Minggu, 12 April 2015

Fenomena Jual Kunci Jawaban UN

Infosekolah.Net - Pelaksanaan ujian nasional (unas) SMA/SMK pada 13-15 April mendatang, ada pihak yang berupaya menyebarkan bocoran jawaban atau kunci. Ada oknum guru dari salah satu SMA negeri di Kota Mojokerto yang dilaporkan sengaja bergerilya menawarkan bocoran jawaban unas kepada para siswanya.
''Ada orang tua siswa salah satu SMAN yang melaporkan bahwa anaknya ditawari gurunya bocoran jawaban unas seharga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,'' kata Sulistyo, ketua Dewan Pendidikan Kota Mojokerto, kemarin.

Menurut dia, meski unas tidak lagi menentukan kelulusan siswa, orang tua tetap waswas jika nilai anaknya jelek. Apalagi, jika si anak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, nilai unas tetap dibutuhkan. ''Makanya, tetap ada siswa yang mau beli. Apalagi, yang menawari gurunya,'' tuturnya.

Namun, Sulistyo mengaku belum memiliki bukti-bukti langsung terkait laporan tersebut. Bahkan, dia belum mengantongi nama guru yang menjual kunci jawaban itu. ''Orang tua siswa yang mengadu tidak mau menyebutkan nama gurunya. Dia takut anaknya diintimidasi di sekolah,'' terangnya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap berupaya melakukan investigasi terhadap laporan tersebut. Dia menyebut guru yang menjual jawaban unas itu justru bisa menghancurkan sekolahnya. ''Karena kelulusan ditentukan sekolah, sekarang yang menentukan mutu sekolah adalah sekolah itu sendiri. Jika siswa dapat nilai unas bagus, tetapi saat tes masuk perguruan tinggi negeri tidak lolos, mutu sekolah yang sesungguhnya akan kelihatan,'' ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto Hariyanto menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki. ''Itu murni pidana. Jika memang ada guru yang menjual kunci jawaban itu, akan kita serahkan untuk diproses di kepolisian,'' katanya.

Dia beralasan guru tersebut telah membocorkan rahasia negara. ''Kasus di Lamongan tahun lalu saja bisa diproses meskipun tidak ada motif ekonomi. Apalagi, ini ada motif ekonominya,'' jelas dia.

Dia juga mengecam guru yang menjual kunci jawaban tersebut. ''Itu jelas guru yang tidak bermoral karena tega menje­rumuskan siswa,'' kritiknya. Dengan menjual kunci jawaban kepada siswa, dia mengajari anak didiknya untuk berbuat curang dan menghalalkan segala cara.

Kemarin naskah unas mulai tiba di Polresta Mojokerto. Hari ini naskah akan dipilah sesuai sekolah masing-masing. Kemudian, pagi, saat pelaksanaan unas, setiap sekolah mengambil naskah sesuai jatah masing-masing ke Polresta Mojokerto.

Secara terpisah, dugaan adanya bocoran jawaban di kota membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto cepat mengantisipasi. Kadispendik Yoko Priyono memastikan tak ada kebocoran soal unas di wilayahnya. ''Kebocoran soal di Kabupaten Mojokerto kita pastikan tidak ada. Pengamanannya sangat ketat,'' kata Yoko kemarin.

Kemarin naskah diambil dari percetakan dengan dikawal polisi. Begitu sampai, naskah langsung disimpan di Polres Mojokerto. ''Tempat penyimpanannya pun digembok dan dijaga,'' ucapnya.

Yoko mengimbau siswa agar tidak terpengaruh isu kunci jawaban yang mungkin beredar menjelang unas. ''Kalau ada pihak-pihak yang menawari kunci jawaban, jangan dipercaya. Itu pasti bohong,'' tegasnya. ''Bocoran jawaban juga untuk apa? Sekarang unas hanya untuk pemetaan. Yang menentukan lulus tidaknya siswa adalah murni sekolah,'' paparnya.

Jadi seperti itu, beritanya mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran kita sebagai guru apalagi Proses UN semakin dekat pelaksanaannya.
IKLAN 3

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog