Selasa, 27 Mei 2014

MASUK STAN ? BERPIKIRLAH 2X

Dapat dari facebook teman yang juga anak STAN. Semoga bermanfaat untuk yang lain.

Beberapa hari yang lalu akun twitter Kementrian keuangan Republik Indonesia mengeluarkan kicauan yang berbentuk sebuah pengumuman. Pengumuman yang oleh beberapa orang telah lama ia menantinya.

Ya, bertepatan dengan hari dimana pengunguman kelulusan Ujian Nasional tingkat SMA tahun ajaran 2013/2014 KEMENKEU mengeluarkan berita bahwa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara telah resmi dibuka.

Hal ini membuat beberapa anak SMA yang memang bercita – cita menekuni pendidikan di STAN setelah tamat SMA tidak berkonsentrasi lagi menunggu hasil Ujian Nasional . Dia lebih tertarik membuka link dan menghubungi senior – senior atau orang yang iya kenal yang lebih dulu menginjakkan kaki di STAN.

Bukan Cuma mereka para anak generasi 2014, tetapi para korban kegagalan ketatnya USM STAN tahun sebelumunya yang masih penasaran akan kemampuannya. Bahkan mereka siap meninggalkan kampus tempat belajarnya sekarang demi 1 kursi di STAN.

Timbul pertanyaan di benak saya. Apa yang sebenarnya membuat mereka begitu tertarik memasuki kampus tempat saya belajar ini. Apa yang sebenarnya mereka inginkan dan apa dasar mereka sebegitu inginnya mengabdi pada Negara. Cita – cita ? Uang ? Pekerjaan? Atau sama sekali tidak tau?.

HAL YANG HARUS DIPIKIRKAN

Masa kecil adalah masa yang indah, masa dimana imajinasi kita mampu menembus batas – batas logika dan ketidak mungkinan. Masa dimana kita punya segudang cita – cita yang ingin kita capai.

Dokter, Arsitek, Guru, Polisi, tentara, hingga astronot dan sebagainya sering menjadi jawaban kepolosan kita saat kecil. Sebuah khayalan yang sebenarnya dapat diwujudkan dengan langkah yang jelas yang dapat kita susun. Bayangkan betapa bahagianya hati kita jika cita – cita kita tersebut terwujud menjadi kenyataan. Melakukan hal yang disukai dan diimpikan, dibayar, dan membahagiakan serta membanggkan orang tua.

Siapkah kita membuang semua angan dan impian kita itu ?
Ketika memasuki Sekolah Tinggi Akuntansi Negara hanya 1 yang dapat kau lakukan setelah tamat dari kampus itu. Bekerja di lingkungan kementrian keuangan sampai hari tuamu. Kehidupan datar dan monoton yang akan kau rasakan. Jauh dari angan dan cita – cita mu saat masih kecil. Bekerja pagi hingga sore, ber istirahat malam hari, dan melakukan itu sampai umurmu tak memungkinkan lagi untuk bekerja. Siapkah kau akan hal itu?.

Kau akan melihat teman – teman sma mu yang belajar di tempat lain wisuda dan bebas memilih menjadi apa yang mereka mau. Mereka mencoba untuk meraih mimpi mereka dan mereka berhasil melakukannya. Sedangkan kau?. Kau gagal meraih cita – citamu karena tidak memikirkan dan tidak sadar dengan memasuki kampus STAN kau telah mengubur impian mu dalam – dalam.

Bersiaplah hidup dalam kesederhanaan

Jangan pernah bermimpi untuk menjadi kaya raya dengan bekerja menjadi pegawai negeri, sebesar apapun gaji pegawai kemenkeu diterima mereka yang telah kau dengar, tidak akan dapat membuatmu kaya raya. Kalau kau bermimpi untuk kaya dengan menjadi pegawai negeri sebaiknya kau lupakan kampus ini.
Sebagian orang mengidentikkan kampus ini dengan Gayus Tambunan, salah satu alumni yang telah mencoreng nama baik kampus ini. Jika kau punya keinginan sedikit saja menjadi seperti dia, segera pergi, kau hanya akan menjadi parasit dan semakin mencekik masyarakat negeri ini,
Bersiap untuk iri kepada teman – teman mu yang menjadi . . . . .
Kau akan melihat orang lain menghasilkan uang ratusan juta dengan menjadi arsitektur, kau akan melihat temanmu menghasilkan jutaaan dalam sehari dengan menjadi dokter, kau akan melihat temanmu duduk santai tanpa beban namun berpenghasilan miliyaran dalam setahun karena dia merupakan seorang pengusaha besar. Atau kau akan melihat temanmu menjadi bintang terkenal atau pengacara kondang yang penghasilnnya per detik.

Sedangkan kau ? kau akan di gaji sebagaimana yang telah ditentukan. Gajimu yang bekerja keras dengan temanmu yang tidak bekerja keras akan sama saja asalkan masih dalam golongan yang sama.

Bersiap untuk tak merasakan menjadi mahasiswa seutuhnya
Disini kau tidak akan merasakan yang namanya perubahan suasana dari sekolahmu yang dulu, Aturan ketat, pakaian yang ditentukan, semua akan tetap kau dapat. Tidak akan ada namanya bersolek memperindah penampilan dengan pakaian yang bagus, semua sudah di atur dengan warna dan style yang sama.

Tidak ada bagimu orasi akan ketidak puasanmu terhadap kebijakan dan perintah kampus, kau akan di depak jika melawan aturan yang telah ditentukan.

Bersiap untuk tinggal antara Sabang sampai Merauke, atau Miangas sampai Rote. Bersiap lah untu merasakan suasana tinggal di Jayapura, Mamuju atau Pare – pare. Kau tidak akan tau nasibmu kelak, kau tidak akan tau dimana kau akan bekerja, bersiaplah untuk tinggal di tempat – tempat yang tak akan pernah kau bayangkan.

UBAH PEMIKIRANMU !!!!!

Jika kau masuk STAN karena ingin kaya raya maka sebaiknya kau tidak usa kesini. Cobalah kau mulai membiasakan diri dengan mensyukuri apa yang kau punya. Tidak ada gunanya koleksi puluhan mobil jika didapat dari uang yang bukan hak kita. Tidak ada gunanya rekening gemuk miliyaran jika bukan gaji kita atau penghasilan halal kita isinya.

Peraturan ketat tersebut adalah untuk mendidikmu dari awal agar nantinya di instansi kau belajar mentaati peraturan dan membiasakan diri dengan keadaan yang tidak kau sukai. Kau di latih untuk dapat bertahan dalam suasana yang mungkin tidak kau sukai

Mulai lah belajar untuk berharap secukupnya, Usaha sekuatnya, kecewa sewajarnya, dan bersukur sebanyak – banyaknya dengan apa yang kita miliki.
Siapkan dirimu seutuhnya untuk menjadi abdi negara. kau adalah salah satu calon pahlawan negari ini karena kontribusimu turut membangun negeri. Siapkan dirimu untuk berani berdiri paling muka, STAN pandai menempah cita baja.

Ubah niatan awal yang hanya ingin mendapat jaminan penghasilan tetap dengan niat ingin mengubah bangsa ini lebih baik. Jadi lah permata Harapan Negeri.

Source: http://objeknyasar.wordpress.com/2014/05/23/masuk-stan-berpikirlah-2x/
GURU KREATIF

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog