Minggu, 31 Juli 2011

Tips Berpuasa bagi Penderita Sakit Maag

Banyak penderita penyakit maag yang ragu untuk berpuasa. Padahal, seperti halnya pada penderita diabetes, puasa justru dapat menyehatkan dari sakit maag.

Apa itu penyakit maag?                

Penyakit maag atau dalam bahasa medisnya disebut dispepsia adalah salah satu penyakit usus yang paling umum. Dispepsia bisa bersifat fungsional atau organik. Dispepsia fungsional disebabkan oleh tidak normalnya kerja otot atau saraf yang mengendalikan organ-organ pencernaan. Saraf yang mengendalikan organ pencernaan meliputi tidak hanya saraf yang terletak di usus tetapi juga jaringan saraf tulang belakang dan otak. Dispepsia organik, yang lebih jarang, disebabkan oleh kelainan di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.

Gejala penyakit maag adalah nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sendawa, dan mulut terasa pahit. Serangan maag biasanya terjadi tiba-tiba namun tidak berlangsung lama.

Manfaat puasa bagi penderita sakit maag

Dispepsia fungsional biasanya terjadi karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan makan kudapan berlemak/berminyak, terlalu banyak minum minuman bersoda/berkafein, atau stres.

Ketika berpuasa, pola makan seseorang menjadi teratur (setidaknya di siang hari), mengurangi mengudap makanan berlemak dan minuman bersoda/ berkafein, serta cenderung bersabar dan mengurangi stres. Kesemuanya berdampak positif terhadap penyakit maagnya.

Pada minggu pertama puasa biasanya penderita maag merasa tidak nyaman, tetapi setelah terbiasa dengan pola makan baru yang lebih teratur dan sehat, gejala maag akan menghilang.

Tips berpuasa bagi penderita sakit maag

  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda menderita dispepsia organik. Dokter akan menyarankan boleh tidaknya berpuasa tergantung sebab dan keparahan penyakit. Penderita dispepsia yang disebabkan oleh polip, tumor, atau ulkus mungkin disarankan tidak berpuasa. Dokter juga mungkin memberikan obat-obatan tertentu selama berpuasa.
  • Saat berbuka, mulailah dengan makanan manis yang mudah dicerna seperti kurma dan teh manis. Hindari langsung berbuka dengan makanan berat.
  • Hindari makanan atau minuman:
    • yang banyak mengandung gas, seperti sawi, nangka, pisang, dan durian.
    • yang merangsang sekresi asam lambung seperti kopi dan susu.
    • yang lambat dicerna/berlemak seperti keju, goreng-gorengan, kue tar, dan cokelat.
    • yang dapat mengiritasi dinding lambung seperti soda, cuka, cabe, merica, dan bumbu yang merangsang.
    • yang mengandung pati lengket seperti beras ketan, dodol, mie, maizena, singkong, dan talas.
  • Makanlah pepaya matang dan wortel. Enzim dalam pepaya dan wortel membantu mencerna makanan berlemak dan berminyak.
  • Upayakan untuk selalu makan sahur di akhir waktu dengan diet yang seimbang.
***
Sumber : Http://MajalahKesehatan.com

Sabtu, 30 Juli 2011

Silabus Mata Pelajaran TIK Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas 9

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

Silabus Mata Pelajaran IPA Kelas 7

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

RPP Mata Pelajaran TIK Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

RPP Mata Pelajaran IPA Kelas 9

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

RPP Mata Pelajaran IPA Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

RPP Mata Pelajaran IPA Kelas 7

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen

Program Semester Mata Pelajaran TIK Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Semester Mata Pelajaran IPA Kelas 9

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Tahunan Mata Pelajaran TIK

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Semester Mata Pelajaran IPA Kelas 7

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Semester Mata Pelajaran IPA Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Tahunan Mata Pelajaran IPA Kelas 9

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Tahunan Mata Pelajaran IPA Kelas 8

Jika menggunakan Google Chrome,silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Program Tahunan Mata Pelajaran IPA Kelas 7

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer(mouse) ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan. Gunakan tombol navigasi tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

Kamis, 28 Juli 2011

Pembantu, Dampak Positif dan Negatifnya

Sebuah keluarga muslim yang membutuhkan pembantu, pasti akan menghadapi sebuah
dilema, antara mengambil pembantu dengan konsekuensi akan membawa dampak positif dan negatif, atau tidak mengambil pembantu akan tetapi kebutuhan menuntutnya. Anggaplah kesimpulannya mengambil pembantu, maka harus dipikirkan lagi secara matang antara dampak positif dan negatif keberadaannya.


A. DAMPAK POSITIF
    Keberadaan pembantu akan mengurangi kesibukan aktifitas rumah tangga sehingga
keberadaannya akan memberi waktu luang kepada para istri untuk mendidik dan mengikuti tumbuh kembang putra putrinya yang barangkali hal ini tidak bisa terwujud bila aktifitas rumah tangganya tidak ada yang membantunya. Keberadaanya juga dapat meringankan beban sebuah rumah tangga dalam merawat seorang yang sudah tua renta, yang barangkali anggota keluarga lainnya tidak ada yang sanggup mengurusnya.
    Demikian juga seorang supir, dia akan meringankan tugas majikannya sehingga majikan
bisa menunaikan urusan pribadinya lebih maksimal.

B. DAMPAK NEGATIF
    Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahulloh mengatakan: " Dalam kesempatan ini aku ingin memperingatkan kepada saudara-saudaraku yang mengambil dan mendatangkan pembantu, baik mereka beragama islam atau non muslim, karena mengambil pembantu mengandung kerusakan dan dampak negatif yang banyak, diantaranya adalah :

* Kebanyakan para pembantu wanita, mereka pergi jauh tanpa mahromnya, padahal wanita tidak boleh pergi jauh kecuali bersama mahromnya.
* Pembantu akan mengetahui rahasia di dalam rumah, bahkan tidak mustahil seorang pembantu tersebut merupakan mata-mata untuk mengetahui urusan kaum muslimin.
* Dengan adanya pembantu akan membuat para istri menjadi jiwa-jiwa pemalas, dan ini sangat berbahaya bagi seorang wanita, bahkan bisa berpengaruh pada pola pikirnya. Wanita yang hanya duduk-duduk saja di dalam rumah dan tidak memiliki kegiatan atau kesibukan, akan berdampak pada kebekuan otaknya dan melemahkan ingatannya.
* Sebagian dari pembantu wanita ada yang berparas menarik, hal itu akan menjadi fitnah baik bagi majikannya atau anak laki-lakinya. Perkara ini seringkali terjadi di masyarakat dan
kami juga mendengar langsung timbulnya fitnah dan kerusakan akibat pembantu wanita.
* Kebanyakan pembantu wanita tersebut, hadir dan datang ke majelis laki-laki di dalam rumah tanpa menutup wajah, bahkan tangan mereka terlihat, semua itu adalah perkara haram. (Daurul mar'ah fi Ishlah al-Mujtama' hal. 59-61)

HUKUM MENGAMBIL PEMBANTU
    Tidak ada dalil yang mengisyaratkan dianjurkannya atau mengatakan wajibnya mengambil pembantu. Dan tidak benar pula bila mengatakan bahwa mengambil pembantu hukumnya dianjurkan dengan argumen perbuatan Nabi yang mengambil pembantu. Karena semata-mata perbuatan nabi dalam hal adat kebiasaan hanya menunjukkan boleh, tidak sampai sunnah apalagi wajib!
    Cukuplah dalil yang menyatakan bolehnya mengambil pembantu, yaitu sebuah hadits yang bersumber dari Ali bin Abi Tholib Radhiallohu 'anhu, tatkala Fatimah binti Rasululloh
Radhiallohu 'anha datang menemui ayahnya untuk meminta pembantu yang dapat meringankan pekerjaan dirinya. Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab :

" Maukah jika aku tunjukkan kepada kalian berdua suatu perkara yang lebih baik daripada permintaan kalian?jika kalian berdua mendatangi tempat tidur kalian, maka ucapkanlah subhanalloh 33 kali, al-Hamdulillah 33 kali, dan Allohu Akbar 34 kali. Maka hal itu adalah lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu " [HR.Bukhori-Muslim]


    Andaikan mengambil pembantu dianjurkan tentu nabi tidak akan menolak permintaan
putrinya Fathimah, padahal nabi sendiri mengetahui beratnya pekerjaan putrinya!!
    Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahulloh mengatakan : " Apabila terpaksa
untuk mengambil pembantu, maka harus diperhatikan tiga syarat berikut : Pertama; jika
pembantu itu seorang wanita, maka harus bersama mahromnya. Kedua; aman dari fitnah. Ketiga; kebutuhan yang mendesak benar-benar menuntut demikian, sehingga terpaksa mengambil pembantu (Daurul mar'ah fi Ishlah al-Mujtama' hal.61) 


***

Sumber : Dikutip dari Majalah AlFurqon Edisi IX Ramadhan 1430H Hal.65

Selasa, 26 Juli 2011

KALENDER PENDIDIKAN SMP NEGERI 2 PARANGGUPITO 2011-2012

Jika menggunakan Google Chrome, silahkan arahkan pointer/mouse ke sebelah kanan bawah dokumen ini untuk memunculkan tombol navigasi bantuan.Gunakan tombol navigasi yang ada tersebut untuk mengubah tampilan(memperbesar/memperkecil), mengunduh(download), maupun mencetak dokumen ini.

jadilah apapun

jadilah karang, meski tdk mudah. sebab ia kan menahan sengat binar mentari yg garang. sebab ia kukuh halangi deru ombak yg kuat menerpa tanpa kenal lelah. sebab ia kan melawan bayu yg keras menghembus & menerpa dgn dingin yg coba membekukan. sebab ia kan menahan hempas badai yg datang menggerus terus-menerus yg coba melemahkan keteguhannya. sebab ia kan kokohkan diri agar

POST IT

Di stasioneri, tempat pertama kali saya tahu tentang benda ini, dengan berbagai variasi warna dan ukuran. Tempat selanjutnya yang membuat saya mengerti benda ini adalah pintu kamar kost. Biasanya di setiap pintu kost terdapat dua 'gadget', yaitu kertas catatan dan status keberadaan si empunya kamar. Hal ini sangat dimaklumi, mengingat pada jaman saya awal kuliah, belum jamannya telepon seluler.

Kamis, 21 Juli 2011

rindu teman

ingatanku kembali ke tahun 1998, saat menginjakkan kaki di kost-jenaka.kenalan dengan orang yang kini sudah menjadi seorang konsultan, mas erfan namanya. hari ini kumenemukannya di blog dia.pertemuan terakhir di jogja di tahun 2006, saat dia sedang mengambil s2 di sekolah pascasarjana.tahun 2010 kami bisa bertemu di wonosobo, saat dia liburan dan saya mendampingi siswa di olimpiade JSM. ingin

Rabu, 20 Juli 2011

MELEPASKAN 8 HAL DALAM HIDUP

1. Melepas tekanan Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh

10 Perbedaan Boss dan Pemimpin

Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnyaSeorang PEMIMPIN membangun kepercayaanSeorang BOS mengatakan “saya”.Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempaSeorang BOS mengandalkan kekuasaan.Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.Seorang BOS menyetirSeorang PEMIMPIN

Belajar dan Prasangka Baik untuk Menjadi Pintar

Mengapa di dunia ini banyak orang yang sukses namun banyak juga orang yang selalu gagal dalam hidupnya? Kita semua terlahir dari titik kehidupan yang sama, titik di mana kita tidak mengetahui dan tidak dapat melakukan apapun selain menangis. Titik itu adalah titik dimana kita dilahirkan ke dunia ini. Seharusnya, apabila kita terlahir dari titik yang sama yaitu ketidaktahuan maka di usia

Selasa, 19 Juli 2011

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Di Bulan Ramadhan

Oleh Syaikh Dr Muhammad Musa Alu Nashr

Tamu agung nan penuh barakah akan kembali mendatangi kita. Kedatangannya yang terhitung jarang, hanya sekali dalam setahun menumbuhkan kerinduan mendalam di hati kaum Muslimin.
Itulah Ramadhân, bulan yang sangat dikenal dan benar-benar ditunggu kehadirannya oleh kaum Muslimin.
Kemuliaanya diabadikan dalam al-Qur'ân dan melalui untaian-untaian sabda Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allâh Azza wa Jalla menjadikannya sarat dengan kebaikan, mulai dari awal Ramadhan sampai akhir. Allâh Azza wa Jalla berfirman

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhân, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'ân sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)".[al-Baqarah/2:185]
Jiwa yang terpenuhi dengan keimanan tentu akan segera mempersiapkan diri untuk meraih keutamaan serta keberkahan yang yang ada didalamnya.

Pada bulan ini Allah Azza wa Jalla menurunkan al-Qur'ân. Seandainya bulan Ramadhan tidak memiliki keutamaan lain selain turunnya al-Qur'ân maka itu sudah lebih dari cukup. Lalu bagaimana bila ditambah lagi dengan berbagai keutamaan lainnya, seperti pengampunan dosa, peninggian derajat kaum Mukminin, pahala semua kebaikan dilipatgandakan, dan pada setiap malam Ramadhan, Allah Azza wa Jalla membebaskan banyak jiwa dari api neraka.

Pada bulan mulia ini, pintu-pintu Surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, setan-setan juga dibelenggu. Pada bulan ini juga ada dua malaikat yang turun dan berseru, "Wahai para pencari kebaikan, sambutlah ! Wahai para pencari kejelekan, berhentilah !"

Pada bulan Ramadhân terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan. Orang yang tidak mendapatkannya berarti dia terhalang dari kebaikan yang sangat banyak.

Melalui naskah ringkas ini, marilah kita berusaha untuk mempelajari prilaku Rasûlullâh di bulan Ramadhân agar kita bisa meneladaninya. Karena orang yang tidak berada diatas petunjuk Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam di dunia dia tidak akan bisa bersama beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam di akhirat. Kebahagiaan tertinggi akan bisa diraih oleh seseorang ketika ia mengikuti petunjuk Rasûlullâh secara lahir dan batin. Dan seseorang tidak akan bisa mengikuti Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu itu tidak akan disebut bermanfaat kecuali bila diiringi dengan amalan yang shalih. Jadi amalan shalih merupakan buah ilmu yang bermanfaat.

Dibawah ini adalah beberapa kebiasaan dan petunjuk Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan Ramadhân :

a. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan memulai puasa kecuali jika beliau sudah benar-benar melihat hilal atau berdasarkan berita dari orang yang bisa dipercaya tentang munculnya hilal atau dengan menyempurnakan bilangan Sya'bân menjadi tiga puluh.

b. Berita tentang terbitnya hilal tetap beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam terima sekalipun dari satu orang dengan catatan orang tersebut bisa dipercaya. Ini menunjukan bahwa khabar ahad bisa diterima.

c. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang umatnya mengawali Ramadhân dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya kecuali puasa yang sudah terbiasa dilakukan oleh seseorang. Oleh karena itu, beliau n melarang umatnya berpuasa pada hari Syak (yaitu hari yang masih diragukan, apakah sudah tanggal satu Ramadhan ataukah masih tanggal 30 Sya'bân-red)

d. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam berniat untuk melakukan puasa saat malam sebelum terbit fajar dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh umatnya untuk melakukan hal yang sama.
Hukum ini hanya berlaku untuk puasa-puasa wajib, tidak untuk puasa sunat.

e. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memulai puasa sampai benar-benar terlihat fajar shadiq dengan jelas. Ini dalam rangka merealisasikan firman Allâh Azza wa Jalla :

"Dan makan serta minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar". [al-Baqarah/2:187]

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada umatnya bahwa fajar itu ada dua macam fajar shâdiq dan kâdzib. Fajar kadzib tidak menghalangi seseorang untuk makan, minum, atau menggauli istri. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah ekstrem kepada umatnya, baik pada bulan Ramadhân ataupun bulan lainnya. Beliau n tidak pernah mensyari'atkan adzan (pemberitahuan) tentang imsak.

f. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
 
"Umatku senantiasa baik selama mereka menyegerakan berbuka"

g. Jarak antara sahur Rasûlullâh dan iqâmah seukuran bacaan lima puluh ayat

h. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki akhlak yang sangat mulia. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Bagaimana tidak, akhlak beliau adalah al-Qur'ân, sebagaimana diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu 'anha. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sangat menganjurkan umatnya untuk berakhlak mulia, orang-orang yang sedang menunaikan ibadah berpuasa. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkatan dan perbuatan dusta, maka tidak membutuhkan puasanya sama sekali".

i. Rasûlullâh sangat memperhatikan muamalah yang baik dengan keluarganya. Pada bulan Ramadhân, kebaikan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada keluarga semakin meningkat lagi.

j. Puasa tidak menghalangi beliau untuk sekedar memberikan kecupan manis kepada para istrinya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling kuat menahan nafsunya.

k. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak meninggalkan siwak, baik di bulan Ramadhân maupun diluar Ramadhân guna membersihkan mulutnya dan upaya meraih keridhaan Allâh Azza wa Jalla.

l. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berbekam padahal beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang menunaikan ibadah puasa. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam membolehkan umatnya untuk berbekam sekalipun sedang berpuasa. Pendapat yang kontra dengan ini berarti mansukh (telah dihapus).

m. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berjihad pada bulan Ramadhân dan menyuruh para shahabatnya untuk membatalkan puasa mereka supaya kuat saat berhadapan dengan musuh.

Diantara bukti Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam sayang kepada umatnya yaitu beliau  membolehkan orang yang sedang dalam perjalanan, orang yang sakit dan oranng yang lanjut usia serta wanita hamil dan menyusui untuk membatalkan puasanya.

n. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah pada bulan Ramadhân bila dibandingkan dengan bulan-bulan lain, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhân untuk mencari lailatul qadr.

o. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhân kecuali pada tahun menjelang wafat, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf selama dua puluh hari. Ketika beri'tikaf, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu dalam keadaan berpuasa

p. Ramadhân adalah syahrul Qur'ân (bulan al-Qur'ân), sehingga tadarus al-Qur'ân menjadi rutinitas beliau, bahkan tidak ada seorangpun yang sanggup menandingi kesungguh-sungguhan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam tadarus al-Qur'ân. Malaikat Jibril Alaihissallam senantiasa datang menemui beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk tadarus al-Qur'ân dengan Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam.

q. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang dermawan. Kedermawanan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan Ramadhân tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kedermawanan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam ibarat angin yang bertiup membawa kebaikan, tidak takut kekurangan sama sekali.

r. Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang mujahid sejati. Ibadah puasa yang sedang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam jalankan tidak menyurutkan semangat beliau untuk andil dalam berbagai peperangan. Dalam rentang waktu sembilan tahun, beliau mengikuti enam pertempuran, semuanya terjadi pada bulan Ramadhân. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam juga melakukan berbagai kegiatan fisik pada bulan Ramadhân, seperti  penghancuran berhala-berhala milik orang Arab, penyambutan duta-duta, penaklukan kota Makkah, bahkan pernikahan beliau dengan Hafshah

Intinya, pada masa hidup Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam, bulan Ramadhân merupakan bulan yang penuh dengan keseriusan, perjuangan dan pengorbanan. Ini sangat berbeda dengan realita sebagian kaum Muslimin saat ini yang memandang bulan Ramadhân sebagai saat bersantai, malas-malasan atau bahkan bulan menganggur atau istirahat.

Semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan taufik kepada kita untuk selalu mengikuti jejak Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam, hidup kita diatas sunnah dan semoga Allah Azza wa Jalla mewafatkan kita juga dalam keadaan mengikuti sunnah Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam.

***
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi, 04-05/Tahun XIV/1431/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

www.almanhaj.or.id

Enam Keadaan Wanita di Surga

Assalamu ‘alaikum. Benarkah ada hadits yang mengatakan bahwa apabila seorang istri yang menikah lagi setelah suami pertamanya meninggal dunia, kelak di akhirat istri tersebut akan bertemu dengan suami keduanya, bukan dengan suami pertamanya? Terima kasih atas penjelasannya.
Nettri (mymx**@***.com)

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullah.
Bismillah ….

Keadaan wanita di dunia ada enam:

1. Meninggal sebelum menikah.

2. Ditalak suami pertama, dan tidak menikah lagi sampai meninggal.

3. Menikah dengan lelaki yang bukan ahli surga. Misalnya, suaminya murtad atau melakukan kesyirikan.

4. Meninggal lebih dahulu sebelum suaminya.

5. Ditinggal mati suaminya, dan tidak menikah lagi sampai meninggal.

6. Ditalak atau ditinggal mati suaminya, kemudian menikah dengan lelaki lain.

Untuk wanita jenis pertama, kedua, dan ketiga, dia akan dinikahkan dengan seorang lelaki yang menjadi penghuni surga. Dia memiliki sifat yang sempurna, sebagaimana penghuni surga lainnya. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :


ما في الجنة أعزب

Di surga, tidak ada orang yang tidak menikah.” (H.R. Ahmad dan Muslim)

Untuk wanita jenis keempat dan kelima, dia akan dinikahkan dengan suaminya di dunia.
Adapun wanita yang keenam akan dinikahkan dengan suami yang terakhir. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها

Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (H.R. Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)

***
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Senin, 18 Juli 2011

waktu kan menjawab

warnausahlah bertanyaaku memang sayang hanyalah namamu terpatri dihatikujanganlah gelisahaku sungguh cintahanya disampingmuingin kubersama kasihhingga langit memudarpucat tak lagi berawanhingga akhir duniabiarkan hari berselang malamseribu kelam berganti terangwaktu kan menjawabhanya dirimu satu cintakuusahlah bertanyaaku memang sayang hanyalah namamu terpatri dihatikujanganlah gelisahaku sungguh

Sabtu, 16 Juli 2011

3 Makna Zuhud

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :

Zuhud terhadap dunia bisa ditafsirkan dengan tiga pengertian yang kesemuanya merupakan amalan hati dan bukan amalan tubuh. Oleh karenanya, Abu Sulaiman mengatakan,
لَا تَشْهَدْ لِأَحَدٍ بِالزُّهْدِ، فَإِنَّ الزُّهْدَ فِي الْقَلْبِ
“Janganlah engkau mempersaksikan bahwa seorang itu telah berlaku zuhud (secara lahiriah), karena zuhud itu letaknya di hati”
Makna pertama
Zuhud adalah hamba lebih meyakini rezeki yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tangannya. Hal ini tumbuh dari bersih dan kuatnya keyakinan, karena sesungguhnya Allah telah menanggung dan memastikan jatah rezeki setiap hamba-Nya sebagaimana firman-Nya,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا (٦)
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya [Huud: 6].
Dia juga berfirman,
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (٢٢)
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu [Adz Dzaariyaat: 22].

فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ (١٧)
Maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia [Ankabuut: 17].
Al Hasan mengatakan,
إِنَّ مِنْ ضَعْفِ يَقِينِكَ أَنْ تَكُونَ بِمَا فِي يَدِكَ أَوْثَقَ مِنْكَ بِمَا فِي يَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Salah satu bentuk lemahnya keyakinanmu terhadap Allah adalah anda lebih meyakini apa yang ada ditangan daripada apa yang ada di tangan-Nya”.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, beliau mengatakan,
إِنَّ أَرْجَى مَا أَكُونُ لِلرِّزْقِ إِذَا قَالُوا لَيْسَ فِي الْبَيْتِ دَقِيقٌ
“Momen yang paling aku harapkan untuk memperoleh rezeki adalah ketika mereka mengatakan, “Tidak ada lagi tepung yang tersisa untuk membuat makanan di rumah”
Masruq mengatakan,
إِنَّ أَحْسَنَ مَا أَكُونُ ظَنًّا حِينَ يَقُولُ الْخَادِمُ: لَيْسَ فِي الْبَيْتِ قَفِيزٌ مِنْ قَمْحٍ وَلَا دِرْهَمٌ
“Situasi dimana saya mempertebal husnuzhanku adalah ketika pembantu mengatakan, “Di rumah tidak ada lagi gandum maupun dirham.” [Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah (34871); Ad Dainuri dalam Al Majalisah (2744); Abu Nu'aim dalam Al Hilyah (2/97)].
Imam Ahmad mengatakan,
أَسَرُّ أَيَّامِي إِلَيَّ يَوْمٌ أُصْبِحُ وَلَيْسَ عِنْدِي شَيْءٌ
“Hari yang paling bahagia menurutku adalah ketika saya memasuki waktu Subuh dan saya tidak memiliki apapun.” [Shifatush Shafwah 3/345].
Abu Hazim Az Zahid pernah ditanya,
مَا مَالُكَ؟
“Apa hartamu”,
beliau menjawab,
لِي مَالَانِ لَا أَخْشَى مَعَهُمَا الْفَقْرَ: الثِّقَةُ بِاللَّهِ، وَالْيَأْسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ
“Saya memiliki dua harta dan dengan keduanya saya tidak takut miskin. Keduanya adalah ats tsiqqatu billah (yakin kepada Allah) dan tidak mengharapkan harta yang dimiliki oleh orang lain [Diriwayatkan Ad Dainuri dalam Al Mujalasah (963); Abu Nu'aim dalam Al Hilyah 3/231-232].
Pernah juga beliau ditanya,
أَنَا أَخَافُ الْفَقْرَ وَمَوْلَايَ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى؟ !
“Tidakkah anda khawatir akan kefakiran?” Beliau menjawab, “Bagaimana bisa saya takut fakir sementara Pemelihara-ku memiliki segala yang ada di langit, bumi, apa yang ada diantara keduanya, dan di bawah tanah.”
Selembar kertas pernah diserahkan kepada ‘Ali ibnu Muwaffaq, dia pun membacanya dan di dalamnya tertulis,
يَا عَلِيَّ بْنُ الْمُوَفَّقِ أَتَخَافُ الْفَقْرَ وَأَنَا رَبُّكَ؟
“Wahai ‘Ali ibnul Muwaffaq, masihkah engkau takut akan kefakiran sementara Aku adalah Rabb-mu?”
Al Fudhai bin ‘Iyadh mengatakan,
أَصْلُ الزُّهْدِ الرِّضَا عَنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Akar zuhud adalah ridha terhadap apa yang ditetapkan Allah ‘azza wa jalla.” [Diriwayatkan Ad Dainuri dalam Al Mujalasah (960, 3045); Abu 'Abdirrahman As Sulami dalam Thabaqatush Shufiyah (10)].
Beliau juga mengatakan,
الْقَنُوعُ هُوَ الزُّهِدُ وَهُوَ الْغِنَى
“Qana’ah (puas atas apa yang diberikan oleh Allah ta’ala) merupakan sikap zuhud dan itulah kekayaan yang sesungguhnya.”
Dengan demikian, setiap orang yang merealisasikan rasa yakin kepada Allah, mempercayakan segala urusannya kepada Allah, ridha terhadap segala pengaturan-Nya, memutus ketergantungan kepada makhluk baik rasa takut dan harapnya, dan semua hal tadi menghalanginya untuk mencari dunia dengan sebab-sebab yang dibenci, maka setiap orang yang keadaannya demikian sesungguhnya dia telah bersikap zuhud terhadap dunia. Dia termasuk orang yang kaya meski tidak memiliki secuil harta dunia sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Ammar,
كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا، وَكَفَى بِالْيَقِينِ غِنًى، وَكَفَى بِالْعِبَادَةِ شُغُلًا
“Cukuplah kematian sebagai nasehat, yakin kepada Allah sebagai kekayaan, dan ibadah sebagai kesibukan.” [Diriwayatkan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman (10556) dari 'Ammar bin Yasar secara marfu'].
Ibnu Mas’ud mengatakan,
 
“Al Yaqin adalah engkau tidak mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, engkau tidak memuji seseorang demi mendapatkan rezeki yang berasal dari Allah, dan tidak mencela seseorang atas sesuatu yang tidak diberikan Allah kepadamu. Sesungguhnya rezeki tidak akan diperoleh dengan ketamakan seseorang dan tidak akan tertolak karena kebencian seseorang. Sesungguhnya Allah ta’ala –dengan keadilan, ilmu, dan hikmah-Nya- menjadikan ketenangan dan kelapangan ada di dalam rasa yakin dan ridha kepada-Nya sserta menjadikan kegelisahan dan kesedihan ada di dalam keraguan dan kebencian” [Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin (118) dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman (209)].
Di dalam sebuah hadits mursal disebutkan bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a dengan do’a berikut,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا [صَادِقًا] حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يَمْنَعُنِي رِزْقًا قَسَمْتَهُ لِي، وَرَضِّنِي مِنَ الْمَعِيشَةِ بِمَا قَسَمْتَ لِي
“Ya Allah saya memohon kepada-Mu iman yang mampu mengendalikan hatiku, keyakinan yang benar sehingga saya mengetahui bahwasanya hal itu tidak menghalangi rezeki yang telah Engkau bagikan kepadaku, dan jadikanlah saya ridha atas sumber penghidupan yang telah Engkau bagikan kepadaku.” [Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin (112)].
Dulu, ‘Atha Al Khurasani tidak akan beranjak dari majelisnya hingga mengucapkan,
اللَّهُمَّ هَبْ لَنَا يَقِينًا مِنْكَ حَتَّى تُهَوِّنَ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَحَتَّى نَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنَا إِلَّا مَا كَتَبْتَ عَلَيْنَا، وَلَا يُصِيبُنَا مِنَ الرِّزْقِ إِلَّا مَا قَسَمْتَ لَنَا
“Ya Allah, berilah kami rasa yakin terhadap diri-Mu sehingga mampu menjadikan kami menganggap ringan musibah dunia yang ada, sehingga kami meyakini bahwa tidak ada yang menimpa kami kecuali apa yang telah Engkau tetapkan kepada kami, dan meyakini bahwa rezeki yang kami peroleh adalah apa yang telah Engkau bagi kepada kami.” [Driwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin (108)].
Diriwayatkan kepada kami secara marfu’ bahwa Ibnu ‘Abbas mengatakan,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَكُونَ أَغْنَى النَّاسِ، فَلْيَكُنْ بِمَا فِي يَدِ اللَّهِ أَوْثَقَ مِنْهُ بِمَا فِي يَدِهِ
“Barangsiapa yang suka menjadi orang terkaya, maka hendaklah dia lebih yakin terhadap apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tangannya.” [Diriwayatkan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah 3/218-219; Al Qadha'i dalamMusnad Asy Syihab (367 & 368) dari hadits 'Abdullah bin 'Abbas].
Makna Kedua
Zuhud adalah apabila hamba tertimpa musibah dalam kehidupan dunia seperti hilangnya harta, anak, atau selainnya, maka dia lebih senang memperoleh pahala atas hilangnya hal tersebut daripada hal itu tetap berada di sampingnya. Hal ini juga muncul dari sempurnanya rasa yakin kepada Allah.
Diriwayatkan dari ‘Ibnu ‘Umar bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dalam do’anya,
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.” [HR. Tirmidzi (3502); An Nasaai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah (402); Al Hakim (1/528); Al Baghawi (1374). At Tirmidzi mengatakan, "Hadits hasan gharib"].
Do’a tersebut merupakan tanda zuhud dan minimnya kecintaan kepada dunia sebagaimana yan dikatakan oleh ‘Ali radhiallahu ‘anhu,
مَنْ زَهِدَ الدُّنْيَا، هَانَتْ عَلَيْهِ الْمُصِيبَاتُ
“Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, maka berbagai musibah akan terasa ringan olehnya.”
Makna Ketiga
Zuhud adalah hamba memandang sama orang yang memuji dan mencelanya ketika dirinya berada di atas kebenaran. Hal ini merupakan tanda bahwa dirinya zuhud terhadap dunia, menganggapnya sebagai sesuatu yang remeh, dan minimnya kecintaan dirinya kepada dunia.
Sesungguhnya setiap orang yang mengagungkan dunia akan cinta kepada pujian dan benci pada celaan. Terkadang hal itu menggiring dirinya untuk tidak mengamalkan kebenaran karena takut celaan dan melakukan berbagai kebatilan karena ingin pujian.
Dengan demikian, setiap orang yang memandang sama orang yang memuji dan mencelanya ketika dirinya berada di atas kebenaran, maka hal ini menunjukkan bahwa jabatan/kedudukan yang dimiliki manusia tidaklah berpengaruh di dalam hatinya dan juga menunjukkan bahwa hatinya dipenuhi rasa cinta akan kebenaran serta ridha kepada Allah. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud,
الْيَقِينُ أَنْ لَا تُرْضِيَ النَّاسَ بِسُخْطِ اللَّهِ
“Yakin itu adalah engkau tidak mencari ridha manusia dengan cara menimbulkan kemurkaan Allah. Dan sungguh Allah telah memuji mereka yang berjuang di jalan-Nya dan tidak takut akan celaan.”

***
Sumber : Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hlm. 644-646.
Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim
Artikel www.muslim.or.id

Jumat, 15 Juli 2011

Sapardi Djoko Damono (tentang)