Senin, 11 November 2013

Tips Meludah saat Berkendara

Postingan ini muncul karena aku sendiri pernah terkena ludah orang yang ada di depanku. Ih, menjijikkan. Tidak tahu keberanian itu datangnya dari mana, aku segera menyalipnya dan aku marahi dia.

“Woy, kalau mau meludah lihat-lihat dulu. Tahu kalau ada orang di belakang malah meludah, tahu gitu nggak usah nyalip aku tadi. Dasar!!” tak ku bayangkan bagaimana wajahku saat itu. Tapi yang pasti anak ingusan itu minta maaf dan segera tancap gas ketakutan.

Aku berpikir, kalau seandainya itu anak punya penyakit hepatitis bagaimana? Aku bisa ketularan. Kalau dia sedang flu, aku juga bisa ketularan. Semoga tidak. Karena hasil dari googling, memang, ludah bisa jadi media menularnya penyakit yang aku sebutkan di atas.

Nah, agar kejadian serupa tidak terjadi pada orang lain, alangkah lebih baiknya kalau kita menjaga sopan santun kita dalam berkendara dalam hal ini adalah meludah. Berikut tips yang bisa aku berikan agar meludah di jalan tapi tak menjadikan orang lain sebagai korban:
  • Tengok ke spion apakah ada pengendara lain di belakang kita.
  • Kalau tidak ada, sedikit menepi dan kemudian meludahlah.

Kalau seandainya mau berhenti, jangan lupa nyalakan terlebih dahulu lampu rihting, menepi dan meludah. Bagaimana kalau seandainya naik mobil dan sebagai sopirnya? Hampir sama caranya, pastikan dulu tidak ada kendaraan di belakang kita baru kemudian meludah. Mudahkan? Tapi sering lupa diterapkan, hayo ngaku?

Hal sepele, makanya banyak yang menyepelekan. Tips tersebut juga bisa digunakan ketika kita hendak membuang “kotoran mabuk kendaraan”. Ide baru muncul, bagaimana kalau ludahnya ditaruh di plastik? Bisa juga, asalkan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mengganggu orang lain. Bagaimana sudah siap memberlakukan sopan santun di jalan? Kalau kita tidak mulai sekarang, kapan lagi? Siapa lagi?


IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog