Selasa, 23 Juli 2013

Rp 20.000? Dapat Apa Ya?


Hidup di desa itu ada nikmat dan nggak nikmatnya. Sama halnya hidup di kota deh ya? Kalau hidup di desa seperti aku ini salah satu kenikmatannya adalah kemudahan dalam menemukan pasar tradisional. Karena yang ada di sana bisa dikatakn fresh banget lah ya. Selain itu juga lumayan murah. Tapi apa jadinya kalau aku yang notabene boros banget ini diminta ibu untuk menyiapkan menu buka dan sahur hanya dengan uang di tangan hanya sebesar Rp 20.000.
“Ha? Kok uang belanjanya sama uang sakuku kuliah, Bu? Dapet apa nanti?” rengekku pada ibu.
“Dapet menu buka dan sahur. Ibu biasanya juga segitu. Udah pokoknya ibu percayakan padamu menu hari ini (22/7/2013).” kata ibu sambil berlalu pergi bersama bapak.
Buat beli separuh menu makan di restoran fast food aja nggak dapet. Lah ini? Ibarat tertegun, saat itu mungkin aku seperti sapi ompong yang plompang-plompong. Ini harus kuhadapi.
Otakku mulai berpikir keras, pokoknya cukup nggak cukup uang ini harus bisa buat belanja, kalau tidak nanti juga kasihan bapak ibu, pulang dari ladang nggak ada makanan.
Langkah utama yang ku lakukan adalah mengecek bumbu dapur yang ada. Oh, ternyata masih lengkap, alhamdulillah. Ada juga buncis dan wortel yang masih tersisa. Setelah itu mikir lagi, menu apa ya yang mau aku masak nanti?
Aha! Sayuran yang masih ada itu harus aku gunakan biar jatah uangnya nggak kurang. Akhirnya aku mengeksekusi sayur bobor (paham nggak ya sayur ini? sayur daun kacang panjang yang muda lengkap dengan santan bening) sebagai menu buka puasa nanti sore. Terus sahurnya? Aku buat tumis buncis aja.

Belanjaan
Senang rasanya kalau bisa ke pasar sendiri. Eits! Kali ini jangan deh. Ke pasar hanya megang uang Rp 20.000, bisa-bisa aku kalap dan bahan-bahan untuk membuat menu buka dan sahur jadi tak terpenuhi. Pengalaman, seringkali kalau ke pasar belanjaan yang ku beli lebih banyak yang tidak sesuai list. Hihihi. Jadi, kali ini aku nitip sama tante aja deh. Melasnya diriku nggak bisa ngecengin penjual-penjual di pasar.
Dengan sigap aku untuk membuat list belanjaanku, dan hasilnya ini nih!
1.     Mbayung (daun kacang panjang yang muda) 1 ikat
2.   Labu (waluh) 1 potong
3.    Kelapa tua Rp 1.000
4.   Ikan pindang Rp 5.000 (3 ekor)
5.    Bakso Rp 2.500
6.    Tahu kuning Rp 2.000
Jumlah uang yang aku keluarkan untuk belanjaan di atas adalah Rp 12.500. Tenang. Uang masih ada sisa, jadi bisa masuk kantongku deh. Hehe lumayan J

Ikan pindang

Tapi, tak layaknya cerita sinetron yang selalu berakhir happy ending, di penghujung acara masak-memasak ku buka tempat penyimpanan beras. Ya, bisa ditebak, ternyata berasnya habis. Alamak, masih cukupkah uang Rp 7.500 untuk membeli beras. Apakah harus mengambil uangku? Ah, tidak profesional kali aku ini.
“Dik, beras yang kualitas sedang sekilo berapa yah?” tanyaku pada adik keponakan.
“Terakhir beli kemarin ada yang Rp 7.000 mbak, tapi mending beli yang Rp 7.500.”
“Hahahahaha...Oke oke.” hatiku bersorak gembira. Ini kebetulan atau apa ya, nge-pas banget uangnya. Moga aja gasnya nggak sampai habis di jalan. Bisa-bisa mati kutu deh.
“Kenapa mbak?”
“Uangku ini tinggal Rp 7.500, aku kira nggak dapet beras.”
“Ho? Dapet kok.”
Meluncurlah segera aku membeli beras. Tak apalah cuma sekilo, yang penting bisa makan. Fiuh, beginikah jadi ibu rumah tangga? Puyeng euy.... inikah kegiatan ibuku setiap hari. Ah~ perempuan itu memang diciptakan sangat cerdas. Angkat 4 jempol!

Sabtu, 20 Juli 2013

Plantet Question (Pertanyaan Rekayasa) sebagai Metode untuk Merangsang Keaktifan Siswa dalam Bertanya




Oleh Yetty D Novia


Sebagai guru tentunya kita pernah berfikir bagaimana caranya agar siswa kita aktif dalam setiap proses belajar mengajar. Salah satunya dengan kegiatan tanya jawab karena kebanyakan siswa tidak percaya diri bila disuruh bertanya. Sebagai contoh. Anak-anak apa ada yang ingin ditanyakan dari materi yang telah bapak atau ibu ajarkan ? pasti kebanyakan siswa menjawab jelas pak/bu atau tidak ada pak/bu. Tapi mungkin ada beberapa siswa yang ingin bertanya tapi mereka tak berani, takut diejek temanya lah, takut pertanyaannya salah dll. Untuk lebih merangsang keaktifan siswa dalam bertanya maka metode Plantet Question ( Pertanyaan Rekayasa) ini perlu bapak ibu coba.

Metode Plantet Question membantu untuk mempresentasikan informasi dalam bentuk respon terhadap pertanyaan yang telah ditanamkan atau diberikan sebelumnya kepada peserta didik tertentu. Metode ini membantu peserta didik yang tidak pernah bertanya atau bahkan tidak pernah berbicara pada jam-jam pelajaran untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan diminta menjadi penanya (Hisyam dkk, 2008 :46).


Langkah metode pembelajaran Plantet Question pertanyaan rekayasa adalah:

1. Pilihlah pertanyaan yang akan mengarahkan pada materi pelajaran yang akan disajikan. Tulislah tiga sampai enam pertanyaan dan urutkan pertanyaan tersebut secara logis.

2. Tulislah setiap pertanyaan pada sepotong kertas (10 X 15 cm), dan tuliskan isyarat yang akan digunakan untuk memberi tanda kapan pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan. Tanda yang bisa digunakan diantaranya: -menggaruk atau mengusap hidung-membuka kacamata -membunyikan jari-jari dll

3. Sebelum pelajaran dimulai, pilihlah siswa yang akan mengajukan pertanyaan tersebut. Berikan kertas yang telah dibuat dan jelaskan petunjuknya. Yakinkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak diketahui oleh siswa lain.

4. Bukalah sesi tanya jawab dengan menyebutkan topik yang akan dibahas dan berilah isyarat pertama. Kemudian jawablah pertanyaan pertama, dan kemudian teruskan dengan tanda-tanda dan pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

5. Sekarang bukalah forum untuk pertanyaan baru (bukan yang sebelumnya disusun).

Demikian mengenai metode plantet question, intinya dalam metode ini guru yang membuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan dan diberikan kepada beberapa siswa tanpa sepengetahuan siswa lain, tujuannya untuk merangsang siswa lain untuk bertanya dengan pertanyaannya sendiri.

Selamat mencoba semoga anak didik kita lebih aktif dalam bertanya. Sehingga proses belajar mengajar menjadi semakin menarik. Wslm…

Jumat, 19 Juli 2013

Semua Jumlah Raka'at Shalat Tarawih itu Baik

Selalu jadi perselisihan, manakah yang lebih afdhol 11 atau 23 raka'at. Kalau kami sendiri menilai bahwa kedua cara tersebut  semuanya itu baik asal shalatnya dilakukan dengan benar. Yaitu harus ada thuma'ninahdan tidak ngebut secepat kilat bagai kencangnya bis patas atau bagai ayam matuk. Ada yang mengerjakan shalat 23 raka'at yang begitu cepat sampai bisa diselesaikan dalam waktu 10-15 menit. Wallahul musta'an.


Shalat Tarawih Disunnahkan Berjama'ah

Syaikh 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim rahimahullah berkata,
"Hukum shalat tarawih adalah sunnah. Shalat tersebut dilakukan dengan berjama'ah lebih afdhol. Karena hal ini sudah ma'ruf di tengah-tengah sahabat dan para ulama sesudahnya telah menyepakatinya."(Syarh Wazhoif Ramadhan, hal. 133).

Masalah Jumlah Raka'at

Kembali disebutkan oleh Syaikh 'Abdurrahman bin Qosim,
"Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa sah-sah saja melaksanakan shalat tarawih 20 raka'at seperti yang masyhur dalam madzhab Ahmad dan Syafi'i. Boleh pula melaksanakan shalat tarawih sebanyak 36 raka'at sebagaimana pendapat Imam Malik. Boleh pula melaksanakan shalat tarawih dengan 11 raka'at atau 13 raka'at. Semua itu baik. Boleh saja mengerjakan shalat tarawih dengan banyak raka'at atau sedikit raka'at tergantung pada lama dan pendeknya berdiri.

'Umar bin Khottob radhiyallahu 'anhu ketika mengumpulkan jama'ah dengan imam Ubay bin Ka'ab, ia memerintahkan untuk mengerjakan 20 raka'at.

Para sahabat sendiri ketika mengerjakan shalat malam, ada di antara mereka yang mengerjakan dengan sedikit raka'at dan ada yang dengan banyak raka'at. Adapun membatasi dengan jumlah raka'at tertentu tidak ada dalam Islam sama sekali." (Syarh Wazhoif Ramadhan, hal. 133-134).

Shalat Tarawih dengan Jumlah Raka'at yang Banyak Namun "Ngebut"

Lalu kembali Syaikh 'Abdurrahman bin Qosim menyinggung orang-orang yang shalat tanpa thuma'ninah seperti yang kita perhatikan saat ini pada sebagian jama'ah yang melakukan tarawih dengan 23 raka'at (raka'at yang banyak). Beliau rahimahullah berkata,

"Banyak sekali imam yang ketika melaksanakan shalat tarawih tanpa memakai nalar. Mereka melakukannya tanpa ada thuma'ninah ketika ruku' dan sujud. Padahal thuma'ninah termasuk rukun shalat. Dalam shalat kita pun dituntut untuk menghadirkan hati dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah yang dibaca. Tentu thuma'ninah dan khusyu' tidak didapati ketika seseorang ngebut dalam shalatnya. Jika mau dinilai, sedikit raka'at namun disertai khusyu' ketika ruku' dan sujud itu lebih baik daripada banyak raka'at namun dilakukan dengan ngebut yang jelas dilarang dalam shalat.

Kalau mau dikata, mengerjakan shalat malam dengan 10 raka'at namun ada thuma'ninah lebih baik daripada 20 raka'at dengan tergesa-gesa. Karena ruh shalat adalah ketika hati itu benar-benar menghadap Allah.
Begitu pula membaca Al Qur'an dengan tartil lebih baik daripada dengan terburu-buru. Yang masih dibolehkan adalah dalam keadaan cepat namun tidak ada satu huruf pun yang luput dibaca. Yang tidak dibolehkan adalah jika sampai menghilangkan satu huruf bacaan karena terburu-buru dalam shalat. Namun jika dibaca dengan bacaan yang jelas dan para jama'ah pun dapat mengambil manfaat, maka itu lebih baik.
Allah pun mencela orang yang membaca Al Qur'an namun tidak memahaminya seperti disebutkan dalam ayat,

ÙˆَÙ…ِÙ†ْÙ‡ُÙ…ْ Ø£ُÙ…ِّÙŠُّونَ Ù„َا ÙŠَعْÙ„َÙ…ُونَ الْÙƒِتَابَ Ø¥ِÙ„َّا Ø£َÙ…َانِÙŠَّ
"Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui maksud Al Kitab, kecuali dongengan bohong belaka." (QS. Al Baqarah: 78).

Yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang membaca namun tidak memahami. Padahal maksud diturunkannya Al Qur'an adalah untuk dipahami maknanya dan diamalkan, bukan hanya sekedar dibaca." Lihat Syarh Wazhoif Ramadhan, hal. 136.

Bermasalahnya Shalat Tanpa Thuma'ninah

Kadar thuma'ninah dalam ruku' dan sujud menurut ulama Syafi'iyah adalah sudah mendapat sekali bacaan tasbih. Lihat Al Fiqhu Al Manhaji karya Syaikh Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, dkk, hal. 134.
Kalau di bawah kadar itu, berarti tidak ada thuma'ninah. Kalau tidak ada thuma'ninah berarti hilanglah rukun shalat dan membuat shalat tidak sah.

Mengenai perintah thuma'ninah disebutkan dalam hadits ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang yang "ngebut" shalatnya untuk mengulangi shalatnya. Dalilnya sebagai berikut,

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika masuk masjid, maka masuklah seseorang lalu ia melaksanakan shalat. Setelah itu, ia datang dan memberi salam pada Nabishallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab salamnya. Beliau berkata, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Lalu ia pun shalat dan datang lalu memberi salam pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau tetap berkata yang sama seperti sebelumnya, "Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau tidaklah shalat." Sampai diulangi hingga tiga kali. Orang yang jelek shalatnya tersebut berkata, "Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengajarinya dan bersabda, "Jika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur'an yang mudah bagimu. Lalu ruku'lah dan sertai thuma'ninah ketika ruku'. Lalu bangkitlah dan beri'tidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma'ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma'ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma'ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu." (HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397).

Lihatlah orang tersebut disuruh mengulangi shalatnya karena shalatnya tidak memiliki thuma'ninah, artinya shalatnya sangat cepat atau "ngebut". Jadinya orang yang shalat tarawih dengan ngebut tanpa ada thuma'ninah, berarti shalatnya tidak sah.

Semua Jumlah Raka'at Shalat Tarawih itu Baik

Namun sekali lagi mengenai jumlah raka'at shalat tarawih yang jelas tidak dibatasi. Juga boleh mengerjakannya dengan 23 raka'at asal ada thuma'ninah di dalam shalat. Lihat saja contoh yang saat ini dipraktekkan di tanah haram, yaitu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan 23 raka'at yang lama dan thuma'ninah. Bahkan Ibnu Taimiyah menegaskan semua jumlah raka'at shalat tarawih itu baik.

Ibnu Taimiyah dalam fatawanya menjelaskan, "Para ulama berselisih pendapat mengenai jumlah raka'at shalat tarawih (qiyam Ramadhan). Ada hadits shahih yang menyebutkan bahwa Ubay bin Ka'ab mengimami shalat tarawih dengan 20 raka'at, ditambah witir 3 raka'at. Kebanyakan ulama menilai 23 raka'at inilah yang disunnahkan. Karena Ubay melakukan shalat tersebut di hadapan kaum Muhajirin dan Anshar, namun tidak ada yang mengingkarinya. Sebagian yang lainnya mengerjakan shalat tarawih dengan 39 raka'at karena dianggap bahwa inilah praktek penduduk Madinah di masa silam.

Ada pula sebagian ulama yang menyebutkan hadits 'Aisyah yang shahih yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menambah lebih dari 13 raka'at. Sehingga mereka bingung karena menganggap hadits inilah yang jadi patokan. Mereka sulit mengkompromikan dengan hadits yang shahih yang menyatakan bahwa Khulafaur Rasyidin dan para sahabat telah melakukan lebih dari 13 raka'at.

Yang benar, semua cara shalat tarawih tersebut benar. Sebagaimana hal ini ditegaskan oleh Imam Ahmad bin Hambal bahwasanya jumlah raka'at shalat tarawih tidak dibatasi dengan jumlah raka'at tertentu karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri tidak membatasinya. Maka boleh saja melakukan shalat tarawih dengan jumlah raka'at yang sedikit atau banyak tergantung pada lama dan pendeknya berdiri.

Kalau Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri melakukan shalat malam dalam satu raka'at membaca surat Al Baqarah, An Nisaa', dan Ali Imran. Sebagaimana hal ini disebutkan dalam kitab Shahih dari hadits Hudzaifah. Maka lamanya berdiri seperti ini diganti oleh para sahabat dengan banyak raka'at. Karenanya Ubay bin Ka'ab tidak mengimami dengan lama berdiri namun dengan banyak raka'at. Banyak raka'at ini adalah kompensasi dari lamanya berdiri. Dahulu iya, shalat tarawih dilakukan dengan 11 atau 13 raka'at. Namun setelah itu orang-orang di Madinah menjadi tidak mampu melakukannya karena berdirinya yang lama, maka digantilah menjadi 39 raka'at dengan memperbanyak raka'at." (Majmu' Al Fatawakarya Ibnu Taimiyah, 23: 112-113).

Artikel Rumaysho.Com


Metode Pembelajaran Inquiry Training

1. Pengertian Metode Pembelajaran Inquiriy Training
Pengertian Metode Pembelajaran Inquiry Training adalah suatu
kerjasama antara guru dengan peserta didik (Suckman,2008:67).
Penyajian materi disampaikan dengan ceramah atau tertulis. Siswa dalam
suatu kelas tertentu dibagi menjadi kelompok-kelompok. Masing-masing
kelompok dengan anggota 5-6

orang setiap kelompok diupayakan heterogen dari segi jenis kelamin dan
kemampuan akademiknya.
2. Tujuan Penggunaan Metode Pembelajaran Inquiry Training
Menurut Suckman (2008:67) Tujuan penggunaan Metode pembelajaran
Inquiry Training dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa
dalam proses pemebelajaran menulis puisi, mampu menulis sebuah puisi
dengan baik dan benar serta menggunakan kaidah bahasa yang benar.
Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi
contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai
tujuan tertentu (Suparman, 1997:166). Guru harus memilih metode yang
sesuai untuk setiap kompetensi yang ingin dicapai, karena tidak setiap
metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai setiap
kompetensi atau tujuan pembelajaran tertentu. Lebih lanjut Suparman
(1997: 167-176) menjelaskan, ada beberapa metode yang biasa digunakan
guru dalam kegiatan pembelajaran. Berikut ini hanya akan diambil
beberapa metode yang dianggap cocok dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia di SD. Namun demikian ada beberapa metode di bawah,seperti
deduktif atau ekspositori, Inquiry Training, dan induktif yangmenurut
Roy Killen seperti diuraikan sebelumnya merupakan strategi
pembelajaran.
Metode pembelajaran Inquiry Training merupakan salah satu Metode
pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya
memperlajari materi saja, namun siswa juga harus mempelajari
keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif.
Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja
dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan
komunikasi antar anggota kelompok. Sedangkan peranan tugas dilakukan
dengan membagi tugas antar kelompok selama kegiatan. Lingkungan
belajar untuk pembelajaran kooperatif dicirikan oleh proses demokrasi
dan peran aktif siswa dalam menentukan apa yang harus dipelajari dan
bagaimana mempelajarinya. Guru merupakan suatu struktur tingkat tinggi
dalam pembentukan kelompok dan mendefinisikan semua prosedur, namum
siswa diberi kebebasan dalam mengendalikan dari waktu ke waktu di
dalam kelompoknya. Jika pelajaran pembelajaran kooperatif ingin
menjadi sukses, materi pelajaran yang lengkap harus tersedia di
ruangan guru atau di perpustakaan atau dipusat media. Keberhasilan
juga menghendaki syarat dari menjauhkan kesalahan tradisional, yaitu
secara ketat mengelola tingkah laku siswa dalam kerja kelompok.
3. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan menggunakan Metode
pembelajaran Inquiry Training
Secara prosedural, pembelajaran Inquiry Training dapat diuraikan
dalam beberapa tahap sebagai berikut:
Tahap I : Pendahuluan, menetapkan, dan mejelaskan tujuan pembelajaran.
a. Menjelaskan kepada siswa proses kooperatif yang akan digunakan,
tujuan pembelajaran, dan megkaitkannya dengan pengetahuan awal siswa.
b. Menetapkan tingkah laku dan interaksi siswa yang diharapkan.
Tahap II : Penyajian informasi (garis besar materi pelajaran)
a. Menyajikan informasi/konsep kunci secara verbal atau dalam bentuk
hand outatau menggunakan bentuk bahan ajar lainnya. Bisa digunakan
informasi yang banyak dari buku teks, selain itu bisa digunakan LKS
untuk membantu memilih dan mencatat informasi yang terdapat dalam buku
teks tersebut.
Tahap III : Mengatur siswa kedalam kelompok belajar
a. Mengatur kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang siswa dan
menyeimbangkan perbedaan. Perbedaan antar siswa. Dalam hal ini, harus
disusun variasinya yang berkaitan dengan tingkat intelektualnya, jenis
kelamin dan etnis. Setiap kelompok terdiri atas siswa yang memiliki
inteletual tinggi, sedang, dan rendah.
b. Mengatur peran serta anggota kelompok dalam kelompoknya.
Tahap IV : Membantu siswa bekerja dan belajar dalam kelompok.
a. Mengamati peran dan partipasi masing-masing individu dalam kerja kelompok.
b. Membantu siswa yang mengalami kesulitan bekerja secara kelompok.
Tahap V : Memberikan tes/kuis tentang materi pelajaran.
a. Tes/kuis diberikan secara individu dan tidak diperkenankan untuk
saling bekerja sama. Penilaian dilakukan oleh fasilitator dan skor
peningkatan kelompok didasarkan atas skor individu.
Tahap VI : Memberikan penghargaan kepada kelompok.
a. Penghargaan untuk kelompok dapat berupa tanda mata, status
(misalnya: kelompok terbaik), sanjungan, dan sebagainya.
b. Keseluruhan proses pembelajaran dengan teknik Inquiry Training
terdiri atas 2 sampai 4 kali pertemuan.
Metode ini dikembangkan oleh Suckman, mengajarkan kepada siswa suatu
proses untuk mengkaji dan menjelaskan suatu fenomena yang tidak umum.
Dengan Metodenya, Suchkman mengajak siswa menjelajahi suatu versi mini
suatu prosedur yang (biasa) digunakan para ahli untuk
mengorganisasikan pengetahuan dan menggeneralisasi prinsip-prinsip.
Tujuan umum inquiry training ialah membantu siswa mengembangkan
disiplin dan menterampilkan intelektual yang diperlukan untuk dapat
mengajukan pertanyaan dan mencai jawabannya berdasarkan rasa ingin
tahunya. Suckman bermaksud membantu siswa melakukan inquiry secara
independen dengan cara disiplin. Diharapkan agar ssiwa bertanya
mengapa sesuatu terjadi, kemudian mencari atau mengumpulkan dan
memproses data secara logis, kemudian mengembangkan strategi
intelektual umum yang dapat digunakan untuk menemukan jawaban atas
pertanyaan mengapa sesuatu itu terjadi.
Inquiry training dimulai dengan menyajikan peristiwa yang mengandung
teka-teki kepada siswa. Individu yang menghadapi situasi itu akan
termotivasi untuk memecahkan teka-teki itu. Kesempatan itu dapat
dipergunakan untuk mengajarkan prsedur pengkajian yang terdisiplin.
Menurut Brunner (2005:87), siswa akan bertambah sadar akan proses
inquiry-nya dan mereka akan dapat dijiwai prsedur ilmiah secara
langsung. Seringkali orang melakukan inquiry secara intutif, padahal
menurut Suckman kita tidak dapat menganalisis dan memperbaiki cara
berpikir kecuali bila kita menyadarinya.
Penekanan Metode ini terletak pada penenaman kesadaran akan proses
inquiry bukan akan isi situasi masalah tertentu.
Pada Metode inquiry terdapat lima fase. Pada fase pertama guru
menyajikan situasi bermasalah menerangkan prosedur inquiry kepada
siswa. Formulasi peristiwa memerlukan pemikiran terhadap tertentu,
tujuan utamanya ialah agar siswa mengalami penciptaan pengetahuan
baru. Inquiry awal dapat didasarkan pada gagasan-gagasan sederhana.
Fase kedua, verifikasi suatu proses pengumpulan infromasi mengenai
peristiwa yang diikat dan dialami. Fase ketiga, eksperimentasi, siswa
mengenakan elemen baru ke dalam situasi untuk mengetahui apakah suatu
peristiwa terjadi secara berbeda. Fase keempat, guru meminta siswa
untuk merumuskan suatu penjelasan. Beberapa siswa akan mengalami
kesulitan untuk menghubungkan informasi yang telah dikumpulkan dengan
penjelasan. Fase kelima, siswa diminta untuk menganalisis pola
pelaksanaan inquiry. Mereka dapat menentukan pola
pertanyaan-pertanyaan yang paling efektif,cara-cara bertanya yang
paling produktif dan yang tidak produktif, jenis informasi yang
diperlukan dan tidak diperlukan. Fase ini esensial untuk menjadikan
proses inquiry sebagai sesuatu yang didasari dan secara sistematis
dilakukan perbaikan.
Menurut Suckman (2008:112) Metode inquiry training dapat terstruktur
secara ketat, guru mengontrol interaksi dan menerangkan prosedur
inquiry. Norma inquiry ialah terdapatnya koperasi/kerjasama dan
kebebasan intelektual. Interaksi sesama siswa perlu ditekankan.
Lingkungan intelektual terbuka bagi gagasan-gagasan yang relevan. Bagi
gagasan-gagasan yang menjadi pokok perhatian, partisipasi guru dan
siswa harus seimbang.
4. Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry Training
Pada umumnya siswa akan lebih cepat bosan dan jenuh apabila dalam
proses belajar mengajar hanya menggunakan Metode pembelajaran ceramah.
Sehingga siswa merasa kesulitan untuk mengingat dan memahami materi
pembelajaran yang disampaikan. Bagi anak yang tingkat kecerdasannya
tinggi tentu saja tidak ada masalah, akan tetapi bagi anak yang kurang
cerdas atau cara berfikirnya lambat akan sangat kesulitan dan kurang
bisa memahami terhadap materi yang disampaikan.
Peranan Metode pembelajaan inquiry training mempunyai peran dan fungsi
yang sangat penting dalam pembelajaran yaitu dapat meningkatkan
kreatifitas siswa, mengaktifkan proses belajar mengajar, membangkitkan
motivasi siswa dalam belajar, membantu siswa dalam memahami materi
pembelajaran.
Peran dan fungsi penerapan Metode pembelajaan inquiry training dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Menarik perhatian siswa dalam meningkatkan minat belajar siswa
lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Dengan memberikan hal yang
baru dalam pembelajaran jelas akan menarik perhatian dalam
membangkitkan minat belajar sehingga siswa lebih aktif dalam proses
belajar mengajar. Seperti penjelasan di atas yang menyebutkan bahwa
siswa diminta untuk membuat sebuah puisi dengan tema bebas dan
mempertanggung jawabkan pada siswa yang lain diharapkan dapat menarik
perhatian dan membangkitkan minat belajar siswa dalam proses belajar
mengajar.
b. Memperjelas suatu ide atau buah pikiran yang sifatnya abstrak.
Dengan penerapan Metode pembelajaan inquiry training suatu ide atau
buah pikiran tersebut akan lebih mudah dipahami, dicerna dan
dimengerti dalam meningkatkan kemampuan menulis. Hal ini dapat
dilaksanakan dengan cara siswa diminta untuk memahami isi dari sebuah
puisi yang dibuat dengan penelitian yang dilakukan oleh siswa terhadap
benda nyata sehingga sesuatu yang abstrak akan menjadi lebih konkrit.
c. Memperkuat daya ingat terhadap kemampuan menulis penerapan Metode
pembelajaran. Sesuatu yang baru dan menarik akan selalu diingat dan
dikenang. Dengan penerapan Metode pembelajaran inquiry training
dengan menerapkan strategi seperti penjelasan di atas, akan memperkuat
daya ingat terhadap kemampuan menulis.
d. Penerapan Metode pembelajaan inquiry training akan mempercepat
pemahaman terhadap konsep menulis. Dengan cara menulis puisi sesuai
dengan apa yang dilihat, dirasakan, didengar dan dilakukan yang
merupakan bukti nyata bukan lagi abstrak, sehingga siswa akan lebih
memahami dan mengerti terhadap konsep menulis puisi.
e. Penerapan Metode pembelajaan inquiry training dalam pembelajaan
menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan
perhatian dan keterampilan siswa dan juga meningkatkan prestasi
belajar siswa. Memberikan tanggapan terhadap sebuah puisi yang
merupakan salah satu cara atau teknik dalam meningkatkan dan
mengembangkan kreativitas siswa dan secara langsung maupun tidak
langsung akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Banyak sekali metode pembelajaran yang bisa kita terapkan saat
pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran Inquiry Training ini
dapat digunakan dalam berbagai mata pelajaran dan tentunya dengan
kemasan dan kreatifitas guru. Sejak di populerkan sekitar tahun 2000,
Metode pembelajaran ini mulai menyebar di kalangan guru di Indonesia.
Dengan menggunakan Metode Inquiry Training maka pembelajaran
menjadi menyenangkan. Selama ini hanya guru sebagai actor di depan
kelas, dan seolah-olah gurulah sebagai satu-satunya sumber belajar.
Pembelajaran moderen memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan
Menyenangkan. Metode apapun yang digunakan selalu menekankan aktifnya
peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Inovatif setiap
pembelajaran harus memberikan sesuatu yang baru, berbeda dan selalu
menarik minat peserta didik. Dan Kreatif, setiap pembelajaran harus
menimbulkan minat kepada peserta didik untuk menghasilkan sesuatu atau
dapat menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan metoda, teknik
atau cara yang dikuasai oleh siswa itu sendiri yang diperoleh dari
proses pembelajaran.

Kamis, 18 Juli 2013

JBOYFRIEND OF IKA DREAM

                                             Demak, 18 Juli 2013

Dear Christian Simamora,
Perkenalkan namaku Ika Hardiyan Aksari (21 tahun). Aku adalah perempuan yang kini sudah menyandang status sebagai tunangan orang. Ya, itu juga baru 1 bulan lalu tepatnya tanggal 8 Juni 2013 lalu aku dilamar oleh pujaan hatiku. Meskipun aku sudah tak lazim *eh memimpikan cowok impianku karena sudah memiliki dia, tak ada salahnya lah ya kalau aku juga menggambarkan sebenarnya cowok impianku itu seperti apa. Aku kan juga manusia, manusia pemimpi. Hihihihi J
Eits, tunggu dulu, ini bukan berarti aku tidak mencintai dia lho ya? Hanya mengungkapkan impian bukan bermaksud membandingkan dia dengan cowok impianku. Karena sesungguhnya bukan dia yang sempurna, tapi bagaimana aku bisa mencintainya dengan sempurna. #eh J
Oya, aku panggil Tian aja ya biar lebih akrab? Kalau bicara tentang segi fisik dan kepribadian bakal panjang lebar nih, tapi tidak apa-apa ya? Oke, aku mulai dari segi fisik dulu.
Rambut
Aku ingin dia berambut lurus, tapi bukan kuntil anak lho. Kenapa aku memilih lurus? Karena rambut aku kan mengembang, jadi kalau misalnya menikah kan memperbaiki keturunan. Hihihi J
Mata
Aku ingin dia itu sipit, kayak orang Cina gitu, lucu banget. Biar nanti kalau pas ketawa, aku bisa ngumpet deh J
Hidung
Mancung dong, tapi nggak kayak pinokio lho ya? Setidaknya nggak mancung ke dalam sepertiku L
Warna kulit
Sawo matang boleh deh, asalkan nggak hitam-hitam banget atau putih-putih banget. Karena laki-laki yang berkulit sawo matang itu lebih maco dan eksotik, ho~
Tinggi badan
Minimal kalau berdiri di sampingku, aku sepundaknya lah ya, jangan sampai sedadanya nanti kalau pas jalan bareng dikira anaknya kan payah L *pengalaman pribadi
Nah, ini kriteria dari segi fisiknya nih Tian, bagaimana? Standar kan? Terus kalau dari segi kepribadiannya mau tahu juga kan? Harus dan kudu tahu.
Dari segi kepibadian aku akan menyeleksi betul cowok yang berhak bersanding denganku. Karena ini hal yang lebih penting dibandingkan segi fisik. Ada tiga kriteria yang aku garis bawahi, yaitu smart, cinta keluarga, dan humoris.
Smart
Smart berbeda dengan pintar ya? Smart yang aku inginkan yaitu smart yang berbagai macam, dalam berbagai bidang, mulai dari smart dalam beragama, mencari pekerjaan, smart dalam bergaul di dalam masyarakat sampai pada smart menghadapi aku yang bawel ini, xixixixixixi J.
Cinta keluarga
Wah, poin ini penting banget nih Tian. Sekaligus pesan nih buat cewek-cewek jaman sekarang, jangan mau kalau punya pasangan yang hanya mau sama anaknya tapi nggak mau sama keluarganya.
Humoris
Oke Tian, aku ini tipe orang yang seriuuusss banget, jadi aku butuh pasangan yang bisa ngimbangin aku. Nggak mau ah punya pasangan yang sama-sama serius bisa-bisa malah berantem mulu L*pengalaman pribadi lagi
Hai, Tian! Masih membaca suratku kan? Syukurlah.....
Nah, sudah tahu kriteria dari segi fisik dan kepribadian, sekarang saatnya aku menceritakan kencan impianku ya?
Siapa sih yang nggak suka, nggak bahagia bisa ketemu dengan cowok impian kita? Aku juga pasti jingkrak-jingkrak kali! Ya, setidaknya tidak hanya ada di negeri dongeng lah!
Ketemu cowok impian sudah, sekarang capcus dong. Aku nggak mau menghabiskan momen bersama dia tanpa kegiatan yang bermakna. Salah satunya adalah berkencan dengan dia. Ho~ nggak muluk-muluk deh kencan ku dengan dia, tidak perlu restoran mahal ala candle light dinner itu, cukup dengan dia meminta ijin kepada kedua orangtuaku dan membawaku makan malam di warung angkringan yang banyak ditemukan di jalanan kota Yogyakarta sambil memandang bintang dan bulan di langit, menikmati udara malam di sana, dan mengurakan segala mimpi kita ke depan. Ah~ itu sudah sangat membahagiakanku. Jadi, apakah Tian bisa menghadirkan cowok impianku tadi? Ku tunggu ya? J
     Ini mimpiku, bagaimana dengan mimpimu, Tian?


Salam,
Ika J

Rabu, 17 Juli 2013

Obat Batuk Tradisional


Puasa gini paling enak pas buka itu minum es ya? Siapa yang setuju? Ya meskipun sesekali hujan mengguyur, tapi es masih tetap jadi salah satu menu andalan. Apapun jenisnya, yang pasti yang serba dingin. Biar mak ceesss di tenggorokan J
Eits..! Tunggu dulu. Setelah seharian (13-14 jam) menahan lapar dan haus ada kalanya konsumsi es jangan terlalu over deh ya. Bisa-bisa malah tubuh yang kaget dan akhirnya malah kena batuk.
Batuk? Untuk saya sendiri batuk termasuk penyakit ringan yang menyebalkan. Apalagi kalau batuknya berdahak. Berkali-kali minum obat yang dijual di warung-warung dan apotek namun tetap saja tidak ada hasilnya.
Nah, beruntung sekali Anda menemukan postingan ini. Saya akan menawarkan obat batuk tradisional andalan keluarga saya. Ada yang mau tahu? Tenang saja, bahan dan alatnya sangat mudah lho.
Sumber gambar di sini
Bahan
1.     Madu
2.   Bawang merah (2-3 siung)

Alat
1.     Sendok makan
2.   Sendok teh
3.    Parut
4.   Daun pisang/plastik
5.    Kain penyaring
6.    Pisau
Cara pembuatannya adalah:
1.     Cuci dan kupas bawang merah sampai bersih, kemudian parutlah (parut sudah diberi alas daun pisang atau plastik).
2.   Masukkan hasil parutan bawang merah ke dalam kain saringan, peras dan ambil airnya sebanyak satu sendok teh.
3.    Campurkan air bawang merah itu dengan satu sendok madu. Aduk hingga rata.
4.   Obat batuk tradisional pun jadi dan siap diminum.
Obat ini bisa diminum 3 x 1 hari, kalau puasa gini? Ya, bisa diatur pas buka dan sahur. Agak repot memang, asalkan kesembuhan didapatkan tak ada masalah bukan? Selamat mencoba J

Selasa, 16 Juli 2013

EDS untuk Kepala Sekolah

Berikut ini beberapa daftar pertanyaan dalam angket EDS untuk kepala sekolah di akun Padamu Negeri :


1. KS.1.1
Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat kabupaten/kota pada satu tahun terakhir
adalah ...
2. KS.1.2
Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat propinsi pada satu tahun terakhir adalah ...
3. KS.1.3
Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat nasional pada satu tahun terakhir adalah ...
4. KS.1.4
Jumlah penghargaan yang diraih sekolah pada tingkat internasional pada satu tahun terakhir
adalah ...
5. KS.2.3
Program layanan bimbingan yang dimuat dalam kurikulum sekolah bapak/Ibu mencakup
 Pengembangan kepribadian peserta didik
 Pengembangan sosial peserta didik
 Pengembangan belajar peserta didik
 Berkenaan masalah karier peserta didik
 tidak ada jawaban yang sesuai
6. KS.2.4
Dokumen data yang dikembangkan di sekolah sebagai pendukung program pelayanan bimbingan
dan konseling yang termuat dalam kurikulum sekolah adalah
 dokumen tata tertib sekolah
 data peserta didik,
 dokumen asesmen autentik peserta didik
 dokumen permasalahan belajar peserta didik
 tidak ada jawaban yang sesuai
7. KS.2.8
Penelaahan kurikulum yang dilakukan oleh sekolah dilengkapi dengan
 Laporan tertulis berupa daftar rekomendasi perbaikan kurikulum.
 Laporan tertulis berupa laporan hasil kegiatan riviu kurikulum (lengkap dengan
lampiran yang relevan)
 Tidak ada laporan, karena sekolah tidak melakukan riviu kurikulum
8. KS.3.28
Cara bapak/ibu dalam melakukan pemantauan kegiatan pembelajaran oleh guru adalah melalui
 Diskusi kelompok terfokus
 Pengamatan
 Pencatatan
 Perekaman
 Wawancara
 Dokumentasi
 tidak ada jawaban yang sesuai
9. KS.4.2
Dalam merancang penilaian, guru di sekolah bapak/ibu menggunakan:
 pedoman penilaian
 kriteria ketuntasan hasil belajar
 pedoman penskoran termasuk rubrik penilaian
 petunjuk tentang pengolahan nilai dan KKM
 tidak ada jawaban yang sesuai
10. KS.4.8
Sekolah menyelenggarakan rapat dewan pendidik untuk:
 menentukan kriteria kenaikan kelas bagi sekolah yang menggunakan sistem paket
 menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika, pendidikan jasmani,
olahraga dan kesehatan
 memetakan permasalahan yang dihadapi sekolah
 tidak ada jawaban yang sesuai

Arsip Blog