Senin, 18 Maret 2013

Membedakan Fakta dan Opini pada Tajuk Rencana Atau Editorial Dengan Membaca Intensif


Membedakan Fakta dan Opini pada Tajuk Rencana
Atau Editorial Dengan Membaca Intensif

Indikator:
·      Menemukan fakta dan opini penulis tajuk rencana atau editorial;
·      Membedakan fakta dengan opini;
·      Mengungkapkan isi tajuk rencana/editorial .

Membaca intensif merupakan kegiatan membaca bacaan secara teliti dan seksama dengan tujuan memahaminya secara rinci. Membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis. Tarigan (1990:35) mengutip pendapat Brook menyatakan bahwa, membaca intensif merupakan studi seksama, telaah teliti, serta pemahaman terinci terhadap suatu bacaan. Yang termasuk membaca intensif ini adalah membaca dengan pemahaman.
Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal (luar biasa), atau kontroversial (perdebatan) yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan.

Tajuk rencana mempunyai sifat:
1.      Krusial (genting/gawat) dan ditulis secara berkala, tergantung dari jenis terbitan medianya bisa harian (daily), atau mingguan (weekly), atau dua mingguan (biweekly) dan bulanan (monthly).
2.      Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas, baik itu aspek sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan, atau olah raga bahkan entertainment, tergantung jenis liputan medianya.
3.      Anonim (tanpa identitas/tanpa mencantumkan nama penulis)

Karena merupakan suara lembaga maka tajuk rencana tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi, proses sebelum penulisan tajuk rencana terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan pemerintahan.

Ada 2 jenis tajuk rencana berdasarkan golongan/sifat:
Tajuk rencana golongan pers menengah ke atas (middle-high media) atau pers yang berkualitas memiliki ciri-cirinya:
a.      Hati-hati (tidak menyebut nama orang yang sedang diberitakan)
b.      Normatif (menurut aturan yang berlaku)
c.       Cenderung konservatif (bersikap sesuai keadaan, mempunyai ciri khas tertentu, tradisi)
d.      Pertimbangan aspek politis lebih besar dari aspek sosiologi.

Tajuk rencana dari golongan pers tengah ke bawah (middle-low media) berlaku sebaliknya.
Ciri-cirinya:
a.      Lebih berani (langsung menyebut nama orang yang diberitakan)
b.      Atraktif (mempunyai daya tarik untuk semua kalangan)
c.       Progresif (bersifat memberi perubahan/ kemajuan)
d.      Lebih memilih pendekatan sosiologis daripada pendekatan politis
Pengertian fakta adalah sesuatu yang tidak diragukan lagi kebenarannya.
Ciri-ciri fakta:
1.        Benar-benar terjadi;
2.        Waktu, tempat, dan tanggal peristiwa jelas;
3.        Diperkuat dengan angka-angka.

Jenis fakta
a.      Fakta umum, adalah kebenaran yang berlaku sepanjang zaman dari dulu sampai sekarang.
Atau informasi yang berisi fakta yang masih umum, belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek peristiwa, pelaku, dan sebagainya.
Contoh:
1)      Matahari terbit di sebelah Timur.
2)      Sukabumi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat.
3)      Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya.
4)      Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena razia.

b.      Fakta khusus (spesifik), adalah kebenaran yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
Atau Informasi yang berisi kejadian/peristiwa lalu dijelaskan secara terperinci dan detail.
Contoh:
1)        Pak Yayan makan bakso.
2)        Ayah baru pulang dari Prancis, paman dan kakak sedang menjemputnya di Bandara Juanda Surabaya kemarin siang.
3)         Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Diponegoro dan warung pinggiran terkena razia kemarin pagi.

Pendapat atau opini adalah sesuatu yang kebenarannya masih perlu diuji, karena bentuknya masih berupa pendapat. Kalimat yang mengungkapkan pendapat penulis biasanya ada kata, menurut saya, sepertinya, bagus sekali, sangat (bagus), dan sejenisnya, maka kalimat tersebut berupa kalimat opini. Kalimat opini dibedakan menjadi kalimat opini perorangan dan opini umum.
Ciri-ciri opini:
1.      Belum terjadi (baru rencana);
2.      Berupa pendapat;
3.      Bersifat  subjektif;
4.      Keterangannya belum jelas.

Jenis opini
1.      Opini perorangan (subjektif) : pendapat berdasarkan pandangan pribadi/orang-orang tertentu saja.
Contoh:
·         Menurut para ahli, pada tahun 2020 penduduk Indonesia akan mencapai 400 juta jiwa.
·         Menurut saya, pakaian yang dikenakan pria itu sepertinya bagus sekali.
·         Sepertinya jalanan ini akan banjir.

2.      Opini umum (objektif) : pendapat berdasarkan pandangan (orang banyak/ khalayak umum).
Contoh:
·         Menghisap rokok secara berlebihan akan merugikan diri sendiri.
·         Terjadinya tsunami pada tahun 2004 di daerah Aceh menewaskan banyak korban.
·         Dengan giat belajar dan tekun, akan menjadikan kita semakin pandai.


Semoga bermanfaat.



IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog