Senin, 14 Juli 2014

Alhamdulillah, 250.000 Masuk Kantong

Tetap, saya ucapkan ahamdulillah karena saya berhasil menjadi salah satu dari 250 pelajar atau mahasiswa yang bisa menerima beasiswa dari DataPrint kelompok pemeroleh beasiswa sebesar Rp 250.000 (lihat di SINI). Saya sebut kalau saya termasuk gagal, karena tiak ada peningkatan. Karena dulu, saya juga pernah mendapat beasiswa ini yang juga memperoleh Rp 250.000.

Saya mungkin bisa mendapatkan lebih dari itu (Rp 1.000.000 atau Rp 500.000). Salah saya juga sih, karena kurang persiapan. Beasiswa ini kan masa pengiriman essay hampir setengah tahun, tapi saya baru membuat essainya beberapa jam sebelum penutupan. Salah satu faktor penyebabnya karena saya sulit mendapatkan produk DataPrint yang ada kupon terbaru untuk tahun 2014. Di toko-toko sekitar rumah hanya ada yang tahun 2013 lalu.

Baru segini kok ya rezeki saya, hihihi.
Oya, di tahun ini ada juga lho Beasiswa DataPrint untuk periode kedua. Syarat-nya mudah banget lho!
  1. Silahkan membeli produk DataPrint yang ada kuponnya.
  2. Buatlah essay maksimal 500 kata sesuai dengan tema yang ditentukan.
  3. Kirim deh.
Nah untuk info lebih lanjut, silahkan baca di SINI ya? Yuk, persiapkan dari sekarang, agar Anda bisa dapat beasiswa ini. Berikut saya share essay yang saya buat dan berhasil dapat beasiswa Rp 250.000 dari DataPrint :D


Temukan Passion untuk Pasar Bebas ASEAN

Desember 2015 nanti, pasar bebas ASEAN resmi masuk ke Indonesia. Adakah dampak yang ditimbulkan? Pasti ada. Dampak positif yang ditimbulkan yaitu semakin meluasnya jangkauan pelaku usaha, sedangkan dampak negatifnya? Tentu saja produk dari luar negeri akan masuk pula ke Indonesia. Jika produk Indonesia tidak mampu bersanding dengan produk luar negeri, Indonesia hanya akan menjadi negera konsumer. Keadaan tersebut akan mengakibatkan perekonomian Indonesia semakin memburuk.

Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan menciptakan produk yang inovatif. Produk inovatif hanya tercipta dari tangan-tangan manusia yang profesional. Keprofesionalan tenaga kerja bisa diukur dari kesesuaian jenis pekerjaan dengan passion yang dimiliki. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan passion-nya akan berbeda dengan mereka yang bekerja tidak sesuai dengan passion-nya. Hal tersebut dibenarkan oleh seorang psikolog, Dinda Nocyandri, M.Psi (dilansir dari tesbakat.com), bahwa mereka yang bekerja sesuai dengan passion yang dimiliki cenderung lebih memiliki motivasi untuk mengembangkan diri, sehingga secara otomatis hasil kerjanya akan terlihat lebih baik. Mereka tidak akan pernah puas dengan hasilnya dan akan selalu mencoba untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan terbaik. 

Kenyataan di Indonesia berkata lain, banyak sekali sarjana muda yang bekerja tidak sesuai dengan passion-nya. Hal itu karena, satu, kurangnya lapangan pekerjaan, dan kedua, mereka belum menemukan passion-nya. Alasan yang pertama tentunya sudah menjadi hal yang lumrah, karena semakin membludaknya jumlah sarjana muda tiap tahun tidak seimbang dengan tersedianya lapangan kerja. Melalui cara menemukan passion yang mereka miliki, alasan pertama dapat diminimalisir.

Tuhan menciptakan setiap makhluk-Nya lengkap dengan segala kelebihan. Tidak ada manusia yang tidak memiliki kelebihan, yang ada hanyalah manusia yang malas untuk menemukan passion yang ada dalam dirinya. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk menemukan passion yang kita miliki adalah. 
1.Catat
Catat kegiatan yang kita suka saat kecil. Misalnya, menggambar, menulis, main masak-masakan, atau menulis bisa jadi sebagai contoh kegiatan yang kita suka dulu. Cara lain yang bisa kita lakukan yakni dengan pergi ke toko buku. Di sana banyak sekali pilihan buku yang dipajang, buku tentang apa yang menarik perhatian kita bisa menjadi tanda arah passion yang kita miliki.
2.Lakukan secara konsisten dan eksplor
Setelah tahu passion yang kita miliki, maka lakukan secara konsisten dan eksplor secara maksimal. Misalnya, passion kita di dunia menulis, menulis di blog dan aktif mengikuti lomba menulis sangat tepat jika kita lakukan.
3.Komunitas
Kemudahan teknologi informasi masa kini memudahkan kita untuk mengembangkan passion yang kita miliki. Banyak jejaring sosial, misalnya facebook, twitter, dan blog yang memfasilitasi suatu komunitas untuk lebih mudah berkomunikasi guna membahas suatu passion yang dimiliki. Jadi, jangan lupa untuk gabung dalam suatu komunitas.
4.Kembangkan
Jika ketiga cara di atas telah dilaksanakan secara maksimal, langkah selanjutnya yakni mengembangkan passion kita lebih optimal lagi. Misalnya, membuka bisnis sesuai dengan passion kita. Kita suka memasak, maka kita bisa membuka bisnis catering.

Tidak ada kata tidak mungkin kalau kita mau mencoba. Tidak akan ada kegelisahan saat pasar bebas ASEAN tiba. Tidak ada kata pengangguran kalau kita mau membuka usaha. Tapi akan ada produk inovatif karena kita bekerja karena passion.

Sumber: http://tesbakat.com/beda-kesusksesan-orang-yang-bekerja-sesuai-bakat-dan-minat-passion-dengan-yang-tidak-sesuai/#sthash.jbyGRWeD.dpuf

GURU KREATIF

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog