Tampilkan postingan dengan label Analisis Data Excel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis Data Excel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Cara Membuat Data Acak dengan Excel

Jika pada tutorial sebelumnya telah kita pelajari cara melakukan acak data dengan Excel, di mana fungsi random kita gunakan untuk membuat pengelompokan data secara random, maka kita lanjutkan tutorial kali ini dengan mempelajari cara membuat data acak dengan Excel. Manfaat dari tutorial kali ini adalah kita dapat membuat data, misalnya nilai, secara acak (random) dengan batas bawah dan batas atas nilai yang kita inginkan. Berbeda dengan fungsi =RAND yang sebelumnya kita pelajari yang menghasilkan angka acak antara 0 dan 1.

Fungsi yang kita gunakan untuk membuat data acak dengan Excel adalah =RANDBETWEEN(bottom;top) . Bottom menunjukkan batas bawah nilai yang kita inginkan, sedangkan top menunjukkan batas atas nilainya.  Sebagai contoh, kita akan membuat 40 data acak antara 65 sampai 95 yang kita kelompokkan dalam 4 kelas yang berbeda, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Maka cara membuat data acaknya adalah sebagai berikut:

image

Ketikkan fungsi =RANDBETWEEN(65;95), dalam contoh ini di cell B2 sebagai cell paling atas dan paling kiri. Kemudian copy fungsi itu ke semua cell di kolom kelas A, B, C, dan D :

image

Dengan cara ini, maka anda telah berhasil membuat data acak dengan Excel antara 65 sampai 95 sebanyak 40 data. Demikian tutorial mengenai cara membuat data acak dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Jumat, 10 April 2015

Tutorial Program Analisis Data dengan Excel

image

Tutorial kali ini saya khususkan untuk teman-teman  mahasiswa S2 Pendidikan Sains (PSN) Kelas P2TK UNY 2014 yang sedang bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi Ujian Sisipan Statistika. Salah satu persiapan selain mempelajari materi yang berkaitan dengan ANOVA satu faktor, ANOVA dua faktor, dan ANCOVA dengan satu kovariat maka dipersiapkan sebuah template statistika atau program analisis data berbasis Excel yang dibangun bersama-sama .

Beberapa hal sebagai panduan pengembangan program ini adalah :

  1. Pembagian tugas beserta jenis uji statistik yang harus dikembangkan dapat dilihat di menu “PANDUAN
  2. Pengembangan program mengacu ke buku Experimental Design (Kirk), baik sistematika uji statistikanya maupun contoh kasus untuk menguji program yang sedang dikembangkan.
  3. Untuk menguji program yang dikembangkan masukkan data dari contoh soal ataupun latihan soal buku tersebut. Lakukan juga uji statistik dengan SPSS, sehingga akan diperoleh proses dan nilai F yang sama. Saat mengumpulkan, biarkan masing-masing program berisi data yang diolah (tidak kosongan).
  4. Pembuatan program mengacu ke contoh 1 untuk ANOVA satu faktor, dan contoh 2 untuk ANOVA dua faktor.
  5. Program di buat DALAM FILE YANG SAMA, tetapi buatlah di SHEET YANG BERBEDA (insert sheet baru).
  6. Jika diperlukan pembuatan tabel bantu maka buatlah di bawah tabel data input. Untuk fungsi jumlah dari kuadrat masing-masing data gunakan formula “=SUMSQ(…)”, sehingga tidak perlu membuat tabel bantu.
  7. Sesuai kesepakatan sebelumnya, program diserahkan ke Ketua Kelas (DS) paling lambat hari Minggu, 12 April 2015 jam 13.00 WIB untuk selanjutnya dilakukan pengecekan oleh Reviewer (AA). Jika program sudah lolos review maka semua karya akan dikompilasi menjadi satu oleh tim kompilasi (AD) dan dibagikan saat belajar bersama hari Senin, 13 April 2015 jam 10.00 WIB (tempat menyusul).
  8. Segala sesuatu yang dirasa belum jelas dapat ditanyakan ke tim reviewer atau kompilasi.
  9. Program analisis data ini bukan sekadar untuk persiapan ujian, melainkan sebagai program yang dapat kita pakai setiap saat kelak ketika kita membutuhkan.

Demikian panduan pembuatan program analisis data PSN P2TK UNY 2014. Semoga bermanfaat !

Kamis, 02 April 2015

Cara Menentukan p-value dengan Excel

Dalam pengolahan sebuah data, bianya kita akan menemukan istilah p-value atau nilai signifikansi. Nilai signifikansi (p-value) ini dapat kita gunakan dalam pengambilan keputusan kita, sesuai hipotesisi statistik yang kita tuliskan. Jika kita menggunakan SPSS dalam pengolahan data maka p-value akan otomatis ditampilkan di jendela output. Bagaimana cara menentukan p-value jika kita menggunakan excel?

Tutorial kali in akan dibahas mengenai cara menentukan p-value dengan Excel. Sebagai contoh, kita ambil dari uji statistik F sebagai berikut :

image

Nilai signifikansi atau p-value ditunjukkan pada gambar di atas pada cell G36 (yang ditandai kotak merah) dan juga cell G29 dan G30. Untuk menentukan p-value dengan excel pada uji statistik F kita gunakan formula atau rumus “=FDIST(x;deg_freedom1;deg_fredom2)” sebagai berikut:

image

Keterangan:

x : nilai F hitung

deg_freedom1 : derajat kebebasan 1

deg_freedom2 : derajat kebebasan 2

Demikian tutorial cara menentukan p-value menggunakan excel.  Semoga bermanfaat !

Selasa, 31 Maret 2015

Fungsi Statistik dalam Excel

image

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai fungsi atau rumus dalam pengolahan data dengan Microsoft Excel. Program keluaran Microsoft ini kini mampu menyajikan berbagai fungsi atau rumus dalam pengolahan data. Berbagai fungsi atau rumus yang dirilis dalam website Microsoft antara lain:

 

Fungsi AVEDEV

Mengembalikan nilai rata-rata simpangan absolut atas poin data dari nilai rata-ratanya

Fungsi AVERAGE

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya

Fungsi AVERAGEA

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya, termasuk angka, teks dan nilai logika

Fungsi AVERAGEIF

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi AVERAGEIFS

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi BETA.DIST

Mengembalikan fungsi distribusi kumulatif beta

Fungsi BETA.INV

Mengembalikan nilai inversi dari fungsi distribusi kumulatif untuk distribusi beta yang ditentukan

Fungsi BINOM.DIST

Mengembalikan probabilitas distribusi binomial individual

Fungsi BINOM.DIST.RANGE

Mengembalikan probabilitas hasil percobaan menggunakan distribusi binomial

Fungsi BINOM.INV

Mengembalikan nilai terkecil di mana distribusi binomial kumulatifnya lebih kecil atau sama dengan nilai kriteria

Fungsi CHISQ.DIST

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.DIST.RT

Mengembalikan probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.INV

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.TEST

Mengembalikan nilai uji untuk independensi

Fungsi CONFIDENCE.NORM

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk rata-rata populasi

Fungsi CONFIDENCE.T

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk nilai rata-rata populasi, menggunakan distribusi t Student

Fungsi CORREL

Mengembalikan koefisien korelasi di antara dua rangkaian data

Fungsi COUNT

Menghitung jumlah angka dalam daftar argumen

Fungsi COUNTA

Menghitung jumlah nilai dalam daftar argumen

Fungsi COUNTBLANK

Menghitung jumlah sel kosong di dalam rentang

Fungsi COUNTIF

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi COUNTIFS

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi COVARIANCE.P

Mengembalikan kovarians, rata-rata produk simpangan berpasangan

Fungsi COVARIANCE.S

Mengembalikan sampel kovarians, rata-rata simpangan produk dari setiap pasang poin data dalam dua rangkaian data

Fungsi DEVSQ

Mengembalikan jumlah kuadrat simpangan

Fungsi EXPON.DIST

Mengembalikan distribusi eksponensial

Fungsi F.DIST

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.DIST.RT

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.TEST

Memperoleh hasil uji-F

Fungsi FISHER

Mengembalikan nilai transformasi Fisher

Fungsi FISHERINV

Mengembalikan nilai inversi transformasi Fisher

Fungsi FORECAST

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi FREQUENCY

Mengembalikan nilai distribusi frekuensi sebagai array vertikal

Fungsi GAMMA

Mengembalikan nilai fungsi gamma

Fungsi GAMMA.DIST

Mengembalikan distribusi gamma

Fungsi GAMMA.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif gamma

Fungsi GAMMALN

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAMMALN.PRECISE

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAUSS

Mengembalikan nilai 0,5 lebih kecil daripada distribusi kumulatif normal standar

Fungsi GEOMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata geometrik

Fungsi GROWTH

Mengembalikan nilai di sepanjang tren eksponensial

Fungsi HARMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata harmonik

Fungsi HYPGEOM.DIST

Mengembalikan distribusi hipergeometrik

Fungsi INTERCEPT

Mengembalikan titik potong dari garis regresi linear

Fungsi KURT

Mengembalikan nilai kurtosis dari rangkaian data

Fungsi LARGE

Mengembalikan nilai k-th yang paling besar dalam rangkaian data

Fungsi LINEST

Mengembalikan parameter dari tren linear

Fungsi LOGEST

Mengembalikan parameter dari tren eksponensial

Fungsi LOGNORM.DIST

Mengembalikan distribusi lognormal kumulatif

Fungsi LOGNORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif lognormal

Fungsi MAX

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen

Fungsi MAXA

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MEDIAN

Mengembalikan nilai median dari bilangan

Fungsi MIN

Mengembalikan nilai minimum dalam daftar argumen

Fungsi MINA

Mengembalikan nilai terkecil dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MODE.MULT

Mengembalikan array vertikal dari nilai yang paling sering muncul, atau nilai berulang dalam array atau rentang data

Fungsi MODE.SNGL

Mengembalikan nilai paling umum dalam satu unit data

Fungsi NEGBINOM.DIST

Mengembalikan distribusi binomial negatif

Fungsi NORM.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.S.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal standar

Fungsi NORM.S.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal standar

Fungsi PEARSON

Mengembalikan koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi PERCENTILE.EXC

Mengembalikan nilai persentil ke-k dalam sebuah rentang, di mana k berada dalam rentang 0..1, tidak termasuk 0 dan 1.

Fungsi PERCENTILE.INC

Mengembalikan persentil k-th nilai dalam satu rentang

Fungsi PERCENTRANK.EXC

Mengembalikan peringkat nilai dalam rangkaian data sebagai persentase (0..1, tidak termasuk 0 dan 1) dari rangkaian data

Fungsi PERCENTRANK.INC

Mengembalikan peringkat persentase nilai dalam satu set data

Fungsi PERMUT

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek

Fungsi PERMUTATIONA

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek (dengan perulangan) yang bisa dipilih dari objek total

Fungsi PHI

Mengembalikan nilai fungsi kepadatan untuk distribusi normal standar

Fungsi POISSON.DIST

Mengembalikan distribusi Poisson

Fungsi PROB

Mengembalikan probabilitas yang nilainya di antara dua batas

Fungsi QUARTILE.EXC

Mengembalikan kuartil dari rangkaian data, berdasarkan nilai persentil dari 0..1, tidak termasuk 0 dan 1

Fungsi QUARTILE.INC

Mengembalikan nilai kuartil dari rangkaian data

Fungsi RANK.AVG

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RANK.EQ

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RSQ

Mengembalikan kuadrat dari koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi SKEW

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi

Fungsi SKEW.P

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi didasarkan pada populasi: karakterisasi dari derajat asimetris dari distribusi di sekitar nilai rata-ratanya

Fungsi SLOPE

Mengembalikan kemiringan dari garis regresi linear

Fungsi SMALL

Mengembalikan nilai k-th yang paling kecil dalam rangkaian data

Fungsi STANDARDIZE

Mengembalikan nilai yang dinormalkan

Fungsi STDEV.P

Menghitung simpangan baku berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi STDEV.S

Memperkirakan simpangan baku berdasarkan satu sampel

Fungsi STDEVA

Memperkirakan nilai deviasi standar berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STDEVPA

Menghitung nilai deviasi standar berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STEYX

Mengembalikan standar kesalahan dari nilai perkiraan y untuk setiap nilai x dalam regresi

Fungsi T.DIST

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.2T

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.RT

Mengembalikan distribusi-t Student

Fungsi T.INV

Mengembalikan nilai t dari distribusi t Student sebagai fungsi probabilitas dan derajat kebebasan

Fungsi T.INV.2T

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi t Student

Fungsi T.TEST

Mengembalikan probabilitas terkait uji-t Student

Fungsi TREND

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi TRIMMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata bagian dalam dari rangkaian data

Fungsi VAR.P

Menghitung varians berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi VAR.S

Memperkirakan nilai varians berdasarkan satu sampel

Fungsi VARA

Memperkirakan nilai varians berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi VARPA

Menghitung nilai varians berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi WEIBULL.DIST

Mengembalikan distribusi Weilbull

Fungsi Z.TEST

Mengembalikan nilai probabilitas satu-ujung uji-z

 

Sumber : MIcrosoft Office

Rabu, 25 Maret 2015

Cara CEPAT ANOVA dengan Excel

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Analisis yang digunakan sebagai contoh pada tutorial ini adalah ANOVA Single Factor atau ANOVA satu faktor (One Way Anova). Miscrosoft Excel memiliki fitur untuk menganalisis data secara otomatis, atau tidak menggunakan formula secara manual. Fitur tersebut adalah Data Analysis yang berada di menu Data. Fitur ini adalahfitur tambahan(Add in), Cara memunculkan menu Data Analysis  dapat anda baca di tutorial ini [ KLIK DI SINI].

Untuk menggunakan fitur Data Analysis siapkan data, misalnya sebagai berikut:

image 

Data tersebut adalah data hasil belajar dari 3 kelas sampel yang menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, misalnya :

a1 : metode A

a2 : metode B

a3 : metode C

Kita ingin menganalisis dari data tersebut, apakah rata-rata hasil belajar sebagai pengaruh 3 metode pembelajaran tersebut sama atau tidak semua sama. Sebagai hipotesis misalnya kita tuliskan :

Ho : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C sama.

Ha : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Langkah untuk menganalisis secara ANOVA satu faktor sebagai berikut:

Pertama, klik menu Data Analysis pada bagian menu Data :

image

Maka akan muncul jendela sebagai berikut:

image

Pilih Anova : Single Factor lali klik OK. Sehingga muncul jendela sebagai berikut:

image

Klik pada Input Range kemudian blok range data nya. Beri centang pada Label in First Row lalu klil OK

image

Hasil analisis data muncul di sheet sebelah sebagai berikut :

image

Karena F = 7,602 > Fcrit = 3,554 maka Ho ditolah. Dengan demikian, menggunakan taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Demikian tutorial mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Selasa, 24 Maret 2015

Cara Memunculkan Menu Analisis Data pada Excel

Bagi kita yang sedang dihadapkan pada kegiatan pengolahan data maka program analisis data seperti SPSS tentu sangat kita butuhkan. Selain program SPSS, kita juga bisa melakukan pengolahan atau analisis data dengan Microsoft Excel. Hanya saja, menu analisis data pada Microsoft Excel perlu dimunculkan terlebih dahulu. Menu ini merupakan bagian dari menu Data. Tutorial kali ini akan memberikan penjelasan mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel.

Langkah untuk memunculkan menu analisis data pada Excel adalah sebagai berikut:

Pertama, klik logo Office Button yang ada di pojok kiri atas, kemudian klik Excel Options :

image

Klik Add-Ins lalu pilih Analysis ToolPak dan klik Go.

image

Pada jendela yang muncul,silahkan pilih Analysis ToolPak lalu klik OK.

image

Tunggu sampai proses selesai, maka menu Data Analysis akan muncul di bagian menu Data.

image

Demikian tutorial mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel. Semoga bermanfaat !

Minggu, 21 Desember 2014

Mengenal Berbagai Formula Excel untuk Pengolahan Nilai Guru (Bagian 1)

image

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dimulai dari kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan penilaian dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap penialain ini dibutuhkan pemahaman guru mengenai bentuk penilaian, instrumen penilaian dan juga keterampilan guru mengolah nilai itu sendiri. Sehingga, keterampilan guru dalam menggunakan program komputer untuk menunjang kegiatan penilaian tersebut tentu tidak bisa dihindari lagi. Dalam tutorial ini akan dibahas mengenai berbagai formula basic pada Microsoft Excel yang sering digunakan guru dalam pengolahan nilai.

Download : Tutorial Formula Basic pada Microsoft Excel1.PDF (293 KB)

Arsip Blog