Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2015

Ajaib! Diblokir, Situs Islam Makin Banyak Pembaca

Sepekan sudah 22 situs Islam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Anehnya, pemblokiran tersebut justru membuat situs-situs Islam kebanjiran pembaca. Bagaimana bisa?

Berdasarkan data Alexa yang dipantau Tarbiyah.net, jumlah pembaca 10 situs Islam mengalami peningkatan signifikan selama diblokir, dibandingkan rata-rata tiga bulan.
Ranking Alexa Eramuslim.com yang rata-rata tiga bulan 26,436 melejit menjadi 17,779 dalam sepekan terakhir ketika diblokir.
Arrahmah.com melejit dari ranking 30,143 menjadi 15,789.
Dakwatuna.com melejit dari ranking 31,439 menjadi 19,440.
Voa-Islam.com melejit dari ranking 42,344 menjadi 23,049.
Hidayatullah.com melejit dari ranking 50,753 menjadi 19,638.
Panjimas.com melejit dari ranking 143,215 menjadi 67,634.
Kiblat.net melejit dari ranking 155,758 menjadi 94,682.
Salam-online.com melejit dari ranking 184,289 menjadi 132,666.
Muslimdaily.net melejit dari ranking 287,493 menjadi 175,553.
Gemaislam.com melejit dari ranking 290,846 menjadi 115,584.

Mengapa situs-situs Islam justru mengalami tren positif padahal mereka diblokir? Rupanya, yang diblokir oleh kemenkominfo adalah domain utama. Sedangkan subdomain dan tautan artikel tidak diblokir. Pada sejumlah ISP, situsislam.com memang tidak bisa diakses. Namun ketika ditambah www di depannya (menjadi www.situsislam.com), situs Islam tersebut bisa diakses dengan normal.

Kedua, pemblokiran situs Islam langsung menuai protes umat Islam. Di Twitter, hastag#KembalikanMediaIslam menjadi trending topic baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Pemblokiran juga diberitakan oleh hampir seluruh media, mulai dari media online hingga televisi. Akibatnya, masyarakat yang tadinya tidak mengenal situs-situs Islam tersebut menjadi tahu dan mencari tahu.

Ketiga, redaktur situs-situs Islam tetap berupaya eksis di tengah pemblokiran Kemenkominfo. Hal ini dapat dilihat dari gencarnya sharing artikel dan berita di media sosial. Alhasil, pembaca dari media sosial pun mengalir lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata tiga bulan terakhir sebelum situs tersebut diblokir. 

Source : [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Sabtu, 14 Maret 2015

"SURAU TV" : Tv Dakwah Ranah Minang

Alhamdulillah bini'matihi tatimmush sholihaat, segala puji bagi Alloh yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal sholih.

Dengan rahmat Allah , “SURAU TV” tivi dakwah dari Ranah Minang saat ini sudah dapat dinikmati oleh kaum muslimin melalui siaran parabola dengan frekuensi sebagai berikut :
Satelit              : TELKOM 1
Frekuensi        : 3722
Symbol Rate   : 3330
Polarisasi        : Horizontal (H)
Adapun jam tayangnya adalah mulai pukul 09.00 WIB s/d pukul 23.00 WIB, dengan berbagai macam program, diantaranya :
  1. Ruang Pendidikan Anak
  2. Ruang Kesehatan
  3. Ruang Keluarga Sakinah
  4.  Bimbingan Bahasa Arab
  5. Suluh Minang (Kajian Berbahasa Minang)
  6. Dan Program-program lainnya yang penuh manfaat.

Bagi kaum muslimin yang ingin membantu perkembangan dan kelangsungan tivi dakwah ini dapat menyalurkan donasinya ke :

Rekening                     : 111 222 54 55
a/n                               : Yayasan Dar el-Iman
Konfirmasi Donasi     : 0852-7489-8702
Format SMS               : NAMA_TGL_ALAMAT_JUMLAH DONASI

Selengkapnya bisa dilihat di Surau.Tv/Donasi/


Rabu, 26 November 2014

Keutamaan Seorang Guru

Seorang guru adalah pahlawan sepanjang waktu, bukan pahlawan yang hanya diingat dan dihargai
pada waktu tertentu. Bayangkanlah sejenak diri kita sebelumnya, lalu lihatlah bagaimana diri kita hari ini??, bukankah guru yang telah berjasa mendidik dan mengajari kita. Tidak ada satu manusiapun yang sukses tanpa guru. Melalui gurulah Allah subhanahu wata’la memberikan kita ilmu, pengetahuan, dan ketrampilan.

Menjadi seorang guru, baik guru dalam ilmu agama maupun ilmu dunia punya keutamaan begitu besar. Yakni Keutamaan seorang yang mengajarkan ilmu.


Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja.
Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku dan ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Demikian saja, semoga menjadi penyemangat bagi kita semua para guru untuk terus giat menyampaikan dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Kamis, 20 November 2014

Download Kajian dan Ceramah Islam


Download Ceramah agama Islam lengkap, Kalimat Tauhid La Illaha Illallah, Dasar – Dasar Aqidah,Makna Syahadat,Sebab-Sebab Turunnya Iman, Tiga Landasan Utama, Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, Rukun Iman, Keutamaan Ilmu,Sirah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,Dakwah Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah,Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah,Cinta Sahabat & Keluarga Nabi,Kehidupan Istri-Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,Kisah Abu Bakar Radiyallahu’anhu,Kisah Umar bin Khattab,Kisah Utsman bin Affan,Kisah Ali bin Abi Thalib,Kisah 19 Sahabat,Kisah Salman Al-Farisi dan Para Sahabat,Kisah Perang Ahzab, Badar, Uhud,Tanda-Tanda Cinta Pada Rasulullah,Perintah Nabi Untuk Menghormati Ahlul Bait,Karakteristik Wanita Muslimah,Emansipasi Wanita,Wanita Penghuni Neraka,Masalah Haid dan Istihadhoh,Jilbab Wanita Muslimah,Wanita, Ilmu dan Rumah Tangga,Kesalahan2 dalam Pakaian Wanita,Tanggung Jawab Wanita & Permasalahannya,Tujuh Larangan Syariat Bagi Wanita,Dosa-Dosa Penghalang Rezeki,Bagaimana Menjadikan Harta Anda Barokah,Masalah Riba,Hukum Multi Level Marketing,Pembahasan Tuntas Masalah Riba,Percaloan (Makelar / Mediator Dagang) yang Diperbolehkan Dan Yang Dilarang,Pengaruh Harta Halal dan Haram,Bagaimana Hukum Asuransi Konvensional,Seluk Beluk dan Hukum Pegadaian,Bank Syariah Dalam Tinjauan Syariat,Kitab Zakat.

Dan banyak lagi yang lain, semua tersedia lengkap pada link download dibawah, yang disampaikan oleh Masyaikh dan Asatiz yang faqih havizahumulloh.

Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr;Syaikh Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili;Ustadz Armen Halim Naro, Rahimahullah;Ustadz Abdurrahman Thayyib;Ustadz Agus Hasan Bashori;Ustadz Ahmad Rafi’i;Ustadz Zainal Abidin Syamsudin;Ustadz Abu Qatadah;Ustadz Abdullah Taslim, MA;Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary;Ustadz Yazid Jawas;Ustadz Abdullah Hadrami;Ustadz Abdurahman Thayyib;Ustadz Muhammad Suaib Al-Faiz;Ustadz Muhammad Nur Ihsan;Ustadz Abu Zubair Al-Hawaari;Ustadz Abdul Barr;Ustadz Ibrahim Said;Ustadz Abu Umar Basyier;Ustadz Abdurrahman Attamimi;Ustadz Maududi Abdullah, Lc.;Ustadz Badrusalam, Lc.;Ustadz Abdullah Zaen, MA.;Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA.;Ustadz Kholid Syamhudi;Ustadz Dzulkarnaen

Jangan lewatkan !!!
Download Ebook Lengkap klik Di sini : Kumpulan Ebook Islami Lengkap


Senin, 27 Januari 2014

Kewajiban Menangkal Perkembangan Syi’ah

Sudah menjadi kewajiban setiap Muslim untuk mewaspadai segala kejahatan. Apalagi jika berbicara tentang bahaya yang bersifat laten yang mengancam akidah dan keyakinannya. Perlu perhatian ekstra untuk membentengi hati dari lontaran syubhat yang bisa menyeret insan Muslim menanggalkan akidah Islamiyyahnya.

Selama ini, yang sering menjadi topik kekhawatiran adalah sepak terjang para misionaris yang menjajakan agama Nashrani –yang telah ditinggalkan para penganutnya di negeri asalnya– untuk memurtadkan saudara-saudara kita seagama.

Apalagi jika terjadi di kantong-kantong kaum Muslimin. Atau isu ghazwul fikri, perang pemikiran yang dikobarkan para orientalis dan ‘orang dalam’ yang telah teracuni oleh syubhat kekufuran yang bernaung dalam komunitas Islam liberal.

Bahaya-bahaya lain yang mengancam keyakinan seorang Muslim sebenarnya tidak terpaku pada hal-hal yang telah di sebut di muka. Masih ada ancaman bahaya yang tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Yakni, golongan-golongan yang berbaju Islam, namun berhati hitam.

Sekian banyak akidah dan aturan telah diadopsi dari luar Islam. Di antara golongan tersebut yang paling berbahaya adalah penganut agama Syi‘ah. Mereka adalah sekumpulan anak manusia yang menjadikan celaan kepada para Sahabat yang mulia sebagai ‘komoditas’ utama; taqiyah yang merupakan tindakan bermuka dua (nifâq) sebagai kewajiban agama yang mutlak, menuhankan Sahabat ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu, dan kedustaan menjadi menu wajib pada komunikasi verbal dan literatur mereka. Mereka itulah golongan yang disebut sebagai Syi‘ah.

Nama ini sebetulnya tidak sepantasnya disematkan pada mereka. Terlalu mulia jika mereka dikatakan sebagai ‘pendukung berat’ Khalîfah ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu. Julukan yang paling sesuai bagi mereka, seperti yang sering diungkap Ulama Ahli Sunnah adalah Râfidhah, golongan yang menolak Islam! Tidak kurang, ada empat sebab yang harus membangkitkan kewaspadaan kaum Muslimim terhadap ajaran dan aktifitas gerakan Syiah:

Pertama : Gencarnya penggiat Syi‘ah untuk mencari penganut baru untuk dijadikan korban ajaran mereka, Kedua : Dukungan banyak pihak terhadap Syi‘ah,
Ketiga : Bantuan dana yang besar untuk mendukung perkembangan ajaran Syi‘ah,
Keempat : Terpedayanya sebagian tokoh Islam dengan ajaran Syi‘ah.

Negeri ini merupakan lahan subur buat pertumbuhan sekian banyak benalu golongan sempalan Islam, apalagi setelah semangat reformasi digaungkan. Dari yang merupakan ‘produk dalam negeri’ atau produk dari luar. Dari yang kesesatannya masih sederhana, sampai pada jenis yang tidak bisa diterima nalar sedikitpun, atau yang terang-terangan bertentangan dengan ushûluddîn (pokok-pokok agama Islam).

Syi`ah termasuk ajaran yang muatannya hanya munkarât (kemungkaran-kemungkaran) seperti keyakinan-keyakinan yang rusak, kedustaan bertumpuk-tumpuk, keganjilan yang tidak bisa diterima akal sehat dan kebejatan moral. Apabila ajaran seperti ini berkembang, maka hanya akan mengakibatkan kehancuran dan kerusakan yang nyata di tengah masyarakat. Tentu, ini sangat bertentangan dengan substansi risalah Islam yang datang dengan membawa seluruh jenis kemaslahatan dan memperingatkan dari seluruh mafsadah (bahaya).

Untuk mengungkap keburukan ajaran mereka, kunci paling tepat adalah dengan menelaah kandungan buku-buku rujukan Syi‘ah karya tokoh-tokoh yang mereka agungkan semisal, al-Kulaini, al-Majlisi, al-Mufîd, atau Khomaini (Semoga Allâh al-Azîz Azza wa Jalla memperlakukan mereka sesuai dengan tindakan buruk yang pernah mereka lakukan terhadap Islam dan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum). Karya-karya tulis mereka telah membuka kedok dan menelanjangi keburukan rupa ajaran Syi‘ah.

Dalam pepatah Arab disebutkan, ahlud dââr adra bimâ fîihâ, penghuni rumah paling tahu tentang isi rumahnya. Dari sini, akan tampak jelas betapa besar dan mendasar perbedaan antara Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ajaran Syi‘ah yang sebenarnya sangat kental dengan pengaruh ajaran Majusi dan Yahûdi. Khomeini salah seorang tokoh besar Syi‘ah, tentunya ia lebih tahu tentang seluk-beluk agamanya sehingga berani mengatakan agamanya adalah Syi‘ah, bukan dengan sebutan Islam. Demikianlah ketika potret kesesatan sudah begitu pekat pada keyakinan dan hati seseorang. Kebenaran yang dibawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditolak begitu saja.

Generasi terbaik menjadi bahan cacian. Semoga Allâh Azza wa Jalla mengembalikan umat kepada petunjuk Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terbaik umat. Amîn

www.almanhaj.or.id

Rabu, 15 Mei 2013

Dai Penyeru Kesesatan

Penyederhanaan masalah dengan menyimpulkan ciri teroris itu adalah orang yang rajin sholat malam, puasa
sunnah, dan hafal quran, sungguh sebuah ungkapan yang overdosis dan kebablasan.

Bagaimana mungkin 3 amalan sunnah -Qiyamul Lail, Shiamun Nahar, Hifzhul Quran -  yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam dan telah menjadi amalan salafunas soleh , direndahkan sedemikian rupa dan dicurigai sebagai embrio lahirnya radikalisme. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

“Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta”. (Al Kahfi : 5).

Pertarungan antara ahlu haq dan ahlu bathil merupakan sunnatullah yang tetap berjalan, tiada berakhir hingga matahari terbit dari sebelah barat. Hal ini merupakan ujian dan cobaan bagi ahlul haq agar terjadi jihad fi sabilillah dengan lidah, pena, ataupun senjata.

“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, tapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai”. (At Taubah : 32).

Salah satu senjata pamungkas mereka untuk memadamkan cahaya Allah ialah dengan menjauhkan manusia dari da’i yang berpegang teguh dengan Al Qur-an dan As Sunnah, dan sebaliknya menyeru manusia ke jalan kesesatan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Ibnul Yaman, dikabarkan akan munculnya para da'i yang menyeru ke pintu-pintu neraka jahannam (du'atun ila abwabi jahannam)

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan  menimpaku.Maka aku bertanya ; Wahai Rosulullah, sebelumnya  kita berada di zaman Jahiliyyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ? Beliau bersabda : Ya, akan tetapi di dalamnya ada dakhanun.

Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, Du’atun ala abwabi jahannam (Para Penyeru ke Pintu-Pintu Neraka Jahannam).

Barang siapa yang mengijabahinya (mengikutinya), maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rosulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita.

Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda :Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. 

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali menjelaskan bahwa hakikat hadits ini adalah penyingkapan kedok kebatilan dan menyingkap kekejiannya supaya jelas jalannya orang-orang yang suka berbuat dosa (Sabilul Mujrimin). Hakikat inilah yang dimengerti oleh generasi pertama umat ini-Hudzaifah Ibnul Yaman, radhiyallahu ‘anhu. Maka ia berkata :

 “Manusia bertanya kepada Rosulullah tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan, karena khawatir akan terjebak di dalamnya”

Menurut Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali yang dimaksud dengan para penyeru itu adalah dari kalangan kita sendiri, yakni umat Islam. Sesungguhnya penanam racun yang keji dan menjalar di kalangan umat ini tidak lain adalah oknum-oknum dari dalam sendiri.

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali berpendapat seperti itu dengan mengutip Ibnu Hajar Rahimahullah dalam Fathul Bari XIII/36 dalam memaknai sabda Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

“Mereka adalah dari kalangan bangsa kita dan berbahasa dengan bahasa kita”

Sedangkan Al-Qabisi menyatakan-seperti dinukil oleh Ibnu Hajar-secara lahir maknanya adalah bahwa mereka adalah pemeluk dien (agama) kita, akan tetapi batinnya menyelisihi. Mereka mempunyai sifat seperti yang dikatakan dalam hadits riwayat Muslim.

 “Artinya : Akan ada di kalangan mereka orang yang berhati iblis dengan jasad manusia”. (Riwayat Muslim) 

Syekh Umar Bakri Muhammad mengungkapkan bahwa terdapat orang-orang Islam tetapi mempropagandakan ide-ide bukan Islam. Sifat dan perbuatan jahat orang-orang tersebut sudah tidak terhitung lagi banyaknya,bahkan mereka adalah ancaman paling berbahaya bagi keberadaan kaum muslimin dan kemunculan kembali khilafah, karena mereka adalah “ancaman” yang tidak terlihat (munafik), isyarat Nabawiyah yang paling signifikan tentang kemunculan ‘Para Penyeru ke Pintu-Pintu Neraka Jahannam’ (du’atun ala abwabi jahannam) sebagaimana diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari hadits Mauraq Al Ajali dari Ibnu ‘Umar, Ia berkata, Aku mendengar Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda :

“Sesungguhnya akan ada pada umatku tujuh puluh lebih da’i (para penyeru) semuanya mengajak ke Neraka, jika aku mau akan kukabarkan kepada kalian nama-nama dan suku-suku mereka”

Demikianlah nash-nash hadits yang menceritakan kemunculan ‘para penyeru ke pintu-pintu neraka jahannam’ ini. Padahal, Islam telah memerintahkan kaum muslimin untuk menyeru kepada kebaikan (Al-Islam) dan melakukan amar ma’ruf dan hani munkar, bukan sebaliknya.

Disebutkan dalam As-Sunnah ad-Daarimin pada Bab “Umar bin Al-Khattab”, bahwa Umar bin Khattab berkata:

 “Ikatan Islam akan lepas satu demi satu pada diri seseorang muslim jika ia tidak mampu memahami apa itu jahiliah (apa-apa yang tidak diajarkan Islam/kebodohan/kesesatan).”

Dengan demikian, seorang muslim selain perlu mengetahui tanda-tanda kemurtadan (Alaamatu Ar-Riddah) sehingga dia terhindar darinya, juga perlu mengetahui siapa-siapa yang menyeru kepada pintu-pintu neraka jahannam, agar dia tidak ikut terjerumus ke dalamnya. 

Terakhir, mari kita perhatikan peringatan yang diucapkan Imam Az-Dzahabi rahimahulloh : “Sesungguhnya hati-hati ini lemah sedangkan syubhat menyambar-nyambar”.

Nasalullah salamah wal ‘afiah.

Sabtu, 04 Mei 2013

Tuduhan Palsu Seputar Wahabi

Rhoma Irama, diprediksi akan menjadi Ketua Umum Forum Silaturrahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami), sebuah ormas Islam yang dibentuk untuk melindungi masjid dan mushola dari intervensi faham Wahabi Salafi dan perpecahan umat Islam.

Rhoma Irama menjelaskan, dirinya tergerak untuk membentuk Fahmi Tamami setelah mengetahui banyak Masjid dan Mushola bahkan Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi milik Muhammadiyah, NU dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ingin dikuasai kelompok Wahabi yang sering membid'ahkan bahkan mengkafirkan sesama umat Islam.
[http://jon1ali.wordpress.com/2013/04/04/rhoma-irama-minta-umat-islam-mewaspadai-kelompok-wahabi/]

Tahukah Anda bahwa Wahabi adalah nisbat kepada Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi), salah satu diantara Asma’ul husna… ? Sebagaimana Salafi nisbat kepada kaum Salafus Shalih, Syafi’i nisbat kepada Imam Asy-Syafi’i, sebagaimana pula Hanbali, Maliki, Hanafi dst.

Jika gelar atau nisbat Syafi’i diberikan kepada orang yang mengikuti madzhab Imam Asy-Syafi’i, seperti Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i, Imam Ibnu Hajar Asy-Syafi’i maka gelar atau nisbat Wahabi diberikan kepada orang yang mengikuti perintah Al-Wahhab, Dialah yang memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya semata dan agar kita berlepas diri dari kesyirikan. Karena Dialah Pemilik dan Penguasa alam semesta.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau. karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. [Ali Imran : 8]

Berikut ini beberapa point yang sering kali orang tuduhkan kepada Wahabi padahal -alhamdulillah- mereka bersih dari tuduhan tersebut. Mereka disibukkan menuduh dan mencari-cari celah untuk menjatuhkan Wahabi dan menjauhan manusia darinya sehingga akhirnya mereka lupa dan orang yang mereka dakwahi pun lupa bahwa disana ada sebuah fakta nyata bukan rekayasa yang mereka harus waspada darinya.

Wahabi suka mengkafirkan kaum muslimin.
Di sana ada kelompok yang benar-benar suka mengkafirkan, dan tidak tanggung-tanggung dalam mengkafirkan. Bukan hanya kaum muslimin bahkan hampir seluruh Sahabat dan Istri Nabi di kafirkan oleh mereka. Ternyata, kelompok itu  bukanlah Wahabi.

Wahabi haus darah dan suka menumpahkan darah kaum muslimin.
Di sana ada kelompok yang suka membunuh dan menghalalkan darah kaum muslimin, bahkan rela berkonspirasi dengan kaum kuffar untuk membantai kaum muslimin sejak dahulu hingga kini. Peristiwa terbaru dan masih terus berlangsung adalah tragedi yang sedang terjadi di Suriah. Kita tahu, bahwa kelompok itupun bukanlah Wahabi.

Wahabi suka berdusta, memalsukan, memanipulasi dan seterusnya
Di sana ada kelompok yang suka berdusta dan sangat suka berdusta, bahkan dusta dianggap sebagai salah satu ibadah dan merupakan bagian dari agama kelompok tersebut. Mereka menamainya sebagai “Taqiyah”. Lagi-lagi, kelompok tersebut bukanlah Wahabi.

Wahabi menghalalkan kawin kontrak,
Di sana ada kelompok yang menjadikan kawin kontrak ini sebagai sarana beribadah, bahkan dengan janji berupa keutamaan yang sangat besar bagi yang mengamalkannya. Mereka menamainya dengan “Nikah Mut’ah” atau Kawin Kontrak. Nikah berjangka waktu ini bisa dilakukan hanya untuk beberapa jam saja atau bahkan beberapa menit. Kita tahu bahwa kelompok tersebut bukanlah Wahabi.

Wahabi adalah Agama Tahayul.
Di sana ada kelompok yang meyakini takhayyul yang luar biasa aneh dan mustahil dipercayai oleh orang berakal. Mereka meyakini bahwa madzhab mereka dipimpin oleh 12 orang Imam. Akan tetapi, Imam mereka yang ke-12 yang bernama Muhammad bin Al Hasan Al ‘Askariy Al Muntazhor sejak 1.100 tahun lebih telah bersembunyi di dalam sebuah gua Sirdab di Samiraa, Iraq pada usia 9 tahun dan akan muncul di Akhir Zaman. Setelah kemunculannya, Sang Imam akan membongkar Kuburan Sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab (radhiyallahu ‘anhuma) dan Juga Istri Nabi Aisyah (radhiyallahu ‘anha) untuk di hukum dan di adili. Kita sama-sama tahu bahwa kelompok dengan keyakinan takhayyul ini bukanlah bernama Wahabi.

Wahabi adalah Antek Amerika untuk memerangi kaum muslimin.
Faktanya, di sana ada kelompok yang membantu pasukan Tatar dari Mongol mengambil alih Iraq dimasa lampau dan akibat dari pengkhianatan kelompok tersebut sekitar satu juta kaum muslimin tewas dibantai oleh pasukan kuffar. Tidak jauh berbeda dengan tragedi masa lalu, sejak beberapa tahun yang lalu dan masih berlangsung hingga hari ini kelompok ini telah membantu pasukan Amerika menghancurkan Iraq. Lagi-lagi, kelompok itu bukanlah Wahabi.

Wahabi suka menolak Kitab Ulama selain dari Madzhabnya
Di sana ada kelompok yang menolak dua kitab yang disepakati oleh kaum muslimin sebagai kitab paling Shahih setelah Al-Qur’an, yaitu Shahih Al-Bukhari & Shahih Muslim. Mereka pun menolak dan anti pati kepada tokoh ulama dari kalangan Shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah, mereka amat sangat anti pati kepada Abu Hurairah.  Kita tahu bahwa kelompok itu bukanlah Wahabi.

Wahabi itu sebenarnya Dajjal dan menguasai seluruh Arab Saudi
Kita semua tahu bahwa Rasulullah memberikan khabar kepada kita bahwa Dajjal dan pasukannya akan memasuki seluruh kota di dunia ini. Akan tetapi mereka tidak akan dapat masuk ke Mekkah dan Madinah karena adanya Malaikat yang berjaga disetiap pintu masuknya.

Jika saat ini pemerintah yang menguasai sebagian besar Jazirah Arab termasuk Makkah dan Madinah dituduh sebagai tentara Dajjal maka ada dua kemungkinannya. Tuduhan tersebut adalah dusta atau Malaikat yang menjaga dua kota tersebut telah lalai dari tugasnya.

Demikianlah beberapa point tuduhan yang sering kali diarahkan kepada Wahabi dan sesering itu pula mengakibatkan kaum muslimin lalai dari fakta yang sebenarnya telah terpampang jelas dihadapan mereka. Semoga kita lekas menyadarinya

Beberapa Ulama Dunia Islam saat ini yang dilabeli sebagai Wahabi
Berikutnya, Anda tentu tidak asing dengan nama-nama seperti : Ahmed Deedat, Dr. Zakir Naik, atau Yusuf Estes ?

Tahukah Anda bahwa Dr. Zakir Naik juga disebut sebagai Wahabi karena beliau selalu menasihatkan, “Back to the Qur’an and Authentic Hadits (Kembali Kepda Al-Qur’an dan Hadits yang Shahih)”.
Beliau juga disebut Wahabi karena tidak mengikat diri dengan hanya mengikuti salah satu mazhab saja, beliau mengikuti seluruh imam yang 4 yang sudah jelas shahih hadistnya.

Dr. Zakir Naik juga sempat dicela oleh beberapa orang Syi’ah hanya karena mengucapkan “Radhiyallah taa’la anhu” setelah menyebut nama Yazid.

Bagaimana dengan Ahmed Deedat…?? Beliau adalah guru Zakir Naik, dengan begitu otomatis beliau Wahabi…?? Apalagi beliau sangat kesal dengan orang-orang yang suka berebut mencium tangannya, beliau pernah memarahi ribuan orang dalam satu gedung pertemuan karena hal tersebut…!! (Sebagian orang mengidentikkan orang yang tidak suka mencium tangan orang lain atau dicium tangannya oleh orang lain sebagai Wahabi)

Anda yang menyukai dialog kristologi tentu tidak asing dengan Yusuf Estes…?? Seorang mantan pendeta yang memeluk Islam dan menjadi salah satu Da’i di Yayasan IRF Zakir Naik.

Beliau pernah ditanya : “Bagaimana pendapat anda tentang Wahabi ??”
Beliau Menjawab : “Hati-hati anda bermain dengan salah satu Nama Allah, apalagi anda gunakan untuk mencemooh !!”

Apakah anda juga cukup familiar dengan suara Imam Masjidil Haram Syeikh Abdur-Rahman as-Sudais atau Syeikh Su’ud As-Syuraim…?? Keduanya juga tidak lolos dari sebutan sebagai Wahabi, bahkan ada tokoh di Indonesia secara terang-terangan mengatakan seperti itu. Bahkan sang Tokoh memfitnah Syaikh As-Sudais dengan tuduhan bahwa beliau telah mengarang suatu buku yang menjatuhkan hadits-hadits shahih pada Shahih Bukhari. Laa hawla wa la quwwata illa billah…

Mu’allaf Eropa dan Amerika pun mengikuti Madzhab Wahabi ?
Tahukah anda, hampir semua Muallaf Eropa dan Amerika tidak mengikuti Mazhab khusus, mereka hanya berpedoman kepada Al-Quran dan Hadist Shahih dan mengikuti pemahaman para sahabat…?? Apakah semua Da’i yang mantan pendeta yang berada di garda depan berdakwah kepada non muslim juga Wahabi…??
Salah seorang tokoh Anti-Wahabi pernah berkata : “Wahabi adalah yang berjenggot tebal dan celana cingkrang”

Lalu bagaimana dengan para Muallaf Eropa Amerika, Da’i-Da’i disana, semuanya berjenggot tebal…!! Tidak sedikit pula mereka yang memendekkan pakainannya agar tidak melewati mata kaki… Apakah sekarang kita akan “mencela” mereka…??

Saatnya bicara Fakta

FAKTA nya : Tidak ada satu kelompokpun yang berkata : “Kami adalah Wahabi, ikutilah kami, jika tidak kalian kafir” – Sama sekali tidak ada…!! Silahkan cari jika ditemukan…
FAKTA nya adalah : Sebaliknya sangat mudah kita temukan orang yang berkata : “Abu Bakar, Umar telah keluar dari Islam, dan yang mengikuti mereka adalah kafir dan halal darahnya”

Maksud dan inti tulisan ini adalah :
1. Agar kita semua berhati-hati menggunakan kalimat “Al-Wahhab” untuk mencela dan mencemooh, yang dimana kalimat itu adalah salah satu Asma Allah yaitu Maha Pemberi, agar kita tidak terjerumus kepada dosa besar…

2. Agar kita dapat mencermati, dan menelusuri ulang, sebenarnya siapa yang selalu melontar isu Wahabi…?? Apa tujuan mereka itu…?? Dan agar kita terhindar dari Fitnah memfitnah sesama kaum Muslimin…
Kalimat “Wahabi” sama hal nya dengan Kalimat “Teroris” Yang dilontarkan oleh sekelompok orang dan digunakan sebagai alat fitnah… Dan sayangnya kita termakan begitu saja tanpa mau menelaah dan berfikir…
Lebih disayangkan lagi orang yang tidak tau apa-apa…, karena sering mendengar dari orang lain akhirnya menjadi takut (terhadap wahabi) tanpa sebab… atau istilahnya“Wahabi Phobia” dan ikut-ikutan celetuk-celetuk ­”Wahabi !!” “Hati-hati Wahabi” “si Fulan Wahabi” namun dia sendiri tidak tau persis kelompok mana yang telah menamakan dirinya sebagai Wahabi…

Semoga bermanfaat… Barakallahu fiikum.

___________________________
Pembahasan Wahabi Dikutip dari Artikel http://abangdani.wordpress.com/2013/01/11/wahhabi-wahhabi-faktanya/

Senin, 17 September 2012

Komentar Para Mualaf Eropa Terhadap Film Innocence of Muslims




Seberapa Besar Pengaruh Film Innocence of Muslims Terhadap Dakwah Islam?

Banyak yang mengira dengan membuat film yang melecehkan Nabi Muhammad atau Islam, mereka bisa menjauhkan orang dari Islam. Padahal metodologi ini justru adalah bumerang bagi mereka.

Saya pernah bertanya kepada Abu Tawfeeq, salah seorang muallaf asal Perancis yang tinggal di Hadramaut, Yaman, apakah film-film yang melecehkan Islam seperti Fitna, atau yang baru-baru ini dirilis di Youtube -film murahan- yang berjudul ‘Innocence of Muslims’ memberi pengaruh negatif yang berarti bagi Islam?

Dia menjawab,
“Saya kira tidak. Manusia yang cerdas, apalagi kebanyakan masyarakat di Barat itu punya curiosity, sifat ingin tahu yang besar. Melihat Islam jadi bahan perbincangan, mereka tidak akan serta-merta menerima informasi negatif tersebut. Mereka akan search, buat investigasi, googling sana-sini, sampai akhirnya mereka dapatkan informasi yang utuh tentang Islam. Beberapa di antaranya Allah beri hidayah untuk masuk ke dalam Islam.

Dia melanjutkan, “Banyak sekali dari kami, orang-orang Barat yang masuk Islam tertarik masuk Islam justru karena gencarnya pemberitaan negatif tentang Islam.”
Senada dengan Abu Tawfeeq, Abdul Kareem seorang muslim dari Belgia juga mengatakan hal yang serupa.

Saya kira film-film seperti itu tidaklah memberikan pengaruh negatif terhadap dakwah. Apa saja yang mereka tayangkan di media, baik yang bagus maupun yang menjelek-jelekkan Islam justru akan menarik orang untuk belajar lebih banyak tentang Islam. Sebagai contoh kasus 9/11, sebelas September. Setelah peristiwa itu, ribuan, bahkan jutaan orang Barat masuk Islam.”

Demikianlah opini beberapa orang muslim Eropa yang saya temui.

Hanya saja ada pernyataan Abu Tawfeeq yang kiranya perlu kita cermati. Beliau berkata,
Hendaknya kaum muslimin bersikap bijak dalam menghadapi penyiaran film-film seperti ini. Jangan sampai mereka terpancing untuk melakukan aksi anarki, yang mungkin justru ini yang diinginkan oleh para provokator tersebut. Seperti yang terjadi di Libya atau Mesir. Jangan-jangan aksi kekerasan, penyerangan terhadap kedutaan besar Amerika bisa dijadikan justifikasi, misalnya untuk melakukan penyerangan ke negeri-negeri kaum muslimin untuk kemudian mereka kuasai, seperti Afghanistan dan Irak.”

Sebuah pernyataan bijak yang patut kita renungkan. Wallahu a’lam.
Setelah kejadian di Libya itu, Amerika mengirim dua kapal perangnya dan sejumlah pasukan mariner dengan dalih mencari dan mengadili para pembunuh duta besar mereka untuk Libya, John Christopher Stevens.

Menurut seorang mualaf Cris Chaplin (Mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian untuk disertasi S3 di Cambridge University),

“Kelompok yang membuat film menghina Nabi Muhammad berasal dari bagian kecil dari pihak kanan atau Kristen fanatik. Tidak mewakili pendapat kaum Nasrani tentang Islam atau Nabi Muhammad, karena kelompok tersebut adalah sifat oknum yang mau memanasi perasaan kecurigaan antara ‘dunia Islam’ dan ‘dunia Kristen’ dan, apalagi, memancing untuk reaksi kekerasaan yang bisa digunakan sebagai bukti bahwa ‘dunia Islam’ tidak berperadaban. Sedih, karena situasi yang dimunculkan hanya mengedepankan steriotype tentang Nasrani dan Barat –yang menurut stereotype membenci Islam– dan Islm stereotypenya adalah cepat (melakukan) kekerasan.”





______________________________________________________________
Ditulis oleh Ustadz Wira Bachrun dengan  tambahan dari redaksi KonsultasiSyariah.com



Rabu, 05 September 2012

14 Praktek Hikmah Dalam Berdakwah

Hikmah adalah tepat dalam perkataan, perbuatan dan keyakinan, serta meletakkan sesuatu pada tempatnya
yang sesuai, dan hal itu tidak akan tercapai melainkan dengan membangunnya di atas pilar-pilarnya, dan pilar yang paling utama -selain bijaksana dan tidak tergesa-gesa- adalah ilmu yang dilandaskan di atas Al Qur’an dan hadits dengan pemahaman generasi terbaik umat ini dan para ulama yang setia meniti jalan mereka. Maka seseorang tidak akan bisa bersikap hikmah dalam berdakwah melainkan jika dia melandaskan sikap-sikapnya di atas dalil-dalil dari kitab dan sunnah serta pemahaman salafush shalih.


Contoh pertama, yaitu senantiasa berusaha untuk berakhlak mulia disamping berusaha untuk beraqidah dengan aqidah yang benar.

Contoh kedua, yaitu senantiasa berusaha bermuka manis dan menebarkan salam juga menunaikan hak-hak kaum muslimin, termasuk mereka yang memiliki penyimpangan –selama tidak disyari’atkan padanya hajr (boikot)-.

Contoh ketiga, yaitu mengenal masyarakat yang akan kita dakwahi dan mempelajari medan dakwah yang akan kita arungi sebelum terjun ke dalamnya.

Contoh keempat, yaitu bertahap dalam berdakwah dengan memulai dari yang paling penting yaitu tauhid, lalu melangkah kepada syari’at-syari’at Islam lainnya.

Contoh kelima, yaitu hendaknya para da’i setelah menyampaikan dalil-dalil dari kitab dan sunnah, sebaiknya mereka berusaha memperbanyak nukilan perkataan ulama Ahlus Sunnah yang memiliki kedudukan di hati masyarakat umum, misalnya: Imam Syafi’i, Bukhari, Muslim dll, serta menghindari penyebutan nama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Muhammad bin Abdul Wahhab di komunitas yang phobi dengan nama-nama tersebut.

Contoh keenam, yaitu hendaknya kita berusaha untuk menyampaikan dakwah yang penuh berkah ini kepada umat serta beramar ma’ruf nahi mungkar dengan lemah lembut.

Contoh ketujuh, yaitu berusaha memprioritaskan dan memperhatikan dakwah dan penarikan hati orang-orang yang memiliki kedudukan di masyarakat, entah itu yang diulamakan atau penguasa. 

Contoh kedelapan, yaitu memperhatikan dakwah generasi muda dan anak-anak kecil, tanpa mengesampingkan orang-orang yang sudah lanjut usia.

Contoh kesembilan, yaitu menerapkan skala prioritas dalam mengingkari kemungkaran, dimulai dari yang paling berat lalu yang lebih ringan.

Contoh kesepuluh, yaitu ketika membantah ahlul bid’ah, seharusnya kita menghiasi bantahan tersebut dengan ilmu dan dalil-dalil, sehingga umat merasa yakin akan benarnya hal yang disampaikan, serta merasa mantap ketika menerimanya.

Contoh kesebelas, yaitu di saat mentahdzir(mengingatkan umat dari penyimpangan) ahlul bid’ah –baik mereka berbentuk kelompok maupun individu- seorang da’i ahlus sunnah tidak harus menyebutkan secara terang-terangan nama-nama kelompok dan individu tersebut, jika memang hal tersebut tidak dibutuhkan.

Contoh kedua belas, yaitu ketika seorang da’i ahlus sunnah diundang untuk berdakwah di masjid ahlul bid’ah atau tempat mereka -dan hal tersebut tidak menimbulkan fitnah bagi masyarakat serta diharapkan menghasilkan maslahat- maka hendaknya dia memenuhi undangan tersebut dan memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk menyampaikan al-haq dengan penuh hikmah, nasehat dan diskusi yang baik.

Contoh ketiga belas, yaitu mengamalkan hal-hal yang biasa dikerjakan di masyarakat selama hal-hal itu masih diperbolehkan oleh agama, dengan tujuan untuk menarik hati masyarakat dan menjadikan mereka tidak phobi dengan dakwah kita, meskipun terkadang hal-hal tersebut tidak sesuai dengan yang lebih afdhal. Bahkan terkadang disyari’atkan untuk meninggalkan beberapa amalan yang hukumnya sunnah, untuk menghindari fitnah (keributan atau huru-hara) atau untuk menarik hati masyarakat.

Contoh keempat belas, yaitu senantiasa berusaha untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa untuk segera memetik buah dari dakwah yang sedang kita rintis




________________
Ust Abdullah Zain, Lc

Arsip Blog