Selasa, 20 Agustus 2013

Contoh Teks Pembawa Acara Penerjunan Mahasiswa PPL



Tiba-tiba dapat SMS dari ketua PPL, “Kamu jadi pembawa acara untuk penerjuan besok ya, acaranya ini..ini...ini...”
Hem, mau nggak mau, siap nggak siap, teks-nya harus kelar malam ini juga. Lagipula sudah mahasiswa, masak iya disuruh mengisi acara semacam itu maju mundur. Maka tersusunlah teks di bawah ini. Berkaitan nama pihak-pihak pengisi acara, waktu dan tempat bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Assalamualaikum wr. wb.
Bismillahirrahmanirrahim...

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya kepada kita, sehingga pada pagi hari ini, kita dapat berkumpul di lapangan SD Negeri 1 Mlati Lor dalam rangka penerjunan mahasiswa PPL dari Universitas Muria Kudus.

Sholawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan bimbingan kepada kita menuju jalan yang diridhoi.

Yang saya hormati,

Ibu Iriani Sudaryanti, S.Pd selaku kepala SD Negeri 1 Mlati Lor
Ibu Mila Roysa, S.Pd, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa PPL di SD Negeri 1 Mlati Lor
Segenap jajaran dewan guru, dan staf SD Negeri 1 Mlati Lor
Serta seluruh siswa SD Negeri 1 Mlati Lor yang saya banggakan.

Saya Ika Hardiyan Aksari berdiri di sini selaku pembawa acara akan membacakan beberapa susunan acara pada pagi hari ini. Adapun susunan acaranya sebagai berikut.

- Pembukaan
- Sambutan-sambutan
- Pembacaan doa, dan
- Penutupan

Bapak, Ibu serta siswa SD negeri 1 Mlati Lor, marilah kita buka acara pada pagi hari ini dengan bacaan basmallah bersama-sama. Bismillahirrohmanirrahim.

Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan. Sambutan yang:
Pertama, Dosen Pembimbing Lapangan yang akan disampaikan oleh Ibu Mila Roysa, S.Pd. M. Pd. Kepada Ibu Mila saya persilahkan. (setelah selesai memberikan sambutan, “Kepada Ibu Mila Roysa saya ucapkan terimakasih”)
Kedua, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Mlati Lor yang akan disampaikan oleh Ibu Iriani Sudaryanti, S.Pd. Kepada Ibu Iriani saya persilahkan. (setelah selesai memberikan sambutan, “Kepada Ibu Iriani saya ucapkan terimakasih”)
Ketiga, Perwakilan Mahasiswa PPL dari Universitas Muria Kudus yang akan diwakili oleh saudari Diana Ernawati. Kepada Saudari Diana saya persilahkan. (setelah selesai memberikan sambutan, “Kepada Saudari Diana saya ucapkan terimakasih”)

Sambutan sambutan telah disampaikan, penerjunan mahasiswa PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Universitas Muria Kudus telah resmi diterima di SD Negeri 1 Mlati Lor. Namun, tak lengkap apabila acara pagi hari ini tidak diakhiri dengan pembacaan doa.

Oleh karena itu, kami persilahkan Saudari Amelia Safitri untuk memimpin doa pada pagi hari ini. Kepada Saudari Amel saya persilahkan.

Bapak, Ibu serta siswa SD negeri 1 Mlati Lor, acara demi acara telah kita lalui. Saya selaku pembawa acara mengucapkan terimakasih dan mohon maaf apabila terdapat tingkah laku atau kata-kata yang kurang berkenan di hati.

Mari kita akhiri acara penerjunan mahasiswa PPL dari Universitas Muria Kudus ini dengan bacaan hamdalah bersama-sama. Alhamdulillahirabbilalamiin.

Terimakasih, wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum wr.wb

Minggu, 18 Agustus 2013

Download Daftar Peserta PLPG UMS Tahap 1 Tahun 2013

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 141 tahun 2013 mengumumkan daftar peserta kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Tahap I. Kegiatan PLPG Tahap 1 tersebut akan dilaksanakan pada Kamis s.d Sabtu, 22 s.d 31 Agustus 2013 dengan mengambil tiga tempat : Delanggu, Eks Ramayana Hotel, dan Hotel Dafam.

image

Kegiatan PLPG Tahap 1  ini direncakana diiikuti oleh 428 peserta dari Kabupaten Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri. Calon peserta diminta membaca dan memperhatikan ketentuan-ketentuan penting bagi peserta PLPG sebagaimana terlampir dalam undangan.

Untuk download daftar peserta, undangan, denah lokasi, biodata, dan checklist kelengkapan peserta PLPG tahap 1 silahkan download pada link di bawah ini :

  1. Surat Undangan Peserta
  2. Daftar Peserta Semua Kabupaten
  3. Denah Lokasi PLPG 3 Lokasi
  4. Biodata Peserta
  5. Checklist Kelengkapan Peserta
  6. Jadwal Pelaksanaan PLPG

Beasiswa DataPrint (lagi-lagi) Hadir



“Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan diri kamu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total ratusan jutaan rupiah!”

Beasiswa adalah bantuan keuangan dari suatu lembaga pemerintahan, perusahaan, atau yayasan kepada seseorang yang memenuhi syarat tertentu. Apakah kamu pernah mendapatkan beasiswa? Aku pernah. Tak banyak memang yang penting pernah ya? Jaman SMA ketika dapat juara 1 Oliempiade Geologi tingkat Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah aku dapat beasiswa sebesar 800.000. Senangnya bukan main. Sampai-sampai aku langsung lari setelah turun dari bus dari pertigaan jalan raya sampai ke rumah (ya 100 meter-an) karena tak sabar cepat-cepat bertemu ibuk. Maklum saja, dulu waktu SMP aku tak pernah mendapatkan beasiswa. Mungkin karena ada embel-embel kalau aku anak tunggal. Jadi, orang tahunya pasti berkecukupan. Padahal tak selalu.
Kemudian yang terakhir adalah beasiswa dari DataPrint di awal tahun 2013 ini masuk ke rekeningku. Alhamdulillah, meskipun hanya 250.000 tapi ini adalah hasil kerja kerasku untuk membuktikan pada diri sendiri kalau aku patut untuk mendapatkan beasiswa juga seperti yang lain.
Kamu bagaimana? Beasiswa apa yang telah diraih, diimpikan? Boleh cerita-cerita tipsnya. Tinggalkan link-nya nanti aku kunjungi dan aku tinggalkan jejak di sana. OK?
Apa? Ada yang belum pernah dapat beasiswa sama sekali? Jangan sedih ya. Tepat banget deh kalau kamu sedang nyari beasiswa dari blogku ini. Karena aku punya info buat kamu.
Tahu DataPrint? DataPrintsetiap tahun memberikan 2x kesempatan atau 2 periode untuk mendapatkan beasiswa. Namun, untuk yang diperiode pertama sudah dapat tidak bisa mengikuti periode kedua. Boleh mengikuti lagi diperiode kedua selanjutnya. Atau yang menang diperiode kedua tidak bisa mengikuti diperiode pertama di tahun berikutnya. Istilahnya tidak bisa mengikuti secara beruntut, terkecuali yang belum dapat boleh mencoba terus.
Poin penting untuk bisa mendapatkan beasiswa dari DataPrint adalah kita harus menulis sebuah essay yang tentunya tema untuk masing-masing pelajar dan mahasiswa berbeda. Tak perlu berpuluh-puluh lembar essay yang harus dibuat, minimal 100 kata dan maksimal 500 kata. Bagaimana? Mudah bukan?
Selain itu, kita juga disyaratkan memiliki kupon yang bisa kita dapatkan dalam produk keluaran DataPrint. Harga produknya berapa ya? Terakhir aku membeli tintanya seharga Rp 18.000. Murahkan? Contoh kupon bisa kamu lihat di SINI!

Tunggu apalagi? Buruan cek PERATURAN lebih lanjutnya! Buktikan kalau kamu memang layak mendapatkan beasiswa dari DataPrint!
Periode kedua berakhir Desember 2013, masih ada kesempatan!!!

Mukena Parasit



Urusan sholat semua lillahi ta’ala. Mau khusuk atau tidak hanya diri dan Allah yang tahu. Sah atau tidaknya suatu sholat terserah Allah yang menilai. Manusia sendiri berhak kah? Menurutku tidak.
Bagaimana kalau pas sholat tiba-tiba gangguan datang? Tiba-tiba maak wuukk! Mukena yang kita kenakan melebat ke atas karena terkena terpaan kipas angin yang nempel tepat di atas tempat kita sholat.
Kira-kira begini deh posisiku. Mak wuuk!

Kejadian itu aku alami kemarin, 17 Agustus 2013 ketika sholat dzuhur di mushola selebar kamarku yang ada di Gramedia Pandanaran Semarang. Masyaallah, agak malu juga karena di sana ada beberapa orang yang sedang istirahat setelah sholat. Tapi peduli amat, ku turunkan mukena ku yang melebat. Ku teruskan lagi sholatku karena sudah rakaat terakhir.
Yang aku ingat saat itu adalah aku tidak sengaja dan gerakan yang aku lakukan juga hanya sekali (katanya kalau 3 x kan udah batal ya?) *mohon koreksinya.
Sebenarnya yang salah siapa ya? Yang nyalain kipas atau memang mukenaku yang terlalu tipis. Ya, mukena pemberian Paijo itu memang terbuat dari parasit. Selain ekonomis dan ringan, untuk keperluan selama keluar rumah mukena parasit ini cukup ringkas. Ah, lain kali kalau mau sholat di tempat yang sama ataupun tempat lain yang ada kipas anginnya milih yang agak jauh dari kipas anginnya ah. Ok.
Masih di tempat yang sama, selesai sholat aku pun berbenah. Memperbaiki kerudungku dan memakai kaos kaki. Ku lihat ada dua anak berseragam SMA yang hendak sholat di sampingku. Diambilnya mukena yang disediakan pihak Gramedia. Sama jenisnya dengan milikku. Aku pun melanjutkan kegiatanku yang sempat terhenti karena membenahi letak kacamataku. Tapi sebelum beranjak dari tempat dudukku, ada pemandangan yang menarik perhatianku. Salah satu anak SMA yang memakai mukena sama jenisnya  denganku mengambil ancang-ancang untuk sholat di bawah kipas angin. Cling! Apa yang ku lihat menjadi trik yang bisa ku aplikasikan nanti kalau sholat lagi di mushola ini. Apa sih yang aku lihat? Aku rasa ini anak nggak sengaja. Tapi, OK juga. Beginilah penampakannya kira-kira.

Trik sholat dengan mukena parasit
agar tidak terbang terkena kipas angin

Dijamin nggak akan terbang-terbang deh itu mukena. Sholat pun nggak akan terganggu. Yang pasti, kalau nggak sengaja semoga Allah mengampuniku. Aamiin. Punya pengalaman juga sepertiku? Sudah sholatkah kamu?

Sabtu, 17 Agustus 2013

Cerita Ramuan Herbal Menstruasi Tidak Lancar



Menstruasi adalah suatu kodrat perempuan yang dialami setiap bulannya. Banyak sekali keluhan berhubungan dengan menstruasi, yang paling marak seperti PMS dan menstruasi yang tidak lancar.
Nah, kali ini aku akan membagikan tips cara membuat ramuan herbal/jamu untuk menstruasi yang tidak lancar. Sebenarnya tips ini aku dapatkan pula dari internet namun karena keterangan yang aku dapatkan kurang jelas tidak ada salahnya kalau aku berbagi tips yang sudah saya praktekkan.
Menstruasi yang tidak lancar yang aku maksud adalah keluarnya darah tidak lancar, kadang sedikit kadang banyak dan selama lebih dari satu minggu. Padahal berdasarkan keterangan dari dokter yang pernah aku tanya di twittermenstruasi yang baik itu adalah selama 3-7 hari. Kalau sampai lebih? Perlu diwaspadai.


Seperti bulan kemarin, aku mens sejak tanggal 31 Juli 2013. Pada tanggal 6 Agustus 2013 aku merasa sudah bersih makanya saya membersihkan diri dan malamnya ikut tarawih. Eh, waktu pas mau sahur aku pergi ke kamar mandi dan mendapati darah menstruasi keluar lagi meskipun hanya bercak coklat.
Akhirnya keinginan untuk bisa ikut sholat idul fitri tahun ini harus aku kubur dalam-dalam. Pasalnya sampai 13 Agustus 12013 bercak coklatpun masih enggan pergi.
“Kalau sudah 15 hari, kamu tetap wajib sholat lho, karena darah yang keluar dianggap bukan lagi darah menstruasi tapi darah penyakit.” kata tetanggaku yang paham agama.
Apa? Penyakit? Semua perempuan pasti akan khawatir kalau sudah berurusan dengan organ reproduksi, sama halnya dengan aku dan ibuk.
“Nggak priksa ke bu bidan saja?” saran dari bulekku.
Sebenarnya dari kemarin aku sudah cerita sama ibuk, dan sudah coba membeli obat di apotek khusus untuk menstruasi. Tapi hasilnya masih keluar bercak coklat. Memang, dari ibuk sendiri tidak menyarankan aku untuk banyak minum obat apalagi yang berhubungan dengan organ vital seperti ini. Nurut sajalah aku,
“Dik, cari di internet coba, obat herbal untuk menstruasi!” perintah ibukku.
“Sudah buk, katanya temulawak sama lidah buaya, Buk.” jawabku.
Aku pun menerangkan cara pembuatan ramuan herbal tersebut. Ibuk malah bertanya padaku, “Lah, lidah buayanya dapat dari mana? Punya kita kan mati?”
Mendengar pertanyaan ibu aku hanya menggeleng.
“Coba ke tempat Mbah Tinah, dulu punya, kalau sekarang nggak tahu. Coba kamu cek!” perintah ibuk padaku yang langsung aku laksanakan.
Alhamdulillah, ada!

Disiapkanlah bahan-bahan yang akan digunakan. Diantaranya adalah:
5 cm temulawak
5 cm lidah buaya
Air dua gelas ukuran sedang
gula aren dan asem jawa secukupnya.
Caranya adalah sebagai berikut:
1.    Tuangkan air ke dalam panci atau kuali gerabah.
2.    Masukkan gula dan asam jawa.
3.    Potong dadu temulawak dan lidah buaya, masukkan dalam panci.
4.    Aduk dan rebus hingga air tinggal satu gelas.
5.    Minum selagi hangat.

Bagaimana? Mudah bukan? Minum jamu ini setelah makan. Sehari sekali. Kalau ada yang tanya, bagaimana rasanya? Hangat diperut, agak sengur, tapi nggak pahit karena ada gulanya. Kadar rasa manis bisa disesuaikan dengan selera. Kemudian bagaimana khasiatnya? Karena pada tanggal 13 Agustus 2013 itu aku masih keluar bercak coklat, alhamdulillah pada tanggal 14 Agustus 2013 seharian penuh tidak ada lagi bercak coklat yang keluar dan alhamdulillah aku bisa suci kembali dan bisa sholat. Alhamdulillah, selamat mencoba.

Resep Suskes Seorang ABK



“Alhamdulillah.”
Ya, kata hamdallah-lah yang pertama kali ingin aku ucapkan. Karena apa? He, bab 1 proposal skripsiku sudah 95 % (padahal temanku sudah ada yang sudah kelar, semangat Cha!!). Apa hubungannya coba? Kemarin sebenarnya aku janji pada diriku sendiri kalau bab 1 belum kelar, aku nggak akan nge-blog dulu.
Oya, berhubung masih dalam suasana lebaran, aku mau ngucapin “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Maafin ya salahku selama berkeliaran di dunia blog ini?
Kembali ke judul.
Membaca sekilas judul postingan ini apa yang paling membuat kamu tertarik untuk mengklik link-nya? Semoga karena kata SUKSES. Sukses, bagiku dulu sampai sekarang sukses itu masih ada kaitanya dengan materi. Meskipun lambat laun agak tergerus dengan kesadaran atas nama pikiran ‘dewasa’. Sukses bagiku kini cukup dengan arti tidur nyenyak. Mengenai materi? Itu bonus dari Allah. He, pinjam kata teman-teman blogger yang sudah urun saran di postingan Pikirku...
Kemudian siapa ABK? Anak Buah Kapal? Sukses baginya?
Berawal dari SMS lebaran dari nomor asing yang masuk di HPku tepat di hari lebaran. SMS itu bunyinya seperti ini, “Mohon Maaf Lahir Batin yo lek”. Mendapat SMS itu aku tidak langsung membalasnya, hanya bergumam, ini nomor siapa ya? Kalau manggil aku “lek” pasti teman jaman SMA. Akhirnya karena aku ini kepo, SMS balasan pun saya kirim, singkat, “Siapa?”.
Kekepoanku hilang begitu saja dengan adanya kegiatan yang super padat di hari lebaran kemarin (sok ngartis, he). Tak peduli kabar nomor asing itu lagi. Hingga, 14 Agustus 2013, ada SMS dari nomor asing lagi yang masuk.
“Prasetyo”
Aku membaca SMS sambil mengernyitkan dahi. Si Cumi’? Ah iya ini, masak nomornya baru lagi? Nomor yang kemarin itu nomornya Cumi’? Balas nggak ya? Tapi kan nomor Indonesia, kemarin katanya dia di Vietnam? Ntar kalau aku balas pulsaku kesedot banyak aku bangkrut dong? He, pelitnya kumat. Akhirnya aku pun membalas SMS dari Cumi’. Ini nih, penamakannya.

5 menit tidak ada balasan, aku pun memutuskan untuk tidur karena baru pulang dari Semarang. Eh, tiba-tiba ada yang bergetar. Nama “Prasetyo” nongol di layar HPku.
“Cumi’ ngapain telepon?” tanyaku heran pada diri sendiri sambil melihat ke layar Hpku. Ibuk yang ada di sampingku menyahut, “Udah angkat saja.”
“Assalamualaikum..”
Dari sana terdengar suara renyah Cumi’. Ah, ini anak kapan terakhir telepon aku?
“Kamu di mana ini?” tanyaku pada Cumi’.
“Singapura, Ka” jawabnya.
“Kemarin pas di facebook katamu di Vietnam?”
“Iya, terus ke Malaysia sekarang udah di Singapura.”
“Ciaaahhh...kayak lintang ngaleh kamu. Eh, kok pake nomor indosoot?” kepoku kumat.
“Iya, kan masih kecantol sinyal dari Indonesia.”
“Ohh....” aku manggut-mangguut.
Ya, Cumi’ itu adalah ABK Kontainer. 3 tahun lalu kami akrab sebagai teman sekelas. Tapi nasib kami berbeda, dia cowok ganteng, sedangkan aku upik abu. Ciah, nggak ada hubungannya sama sekali dah!
Nama lengkapnya, Prasetyo Darmo Sesomo. Sering dipanggil Pras, Tyo, dan hanya aku dan sampai sekarang yang masih manggil dia Cumi’. Saat ini dia magang sebagai ABK di kapal milik perusahaan asing. Desember nanti dia akan kembali ke darat untuk kuliah 1 tahun (PIP Semarang) dan setelah lulus dia akan kembali ke kapal tersebut karena sudah dikontrak.
Cumi’ punya adik 4 (woow banget bagiku). Dia anak sulung, adiknya nomor dua perempuan sekarang ambil radiologi di Poltekkes Semarang semester 3, adiknya nomor 3 sampai 5, laki semua. Kelas 6 SD dan dua yang terakhir TK kecil dan TK besar. Kalau bicara tentang saudaranya aku ingat kalimat dia kemarin, “Bapakku sregep banget kok, Ka.” Dan aku hanya tertawa. Dasar Cumi’!
Gelak tawa, ya selama kegiatan bertelepon bersama Cumi’ ada aja yang dibicarakan. Dari tadi ngomongin Cumi, aku kasih lihat penampakan dia deh.

Foto ini aku comot dari facebook Cumi'
“Ka, tahu nggak kapalku panjangnya seberapa?” tiba-tiba dia membuka bahasan baru.
“Berapa memangnya?”
“Melebihi kapal Titanic deh pokoknya.” Ciah, sombong.
“Masak siiihh?” gayaku sok tahu padahal juga lihat Titanic dari televisi. Nggak paham ukuran aslinya. He.
“Tahu ukuran lapangan bola?”
“Ho-oh? Trus?” Belagak sok tahu lagi padahal aku nggak paham ukuran lapangan bola. Astaghfirullah, maklum waktu SMA nyontek pas ujian teori olahraga.
“3 kalinya. Kapalku panjangnya 300 meter Ka, tingginya tahu?”
“Berapa??”
“Pohon kelapa aja lewaaat, Ka.”
“Ah masak sih? Kapan-kapan kamu foto dong sama kapalmu itu biar aku tahu. Kamu mesti kayak semut kalau foto sama tu kapal.”
Di antara tawa kami, terselip sebuah cerita. Semua berawal dari kalimat yang kulontarkan. “Wah, kamu enak ya Mi’ keliling dunia. Bisa lihat sana-sini. Aku malah ngejogrok di rumah mulu.”
Kemudian dari seberang sana dia menjawab, “Uangnya juga banyak?”
“Pasti tooo!” jawabku seperti mencibirnya.
“Ah, kamu tuh sama ma orang lain.” jawab Cumi’ agak merendah suaranya.
“Maksudnya???” kepoku.
“Aku bisa seperti ini juga ada rekosone (susahnya), Ka. Bukannya aku sok menggurui. Tapi kamu tahu kan dulu aku pernah cerita pas aku cari perusahan semacam perusahaan kapal yang aku tempatin sekarang ini di Jakarta?”
“Heem...”
“Percaya atau nggak terserah kamu, dulu aku di Jakarta cari perusahaan nggak semudah yang orang bayangin. Pernah dicuekin, nggak dianggep sama sekali pokoknya, dilihat aja nggak. Naik turun metromini kemana-mana, Ka. Sampai-sampai aku kan dikasih jatah uang sama bapak itu Rp 200.000 buat dua minggu, eh ternyata belum dua minggu uang itu udah mau abis. Tahu sendiri, Ka hidup di Jakarta kayak gimana? (sayangnya aku belum pernah hidup di Jakarta Mi’-batinku) Pas itu waktu bulan puasa, aku ngirit (berhemat). Aku cari perusahaan jalan kaki dari tempat tinggalku sementara sampai karet alas pantopelku habis. Puasa dah pokoknya tak tahan-tahan Ka. Demi masa depanku pokoknya. Memang hidup jadi seorang pelayar kalau di jalan lurus akan mudah dapet materi, Ka, tapi kalau nggak tahan godaan, jangan ditanya. Godaan bagi orang pelayaran sepertiku ini juga sangat berat.”
“Iya Mi’. Yang kuat ya?”
Masih mendengarkan Cumi’ bercerita di seberang sana, pelupuk mataku menghangat. Cumi’ yang dulu manja kemana? Sekarang digantikan Cumi’ yang sungguh matang.
“Ka, di kapal ini ada 24 ABK.”
“Apa? Kapal sebesar itu hanya 24 orang yang ngisi?” kepoku kumat lagi.
“Ya, dari 24 orang, 2 diantaranya aku dan temanku yang orang Timur. Hampir semua yang lainnya adalah orang Barat.”
“Berarti kemarin kamu puasa sendiri dong Mi’. Ya Allah Mi’, bagaimana rasanya?” aku iba.
“Ya, aku nggak sendiri kan ada temanku juga yang dari Indonesia. Rasanya biasa aja Ka. Tapi yang perlu kamu tahu, paling enak itu kerja dengan orang kita sendiri.” terang Cumi’ buatku penasaran.
“Kenapa emangnya? Kan enak punya kenalan orang luar.”
“Ah kamu sih nggak tahu. Bagi mereka kita itu teroris Ka. Bekerja dengan orang kulit putih pasti akan ada diskriminasi meskipun itu sangat kecil.”
Mendengar cerita Cumi’ aku menghela napas panjang. Benarkah? Begitukah rasanya? Ya, selama ini aku selalu melihat nikmatnya saja, nikmat yang dialami Cumi’ tapi tak pernah melihat dari sisi lawannya. Apakah kamu juga termasuk orang yang sepertiku? Mari segera diubah.
“Kamu tetap harus bertahan ya Mi’.”
“Pasti Ka, jalanku masih panjang. Kamu juga ya? Kuliah yang bener. Skripsi segera dikelarin. Kalau kamu mau kerja keras pasti ada jalannya. Jangan malas mulu!”
“Ih...Cumi’ bijaksana kali. Cumi’ memang sudah berubah.” ejekku.
“Masak sih? Mungkin keadaan Ka yang telah berhasil mengubahku. Tapi ingat betul Ka, kalau kamu mau sukses, ada kuncinya.”
Kudengar Cumi’ megucapkan kunci sukses ala dirinya dengan menggebu.
1.    Kerja keras, mungkin ini dari perjuangan dia ngalor-ngidul cari perusahaan dengan keadaan puasa dan keuangan yang menipis.
2.    Sholat wajib jangan pernah telat, ditambah sholat sunnah. Meskipun di rantau, disangka teroris, didiskriminasi Cumi’ masih ingat Allah.
3.    Berdoa kemudian bersabar. Ya, bersabar setelah berikhtiar.
4.    Sodakoh (Beramal)
Sodakoh, aku jadi ingat kata-kata Cumi’, “Anggap sodakoh kita baik itu banyak atau sedikit yang penting ikhlas sebagai tabungan kita di hari besok Ka.” Ada lagi, pertanyaan usilku muncul, “Mi’ kalau di kapal gitu kamu sholatnya bagaimana?”
Dengan takzim Cumi’ menjawab, “Lillahi ta’ala Ka. Kuniatkan menghadap kiblat, tapi kadang aku juga pakai peta (kompas mungkin maksudnya).”
Ah, aku. Yang dari kemarin rasanya ogah betul untuk mengerjakan skripsi seakan-akan mendapat suntikan semangat dari kawan SMA ku ini. Terimakasih. Allah itu selalu menghadirkan kabar bahagia tanpa disangka datangnya dari mana dan kapan tepatnya. Terimakasih juga Cumi’ sudah menyempatkan waktu untuk telepon aku. Baru sadar kalau kemarin waktu telepon selama 49 menit. Dan telepon kami berhenti sejenak ketika telepon di kabin kamarnya berdering.
“Sebentar Ka.”
Belum menjawab “ya”, si Cumi’ sudah merespon si penelepon kamarnya.
“Siap Sir. Yes!” ku dengar Cumi’ menjawab dengan kata yang sama berulang-ulang.
“Halo Ka.”
“Ya, Mi’.”
“Setengah 5 (waktu Singapura) aku kerja lagi. Udah dulu ya.”
Ku tutup telepon dari Cumi’ dengan kobaran semangat hidup yang berbeda. Terimakasih Cumi’. Terimakasih Allah telah mengirimkan cerita Cumi’. Haruskah aku bermalas-malasan lagi? TIDAK. Rasa-rasanya cerita temanku itu sungguh melucuti rasa malasku. Memang, dulu dia tak pernah bermimpi akan menjadi seorang ABK, karena dia bermimpi menjadi seorang polisi. Tapi dia kini telah bersahabat dengan keadaan dan inginmnegubah dunianya. Kenapa aku tidak? Kamu?
Keinginan baru dalam hatiku muncul, skripsi jalan, nge-blog pun harus tetap jalan. Kalau skripsi mendapat 85 % perhatianku, paling tidak blog ku ini dapat 15 % doong! Jangan berhenti menulis dan menginspirasi sesama. Semangat!

Rabu, 14 Agustus 2013

SYARAT PENDAFTARAN CPNS 2013

Bagi anda yang akan mengikuti Tes CPNS 2013 ini harus segera menyiapkan persyaratan administrasi yang diperlukan untuk mendaftarkan diri anda sebagai peserta CPNS. Diantara persyaratannya adalah sebagai berikut :

Persyaratan berkas
  1. Pas foto berwarna terbaru ukuran 3×4 cm dan 4×6
  2. Materai 6000
  3. Mengisi dan menandatangani Daftar Riwayat Hidup Singkat
  4. Fotokopi KTP/SIM yang masih berlaku
  5. Surat lamaran ditulis dengan tangan sendiri
  6. Fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar/Surat Tanda Kelulusan dan transkrip nilai terakhir yang telah dilegalisir
  7. Bagi pelamar lulusan luar negeri wajib menyertakan Fotokopi Surat Keputusan Penyetaraan Ijazah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah dilegalisir
  8. Surat Keterangan Dokter (asli) terbaru yang menyatakan sehat (selama tiga bulan terakhir);
  9. Surat Keterangan Catatan Kepolisian/SKCK (asli) yang masih berlaku;
  10. Berbagai macam Surat Pernyataan yang nantinya dapat diunduh kemudian ditempel materai Rp.6.000,00 dan ditandatangani;
  11. Sertifikat keahlian bagi jurusan tertentu sesuai formasi yang dilamar.
itu adalah beberapa persyaratan yang harus anda persiapkan secepat mungkin

Bagi rekan2 berbagi ilmu yang ingin mendapatkan info secara langsung agar tidak ketinggalan info pemda dan instansi yang telah membuka tes CPNS dan berlatih soal metode  CAT bisa daftar di link ini klik disini saya juga telah mendaftar untuk info per tanggal 3 september ini untuk pemda yang telah membuka pendaftaran adalah Sulbar dan DIY. sedang untuk instansi pusat (kemensos, kemenlu, bakorkamla kemenkeu, geospasial, dan LKPP. 

Arsip Blog