Selasa, 09 Agustus 2011

PERJALANAN KE NEGERI SANGKURIANG (Bagian 1)

Kali ke sekian kembali diri ini mendapat kesempatan menjadi peserta kegiatan wokshop tingkat nasional. Bertepatan dengan genap 30 tahun dilahirkan di bumi ini kembali sebuah surat tugas kuterima untuk dilaksanakan. Ya, tanggal 8 – 11 Agustus 2011 nama Agus Dwianto masuk dalam daftar peserta Workshop Penggunaan Modul BERMUTU MGMP yang bertempat di Hotel Puteri Gunung, Jalan Raya Tangkuban Perahu-Lembang, Bandung.

Perjalanan pun dimulai. Minggu 7 Agustus 2011 siang ku data satu per satu apa-apa yang tak boleh tertinggal. Istri pun dengan sigap menyiapkan barang-barang sesuai data yang telah ku buat. Dilanjutkan check list apa saja yang telah masuk koper.
Sore hari ketika masuk waktu sholat ashar dengan segera ku tunaikan kewajiban sujud pada Yang Maha Kuasa. Selepas sholat ashar dengan diantar istri segera diri ini melaju ke Baturetno untuk menempuh perjalaan awal Batu – Solo dengan menggunakan bus.
Sebuah catatan menarik di dalam bus adalah masih adanya “dunia gelap” yang siap menyergap para penumpang. Ya…..dunia para pencopet. Mereka tak bergeming dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Para pencopet itu tak malu melakukan aksinya, tetap dengan modus yang sama “menjepit” penumpang bersamaan di kala bus penuh.
Aroma minuman keras sempat tercium olehku ketika salah satu dari mereka duduk tepat di sampingku. Tapi, dengan ijin-Nya Alhamdulillah mereka tak mengambil bawaanku. Mungkin tahu kalo pegawai kecil. ….(he…he….).
Jam 18.00 bus sampai di Purwosari Solo, aku pun turun dan melanjutkan perjalanan ke stasiun Balapan dengan menggunakan taksi. Maklum, jam segitu biasanya bus kota sudah tidak ada. Sesampainya di stasiun Solo Balapan diri ini langsung menuju loket pembelian karcis. Kereta Lodaya Kelas Eksekutif menjadi pilihan perjalanan ke kota Bang Ahmad Heryawan itu. Setelah karcis di tangan segera diri ini menuju ke rumah makan di sebelah utara jalur 5. Nasi opor pun menjadi pilihan menu buka puasa saat itu.
Selepas makan segera diri ini melangkahkan kaki ke mushola stasiun untuk menunaikan sholat maghrib. Tak ketinggalan sambil menunggu jam keberangkatan yang masih jam 20.30 sekalian ku isi waktu untuk tilawah dan mengerjakan sholat isya serta sholat tarawih maupun witir.
Jam 20.30 kereta pun melaju menembus gelapnya malam menuju kota kembang. Bermalam di kereta tentu bukan pilihan, karena dijamin tidak mudah tidur tentunya. Begitulah diri ini melalui Sembilan jam perjalanan.
Akhirnya, jam 05.45 kereta sampai di Stasiun Bandung. Setelah turun dari kereta, toilet menjadi pilihan pertama untuk di singgahi. Sembari menunggu matahari lebih tinggi diri ini pun istirahat sejenak di kursi tunggu penumpang. Hingga jam 06.15 akhirnya ku putuskan untuk segera meluncur ke Lembang.
Perjalanan ke Lembang ku tempuh dengan taksi. Setelah negoisasi tentang tarif akhirnya “deal”, stasiun – Hotel Puteri Gunung Lembang ku bayar dengan harga sepertiga dari penawaran pertama. Hebat kan nawarnya ?...he…he…
Tidak sampai setengah jam sampai juga diri ini di lokasi. Bertempat di lobi hotel ku isi waktu untuk online gratis (free hotspot) karena belum ada panitia yang standby.
Terima kasih Ya Rabb atas semua kemudahan dan kesempatan yang Engkau berikan pada hamba.

Bersambung
IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog