Rabu, 25 Desember 2013

Aku Wisuda April 2014

Saat itu, 27 Nopember 2013

Sumber gambar di sini

“IPK kamu berapa?” tanya dewan penguji kepadaku. “Ada 3,7?” lanjutnya.
“Ada, Pak!” jawabku tegas.
“Kerjakan skripsimu dengan sungguh-sungguh, April nanti kamu bisa ikut wisuda.” 

Pujian demi pujian diutarakan oleh dewan penguji seminar proposal skripsiku. Terimakasih ya Allah... Siapa yang tak bahagia? Ingin rasanya aku segera lari, lari dari ruangan tersebut dan pulang ke rumah untuk bertemu dengan ibu.

“Terimakasih doamu, Bu.”

Bagaikan lampu hijau yang benderang, di saat teman-teman menuntut wisuda di bulan April dan justru mereka diminta mundur oleh pihak kampus, tapi aku justru ditawari? Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Wisuda di bulan April 2014 menjadi resolusi 2014 pertama yang ingin aku wujudkan. Desiran darah beraroma semangat wisuda begitu mendidih dalam tubuhku.

Belajar dari pengalam menyusun proposal skripsi kemarin, ada beberapa hal yang jadi ancang-ancangku untuk segera merealisasikan resolusiku tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Sholat fardhu nggak boleh bolong-bolong, rajin mengaji, sholat malam jangan absen terus.
  2. Manajemen waktu harus lebih top markotop.
  3. Tak boleh malu bertanya dan meminta bantuan kepada kakak kelas atau mereka yang telah berpengalaman menyusun skripsi.
  4. Tak boleh bermalas-malasan ngapelin dosen pembimbing.
  5. Tak boleh takut, ewuh (nggak enakan) untuk menghubungi dosen pembimbing.
  6. Banyak berkunjung ke perpustakaan untuk membaca buku dan jurnal.
  7. Lebih banyak berdiskusi dengan teman berkaitan dengan tetek bengek skripsi.
  8. Selalu mengawali apapun dengan bismillah, dan diakhiri
  9. Alhamdulillah...

Sebenarnya banyak sekali perdebatan di antara pihaki nternal kampus apabila nantinya aku (teman-teman se-angkatan) bisa wisuda di bulan April 2014. Aku ini mahasiswa PGSD (jalur keguruan), misalnya April nanti aku sudah bisa wisuda itu artinya kuliahku hanya 3,5 tahun. Padahal selama ini belum ada mahasiswa keguruan yang lulus dengan jenjang kuliah hanya 3,5 tahun. Hal itulah yang menjadi suatu masalah.

Aku percaya, jika Allah telah berkehendak apapun bisa saja terjadi. Meminjam petuah dari guru SMA ku, “Nikmati masa kuliahmu dan wisudalah di waktu yang tepat.” Ya, sebelum aku tahu kehendak Allah atas wisudaku, aku pun akan berusaha melakukan yang terbaik. Aku akan menikmati proses ini sebagai jalan hidupku sebelum aku benar-benar siap untuk membayar hutang negara ini untuk mencerdaskan anak bangsa.

Wisuda April 2014? Semoga! Aamiin.




NB: 346 kata termasuk judul postingan.
IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog