Tampilkan postingan dengan label Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2015

Tugas kelas X "Identifikasi Hasil Penelitian Geografi"

Assalamualaikum, 
Selamat berlibur anak-anak SMA IT  As-Syifa. Libur UN adalah hal yang mengasikan. tak ada salahnya untuk mengisi liburan dengan hal-hal positif, seperti mengerjakan tugas geografi ini. Maaf ya mungkin liburannya sedikit terganggu.


Di bawah ini ada skripsi hasil penelitian tentang "KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM MENGANTISIPASI BENCANA GEMPABUMI" silahkan untuk disimak dan dipelajari. Tugasnya hanya menuliskan dan mengkaji hal yang berhubungan dengan penelitian geografi.

Amatilah setiap BAB hasil penelitian di bawah, lalu tuliskanlah:
  1. Judul Penelitian
  2. Garis Besar/ Ide Pokok dalam Latar Belakang Masalah(Singkat, Padat dan Tepat)
  3. Rumusan Masalah
  4. Definisi Operasional
  5. Tujuan Penelitian
  6. Manfaat Penelitian
  7. Poin Tinjauan Pustaka yang Digunakan
  8. Hipotesis (Jika ada)
  9. Metodologi/ Prosedur Penelitian  
          a. Metode Penelitian
          b. Variabel Penelitian
          c. Populasi dan Sampel
          d. Teknik Pengumpulan Data
          e. Pengolahan dan Analisis Data
Di bawah ini ada hasil penelitian dalam bentuk skripsi, Silahkan untuk dikaji, di resapi dan dipelajari.


BAB I PENDAHULUAN




BAB II TINJAUAN TEORI




BAB III PROSEDUR  PENELITIAN




BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN




BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI



Contoh:
    1. Judul Penelitian 
    "Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Letusan Gunung Tangkuban Perahu"

    2. Garis Besar/ Ide Pokok dalam Latar Belakang Masalah 
    Latar belakang masalah dalam penelitian yaitu tentang pentignya keterampilan kesiapsiagaan menghadapi bencana letusan gunung tangkuban perahu  oleh miasyarakat. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Lestari (2010:3) mengungkapkan bahwa masih rendahnya pengetahuan mtaasyarakat sekitar gunung tangkuban perahu tentang kesiapsiagaan bencana. Sehingga penelitian mekalukan sebuah pengembangan penelitian untuk memberikan bekal pengetahuan kepada masyarakat agar terbekali keterampilan dalam meghadapi bencana gunung tangkuban perahu.

    3. Rumusan Masalah
    Adapun rumusan dalam penelitian ini yaitu:
    a. Bagaimana pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat sekitar gunung tangkuban perahau sebelum dilakukan pelatihan ?
    b. Bagaimana pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat sekitar gunung tangkuban perahau setelah  dilakukan pelatihan ?

    4. Definisi Operasional 



    a. Bencana suatu peristiwa atau kejadian yang luar biasa akibat phenomena alam atau ulah manusia yang menimbulkan penderitaan manusia (korban jiwa) kerugian material dan kerusakan linkungan.
    b. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

    5. Tujuan Penelitian
    a. Mengetahui kesiapsiagaan masyarakat sekitar gunung tangkuban perahau sebelum dilakukan pelatihan.
    b. Mengetahui kesiapsiagaan masyarakat sekitar gunung tangkuban perahau setelah  dilakukan pelatihan. 

    6. Manfaat Penelitian
    a. Memberikan wawasan kepada penelitian tentang kesiapsigaan bencana.
    b. Memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar tangkuban perahu dalam menghadapi bencana letusan gunung api.

    7. Poin Tinjauan Pustaka yang Digunakan
    a. Kesiapsigaan
    b. Bencana
    c. Gunung Tangkuban Perahu

    8. Hipotesis (Jika ada)
    H I= "Tedapat perbedaan pengetahuan kesiapsiagaan terhadap bencana tangkuban perahu sebelum dan setelah pelatihan "
    H 0= "Tidak Tedapat perbedaan pengetahuan kesiapsiagaan terhadap bencana tangkuban perahu sebelum dan setelah pelatihan "

    9. Metodologi/ Prosedur Penelitian  
       a. Metode Penelitian

           Metode yang digunakan adalah metode Deskripsi
       b. Variabel Penelitian

           Variabel dalam penelitian ini yakni Pengetahuan Kesiapsiagaan Masyarakat
       c. Populasi dan Sampel 
           Populasi : Seluruh Masyarakat Sekitar Tangkuban Perahu
           Sampel   : Masyarakat di tiga desa (Cikole, Jayagiri, dan Sukajaya)

       d. Teknik Pengumpulan Data
          
    Teknik pengumpulan data:
           1). Observasi
           2). Dokumentasi
         
       e. Pengolahan dan Analisis Data
          
    1)Reduksi Data
           2)Display Data
           3) Kesimpulan dan Verifikasi

    Demikian contoh tugas yang harus di kerjakan, JANGAN LUPA tugas di kirm via E-Mail ke tuti.smaitassyifa@gmail.com
      Download Full Skripsi di atas BAB 1-5 [ KLIK DISINI ]

      Sumber: Utami, Elsa Pratiwi Putri. KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM MENGANTISIPASI BENCANA GEMPABUMI  (Studi Kasus Pada SMA Negeri di Kota Bandung). Skripsi S1 UPI Bandung




      Minggu, 29 Maret 2015

      Jenis Batuan dan Manfaatnya dalam Kehidupan

      Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba "Artikel Kompetesi Guru di Funeddo " dan berhasil menjadi juaranya.

      Jenis Batuan dan Manfaatnya dalam Kehidupan
      Batuan pasti bukanlah benda asingkan?, tentu saja batuan merupakan benda yang sangat dekat di sekitar manusia. Batu dalam kehidupan memiliki manfaat yang beragam seperti untuk pembangunan, asesoris, dan peralatan rumah tangga. Mungkin pernah mendengar batu ruby, safir, dan zamrud? batu yang sering diincar para pencinta batu akik ini diminati karena keindahannya sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Berdasarkan  klasifikasi unsur mineral dan kimia yang terkandung di dalamnya, batuan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan Beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang membeku. Contoh batuan ini yakni batu granit, diorit, gabbro, andesit obsidian, basalt dan lain-lain. Manfaat batuan ini  untuk bangunan, asesoris dan perlatan rumah tangga. Manfaat batuan beku dalam kehidupan dapat di lihat pada gambar di bawah ini:


      Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk dari batuan beku yang mengalami pelapukan dan pengendapan. Jenis batuan sedimen yaitu: kerikil, batu kapur, terumbu karang dan lain-lain. Dalam kehidupan batuan jenis sedimen memiliki manfaat seperti untuk ornamen rumah, bahan baku semen, dan hiasan. Manfaat batuan sedimen dapat dilihat pada gamabar di bawah ini:


      Batuan metamorf adalah batuan yang mengalami perubahan secara fisik maupun secara kimiawi yang disebabkan suhu tinggi dan tekanan kuat dalam waktu lama. Contoh batuan ini: marmer, topaz, batu tulis (sabak) dan lain-lain.


      Sudah jelaskan? Batuan dalam kehidupan manusia sangatlah bermanfaat baik untuk pembangunan, peralatan rumah, dan asesoris. Sehingga batuan memiliki nilai ekonomis tinggi.

      Referensi:
      Tulisan: Putrianasari, I.F.2013.  Metode Bimbel Kuasai Geografi. Yogyakarta:Planet Ilmu.
      Gambar: www.google.com

      Sabtu, 03 Januari 2015

      Flash Jenis Sungai

      Assalamu'alaikum
      Alhamdulillah sekarang pembelajaran tipe jenis sungai bisa dipelajari melalui animasi. Materi mengenai sungai merupkan bagian dari materi hidrosfer yang dipelajarai di kelas 10 SMA. Semoga dengan adanya media ini bisa membantu.




      Sumber:http://www.man2smg.sch.id/


      Kamis, 19 Juni 2014

      TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA, JAGAT RAYA & MUKA BUMI

       Assalamu'alaikum...
      Salam Smart, Alhamdulillah hari ini saya sudah bisa menyelesaikan modul ke dua untuk persiapan UN, mohon maaf jika dalam tulisan ini tidak lengkap, materi yang ke dua yakni mengenai standar kmpetensi lulusan " Menganalisis sejarah pembentukan Bumi, Tata Surya dan Jagad Raya". 
       
      TEORI PERKEMBANGAN MUKA BUMI
      Bumi mengalami perkembangan dan perubahan. Teori terbentuknya permukaan Bumi sebagai berikut:
      1. Teori Apung Benua ( Continental Drift Theory) – Alfred Lothar Wegener
      Menurut teori ini pada awalnya bumi haya ada satu daratan yang sangat besar disebut Pangea. Pangea bergerak kemudian terpecah menjadi beberapa beberapa benua. Beberapa bukti pergerakan benua:
      a. Adanya persamaan garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika.
      b. Daratan Greenland menjauhi Eropa.
      c. Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika.
      d. Ada kegiatan seismik di Patahan San Andreas.
      e. Samudera Atlantik semakin luas karena pergerakan Benua Amerika ke barat.
      f. Batas samudera Hindia semakin mendesak ke utara.
      2. Teori Kontraksi (Contraction Theory) – Rene Descartes
      Bumi mengalami penyusutan dan engkerutan karena pendinginan. Dalam kurun waktu yang lama terbentuk pegunungan dan lembah akibat pengerutan-pengerutan itu.
      3. Teori Laurasia & Gondwana/ Dua Benu (Laurasia & Gondwana Theory)- Edward Zuess
      Bumi pada awalnya terdiri atas dua benua sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara & Gondwana di sekitar kutub selatan. Selanjutnaya kedua benua bergerak secara perlahan ke arah ekuator dan terecah menjadi bentuk daratan benua. Laurasia membentuk Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Gondwana terpecah menjadi Amerika Selatan, Australia, India, Afrika, dan Antartika.
      4. Teori Konveksi (Convection Theory) ­– Athur Holmes & Hary H. Hess, Robert Diesz
      Bumi yang sangat panas pada intinya mengalami arus konveksi kearah kulit Bumi. Bukti teori ini terbentuknya pematang tengah samudera seperti Mind Atlantic Ridge dan Pasific Atlantic Ridge. Semakin jauh dengan punggung samudera semakin tua usia batuan.
      5. Teori Lempeng Tektonik (Plate Tectonic Theory) ­– Tozo Wilson
      Kerak Bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer.
       
      GERAK LEMPENG
      Gerak lempeng tektonik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
      1. Konvergen
      Gerak saling mendekat antar lempeng sehingga bertumbukan. Zona terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dengan benua disebut zona konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dengan Eurasia menghasilkan pegunungan lipatan muda Himalaya, Pegunungan Alpen dan Bukit barisan.
      Zona tumbukan antara lempeng samudera dengan benua dinamakan zona subduksi atau zona tunjam. Contohnya lempeng benua Amerika dengan dasar samudera Paasifik menghasilkan pegunungan Rocky dan pegunungan Andes. Konvergen akan menghasilkan fenomena sebagai berikut:
      a. Lempeng samudera menghujam ke bawah lempeng benua.;
      b. Terbentuk palung laut;
      c. Pembengkakan tepi lempeng benua;
      d. Terdapat aktivitas vulkanisme;
      e. Daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam;
      2. Divergen
      Gerakan saling menjauh antar lempeng dinamakan divergen. Zona yang terbentuk disebut zona divergen (zona sebar pisah). Contoh di Atlantik gerakan lempeng ini adalah tanggul dasar samudera memanjang dekat kutub utara samapai mendekati kutub selatan. Celah ini menjadikan Benua Amerika bergerak saling menjauh dengan Benua Eropa dan Afrika. Divergen akan menghasilakn fenomen sebagai berikut:
      a. Peregangan lempeng;
      b. Pembentukan tanggul dasar samudera (mind ocean ridge);
      c. Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal (lava bantal) dan hamparan lelehan lava encer;dan
      d. Aktivitas gempa.
      3. Transform
      Sesar mendatar (transform) gerak saling berlawanan antar lempeng. Bentukan alam yang dihasilkan antara lain patahan atau sesar mendatar. Contoh gesekan antara lempeng Samudera Pasifik dengan daratan Amerika Utara, gerakan ini membentuk san Andreas (1.200 km) dari San Fransisco di utara sampai Los Angeles di Amerika Serikat.

      TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA
      1. Teori Kabut/ Nebula (Imanuel Kant- Piere Simon Laplace)
      Tata surya berasal darai Nebula yaitu kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar. Teori tersebut diperkuat oleh Piere Simon Lalace menurutnya bahwa tata surya berasal dari massa kabut raksasa. Gaya gravitasi membuat kabut berputar dan menyusut. Hal ini yang menyebabkan pemanasan dan pembentukan matahari. Perputaran Matahari menyebabkan cincin gasnya terlempar membentuk planet. Teori ini disebut juga teori Kant-Laplace.
      2. Teori Planetesimal (Forest Ray Moulton Thomas Chamberlin)
      Pada mulanya terdapat Matahari.Pada suatu ketika melintas bintang lain yan membuat ledakan-ledakan akibat gaya tarikmenarik, gas hasil ledakan mengembun dan membeku menjadi Planetesiamal. Bahan-bahan tersebut akan bergabung membentuk planet-palanet.
      3. Teori Pasang Surut (Jeans dan Jefreys)
      Planet terbentuk karena adanya bagian dari Matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gaya gravitasi bintang yang melintas. Bagian yang terlepas itu membentuk seperti cerutu panjang yang terus berputar mengelilingi Matahari sehingga ama kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
      4. Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
      Pada awalnya Matahari merupakan bintang kembar yang saling mengelilingi. Pada suatu masa melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar. Akibatnya, bintang tersebut hancur menjadi bagain-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur,yaitu Matahari.
      5. Teori Awan Debu ( Weizsaeker dan Kniper)
      Pada awalnya Matahri dan debu dan pringan gas disekelilingnya berputar cepat. Partikel debu yang keras saling berbenturan , melekat dan memadat menjadi bintang tungal, yaitu Matahari.
      6. Teori Kondensasi (Kuiper)
      Alam semsta terdiri atas bintang-bintang, dua pusat yang memadat berkembnagn dalam suat awan antar bintang dari gas hydrogen. Pusat yang satu lebih besar dari pusat yang lain lemudian memadat menjadi bintang yang tumnggal, yaitu Matahari.

      PEMBENTUKAN JAGAT RAYA
      1. Teori Ledakan Besar (Big Bang)
      Jagat Raya berasal dari massa tunggal yang menyimpan suhu tinggi dan energi besar . Besar energi dan tinggi suhu menyebabkan ledakan besar yang menghancurkan massa tunggal menjadi serpih-serpih yang menjauh dari pusat ledakan. Serpihan tersebut membentuk banyak kelompok galaksi dan Tata Surya.
      2. Teori Mengembang dan Memampat (Ekspansi dan Kontraksi)
      Jagat Raya trbentuk melalui periode mengembnagn (ekspansi) dan menyusut (kontraksi). Jagat Raya berasal dari massa yang mengembang karena adanya reaksi inti hidrogen. Pengembangan ini membentuk galaksi-galaksi. Galaksi dan bintang kemudian meredup dan meyusut dengan di dahului pancaran panas tinggi. Pada akhir fase penyusutan, Jagat Raya mengembang dan menyusut lagi.
      3. Teori Keadaan Tetap (Stedy State)
      Menurut teori ini alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhir. Alam semesta akan datang silih berganti berbentuk atom-atom hidrogen dalam ruang angkasa, galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.

      HAKIKAT GEOGRAFI

      Assalamu'alaikum...
      Hai smart, sudah lama saya tidak posting tulisan, sekarang waktunya berbagi materi lagi. Insya Allah materi yang akan saya posting di smart blog geografi ini, akan tersusun berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL). Modul saya susun ini digunakan saat  bimbel UN SMA IT As -Syifa, jadi setiap modul yang saya tulis, Insya Allah saya postingkan di sini. semoga bisa bermanfaat. 
      smartgeografi.blogspot.com
      A. PENGERIAN GEOGRAFI
      Geografi berasal dari kata “geos” yang artinya bumi dan “graphein” yang artinya pencitraan. Jadi menurut etimologinya Geografi berarti ilmu yang menggambarkan keadaan muka bumi.

      B. Objek Studi Geografi

      1. Objek Formal: pendekatan keruangan, pendekat- an kewilayahan, dan pendekatan kelingkungan.
      2. Objek Material: fenomena-fenomena geosfer (atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer, dan antroposfer).

      C. Konsep Geografi Konsep geografi digunakan untuk memahami fenomena geosfer.
      1. Lokasi: letak suatu fenomena di muka bumi. Lokasi ada dua: (1) lokasi absolut:gasri sastronomi; (2) lokasi relative: posisi wilayahnya dilihat dari wilayah lain.
      2. Jarak: memahami suatu geosfer dilihat dari jarak satu objek dengan objek lain. Jarak ada dua : (1) absolut:Subang-Bandung 40km. (2) reatif: jarak Subang-Bandungd ditempuh dalam waktu 2 jam.
      3. Keterjangkauan: menunukan kemudahan suatu tempat dapat dicapai,menggunakan sarana transportasi.
      4. Pola: susunan, bentuk, dan persebaran fenomena alam/ budaya akibat interaksi yang menghasilkan suatu bentuk yang konsisten.
      5. Morfologi: bentuk permukaan bumi dan hubungannya dengan aktivitas manusia.Contoh: Rumah di daerah rawa akan mudah banjir.
      6. Aglomerasi: pengeloampokan suatu fenomena di suatu tempat.
      7. Nilai kegunaan: berhubungan dengan manfaat suatu wilayah bagi manusia. Contoh: di daerah pegunungan banyak digunakan unntuk peristirahatan, bagi sebagai lain dimanfaatkan untuk daerah pertanian.
      8. Interaksi/interdependensi: sesuatu yang ada dipermukaan bumi selalu membutuhkan objek lain dan tidak dapat berdiri sendiri.
      9. Diferensiasi areal: perbedaan wilayah.
      10. Keterkaitan ruang: setiap kehidupan di suatu ruang tidak terlepas dari kehidupan ruang sekitarnya.

      D. Prinsip Geografi Prinsip merupakan pokok pikiran yang mendasari analisi.
      1. Deskripsi, artinya gejala/ kenampakan di permukaan bumi persebarannya sangat bervariasi. Misalnya jenis tanah tidak sama diberbagai daerah.
      2. Interelasi, artinya keterkaiatan antara aspek-aspek lingkungan.
      3. Deskripsi, merupakan cara pemaparan hasil pengkajian geografi dalam bentuk uraian, peta, grafik, gambar, citra dll.
      4. Korologi, merupakan analisis fenomen ageosfer dengan memadukan antara deskripsi, interelasi dan distribusi

      E. Pendekatan Geografi 1. Keruangan: pebdekatan ini untuk mengetahui persebaran penggunaan ruang yang ada untuk mengetahu persebaran pengunaan ruang yang ada dan bagaimana penyediaan ruang untuk berbagai kegunaan.
      2. Ekologi: menelaah gejala interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
      3. Kewilayahan: membandingkan berbagai kawasanper di muka Bumi dengan memperhatikan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah secara komprehensif . sehingga terjadi interaksi dengan daerah lain untuk memnuhi kebutuhannya.

      F. Aspek-aspek Geografi 1. Aspek FisiK; Kajian geografi mengenai unsur fisik seperti tanah, air, iklim, dan cuaca.
      a. Aspek Topologi, meliputi unsur letak, batas, luas, dan bentuk (morfologi) wilayah.
      b. Aspek Biotik, meliputi unsur vegetasi (tetumbuhan), hewan, dan penduduk.
      c. Aspek Nonbiotik, meliputi unsur kondisi tanah, hidrologi (tata air), dan kondisi iklim.
      2. Aspek Sosial/ Non fisik: Kajian mengenai manusia dengan segala aktivitasnya.
      a. Aspek Ekonomi, meliputi unsur pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, industry, perdagangan, transportasi, dan pasar
      b. Aspek Sosial, meliputi unsur tradisi, adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat, dan lembaga- lembaga sosial.
      c. Aspek Budaya, meliputi unsur pendidikan, agama, bahasa, dan kesenian.
      d. Aspek Politik, meliputi unsur pemerintahan dan kepartaian.

      G. Cabang Ilmu Geografi 1. Meteorologi: mempelajari cuaca.
      2. Klimatologi: mempelajari iklim.
      3. Oseanografi: mempelajari lautan.
      4. Hidrologi: mempelajari air permukaan (sungai, rawa, danau) dan air tanah.
      5. Geologi: mempelajari bumi secara keseluruhan (lapisan, struktur).
      6. Geomorfologi: mempelajari bentuk muka bumi dan prosesnya.
      7. Botani: mempelajari tumbuh-tumbuhan.
      8. Zoologi: mempelajari hewan.
      9. Demografi: mempelajari perkembangan penduduk (persebaran, susunan). 10. Antropologi: mempelajari manusia dan kehidukannya (ras, budaya).

      Jumat, 18 April 2014

      Flash Jenis Awan

      Assalamualaikum. Slam Smart ... Belajar atmosfer tentunya tidak akan terlepas dari komponen di dalamnya dimana salah satunya adalah awan. Pembelajaran awan yang dikemas dengan bantuan media semoga bisa lebih di pahami, menarik dan menasikan. selamat belajar. 


      Anda dapat mendownload flash ini di sini KLIK 
      Sumber: http://file.upi.edu

      Flash Hidrosfer

      Assalamualaikum....Salam Smart.

      Belajar merupakan bagian dari proses untuk memahami.merasakan sesuatu yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Belajar akan lebih mengasikan jika dibantu dengan media yang menarik. dibawah ini ada materi hidrosfer yang bisa dipelajari secara mandiri, di akhir akan ada tes untuk menguji ketercapaian kompetensi. selamat belajar. salam guru smart.


      Anda dapat mendownload flash ini di sini KLIK
      Sumber: http://smakorpri-bekasi.sch.id
      Sumber Gambar :ayobelajargeografi.blogspot.com




      Kamis, 17 April 2014

      Flash Siklus Batuan

      Batuan berasal dari pembentukan mineral di alam. Proses pembentukan mineral akan berbeda-beda sehingga menghasilkan batuan yang berbeda. Batuan yang terbentuk dapat diklasifikasikan menjadi batuan beku, sedimen dan metamorf. Batuan beku merupakan hasil proses pendinginan dari batuan induk baik di dalam, ataupun di luar. Batuan sedimen terbentuk karena proses alamiah yakni penghancuran batuan berupa pelapukan kimia dan organik. Batuan metamorf terbentuk akibat adanya peningkatan temperatur dan tekanan yang kuat terhadao batuan yang sudah terbentuk sebelumnya (beku dan sedimen). Agar lebih jelas silahkan pelajari melalui animasi di bawah ini.  
      Sumber Flash: http://www.phschool.com

      Flash Bumi & Alam Semesta

      Bumi memiliki karakteristik yang khas. Tentunya kekhasannya menjadikan kajian utama dalam geografi, yang kita kenal dengan konsep diferensiasi area (perbedaan satu tempat dengan tempat lain).Perbedaan fenomena alam di Bumi teentunya dipengaruhi berbagai faktor baik faktor dari dalam maupun dari luar Bumi itu sendiri. Eksogen merupakan proses pembangun Bumi dari dalam yang kita kenal dengan peristiwa vulkanisme, tektonisme, dan seisme (gempa). Dengan adanya peristiwa eksogen maka Bumi bersifat dinamis. Faktor Eksogen dikenal dengan proses pembentukan Bumi dengan bantuan air, angin, cahaya matahari yang mengakibatkan proses pelapukan, erosi dan sedimentasi.

      Mempelajari Bumi tentunya sangat terkait dengan keberadaan Bumi di Alam Semesta. Alam Semesta merupakan ruang tak terbatas. Agar lebih jelas dan menarik mempelajarai Alam Semesta, Silahkan gunakan bantuan animasi di bawah ini. Semoga pembelajaran menjadi lebih asik, menarik dan mudah.

        Sumber: http://technopreneur.kurtek.upi.edu

      Senin, 14 April 2014

      Banjir


      Banjir adalah dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Menurut Kodoatie (2013: 160) banjir adalah peristiwa ketika aliran air berlebihan merendam daratan. Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.
      Banjir merupakan bencana alam yang disebabkan oleh faktor alam dan non alam (manusia). Adapun hal yang perlu diketahui tentang bencana banjir dan sikap kesiapsiagaan adalah sebagai berikut:

      - Penyebab Banjir· Curah hujan tinggi
      · Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
      · Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keluar sempit.
      · Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
      · Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
      · Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.

      - Tindakan untuk Mengurangi Dampak Banjir· Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai fungsi lahan.
      · Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
      · Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta daerah banjir.
      · Tidak membuang sampah ke dalam sungai. Mengadakan Program Pengerukan sungai.
      · Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.
      · Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian sungai rawan banjir.

      - Yang Harus Dilakukan Sebelum BanjirDi Tingkat Warga· Bersama aparat terkait dan pengurus RT/RW terdekat bersihkan lingkungan sekitar, terutama pada saluran air atau selokan dari timbunan sampah.
      · Tentukan lokasi posko banjir yang tepat untuk mengungsi lengkap dengan fasilitas dapur umum dan MCK, berikut pasokan air bersih melalui koordinasi dengan aparat terkait, bersama pengurus RT/RW di sekitar lingkungan.
      · Bersama pengurus RT/RW di lingkungan, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, seperti pengangkatan penanggung jawab posko banjir.
      · Koordinasikan melalui RT/RW, dewan kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet dan pelampung guna evakuasi.
      · Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai, guna memudahkan mencari informasi, meminta bantuan atau melakukan konfirmasi.
      Di Tingkat Keluarga· Simak informasi terkini melalui TV, radio atau peringatan tim warga tentang curah hujan dan posisi air pada pintu air.
      · Lengkapi dengan peralatan keselamatan seperti: radio baterai, senter, korek gas dan lilin, selimut, tikar, jas hujan, ban karet bila ada.
      · Siapkan bahan makanan mudah saji seperti mi instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih.
      · Siapkan obat-obatan darurat seperti: oralit, anti diare, anti influenza.
      · Amankan dokumen penting seperti: akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat dan benda-benda berharga dari jangkauan air dan tangan jahil.

      - Yang Harus Dilakukan Saat Banjir· Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.
      · Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
      · Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
      · Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.
      Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir· Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
      · Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering berjangkit setelah kejadian banjir.
      · Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan, atau binatang penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.
      · Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.

      Banjir diakibatkan oleh tindakan manusia dan disebabkan pula oleh alam, Kodoatie (2013, 416-417) mengklasifikasikan penyebab baji berdasarkan alam dan manusia. Adapun tindakan yang dilakukan manusia hinga mengakinatkan banjir yaitu:
      1. Perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai.
      2. Pembuangan sampah.
      3. Erosi dan sedimentasi.
      4. Kawasan kumuh di sepanjang sungai.
      5. Perencanaan system pengendalianbanjir tidak tepat.
      6. Pengaruh fisiografis / geofisik sungai.
      7. Kapasitas sungai dan drainase yang tidak memadai.
      8. Penurunan tanah dan rob.
      9. Drainase lahan.
      10. Bending dan bangunan air.
      11. Kerusakan bangunan pengendali banjir.
      Sedangkan penyebab alami diantaranya:
      1. Curah hujan.
      2. Pengaruh fisiografi/ geofisik sungai.
      3. Kapasitas sungai.
      4. Pengaruh air pasang.
      5. Penurunan tanah dan rob.
      6. Kerusakan bangunan pengendali banjir (oleh bencana alam)

      Berdasarkan ungakapan di atas mengenai penyebab banjir, maka disimpulkan bahwa penyebab banjir tidak hanya faktor manusia saja melainkan alampun ikut berperan. Banjir akibat manusia masih bisa dikendalikan sehingga bisa diminimalisir kejadian banjir dengan membangun pemahaman, sikap dan prilaku sadar akan bahaya bencana banjir. Sedangkan penyebab yang alamiah dari alam manusia tidak dapat mencegahnya melainkan hanya bisa meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan akibat bencana banjir.

      Sumber: Dokumen Pribadi
      Sumber Gambar: kartunmania.com

      Senin, 24 Maret 2014

      Flash Asteroid

      Asteroid adalah benda berukuran kecil yang dikelompokan sebagai planet minor (planetoid). Asteroid memiliki ukuran lebih kecil dari meteorid. Asteroid berada di dalam Tata Surya. Komet tidak bisa dikatakan sebagai asteroid karena komet memiliki ekor sedngkan asteroid tidak memiliki ekor. Asteroid pertama di temukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Semakin canggih teknologi ateoroid makin banyak ditemukan yakni rata-rata sebanyak 5.000 buah per bulan. Wow cukup menakjubkan? Agar lebih pahamn mengenal asteroid silahkan simak melalui animasi di bawah ini.
      sumber: http://my-diaryzone.blogspot.com/2010/01/flash-animation-of-asteroid.html

      Flash El-Nino

      Pengertian El Nino adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya dan secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.
      El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak lelaki”. Sejarahnya, pada abad ke-19 nelayan Peru menyadari  terjadinya kondisi menghangatnya suhu lautan yang tidak biasa di wilayah pantai Amerika Selatan, dekat Ekuador dan meluas hingga perairan Peru. Hal ini terjadi di sekitar musim Natal pada setiap tahun. Pada tahun-tahun normal, air laut dalam yang bersuhu rendah dan kaya akan nutrisi bergerak naik ke permukaan di wilayah dekat pantai. Kondisi ini dikenal dengan upwelling. Upwelling ini menyebabkan daerah tersebut sebagai tempat berkumpulnya jutaan plankton dan ikan. Ketika terjadi El Nino upwelling jadi melemah, air hangat dengan kandungan nutrisi yang rendah menyebar di sepanjang pantai sehingga panen para nelayan berkurang. 

      Gilbart Walker yang mengemukaan tentang El Nino dan sekarang dikenal dengan Sirkulasi Walker yaitu sirkulasi angin Timur-Barat di atas Perairan Pasifik Tropis. Sirkulasi ini timbul karena perbedaan temperatur di atas perairan yang luas pada daerah tersebut. 
      a. Perairan sepanjang pantai China dan Jepang, atau Carolina Utara dan Virginia, lebih hangat dibandingkan dengan  perairan sepanjang pantai Portugal dan California.  Sedangkan perairan di sekitar wilayah Indonesia lebih hangat  daripada perairan di sekitar Peru, Chile dan Ekuador. 
      b. Perbedaan temperatur lautan di arah Timur-Barat ini menyebabkan perbedaan tekanan udara permukaan di antara tempat – tempat tersebut.
      c. Udara bergerak naik di wilayah lautan yang lebih hangat dan bergerak turun di di wilayah lautan yang lebih dingin. Dan itu menyebabkan aliran udara di lapisan permukaan bergerak dari Timur ke Barat.

      Agar lebih jelas mengenai bahasan El Nino, Silahkan pelajari melalui Flash El Nino di bawah ini. Flash El Nino dan Unsur Cuaca di bawah ini di lengkapai juga dengan evaluasi materi. Selamat Belajar.

       

      Sumber Gambar :http://www.srh.noaa.gov/images/tbw/nino/nawintergraphics.gif

      Rabu, 22 Januari 2014

      Ringkasan Atmosfer & Hidrosfer

      Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Lapisan-lapisan atmosfer sebagai berikut:
      1. Troposfer
      Lapisan paling bawah dengan ketinggian 0 – 8 km (kutub) dan 0 – 16 km (katulistiwa).Tempat terjadinya proses cuaca. Semakin ke atas suhu semakin turun.
      2. Stratosfer
      Pada ketinggian 15 – 50 km. Terdapat lapisan ozon (O3).
      3. Mesosfer
      Pada ketinggian 50 – 85 km. Suhu mencapai -1000 C sehingga meteor-meteor terbakar.
      4. Termosfer
      Pada ketinggian 85 – 500 km. Terdapat lapisan ionosfer yang memantulkan gelombang radio.
      5. Eksosfer
      Lapisan terluar dengan ketinggian > 500 km.Didominasi gas hidrogen.

      Sifat Atmosfer
      1. Tidak berwarna
      2. Tidak berbau
      3. Tidak memiliki rasa dan tidak dapat dirasakan
      4. Mudah bergerak

      Fenomena Yang Terjadi Di Atmosfer Cuaca dan Iklim
      Cuaca adalah keadaan rata-rata atmosfer di suatu wilayah tertentu dalam waktu singkat. Iklim adalah keadaan rata-rata atmosfer di suatu wilayah dengan cakupan luas dalam waktu yang relatif lama (30-100 tahun). Unsur Cuaca & Iklim sebagai berikut:
      1. Suhu/temperatur: panas dinginnya udara. Alat pengukur suhu disebut termometer. Pemanasan udara dibedakan atas
      2. Kelembapan/lengas udara: jumlah uap air yang terkandung dalam udara. Alat pengukur kelembapan disebut higrometer.
       Kelembapan relatif/nisbi: perbandingan jumlah uap air yang dikandung dengan jumlah maksimal uap air yang dapat dikandung pada suhu dan tekanan yang sama.
      Kelembapan mutlak/absolut: jumlah uap air setiap 1 m3 udara (gram/m3).
       3. Curah hujan: banyaknya hujan yang jatuh.
      · Hujan zenithal/naik ekuator: di daerah khatulistiwa, uap air naik secara vertikal.
      · Hujan orografis: uap air naik di pegunungan, hujan di lereng gunung.
      · Hujan siklonal: pengaruh angin siklon, udara naik dan menjadi dingin.
      · Hujan muson: pengaruh angin muson barat, bulan Oktober – April.
      · Hujan frontal: pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin.
      4. Angin: udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi → rendah. Alat pengukur kecepatan angin: anemometer.
      · Angin pasat: maksimum subtropik → minimum khatulistiwa.
      · Angin anti pasat: khatulistiwa bagian atas→maksimum subtropik.
      · Angin muson: berganti arah setiap 6 bulan sekali.
      · Angin siklon: tekanan minimum dikelilingi tekanan maksimum, berlawanan arah jarum jam pada belahan bumi utara dan searah pada belahan bumi selatan.
      · Angin antisiklon: tekanan maksimum dikelilingi tekanan minimum, searah jarum jam pada belahan bumi utara dan berlawanan arah pada belahan bumi selatan.
      · Angin lokal: angin darat dan angin laut
      · Angin gunung dan angin lembah,
      · angin fohn (panas dan kering), contoh angin fohn: angin gending di Probolinggo, angin kumbang di Cirebon, angin wambrau di Biak, angin brubu di Makasar, angin bahorok di Deli.
      5. Tekanan udara: massa udara. Alat pengukur tekanan udara disebut barometer. Semakin tinggi tempat semakin kecil tekanan udaranya.
      6. Penyinaran matahari: intensitas sinar matahari yang jatuh ke bumi. Alat pengukur besarnya penyinaran matahari disebut solarimeter.
      7. Awan: uap air yang mengalami kondensasi menjadi titik-titik air.
      · Awan tinggi (6-12 Km), ditandai dengan kata siro atau sirrus. Terdiri dari sirrus, sirokumulus, dan sirostratus. Biasanya berwarna putih tipis
      · Awan sedang atau menengah (2-6 km), ditandai dengan kata alto. Terdiri dri altokumulus, altostratus. Biasanya berwarna putih dan berlapis-lapis atau menggumpal.
      · Awan rendah (0,8-2 km), ditandai dengan kata strato. Terdiri dari awan stratus, stratokumulus, dan nombostratus.
      · Comulus: tebal bergumpal, bertumpuk.
      · Cirrus: tipis seperti kapas, awan bulu,
      · Stratus: berlapis dan rata
      · Nimbus: awan hujan.

      Klasifikasi Iklim
      1. Iklim matahari
      a) Tropis: 00- 23½0 LU/LS.
      b) Subtropis: 23½0LU/LS - 400LU/LS.
      c) Sedang: 400 LU/LS - 66½0LU/LS.
      d) Dingin: 66½0 LU/LS – 900 LU/LS.

      2. Koppen: berdasar curah hujan dan suhu.
      a) Iklim A (iklim hujan tropis): curah hujan tahunan lebih besar dari evapotranspirasi. Suhu bulan terdingin 180C.
      Iklim Am: iklim musim.
      Iklim Aw: iklim sabana.
      Iklim Af: iklim hutan hujan tropis.
      b) Iklim B (iklim kering): curah hujan tahunan lebih kecil dari evapotranspirasi.
      Iklim Bs: iklim stepa.
      Iklim Bw: iklim gurun.
      c) Iklim C (iklim sedang): suhu bulan terpanas >100 C, terdingin30C.
      d) Iklim D (iklim hutan salju): suhu bulan terpanas > 100 C, terdingin 30C.
      e) Iklim E (iklim kutub): suhu bulan terpanas < 100C.
      3. Schmidt-Ferguson: perbandingan rata-rata bulan kering (curah hujan < 60 mm) dengan bulan basah (curah hujan > 100 mm).
      4. Junghuhn: berdasar ketinggian tempat.
      a) Iklim panas: suhu 26,30 C – 220 C, ketinggian < 600 mdpal, tanaman budidaya padi, kelapa, tebu, karet.
      b) Iklim sedang: suhu 220 C – 17,10 C , ketinggian 600 – 1.500 mdpal, tanaman budidaya kopi,kina, padi, teh.
      c) Iklim sejuk: suhu 17,10 C – 11,10 C, ketinggian < 1.500 – 2.500 mdpal, tanaman budidayasayuran, teh, kopi.
      d) Iklim dingin: suhu < 110 C, ketinggian > 2.500 mdpal, hampir tidak ada tanaman budidaya.
      5. Oldeman: menggunakan dasar yang sama dengan penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson, yaitu unsur curah hujan. Klasifikasinya sbagai berikut:
      a) Bulan basah, apabila curah hujannya > 200 mm.
      b) Bulan lembap, apabila curah hujannya 100–200 mm.
      c) Bulan kering, apabila curah hujannya < 100 mm.

      Karakteristik Iklim Indonesia
      Wilayah Indonesia memmiliki karakteristik Iklim tersendiri yaitu:
      a. Indonesia terletak di Katulistiwa sehingga rata-rata suhu tahynan selalu tinggi diatas 180C. Hal tersebut disebabkan oleh penyinaran matahari yang relatif selalu tegak jatuhnya
      b. Bebas dari penaruh angin taifun, hal ini disebabkan kaena sebagaian besar berada pada zone tenang
      c. Rata-rata klembaban udara relati tahunan yang tinggi
      d. Wilayah Indonesia berupa kepaulauan berpengaru terhadap suhu udara, amplitudo suhu harian maupun tahunan
      e. Wilayah Indonesia berhembus angin muson yang mengakibatkan musim hujan dan kemarau





      HIDROSFER
      Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi (padat, cair, dan gas).
      A.Siklus Hidrologi
      1. Siklus pendek (kecil): air laut menguap → berkon-densasi → awan → hujan di laut.
      2. Siklus sedang: air laut menguap → berkondensasi→ awan → hujan di darat.
      3Siklus panjang (besar): air laut menguap →sublimasi → kristal-kristal es → hujan salju.

      B.Perairan Darat
      1. AIR TANAH
      Terdapat pada lapisan-lapisan tanah (di dalam pori-pori atau celah batuan). Dibedakan menjadi:
      a) Air tanah dangkal (freatik): di atas lapisan kedap air (impermeabel).
      b) Air tanah dalam (artesis): di antara dua lapisan kedap air (impermeabel).
      2. AIR PERMUKAAN
      a) Sungai: tempat mengalirnya air di darat menuju lautan. Berdasarkan sumber airnya: sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran.

      Berdasarkan arah alirannya:
      · Sungai konsekuen: searah kemiringan lereng.
      · Sungai subsekuen: tegak lurus dengan sungai konsekuen.
      · Sungai obsekuen: berlawanan arah dengan sungai konsekuen.
      · Sungai resekuen: searah dengankonsekuen.
      · Sungai insekuen: tidak beraturan.

      Berdasarkan Pola sungainya:
      · Pola radial: sentrifugal (meninggalkan pusat /di daerah gunung, perbukitan),
      · sentripetal (mendatangi pusat/di daerah basin, lembah).
      · Pola dendririk: di daratan/pantai.
      · Pola trellis/sirip ikan: di pegunungan lipatan.
      · Pola anular: membentuk lingkaran, di daerah dome.
      · Pola pinnate: muara lancip.
      · Pola rectangular: aliran sungai 90o, di daerah patahan.
      Berdasarkan keadaan airnya: sungai musiman/periodik/ ephimeral, sungai permanen.
      b) Danau: cekungan yang digenangi air.
      · Danau tektonik: terbentuk oleh peristiwa tektonik. Contoh: Danau Singkarak, Danau Towuti (Sulawesi).
      · Danau vulkanik: terbentuk oleh letusan gunung berapi. Contoh: Danau Merdada (Dieng), Danau Batur (Bali).
      · Danau tektovulkanik: terbentuk oleh tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba.
      · Danau karst: di daerah kapur.
      · Danau glasial: terbentuk oleh erosi es/ gletser.
      · Danau buatan: bendungan.
      c) Rawa: daerah yang tergenang air (dekat pantai, sungai besar).

      C.Perairan Laut
      Pantai: daratan yang berbatasan dengan laut.
      Ombak: gerakan air laut akibat tiupan angin di permukaan laut.
      Arus: gerakan air laut dengan arah teratur dan tetap.
      1. Jenis laut
      a) Berdasarkan proses terjadinya :
      · Laut transgresi: daratan digenangi air laut (laut dangkal). Contoh: L. Jawa, L. Arafuru.
      · Laut ingresi: penurunan dasar laut (tenagatektonik). Contoh: L. Karibia, L. Banda, L. Sulawesi.
      · Laut regresi: penyempitan laut. 

      b) Berdasarkan kedalamannya :
      · Zona litoral: daerah pasang-surut.
      · Zona neritis: kedalaman 200 m, banyak terdapat ikan, cahaya bisa menembus.
      · Zona batial: 200 – 2000 m. Tidak ditembus matahari
      · Zona abisal: > 2000 m, termasuk lubuk laut dan palung laut.

      c) Berdasarkan letaknya :
      · Laut tepi: perbatasan benua dan samudera. Contoh : L. Jepang.
      · Laut tengah: di antara dua benua. Contoh: L. Tengah, L. Merah.
      · Laut dalam/pedalaman: dikelilingi daratan. Contoh: L. Hitam, L. Mati.
      2. Wilayah laut suatu negara
      a) Laut teritorial: 12 mil dari garis pantai.
      b) Laut nusantara: di antara pulau.
      c) Laut kontinen: kedalaman 200 m.
      d) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE): 200 mil dari pulau terluar.

      Gerak Air Laut
      · Gelombang laut, gerak turun naiknya air laut. Gelombang laut dimanfaatkan untuk olahraga selancar, dll.
      · Pasang air laut, terjadi karena gaya tarik/ gravitasi bulan dan matahari. Pada saat bulan tinggi dan jauh dari posisis matahari.
      Pasang Purnama: bulan sedang tinggi dan jauh dari matahari maka terjadi paang tertinggi.
      Pasang Perbani: Bulan rendah dan posisi matahari dekat bulan.

      Arus Laut
      Gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat lain secara horizontal. Beberapa arus laut di dunia sebagai berikut:
      1. Arus samudera pasifik: ada yang bersifat dingin dan panas. Arus di sebelah utara khatulistiwa adalah arus khatulistiwa utara (panas), arus Kurosyiwo (panas), arus Kalifornia dan arus Oyasyiwo (dingin). Aru sdi sebelah selatan khatulistwa adalah arus Khatulistiwa selatan (panas), arus Humbolt (dingin), dan arus Australia timur dan arus angin timur.
      2. Arus Samudera Atlantik : disebelah utara khatulistiwa adalah arus khatulistiwa utara (panas), arus Gulfstream (panas), arus Greenland timur, arus Lablador (dingin), serta arus Canari (dingin).Arus yang berada di sebelah selatan khatulistiwa adalah arus khatulistiwa selatan (panas), arus Banguela (dingin), serta arus angin barat (dingin).
      3. Arus Samudera Hindia : disebelah utara khatulistiwa arus musim barat daya (panas) dan arus musim timur laut (panas). Arus sebelah selatan khatulistiwa arus khatulistiwa selatan (panas), arus Mascarena dan Aulhas (panas), serta arus angin barat.

      Pergerakan arus panas dan dingin bermanfaat bagi kehidupan Manusia. Di Eropa Barat banyak hujan karena pengaruh arus Gulfstream yang bersifat panas. Pertemuan arus Kurosyiwo dan Oyasyiwo di perairan Jepang mengakibatkan daerah ini memiliki perairan bersuhu sedang, perairan ini banyak plankton sehingga kaya ikan.

      Sumber: Dokumen Modul Pribadi



      Selasa, 21 Januari 2014

      Banjir dan Antisipasi dengan TMC

      Banjir merupakan fenomena alam yang dapat di kaji melalui pendekatan geografi. Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagainya hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. 

      Dalam cakupan yang luas, kita bisa melihat banjir sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah.
      Di bawah ini merupakan simulasi antisi pasi banjir dengan TMC.

      Senin, 20 Januari 2014

      Animasi Lapisan Ozon

      Atmosfer merupakan bagiandari geosfer yang tersusun daro beberapa lapisan, adapun lapisannya yakni troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosofer. lapisan-lapisan tersebut memiliki karakteristik khas. Ozon merupakan karakteristik yang di temukan di lapisan stratosfer yang berbatasab dengan troposfer. Keberadaan ozon sendiri di alam terdapat di dua wilayah atmosfer. Ozon di troposfer (sekitar 10 s/d 16 km dr permukaan bumi ) sayangnya kandungan pada lapisan ini hanya 10%. Sedangkan selebihnya berada di lapisan stratosfir (50km dr puncak troposfer) disini kandungan ozon mencapai 90%. Ozon adalah gas yang secara alami terdapat di atmosfer, unsur kimia yang terkandung dalam partikel ozon adalah tiga buah oksigen (O3).  Maka seringkali disebut lapisan ozon, karena memiliki kandungan 03 (ozon) yang paling banyak.

      Di bawah ini merupakan animasi mengenai ozon.

      Animasi Tornado

      Tornado adalah angin berputar yang muncul akibat perubahan kondisi atmosfer, terutama saat terjadinya tekanan amat rendah yang mengiringi badai. Tornado biasanya berputar berlawanan arah jarum jam. Angin ini berwujud kolom berbentuk corong yang merentang dari ketinggian badai hingga menyentuh tanah.  Tornado juga disebut sebagai awan corong (funnel cloud), meskipun secara teknis istilah ini tidak tepat. Berbeda dengan tornado, awan corong biasanya tidak sampai menyentuh tanah. Nama lain yang sering digunakan untuk menggambarkan tornado adalah “twister” karena gerakannya yang memutar.  Tornado biasanya didahului oleh badai yang berwujud sambaran petir, angin kencang, dan hujan es. Jalur tornado bisa merubah secara mendadak sehingga sulit diprediksi. Kehadiran tornado umumnya ditandai dengan suara gemuruh seperti rangkaian kereta api. 
      Kekuatan atau intensitas tornado diukur dengan Skala Fujita yang memiliki 5 level kekuatan. F-1 dianggap tornado moderat, F-2 signifikan, F-3 parah, F-4 dahsyat, dan F-5 luar biasa. Sebenarnya ada pula skala F-6 tetapi dianggap tak terbayangkan, dengan kecepatan angin mencapai 510 km per jam.
      Agar lebih jelas mengenai gambaran tornado maka lihat animasi di bawah.

      Arsip Blog