Senin, 30 Juli 2012

Shalat Yang Khusyuk dan Gerakan Shalat Yang Benar Membuat Tubuh Kita Sehat

Kotabaru-Krb “ Allah Swt, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi makhluk ciptaan-Nya. Misalnya, Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk kesehatan tubuh kita. Gerakan-gerakan di dalam shalat mempunyai manfaat masing-masing”, Kata Drs.H.Moch Irhamsyah MDJ, mengawali tausyiahnya di hadapan para karyawan-karyawati KanKemenag Kabupaten Kotabaru di Aula Kantor tersebut, Kamis, (26/07).

Ketika takbiratul Ihram gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan kekuatan otot lengan, kemudian rukuk gerakan ini bermanfaat untuk menjaga kesempurnaan posisi serta fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf, bangun dari rukuk (I’tidal) gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan organ-organ pencernaan.
Posisi sujud berguna menghindarkan seseorang dari gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik ruku’ maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
Lebih Lanjut Drs.H.Irhamsyah mengatakan bahwa duduk setelah sujud terdiri dari dua macam yaitu iftirosy (tahiyat awal) dan tawarru’ (tahiyat akhir). Hal ini jika dilakukan dengan benar, posisi seperti ini mampu mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’ menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
Gerakan terakhir dari shalat yaitu Salam yang bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
Diakhir ceramahnya Kepala Subbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Kotabaru Drs.H.Moch.Irhamsyah mengatakan bahwa jika kita dalam melaksanakan ibadah shalat dengan khusyuk dan gerakan shalat yang benar maka tubuh kita akan sehat karena gerakan dalam shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan.
Darwis, S.Ag salah seorang staf pelaksana pekapontren dan Penamas dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiataan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan dan dilaksanakan setiap hari setelah selesai shalat Zhuhur berjamaah dilanjutkan dengan tausyiah sekitar 30 menit.(A2N)
IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog