Sabtu, 27 Juli 2013

Doa Di Malam Lailatul Qodar

Pada dasarnya, lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Karenanya setiap muslim bisaradhialluhu ‘anha berikut ini  adalah doa yang terbaik, karena doa ini diajarkan langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada istri tercintanya. Oleh karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang.
membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Namun doa Aisyah

Adapun doa yang dimaksud , terdapat pada riwayat dari Aisyah, bahwa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika lailatul qadar adalah :

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku.
Hadis selengkapnya:

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah:ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN…
(HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani).

Adakah tambahan “kariimun”?

Kita sering mendengar orang membaca doa yang mirip dengan ini, namun dengan tambahan:

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْــمٌ تُـحِبُّ …

ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIMUN TUHIBBU…

Benarkah tambahan ini?

Disebutkan dalam Silsilah Ahadits as-Shahihah:
Dalam Sunan Turmudzi, setelah ‘afuwun, terdapat tambahan “kariimun”! Tambahan ini sama sekali tidak terdapat dalam referensi cetakan lama, tidak juga dalam cetakan lain yang menukil darinya. Kelihatannya, ini adalah tambahan dari sebagian pentranskrip atau penerbit. Tambahan ini tidak ada dalam cetakan al-Hindiyah untuk Sunan Turmudzi yang ada syarahnya TuhfatulAhwadzi karya Mubarokfuri dan tidak pula dalam cetakan lainnya. Diantara yang menguatkan hal itu, bahwa Imam an-Nasai meriwayatkan doa ini dengan jalur sanad sebagaimana yang ada dalam sunan Turmudzi, keduanya berasal dari gurunya: Quthaibah bin Said dengan sanadnya dan tidak ada tambahan tersebut (Silsilah Ahadits as-Shahihah, catatan untuk hadis no. 3337)

Kesimpulannya bahwa tambahan “kariim” tidak ada dalam hadis. Kemungkinan, itu adalah tambahan proses transkrip atau dari penerbit. Allahu a’lam.

Doa yang lain?

Disebutkan dalam riwayat lain, diantara doa yang dianjurkan untuk diucapkan adalah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

ALLAHUMMA INNII AS-ALUKAL ‘AFWA WAL ‘AAFIYAH

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah

Dalilnya:
Dari Abdullah bin Buraidah, bahwa Aisyah radhiallahu ‘anha, pernah mengatakan :

لَوْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِي فِيهَا أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

“Jika saya tahu bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar, tentu doa yang paling banyak kuucapkan di malam itu, aku meminta kepada Allah ampunan dan terbebas dari masalah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 29189. Al-Albani menilai riwayat ini shahih, dan  beliau berkomentar, “Nampaknya, Aisyah mengatakan demikian karena pendapat pribadinya.” (Simak Silsilah as-Shahihah,7:1011).

Catatan:

Cara membaca doa lailatul qadar:

1. Doa lailatul qadar hanya dibaca di malam hari, ketika seorang muslim memiliki dugaan kuat bahwa malam itu adalah lailatul qadar. Seseorang bisa memperkirakan apakah malam itu lailatul qadar ataukah bukan melalui ciri malam tersebut.

2. Tidak ada bilangan tertentu untuk doa ini, karena itu bisa dibaca berapa pun jumlahnya. Semakin banyak, semakin bagus.

3. Bisa juga diselingi dengan kegiatan yang lain. Misalnya: membaca doa ini 3 kali, kemudian shalat, setelah itu membaca lagi dan membaca doa yang lain.

______________________________
oleh Ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembinawww.KonsultasiSyariah.com)

Resep Urap Daun Petai Cina


Orang kampung datang lagi. Hai! Kali ini saya akan membagikan info resep yang mungkin agak asing bagi Anda. Apa itu? Urap dengan daun petai cina. Apa?? Petai cina? Tanaman apakah itu?
Petai cina/lamtoro/kemlanding adalah salah satu tanaman perdu yang sering digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berbeda dengan keadaan di tempat saya. Petai cina ini ditanam untuk dikonsumsi manusia. Tanaman yang dipilih juga termasuk yang terawat dan tumbuhnya tidak terlalu tinggi (biasanya 2-3 m). 
Daun petai cina yang muda sangat bagus untuk pertumbuhan, karena banyak mengandung protein. Jadi, kalau selama ini yang diambil dari petai cina hanya bijinya, daun mudanya juga bisa kan? Itu menandakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini pasti ada gunanya.
Oke, yuk tanpa banyak cingcong kita coba resep urap dengan daun petai cinanya.
Bahan:
1.     Daun petai cina muda       (secukupnya)
2.   Kecambah                          (secukupnya)
3.    Kelapa muda                      (secukupnya)

Bahan sambal urap
1.     Cabe                                   (pedas sesuai selera)
2.   Bawang putih                     (2 siung)
3.    Bawang merah                   (3 siung)
4.   Daun jeruk                         (2 lembar)
5.    Kencur                               (secukupnya)
6.    Garam                                (secukupnya)
7.    Penyedap rasa                    (secukupnya)
8.   Gula pasir                           (secukupnya)
9.    Terasi                                  (secukupnya)

Cara membuat:
1.     Daun petai cina yang sudah dicuci masak dengan air mendidih sampai empuk. Tiriskan.
2.   Masak pula kecambah tapi jangan lama-lama karena kecambah cepat sekali empuk. Tiriskan.
3.    Campurkan semua bumbu sambal urap dan haluskan.
4.   Parutlah kelapa muda, setelah itu campurkan semuanya. Jangan lupa dicicipi ya?

Begini nih jadinya, he, mantap pakai cobek deh penyajiannya J

dokumen pribadi
Oya, urap ini sangat cocok kalau disandingin sama tahu goreng, tempe goreng, ikan asin atau juga rempeyek teri. Hem~
NB: Bagi yang belum pernah mencoba rasanya akan terasa aneh, tapi enak kok. Hihihihi. Kecambah bisa diganti dengan kol atau sayur yang lainnya. Selamat mencoba J

Jumat, 26 Juli 2013

Fasilitasi Model Pembelajaran Terintegrasi TIK Pustekkom Kemdikbud Tahun 2013

Seiring perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat di abad ke-21 ini munculah tantangan-tantangan baru dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang makin komplek menuntut kesiapan dunia pendidikan untuk mengantisipasinya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangakan berbagai e-layanan pendidikan yang berbasiskan TIK. Salah satunya adalah pengembangan portal Rumah Belajar yang dapat diakses di http://belajar.kemdikbud.go.id .

Dalam rangka melakukan sosialisasi Rumah Belajar serta memberikan pelatihan pemanfaatan fitur kelas maya Rumah Belajar maka Pustekkom Kemdikbud menggelar kegiatan Fasilitasi Model Pembelajaran Terintegrasi TIK Angkatan Ke-3 Tahun 2013. Kegiatan ini digelar di Hotel Sahid Jaya Solo pada tanggal 25-27 Juli 2013.

image

Kegiatan ini digelar dengan tujuan :

  1. Sosialisasi kebijakan Kemdikbud dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran
  2. Publikasi dan Sosialisasi Rumah Belajar
  3. Melaksanakan pelatihan kelas maya pada portal Rumah Belajar untuk Guru SD, SMP, SMA/SMK.

 

Kegiatan ini diikuti 38 Peserta yang merupakan guru SD/SMP/SMA/SMK dan yang sederajat di kabupaten Jepara, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali, serta utusan BPMP Semarang, BPMRP Yogyakarta, BPMTP Surabaya, dan Pustekkom Kemdikbud.

Sahur: Emak Kos ala si Anak Manja



Dilahirkan jadi anak tunggal. Alhamdulillah. Tapi pandangan orang pasti langsung mengarah pada kata “MANJA”. Apakah semuanya?
Enak memang jadi anak tunggal, tapi nggak selamanya enak kali L. Kecuali yang orangtuanya kaya tujuh turunan. Ah, nggak juga sih. Nggak jamin!
“Kan enak, minta ini itu diturutin, kasih sayangnya cuma buat kamu, apa-apa kamu yang didahulukan, ini kamu, itu kamu, bla bla bla.” kata orang.
“Oya?? Bagaimana kalau pas orangtua berantem, ada masalah enak nggak? Orangtua sakit (naudzubillah)? Mau cerita sama siapa? Saudara lain? Ya kalau peduli, kalau tidak? Siapa yang mau diajak berbagi? Nggak ada!”
***
Di atas hanya sebuah celoteh amburadul dari anak tunggal semacam saya ini. Pandangan sebagai “anak manja” akan melekat bagi anak tunggal di manapun mereka berada. Sekalipun telah membuktikan dengan tindakan nyata, tapi label “anak manja” tidak akan luntur begitu saja. Setidaknya kalau memang tidak diakui masyarakat, akui saja sendiri. Hihihihi.
Ini adalah cerita saya, kejadian di awal mula saya menyandang status sebagai mahasiswa baru pada tahun 2010. Ada yang masih ingat ramadan pada tahun 2010 jatuh pada tanggal berapa? Tepatnya 11 Agustus.
Kala itu saya sedang mengikuti SAPAMABA di kampus. Acara ini semacam OSPEK gitu. Selama 3 hari (10, 11, dan 12 Agustus 2010) acara ini berlangsung, tidak sampai ada ‘pembantaian’ yang bisa buat mahasiswa kelaperan apalagi dehidrasi kok, karena mahasiswa hanya duduk mendengarkan ceramah dan berada di ruang (Aula Majid, adem~) yang cukup nyaman, tapi boring L.
Saya memang tak pernah membayangkan menikmati sepenggal ramadan jauh dari orangtua. Semua harus sendiri, memang selama ini ibu selalu mengajarkan hidup mandiri pada saya, tetap saja ramadan kali itu ada yang beda. Mau anak sulung, anak tengah, anak mami, ataupun anak bontot pasti juga merasakan hal yang sama seperti saya ketika ramadan di rantau. Saya ini sudah mahasiswa, seperti itulah ketika rasa rindu mendera. Harus dewasa!
Helo! It’s show time. Nggak mungkin juga gara-gara jauh dari orangtua terus nggak puasa, lagian saya juga tidak sendiri. Ya, saya bersama teman-teman kos saya. Hoaaamm...semua serba baru, teman baru, kamar baru, dan pastinya lingkungan baru.
Kala itu, sebagai mahasiswa baru saya memutuskan untuk kos, meskipun jarak rumah sampai kampus sebenarnya tak terlalu jauh, hanya 1 jam tempuh. Kos yang saya tempati ini juga termasuk gedung baru. Jadi masih sangat ‘perawan’, dan kelompotan saya ini termasuk angkatan pertama juga.

Kali Pertama Sahur
Yuvoria malam pertama tarawih bersama teman-teman (Ber-10 orang) sungguh menghibur hati saya. Setidaknya dapat melupakan sejenak rasa tak ingin jauh dari orangtua. Berbincang-bincang di teras kamar salah satu teman, berbagi cerita kegiatan siang itu sampai akhirnya membahas tentang menu sahur nanti.

Dari kiri (Saya, Lensa, Nia, Mitha, dan Ulya)
Jalan-jalan pagi setelah jamaah sholat subuh.
Yang lain? Molor di kos :D
“Mas, ini nanti sahurnya bagaimana?” tanya saya kepada Mas David (penjaga kos ter-care yang pernah saya temui) yang ikut nimbrung dalam obrolan saya dan teman-teman.
“Pokoknya gampang lah.” jawab Mas David.
Perbincangan mengenai menu sahur mulai ramai, ada yang usul lauk ini, ingin itu, akhirnya bisa juga mengerucut sampai pada siapa yang mau keluar kos pukul 03.00 WIB untuk membeli menu sahur.
“Ichaaaa.....”
Nama saya yang disebut. Mau bagaimana lagi, kala itu yang membawa motor hanya saya dan Mitha (teman sekamar saya). Akhirnya saya dan Mitha meminta teman-teman untuk iuran saat itu juga, namun sebelumnya kami memutuskan menu apa yang akan kita pilih. Karena di awal masih terjadi perdebatan. Masalah nasinya? Ada salah satu teman yang menyumbang beras dan magic com mini. Okelah sip. Akhirnya per kepala iuran Rp 3.000 untuk urusan sayur dan lauknya.
Tepat pukul 03.00 WIB saya membuka gerbang kos dan siap berburu menu sahur bersama Mitha dan Mas David. Alamak, brbrbrbrrrr..... dingin sekali. Tapi demi misi perburuan menu sahur bersama, dinginnya pagi buta tak terhiraukan. Perjalanan 10 menit ternyata cukup untuk sampai di warung. Padahal kalau pagi nggak mungkin deh, bisa 2 x lipatnya malah. 
Sesampainya di kos, teman-teman yang lain sudah siap dengan piringnya masing-masing. Bagai anak panti (*ups). Berkumpul jadi satu di kamar no 2 (Kamar Nia dan Lensa). Acara makan sahur pun segera dimulai. Tapi apa yang terjadi? Nasi yang saya masak kurang air alias belum tanak. Maafkan, jujur saja itu kali pertama saya masak pakai magic com. Jadi maklum ya teman-teman. Batin saya. Salah siapa juga yang nyuruh milih saya? (Jahatnya saya)
Kekecewaan tidak berhenti sampai di situ, ternyata sayur yang saya beli (sayur pindang) rasanya juga kurang mak nyuss. Tampang teman-teman sungguh tak berselera untuk makan sahur, terlebih saya. Sudah tidak selera, malah ditambah sudah mengecewakan teman-teman. Sahur pertama GATOT (Gagal Total)
Selesai sahur, kami menunggu waktu sholat subuh terlebih dahulu. Kami berencana untuk jamaah di masjid Darul Ilmi yang berada di dalam kampus. Kos kami berada tak jauh dari kampus, hanya di depannya.
Adzan subuh pun berkumandang. Kami bergegas menuju masjid. Sampai di depan kampus ternyata gerbangnya digembok. Ada rantai yang terkait di sana. Tak kurang akal, kami pun meloncat untuk melewati gerbang kampus. Baru juga turun sebagian rombongan kami, suara ikomah pertanda sholat akan dimulai pun terdengar. Tergopoh-gopoh kami berlari. Ah~ justru bising karena semua pada teriak saling berebut untuk sampai masjid terlebih dahulu.
Saling bersalaman, senyum sana senyum sini seperti orang gila. Ya begitulah kami. Tangga masjidpun kami turuni, saatnya kembali ke kos. Namun, ketika sampai di depan gerbang dan siap dengan antrian bagaikan peloncat indah dengan media gerbang kampus, pak satpam berjalan ke arah kami dan berkata, “Mbak, nggak usah loncat, gerbangnya tidak digembok ko. Coba saja dibuka.” kata pak satpam.
Mendengar ucapannya kami hanya saling memandang. Malu juga, karena tadi pas meloncat gerbang pak satpam kan lihat. Kenapa tidak diberitahu? Ah, rese.

Sahur Indah
Tepat di hari terakhir kami berada di kos kala pagi itu (12 Agustus), tepatnya sahur ke dua, saya tidak ingin mengecewakan teman-teman lagi. Seperti biasa malam setelah tarawih saya keliling kamar bagaikan rentenir narik uang iuran. Ah~demi mereka.
Seperti sahur pertama, dengan berkalung sarungnya Mas David mengantar kami untuk membeli menu sahur. Saya pilih tumis kangkung, sayur bening, dan tempe goreng. Kok kayaknya enak benar pas baru diangkat dari kompor si mbak penjualnya. Ya pastinya dengan harapan kalau teman-teman nggak manyun lagi dengan menu sahur yang pertama. Dan harus berhasil!
Sesampainya di kos, menu yang saya beli pun ditata dalam mangkuk dan piring. Setelah berdoa bersama, kami pun makan sahur sambil berbincang-bincang.
“Lah kok, entek kabeh (habis semua)?” teriak Mas David yang hendak nambah lauk.
“Hahahahahaha....”
“Dasar wong ndeso, wingi ditukoke sayur daging ra dimaem, iki jangane wong ndeso kok yo langsung entek. (Dasar orang desa, kemarin dibelikan sayur daging tidak dimakan, sekarang sayur ala orang desa langsung habis)”
“Hahahahaha...” sahut kami berbarengan.
Inilah sepenggal cerita saya kala itu, selalu ngangenin. Apalagi teman-teman selalu bilang, “Kapan bisa sahur bareng Mak Icha?”. Sayangnya sekarang saya sudah tidak kos lagi di sana. Dan semenjak saya dan Mitha keluar dari kos tersebut, saya kehiangan kabar Mas David. Beliau sudah saya anggap sebagai kakak sendiri. Terakhir dengar kabar tentangnya sudah bekerja di tempat orang pintar. Semoga semuanya baik-baik saja dan selalu dalam lindungan-Nya.
Yang pasti, saya bisa tertawa sambil berkata, “Woy...saya juga bisa kok tidak manja!”
Buat anak tunggal di manapun Anda berada, Anda pasti bisa keluar dari zona manja, ya secepatnya! Tunjukkan kalau Anda bisa. Bisa mandiri tanpa embel-embel 'anak manja.' Kalau anak mami? Ya bolehlah, masak anak tetangga?

Kamis, 25 Juli 2013

Mau Boneka Gratis dari Wina Adam?

Hari gini siapa coba yang tidak mau dapat yang gratis-gratis? Mau? Yuk ikutan seperti saya. Saya juga mau lho dapat hadiah boneka, walaupun tidak untuk saya sendiri, untuk si Rena kan bisa! Yeay!
Akan ada 2 paket (boneka & key chain) yang akan dibagikan kepada 2 ‘tukang share’ yang beruntung. Tapi dalam rangka apa sih kok Mbak Wina Adam membagi-bagikan boneka ini? Ternyata paket boneka ini ibarat syukuran atas launching buku Boneka dan Aksesoris Rajut Anak. Begitu kan Mbak? *hihihihiMau tahu juga bukunya? Ini nih.

Bagaimana caranya agar mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan paket boneka itu? Caranya mudah saja, cukup share informasi bagi-bagi hadiah dari Mbak Wina ini diberbagai sosial media. Agar lebih jelas klik saja di sini.
Selamat mencoba dan buruan, karena pengumumannya 4 Agustus 2013 lho! Jadi buruan ya!


Judul Terlalu Sederhana

Di tengah rasa kehampaan yang menyelusup dalam hati saya, akhirnya masa ini datang juga. Ya, kini saya sudah semester 7 dan saya akan merasakan skripsi. Entahlah apa namanya ini, semuanya terasa campur aduk. Rasa takut, khawatir, bisakah saya? Mampukan saya menghadapi semua ini? Bertanya, bertanya dan bertanya.
Dulu rasanya begitu menggebu ingin sekali merasakan masa ini, tapi kenapa kini justru berbalik semuanya? Akankah saya jenuh? Atau memang ini lumrah? Hati ini terasa kosong. Rasa ini membuat saya begitu ogah ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing saya. Sebenarnya ada alasan lain, saya mengajar di TK, jadi kalau sudah siang mau ke kampus sudah terlalu siang. Ya, tahu sebenarnya puasa tidak bisa dijadikan alasan. Hanya sedikit pembelaan.
Berkaitan dengan skripsi, awalnya saya mengajukan 3 judul yang akhirnya diputuskan satu judul, yaitu “Penggunaan Boneka Tangan Tema Diri Sendiri untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas 1 Semester 1”. Judul ini sebenarnya tidak sesuai dengan harapan saya, meskipun di dalamnya ada unsur mendongeng, tapi 2 judul yang lainnya menjadikan mendongeng sebagai variabel utamanya. Saya pikir ini adalah takdir-Nya. Maka saya mencoba untuk menerima. Ya sudahlah.
Siang ini (24 Juli 2013), akhirnya saya bertemu dengan dosen pembimbing pilihan saya. Saya sodorkan lembar kertas bertuliskan judul skripsi saya tadi. Seksama beliau memandanginya.
“Lho, saya kira Mbak Ika ambil skripsi tentang mendongeng?” tanya beliau.
“2 yang lainnya semua mendongeng bu, tapi yang diterima ini.” jelas saya.
“Padahal saya suka kalau Mbak Ika ambil dongeng saja. Tapi ya sudahlah kalau memang yang disetujui oleh pimpinan yang ini.” terang dosen saya yang selalu tampak cantik.
“Boleh diceritakan dulu ini nati seperti apa gambarannya.” Pinta beliau kepada saya.
Saya pun menceritakan perencanaan pelaksanaan skripsi saya nanti. Panjang lebar ke sana-ke sini. Ada pencerahan yang saya dapatkan. Bu dosen cantik ini memang gudangnya ilmu, selalu ada yang bisa saya dapatkan dari apa yang beliau ucapkan. Namun, di akhir pembicaraan, beliau masih menampakkan sedikit keraguannya terhadap judul saya.
“Kalau menurut saya, judul Mbak Ika ini terlalu sederhana.”
Mak jleb, agak down. Bukan, tambah down malah.
“Terus bagaimana Bu?” tampang saya sepertinya melas banget pas sesi ini.
“Begini saja, yang sederhana ini kalau Mbak Ika kerjakan dengan maksimal saya yakin bisa maksimal juga hasilnya.”
Saya manggut-manggut. Ada yang menelusup dalam hati saya. Rasa apa lagi ini ya Allah? Saya pun berpamitan, tak lupa saya mencium punggung tangan beliau. Tak banyak yang saya harapkan, hanya memohon doa agar semuanya lancar.
Ah~ketika menulis postingan ini pun, ada sesuatu yang menggenang di kantung mata. Tertahan.
Rasa apa inikah ya Allah? Bimbing hamba ya Allah. Mudahkanlah jalan hamba. Begitu takutkah hamba menghadapi skripsi ini? Tidak, hamba harusnya takut pada-Mu, hanya pada-Mu. Tapi kenapa ketika dosen cantik itu telah menguatkan saya justru masih ada keraguan dalam diri saya. Bisakah saya?
Layaknya sebuah lagu dangdut,
Mau makan terinagt padamu
Mau minum teringat padamu
Mau tidur pun teringat padamu
Oh..skripsiku...
Mohon doa ya teman-teman J Terimakasih. Ini cerita saya. Ada yang mau curhat juga? Atau punya kasus seperti saya? Monggo nanti saya mampir.


Selasa, 23 Juli 2013

Verval Data NUPTK (Cara mendapatkan bintang 3)

Alhamdulillah udah berhasil memperoleh bintang 3, sekarang saatnya berbagi ke bapak ibu guru dan operator sekolah mengenai cara memperoleh bintang 3.




Berikut ini langkah - langkahnya :
  1. Setelah kita mengisi data rinci jika memang sudah yakin benar maka tekan tombol simpan dan lanjut dibagian kanan bawah.
  2. Setelah anda Klik tanda tersebut maka akan keluar SO3a (SURAT PENGAJUAN VERVAL Lv.2 – NUPTK)
  3.  cetak SO3a dan segera tanda tangani dan serahkan kepada Operator sertakan berkas yang diminta dalam SO3a tersebut.
  4. Berkas yang harus dilampirkan adalah sbb : 1 Copy Ijazah (selain SD dan ijazah terakhir)
    1 Copy SK CPNS/PNS
    1 Copy SK Golongan Terakhir
    1 Copy SK Penempatan Tugas
    1 Copy SK Penugasan Mengajar dalam 5 tahun terakhir
    1 Copy Sertifikat Profesi Pendidik
  5. Setelah operator menerima Surat SO3 dan berkas dari PTK maka langkah yang harus dilakukan operator adalah masuk web padamu negeri,  login sekolah dan buka Verifikasi & Validasi. Kemudian Klik Entri Pemeriksaan Berkas PTK.
  6. Setelah Operatormenekan tombol Entri Pemeriksaan Berkas maka terbuka Verifikasi Level 2 Pendidik & Tenaga Kependidikan ( Pilih PTK ), PTK yang keluar adalah PTK yang sudah keluar SO3a.
  7. Kemudian Klik PTK yang tertera di situ maka akan terbuka Biodata PTK, cek ulang kembali. Setelah biodatanya sudah benar  tekan tombol lanjut (bawah sebelah kanan)
  8. Setelah anda tekan tombol lanjut, maka keluar data rinci PTK
  9. Setelah Data Rinci PTK sudah benar maka tekan tombol lanjut, yang terbuka adalah Kelengkapan Berkas centang berkas-berkas yang telah dikumpulkan PTK.
  10. Apabila berkas sudah terpenuhi maka klik tombol simpan, kemudian Cetak Tanda Bukti dan tekan tombol Cetak
  11. Setelah  menekan tombol cetak maka akan terbuka format PDF Surat Pakta Integritas PTK (SO7a) dan Surat Tanda Bukti Pemeriksaan Berkas PTK (SO4a)
  12. Dengan keluarnya surat SO4a dan SO7a maka PTK tersebut sudah mendapatkan bintang 3.

Demikian cara mendapat bintang 3 di verval NUPTK selamta mencoba semoga berhasil..

Arsip Blog