming, yaitu mencatat pokok-pokok informasi yang dimuat secara cepat.

Namun, untuk melakukan hal itu seseorang perlu mengetahui struktur isi buku, yaitu sebagai berikut:
1.      setiap buku membahas satu topik utama
2.      topik utama tersebut sipecah-pecah menjadi topik bagian dan setiap topik bagian dibahas dalam satu bab
3.      setiap bab masig dibagi-bagi lagi menjadi anak bab/ sub-bab
4.      setiap anak bab dapat dibagi menjadi sub anak bab/ sub-subbab
5.      sub anak bab disusun oleh paragraf-paragraf
6.      masing-masing paragraf membahas satu pikiran utama dan didukung oleh beberapa pikiran penjelas.

Cara melakukan skimming adalah sebagai berikut:
1.      memahami dan menemukan bagian-bagian terpenting dari suatu bacaan
2.      melompati bagian-bagian yang tidak penting dari suatu bacaan, misal: ilustrasi, paragraf transisi dan lain-lain.
3.      melihat sepintas detail khusus yang penting (nama, tanggal)
4.      membaca paragraf pertama dan terakhir suatu wacana dengan kecepatan rata-rata karena umumnya berisi ringkasan yang dibicarakan.

Jadi inti kegiatan dari teknik ini adalah mengambil informasi dari ide-ide pokok paragraf atau pokok-pokok masalah dalam setiap anak bab atau sub-subbab. Kita dapat memilih sesuai dengan tingkat detail informasi yang kita butuhkan.

Arsip Blog