Minggu, 24 Juni 2012

MEDIA PEMBELAJARAN PAI


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah 
            Dalam proses belajar mengajar, kehadiran alat / media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut, ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Dikatakan bahwa, “Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar”.[1] Dikatakan juga bahwa, “Alat / Media  merupakan sarana yang membantu proses pembelajaran terutama yang berkaitan dengan indera pendengaran dan penglihatan, bahkan adanya alat / media tersebut dapat mempercepat proses pembelajaran murid karena dapat membuat pemahaman murid lebih cepat pula”.[2] Dikatakan juga bahwa, “Penggunaan media pengajaran dalam proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran”.[3] Dikatakan juga bahwa, “Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran”.[4] Dikatakan juga bahwa, “Media adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.[5]
            Namun, meskipun begitu pentingnya alat / media bagi tercapainya tujuan pendidikan, masih banyak dijumpai lembaga-lembaga pendidikan yang kurang mementingkan suatu alat / media tersebut. Terbukti banyak ditemukan kasus guru yang tidak mempergunakan media sesuai dengan bahan yang diajarkan___contoh dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam___sehingga siswa mengalami banyak kesulitan dalam menyerap dan memahami pelajaran yang disampaikan, guru kesulitan menyampaikan bahan pelajaran, banyak siswa yang merasa bosan terhadap pelajaran tertentu. Hal ini dapat diidentifikasikan sebagai masalah kurangnya penggunaan media dalam pengajaran.
 
            Kurangnya penggunaan media ini dipengaruhi oleh beberapa faktor  di antaranya : minimnya pengetahuan tentang pentingnya media, sulitnya mendapatkan media yang diinginkan, keterbatasan dana, pribadi guru yang kurang berminat dan kemampuan dalam menggunakan media dan situasi yang kurang mendukung. Dan dari realitas tersebut di atas dapat diambil suatu pertanyaan, “Apakah media itu?”, “Apa saja manfaat media ?”, “Apa saja jenis media ?”, “Apa saja pengaruh media ?”, “Apa saja media pembelajaran Pendidikan Agama Islam itu?”. Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
            Untuk itu makalah ini ditulis untuk mengungkap masalah-masalah tersebut. Banyak masalah-masalah yang dihadapi berkaitan dengan media. Dugaan sementara dari masalah di atas adalah karena minimnya pengetahuan tentang pentingnya media. Dikatakan bahwa, “Proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran tanpa media dengan pengajaran menggunakan media”.[6] Dikatakan juga bahwa, “Media sangat membantu dalam upaya mencapai keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.[7]
            Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka makalah ini kami beri judul “Media Pembelajaran PAI”.

B.  Rumusan Masalah  
            Rumusan masalah yang kami angkat dalam makalah ini adalah :
1.      Apa pengertian alat / media?         
2.      Apa saja  manfaat alat / media?
3.      Apa saja jenis alat / media?  
4.      Apa pengaruh alat / media?
5.      Apa saja media pembelajaran PAI?
      
C.  Tujuan Penulisan 
            Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui :
1.      Pengertian alat / media         
2.      Manfaat alat / media
3.      Jenis alat / media 
4.      Pengaruh alat / media
5.      Media pembelajaran PAI
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Alat / Media[8]
           Term alat berarti barang sesuatu yang dipakai untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan media berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak dari  medium yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar”.[9] Menurut Association For Education and Communication Technology (AECT), media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi[10], atau  benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, atau sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.[11]
          Bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan.[12]
          Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.[13]

B.  Manfaat Alat / Media 
            Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran, yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.[14] Sebagai alat bantu, media berfungsi melicinkan jalan    menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya dari suatu alat / media pengajaran dalam literatur lain.[15]

C.  Jenis Alat /  Media
            Para ahli mengklasifikasikan alat / media  kepada dua bagian, yaitu alat yang bersifat benda (materiil) dan yang bukan benda.[16]
1.  Alat yang bersifat benda
    Pertama, media tulis, seperti Al-Qur’an, Hadis, Tauhid, Fiqih, Sejarah. Kedua, benda-benda alam seperti hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Ketiga, gambar-gambar yang dirancang seperti grafik. Keempat, gambar yang diproyeksikan, seperti video, transparan. Kelima, audio recording (alat untuk didengar), seperti kaset, tape, radio, dan lain-lain.[17]
2.  Alat  yang bersifat bukan benda
    Di antara alat / media pengajaran yang bukan berupa benda adalah :
(1).        Keteladanan
(2).        Perintah / Larangan
(3).        Ganjaran dan Hukuman[18]

D.  Pengaruh Alat / Media 
            Dengan melihat manfaat alat / media tersebut di atas, maka akan memberikan pengaruh terhadap peserta didik  yaitu peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, dan juga akan memiliki moral atau akhlak yang tinggi. Sehingga besar kemungkinan dengan memperhatikan alat / media pengajaran  itu, tujuan pendidikan akan tercapai secara efektif dan efisien.[19]
E.  Media Pembelajaran PAI 
             Setelah membahas alat / media pengajaran, maka kita tinggal memilih media pengajaran apa yang cocok untuk dipraktekkan kepada siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Terkait dengan pembelajaran agama Islam, maka media yang digunakan juga bermacam-macam.
             Usaha Nabi dalam menanamkan akidah agama yang dibawanya dapat diterima dengan mudah oleh umatnya yaitu dengan menggunakan media yang tepat berupa media contoh / teladan perbuatan-perbuatan baik Nabi sendiri (Uswatun Khasanah).20 Istilah  “Uswatun Khasanah” barangkali dapat diidentifikasikan dengan “demonstrasi” yaitu memberikan contoh dan menunjukkan tentang cara berbuat atau melakukan sesuatu. Media ini selalu digunakan Nabi dalam mengajarkan ajaran-ajaran agama kepada umatnya, misalnya dalam mempraktekkan sholat dan lain-lain.[21]
            Selanjutnya, melalui suri tauladan atau model perbuatan dan tindakan yang baik, maka guru agama akan dapat menumbuh-kembangkan sifat dan sikap yang baik pula terhadap anak didik. Begitupula sebaliknya.22
            Kemudian daripada itu, media pendidikan agama dapat juga diartikan semua aktifitas yang ada hubungannya dengan materi pendidikan agama, baik yang berupa alat yang dapat diperagakan maupun teknik / metode yang secara efektif dapat digunakan oleh guru agama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.23
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan     
            Dari pembahasan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
1.      Pengertian Alat / Media adalah  alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.         
2.      Manfaat Alat /  Media adalah  
      Pertama, pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motifasi belajar, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih di pahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik, metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga siswa tidak bosan, dan guru tidak kehabisan tenaga, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. Kedua, dapat menjadikan perkembangan  berpikir siswa, dimulai dari berpikir kongkrit menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks atau hal-hal yang abstrak dapat di kongkritkan, dan hal-hal yang kompleks dapat di sederhanakan. Dan juga membuat konkrit konsep yang abstrak, membawa objek yang sukar didapat ke dalam lingkungan belajar siswa, menampilkan objek yang terlalu besar, menampilkan objek yang tak dapat diamati dengan mata telanjang, mengamati gerakan yang terlalu cepat, memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi bagi pengalaman belajar siswa, membangkitkan motifasi belajar, menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.     
3.      Jenis Alat / Media
      yaitu  (1). Alat yang bersifat benda (materiil) seperti media tulis, seperti Al-Qur’an, Hadis, Tauhid, Fiqih, Sejarah, benda-benda alam seperti hewan, manusia,  tumbuh-tumbuhan  dan  lain-lain,  gambar-gambar  yang   dirancang
      seperti grafik, gambar yang diproyeksikan, seperti video, transparan, audio recording (alat untuk didengar), seperti kaset, tape, radio, dan lain-lain. (2). Alat yang bersifat bukan benda seperti keteladanan, perintah / larangan, ganjaran dan hukuman.
4.      Pengaruh Alat / Media
      yaitu peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, dan juga akan memiliki moral atau akhlak yang tinggi. Sehingga besar kemungkinan dengan memperhatikan alat / media pengajaran  itu, tujuan pendidikan akan tercapai secara efektif dan efisien.
5.      Media Pembelajaran PAI
      Media pembelajaran PAI  adalah semua aktifitas yang ada hubungannya dengan materi Pendidikan Agama Islam , baik yang berupa alat yang dapat diperagakan maupun teknik / metode yang secara efektif dapat digunakan oleh guru agama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Diantaranya : Uswatun Khasanah (teladan yang baik),  kebiasaan, nasehat dan cerita, disiplin, partisipasi, pemeliharaan, dan lain-lain, papan tulis,  buku pelajaran, bulletin board dan display, film atau gambar hidup, radio pendidikan , tv pendidikan , komputer, karyawisata dan lain-lain.                                                            
B.  Saran 
            Dalam pemilihan media pengajaran agama, hendaknya disesuaikan dengan tujuan pengajaran agama itu sendiri, bahan / materi yang akan disampaikan, ketersediaan alat, pribadi guru, minat dan kemampuan siswa, dan situasi pengajaran yang akan berlangsung dan lain-lain, sehingga penggunaan media bukan sekedar upaya untuk membantu guru dalam mengajar, tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai usaha yang ditujukan untuk memudahkan siswa  dalam mempelajari pengajaran agama.

DAFTAR PUSTAKA
Basuki dan Ulum, M. Miftahul, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam.Ponorogo:  STAIN Po Press, 2007.
Djamarah, Syaiful Bahri  dan  Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta   : PT Rineka Cipta, 2002.
Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam. Surabaya : Al-Ikhlas, 1993.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, cetakan keempat. Jakarta : Kalam Mulia, 2002.
 Sudjana, Nana  dan Rivai, Ahmad, Media Pengajaran , Cet. IV. Bandung : Sinar             Baru Algensindo, 2001.
Usman, Basyiruddin dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu. Jakarta :            Ciputat Press, 2002.
    


      [1]        Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 19.
      [2]        Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, cetakan keempat (Jakarta : Kalam Mulia, 2002), 180.
      [3]        Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran , Cet. IV, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2001), 3.
      [4]        Syaiful Bahri Djamarah dan  Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), 138.
      [5]        Basuki dan M.Miftahul Ulum, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, (Ponorogo: : STAIN Po Press, 2007), 133.
      [6]        Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran , Cet. IV, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2001), 3.
      [7]        Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 19.

      [8]        Dari beberapa literatur, tidak terdapat perbedaan pengertian alat dan media pendidikan , Zakiah Daradjat menyebutkan pengertian alat pendidikan sama dengan media pendidikan , sarana pendidikan. Lihat dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, cetakan keempat (Jakarta : Kalam Mulia, 2002), 180.
      [9]        Ibid.
      [10]       Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 11.
      [11]       Ibid.
      [12]       Syaiful Bahri Djamarah dan  Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), 136.
      [13]       Ibid., 137.
      Ada beberapa alasan, mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa, dan ini berkenaan dengan manfaat dari media itu sendiri yaitu : Pertama, pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motifasi belajar, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya   sehingga   dapat lebih  dipahami  oleh  para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik, metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga siswa tidak bosan, dan guru tidak kehabisan tenaga, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain. Kedua, berkenaan dengan taraf berpikir siswa. Taraf berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan yang dimulai dari berpikir kongkrit menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks. Penggunaan media pengajaran erat kaitannya dengan tahapan berpikir tersebut, sebab melalui media pengajaran, hal-hal yang abstrak dapat di kongkritkan, dan hal-hal yang kompleks dapat di sederhanakan. Lihat dalam Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran , Cet. IV, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2001), 2-3.

      [14]       Syaiful Bahri Djamarah dan  Aswan Zain, Op.Cit., 138.
      15      Diantaranya , membuat konkrit konsep yang abstrak, membawa objek yang sukar didapat ke dalam lingkungan belajar siswa, menampilkan objek yang terlalu besar, menampilkan objek yang tak dapat diamati dengan mata telanjang, mengamati gerakan yang terlalu cepat, memungkinkan keseragaman pengamatan dan persepsi bagi pengalaman belajar siswa, membangkitkan motifasi belajar, menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. Lihat dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, cetakan keempat (Jakarta : Kalam Mulia, 2002), 190.

      16      Ibid., 182.
      17      Ibid. Dramatisasi, demonstrasi dan lingkungan dapat juga dijadikan sebagai media pembelajaran. Lihat dalam Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 105-108.

      18      Ibid., 184.
      19      Ibid., 191.
      20      Sebagai contoh, sewaktu meletakkan Hajar Aswad ketika membangun kembali Ka’bah, di saat nabi mendirikan mesjid Quba’ di luar Madinah, atau sewaktu membuat parit pertahanan dalam perang Tabuk, Nabi selalu memimpin langsung dan ikut serta bekerja dengan para sahabat. Contoh teladan yang baik tersebut sangat besar pengaruhnya dalam misi pendidikan Islam dan dapat menjadi faktor yang menentukan terhadap keberhasilan dan perkembangan tujuan pendidikan  secara luas. Lihat dalam Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 116.                                                                                                                       
      21      Ibid.
      22      Ibid.
      23      Seperti papan tulis,  buku pelajaran, bulletin board dan display, film atau gambar hidup, radio pendidikan , tv pendidikan , komputer, karyawisata dan lain-lain. Lihat dalam Basyiruddin Usman Dan Asnawir, Media Pembelajaran, Cetakan kesatu, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), 117. Dan seperti melalui keteladanan, kebiasaan, nasehat dan cerita, disiplin, partisipasi, pemeliharaan, dan lain-lain. Lihat dalam Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam , (Surabaya : Al-Ikhlas, 1993), 213-245.






IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog