Rabu, 14 Januari 2015

Kerja Bagus PLN


Tak ada hujan tak ada angin, tahu-tahu lampu di rumah kelap-kelip seperti lampu disko. Sedetik kemudian, pet! Mati listrik. Saya bertanya pada pemilik rumah sebelah, sama juga. Berhubung sudah mau maghrib, tetangga yang awalnya main ke rumah saya dan rumahnya terletak di pinggir jalan raya pun pulang.

Tak berapa lama tetangga saya tadi lari-lari ke rumah saya, “Loh Mbak, lampu di rumahku nyala kok.” Mendengar keterangan tetangga saya tadi, saya jadi penasaran. Eh iya, kok nyala ya. Rumah yang letaknya di ujung utara gang juga nyala. Kok aneh ya, yang sini nyala, yang sana mati, eh tempat saya kok mati.


“Nanti nggak bisa nonton Jodha.” teriak ibu saya.

Tak mau melihat ibu ketinggalan cerita Jodha, saya pun mencari nomor telepon PLN. Saya telepon 123. Ini kali pertama saya telepon 123, ternyata seperti layanan di provider. Jadi, kita akan diberi pilihan dengan memencet angka tertentu sesuai dengan kebutuhan kita. Karena saya akan mengadukan keluhan saya pun memencet angka 2.

Terdengar suara laki-laki di seberang sana. Wawan, akunya. Selama berbicang dengannya, ada beberapa pertanyaan yang ia ajukan.
  1. Saya berbicara dengan siapa?
  2. Apa keluhan yang Anda alami?
  3. Di manakah alamat Anda?
  4. Di manakah kantor PLN terdekat dari rumah Anda?

Setelah semua sudah kita jawab, pihak PLN meyakinkan kita bahwa petugas akan segera datang ke TKP. Kita juga akan diberi kode pengaduan. Tapi tidak tahu gunanya untuk apa. Tak lupa pihak PLN juga mengingatkan agar kita tidak memberikan tambahan uang sepeserpun demi mewujudkan Indonesia Bersih. Perlu diacungi jempol nih yang ini.

Satu jam setelah saya menelepon pihak PLN, lampu di rumah saya sudah nyala. Begitu juga dengan milik tetangga. Bisa jadi kerusakannya tidak terlalu fatal kali ya. Kerja bagus PLN. Saya bahagia sekali, karena ibu saya bisa nonton Jodha.  
IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog