Rabu, 22 Januari 2014

Ringkasan Atmosfer & Hidrosfer

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Lapisan-lapisan atmosfer sebagai berikut:
1. Troposfer
Lapisan paling bawah dengan ketinggian 0 – 8 km (kutub) dan 0 – 16 km (katulistiwa).Tempat terjadinya proses cuaca. Semakin ke atas suhu semakin turun.
2. Stratosfer
Pada ketinggian 15 – 50 km. Terdapat lapisan ozon (O3).
3. Mesosfer
Pada ketinggian 50 – 85 km. Suhu mencapai -1000 C sehingga meteor-meteor terbakar.
4. Termosfer
Pada ketinggian 85 – 500 km. Terdapat lapisan ionosfer yang memantulkan gelombang radio.
5. Eksosfer
Lapisan terluar dengan ketinggian > 500 km.Didominasi gas hidrogen.

Sifat Atmosfer
1. Tidak berwarna
2. Tidak berbau
3. Tidak memiliki rasa dan tidak dapat dirasakan
4. Mudah bergerak

Fenomena Yang Terjadi Di Atmosfer Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan rata-rata atmosfer di suatu wilayah tertentu dalam waktu singkat. Iklim adalah keadaan rata-rata atmosfer di suatu wilayah dengan cakupan luas dalam waktu yang relatif lama (30-100 tahun). Unsur Cuaca & Iklim sebagai berikut:
1. Suhu/temperatur: panas dinginnya udara. Alat pengukur suhu disebut termometer. Pemanasan udara dibedakan atas
2. Kelembapan/lengas udara: jumlah uap air yang terkandung dalam udara. Alat pengukur kelembapan disebut higrometer.
 Kelembapan relatif/nisbi: perbandingan jumlah uap air yang dikandung dengan jumlah maksimal uap air yang dapat dikandung pada suhu dan tekanan yang sama.
Kelembapan mutlak/absolut: jumlah uap air setiap 1 m3 udara (gram/m3).
 3. Curah hujan: banyaknya hujan yang jatuh.
· Hujan zenithal/naik ekuator: di daerah khatulistiwa, uap air naik secara vertikal.
· Hujan orografis: uap air naik di pegunungan, hujan di lereng gunung.
· Hujan siklonal: pengaruh angin siklon, udara naik dan menjadi dingin.
· Hujan muson: pengaruh angin muson barat, bulan Oktober – April.
· Hujan frontal: pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin.
4. Angin: udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi → rendah. Alat pengukur kecepatan angin: anemometer.
· Angin pasat: maksimum subtropik → minimum khatulistiwa.
· Angin anti pasat: khatulistiwa bagian atas→maksimum subtropik.
· Angin muson: berganti arah setiap 6 bulan sekali.
· Angin siklon: tekanan minimum dikelilingi tekanan maksimum, berlawanan arah jarum jam pada belahan bumi utara dan searah pada belahan bumi selatan.
· Angin antisiklon: tekanan maksimum dikelilingi tekanan minimum, searah jarum jam pada belahan bumi utara dan berlawanan arah pada belahan bumi selatan.
· Angin lokal: angin darat dan angin laut
· Angin gunung dan angin lembah,
· angin fohn (panas dan kering), contoh angin fohn: angin gending di Probolinggo, angin kumbang di Cirebon, angin wambrau di Biak, angin brubu di Makasar, angin bahorok di Deli.
5. Tekanan udara: massa udara. Alat pengukur tekanan udara disebut barometer. Semakin tinggi tempat semakin kecil tekanan udaranya.
6. Penyinaran matahari: intensitas sinar matahari yang jatuh ke bumi. Alat pengukur besarnya penyinaran matahari disebut solarimeter.
7. Awan: uap air yang mengalami kondensasi menjadi titik-titik air.
· Awan tinggi (6-12 Km), ditandai dengan kata siro atau sirrus. Terdiri dari sirrus, sirokumulus, dan sirostratus. Biasanya berwarna putih tipis
· Awan sedang atau menengah (2-6 km), ditandai dengan kata alto. Terdiri dri altokumulus, altostratus. Biasanya berwarna putih dan berlapis-lapis atau menggumpal.
· Awan rendah (0,8-2 km), ditandai dengan kata strato. Terdiri dari awan stratus, stratokumulus, dan nombostratus.
· Comulus: tebal bergumpal, bertumpuk.
· Cirrus: tipis seperti kapas, awan bulu,
· Stratus: berlapis dan rata
· Nimbus: awan hujan.

Klasifikasi Iklim
1. Iklim matahari
a) Tropis: 00- 23½0 LU/LS.
b) Subtropis: 23½0LU/LS - 400LU/LS.
c) Sedang: 400 LU/LS - 66½0LU/LS.
d) Dingin: 66½0 LU/LS – 900 LU/LS.

2. Koppen: berdasar curah hujan dan suhu.
a) Iklim A (iklim hujan tropis): curah hujan tahunan lebih besar dari evapotranspirasi. Suhu bulan terdingin 180C.
Iklim Am: iklim musim.
Iklim Aw: iklim sabana.
Iklim Af: iklim hutan hujan tropis.
b) Iklim B (iklim kering): curah hujan tahunan lebih kecil dari evapotranspirasi.
Iklim Bs: iklim stepa.
Iklim Bw: iklim gurun.
c) Iklim C (iklim sedang): suhu bulan terpanas >100 C, terdingin30C.
d) Iklim D (iklim hutan salju): suhu bulan terpanas > 100 C, terdingin 30C.
e) Iklim E (iklim kutub): suhu bulan terpanas < 100C.
3. Schmidt-Ferguson: perbandingan rata-rata bulan kering (curah hujan < 60 mm) dengan bulan basah (curah hujan > 100 mm).
4. Junghuhn: berdasar ketinggian tempat.
a) Iklim panas: suhu 26,30 C – 220 C, ketinggian < 600 mdpal, tanaman budidaya padi, kelapa, tebu, karet.
b) Iklim sedang: suhu 220 C – 17,10 C , ketinggian 600 – 1.500 mdpal, tanaman budidaya kopi,kina, padi, teh.
c) Iklim sejuk: suhu 17,10 C – 11,10 C, ketinggian < 1.500 – 2.500 mdpal, tanaman budidayasayuran, teh, kopi.
d) Iklim dingin: suhu < 110 C, ketinggian > 2.500 mdpal, hampir tidak ada tanaman budidaya.
5. Oldeman: menggunakan dasar yang sama dengan penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson, yaitu unsur curah hujan. Klasifikasinya sbagai berikut:
a) Bulan basah, apabila curah hujannya > 200 mm.
b) Bulan lembap, apabila curah hujannya 100–200 mm.
c) Bulan kering, apabila curah hujannya < 100 mm.

Karakteristik Iklim Indonesia
Wilayah Indonesia memmiliki karakteristik Iklim tersendiri yaitu:
a. Indonesia terletak di Katulistiwa sehingga rata-rata suhu tahynan selalu tinggi diatas 180C. Hal tersebut disebabkan oleh penyinaran matahari yang relatif selalu tegak jatuhnya
b. Bebas dari penaruh angin taifun, hal ini disebabkan kaena sebagaian besar berada pada zone tenang
c. Rata-rata klembaban udara relati tahunan yang tinggi
d. Wilayah Indonesia berupa kepaulauan berpengaru terhadap suhu udara, amplitudo suhu harian maupun tahunan
e. Wilayah Indonesia berhembus angin muson yang mengakibatkan musim hujan dan kemarau





HIDROSFER
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi (padat, cair, dan gas).
A.Siklus Hidrologi
1. Siklus pendek (kecil): air laut menguap → berkon-densasi → awan → hujan di laut.
2. Siklus sedang: air laut menguap → berkondensasi→ awan → hujan di darat.
3Siklus panjang (besar): air laut menguap →sublimasi → kristal-kristal es → hujan salju.

B.Perairan Darat
1. AIR TANAH
Terdapat pada lapisan-lapisan tanah (di dalam pori-pori atau celah batuan). Dibedakan menjadi:
a) Air tanah dangkal (freatik): di atas lapisan kedap air (impermeabel).
b) Air tanah dalam (artesis): di antara dua lapisan kedap air (impermeabel).
2. AIR PERMUKAAN
a) Sungai: tempat mengalirnya air di darat menuju lautan. Berdasarkan sumber airnya: sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran.

Berdasarkan arah alirannya:
· Sungai konsekuen: searah kemiringan lereng.
· Sungai subsekuen: tegak lurus dengan sungai konsekuen.
· Sungai obsekuen: berlawanan arah dengan sungai konsekuen.
· Sungai resekuen: searah dengankonsekuen.
· Sungai insekuen: tidak beraturan.

Berdasarkan Pola sungainya:
· Pola radial: sentrifugal (meninggalkan pusat /di daerah gunung, perbukitan),
· sentripetal (mendatangi pusat/di daerah basin, lembah).
· Pola dendririk: di daratan/pantai.
· Pola trellis/sirip ikan: di pegunungan lipatan.
· Pola anular: membentuk lingkaran, di daerah dome.
· Pola pinnate: muara lancip.
· Pola rectangular: aliran sungai 90o, di daerah patahan.
Berdasarkan keadaan airnya: sungai musiman/periodik/ ephimeral, sungai permanen.
b) Danau: cekungan yang digenangi air.
· Danau tektonik: terbentuk oleh peristiwa tektonik. Contoh: Danau Singkarak, Danau Towuti (Sulawesi).
· Danau vulkanik: terbentuk oleh letusan gunung berapi. Contoh: Danau Merdada (Dieng), Danau Batur (Bali).
· Danau tektovulkanik: terbentuk oleh tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba.
· Danau karst: di daerah kapur.
· Danau glasial: terbentuk oleh erosi es/ gletser.
· Danau buatan: bendungan.
c) Rawa: daerah yang tergenang air (dekat pantai, sungai besar).

C.Perairan Laut
Pantai: daratan yang berbatasan dengan laut.
Ombak: gerakan air laut akibat tiupan angin di permukaan laut.
Arus: gerakan air laut dengan arah teratur dan tetap.
1. Jenis laut
a) Berdasarkan proses terjadinya :
· Laut transgresi: daratan digenangi air laut (laut dangkal). Contoh: L. Jawa, L. Arafuru.
· Laut ingresi: penurunan dasar laut (tenagatektonik). Contoh: L. Karibia, L. Banda, L. Sulawesi.
· Laut regresi: penyempitan laut. 

b) Berdasarkan kedalamannya :
· Zona litoral: daerah pasang-surut.
· Zona neritis: kedalaman 200 m, banyak terdapat ikan, cahaya bisa menembus.
· Zona batial: 200 – 2000 m. Tidak ditembus matahari
· Zona abisal: > 2000 m, termasuk lubuk laut dan palung laut.

c) Berdasarkan letaknya :
· Laut tepi: perbatasan benua dan samudera. Contoh : L. Jepang.
· Laut tengah: di antara dua benua. Contoh: L. Tengah, L. Merah.
· Laut dalam/pedalaman: dikelilingi daratan. Contoh: L. Hitam, L. Mati.
2. Wilayah laut suatu negara
a) Laut teritorial: 12 mil dari garis pantai.
b) Laut nusantara: di antara pulau.
c) Laut kontinen: kedalaman 200 m.
d) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE): 200 mil dari pulau terluar.

Gerak Air Laut
· Gelombang laut, gerak turun naiknya air laut. Gelombang laut dimanfaatkan untuk olahraga selancar, dll.
· Pasang air laut, terjadi karena gaya tarik/ gravitasi bulan dan matahari. Pada saat bulan tinggi dan jauh dari posisis matahari.
Pasang Purnama: bulan sedang tinggi dan jauh dari matahari maka terjadi paang tertinggi.
Pasang Perbani: Bulan rendah dan posisi matahari dekat bulan.

Arus Laut
Gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat lain secara horizontal. Beberapa arus laut di dunia sebagai berikut:
1. Arus samudera pasifik: ada yang bersifat dingin dan panas. Arus di sebelah utara khatulistiwa adalah arus khatulistiwa utara (panas), arus Kurosyiwo (panas), arus Kalifornia dan arus Oyasyiwo (dingin). Aru sdi sebelah selatan khatulistwa adalah arus Khatulistiwa selatan (panas), arus Humbolt (dingin), dan arus Australia timur dan arus angin timur.
2. Arus Samudera Atlantik : disebelah utara khatulistiwa adalah arus khatulistiwa utara (panas), arus Gulfstream (panas), arus Greenland timur, arus Lablador (dingin), serta arus Canari (dingin).Arus yang berada di sebelah selatan khatulistiwa adalah arus khatulistiwa selatan (panas), arus Banguela (dingin), serta arus angin barat (dingin).
3. Arus Samudera Hindia : disebelah utara khatulistiwa arus musim barat daya (panas) dan arus musim timur laut (panas). Arus sebelah selatan khatulistiwa arus khatulistiwa selatan (panas), arus Mascarena dan Aulhas (panas), serta arus angin barat.

Pergerakan arus panas dan dingin bermanfaat bagi kehidupan Manusia. Di Eropa Barat banyak hujan karena pengaruh arus Gulfstream yang bersifat panas. Pertemuan arus Kurosyiwo dan Oyasyiwo di perairan Jepang mengakibatkan daerah ini memiliki perairan bersuhu sedang, perairan ini banyak plankton sehingga kaya ikan.

Sumber: Dokumen Modul Pribadi


GURU KREATIF

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog